Di lanjutkan season 2.
Mohon maaf jika up nya sedikit ya, soalnya author nulis 2 judul. 🙏🙏🙏
Moli adalah seorang gadis SMA yang periang. namun di balik cerianya itu Dia adalah seorang gadis yang sangat kesepian.
hingga suatu ketika Dia beretemu dengan seseorang yang lelaki yang masih duduk di bangku SMP bernama Yoga. Seiring berjalannya waktu mereka mulai akrab.
namun di sisi lain. hubungannya dengan sang kekasih (Diki) justru mulai retak karena kedatangan wanita lain. wanita yang telah lama mengenal Diki dari kecil.
Hubungan Moli dan Diki pada akhirnya merenggang. sementara Moli kini mulai terbiasa dengan kehadiran Yoga yang menurutnya bisa membuat dirinya selalu tersenyum menggantikan ruang sepi yang selama ini terjadi.
penasara.??? yukk langsung aja kepo in???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. Bertemu seseorang
Mobilnya sudah berhenti di depan hotel berbintang lima. Sebuah hotel yang terbilang memiliki fasilitas paling komplit di kota ini. Gedungnya yang megah, menjulang tinggi hingga ratusan lantai, menandakan bahwa hotel ini di peruntukan bagi para pesohor dan para konglomerat dengan kekayaan melimpah.
Mereka sudah memasuki gedung hotel, berjalan masuk hingga sampai ke lobi. Tak perlu bertanya pada resepsionis, karena Gibran sepertinya sudah mengetahui tempat yang akan di tuju. Mereka sudah memasuki lorong. Keduanya tak lepas menebar senyum pada para tamu lain yang berjalan searah dengan mereka. Tentu hanya Moli yang sama sekali tak melempar senyum sedikitpun. Untuk apa? Berada disini sana karena keterpaksaan, jadi tak usah mengharap sebuah senyuman manis dari wajah Moli.
Sesampainya di ruang pesta, Moli langsung mengedarkan pandangannya pada setiap tamu yang hadir disana. Semua yang ada di ruangan ini, tentu mereka dari para golongan orang atas. Lihatlah! Di sebelah timur, seorang wanita yang tengah duduk sambil bercengkerama ria dengan temannya, kalau di tebak, setiap yang menempel di tubuhnya pastilah barang yang bermerek. Dari model dress nya, sepatu hingga aksesoris yang melingkar di leher dan di tangannya, kemungkinan membawa berat sekitar ratusan juta rupiah.
Bukan hanya dia saja, para tamu yang lain juga tak berbeda. Pada intinya, ini adalah perkumpulan para pebisnis yang tajir melintir. Para pesohor yang biasa hidup dengan kesombongan dan keangkuhan. Begitu juga sepasang suami istri yang berdiri di depan Moli. Siapa lagi, tentu papa dan mamanya.
“Selamat malam Om, tante.” Seseorang mendekat dan menjabat tangan Gibran dan Mareta.
Moli meliriknya dengan tatapan tak suka. Baru pertama bertemu, tapi pria ini sudah berani bermain mata usai menjabat tangan papa dan mamanya. Sangat tidak sopan.
Moli sudah melengos, melihatnya saja sudah membuat hati ini tak nyaman. Jangan sampai harus di paksa berkenalan dengannya. No!
“Aw!” jerit Moli seketika. “Sakit, Ma.” Protes Moli. Lengannya terasa sakit setelah mendapat cubitan dari Mareta.
Mareta langsung mengerlingkan kedua matanya, berkedip cepat mengkode Moli untuk segera menoleh pada pria yang sekarang berada di hadapannya dengan menjulurkan tangan.
Melihat Moli tak berkutik, Mareta langsung menyikut lengan Moli. “Moli!” panggilnya dengan suara tertahan. Mareta melirik Pria yang masih menjulurkan tangan itu dengan senyum.
Moli menoleh, berdecak pelan lalu membalas uluran tangan itu.
“Anton.”
“Moli.” Balasnya dengan senyum di paksa.
“Mari om, tante...” Anton mempersilahkan mereka bertiga untuk bergabung dengan yang lainnya.
“Aku permisi ke toilet.” Ucap Moli tiba-tiba. Ia langsung ngibrit berjalan cepat kebelakang tanpa peduli dengan papa dan mamanya yang terlihat mulai menahan emosi.
Setelah Moli tak terlihat, Gibran dan Mareta hanya bisa tersenyum pada Anton untuk menyembunyikan rasa malu karena tingkah Moli.
“Hai Gibran!” seseorang memanggilnya dengan lambaian tangan.
Dia adalah Jordi, papa dari Anton. Sahabat sekaligus pesaing bisnis Gibran. Mereka berdua sudah lama saling mengenal. Keduanya telah merintis karir bersama hingga sukses sampai sekarang. Pertemanan sekaligus persahabatan merekalah yang pada akhirnya memaksa Moli untuk menerima menemui dan berkenalan dengan Anton.
Kenapa dalam dunia bisnis harus ada perjodohan?
Didalam toilet, Moli sudah mendengus beberapa kali. Berdiri setengah membungkuk dengan kedua tangan mencengkeram wastafel. Bibirnya mencibir, rasanya ingin sekali meninju wajahnya yang penuh dengan make up itu. Berdandan untuk orang asing, menyebalkan sekali. Satu tangannya memukul keras tepi wastafel.
Usai berkumur, Moli mengelap bibirnya yang basah. Setelahnya, Moli langsung keluar dan menutup pintu toilet dengan keras.
“Menyebalkan!!”
“Eh!”
Moli mundur setelah badannya menubruk seseorang. “Jalan lihat-lihat dong! Lo buta... ya...” Ucapannya melambat di akhir kalimat.
“Elo? Ngapain disini?” menatap tajam pria yang sekarang berdiri di hadapannya. Pria itu terlihat menebar senyum.
Menjijikkan!
“Maaf, aku cuma mau ngobrol sama kamu.” Anton nyengir.
“Elo tunggu aja disana, tak perlu nyusul gue kesini.” Dengus Moli, lalu menyerempet lengan Anton dan melangkah lagi masuk ke acara pesta.
Di belakang Moli, Anton terlihat tersenyum, tersenyum penuh makna. Apalagi dua bola matanya telah menangkap dua buah bulatan yang terbungkus rok span itu. Indah dan menakjubkan. Ucap Anton dalam hati.
Dari caranya berjalan, wanita itu terlihat begitu menggoda. Tubuh sintalnya yang berisi begitu sempurna. Dalam benaknya, Anton masih terus mengagumi Moli. “Aku harus mendapatkannya!” ucap dalam hati.
“Kamu dari mana, sayang. Kenapa lama sekali.” Tanya Mareta. Mareta menyenggol lengan Moli. Mereka sudah duduk di kursi nomor 5.
“Apa sih!”
Mareta berkedip cepat, menggoda Moli yang ia kira baru saja berbicara dengan Anton. “Moli, kamu sudah mengajak Anton ngobrol kan?”
“Belum.” Singkat dan padat. Kedua tangannya saling mengatup di atas meja.
Anton yang sekarang sudah ikut duduk di samping Moli, justru di buat semakin penasaran dengan tingkah cuek Moli. Ia pikir ini adalah sebuah tantangan. Tantangan menaklukkan hati wanita. Siapa sih, yang berani menolak Anton? Seringai langsung muncul di bibir Anton.
“Wah, ini putrimu Bran? Cantik sekali,” puji Jordi. Matanya melirik pada Anton yang masih terlihat main mata ke arah Moli.
“Memang cantik ya, Pa.” Sambung Anton.
Sudah sejak dari lahir gue memang cantik! Tapi jangan harap gue mau sama elo.
“Tentu saja, dia kan calon menantumu.”
“Apa!” pekik Moli sambil berdiri. Semua yang duduk di situ langsung tersentak kaget.
“Moli!” Mareta menarik lengan Moli, memintanya untuk duduk kembali. Lalu tersenyum menutupi rasa malunya pada Jordi.
Moli akhirnya duduk kembali. Wajahnya semakin terlihat cemberut, bahkan kedua tangannya sudah terlihat saling mengepal erat. Ternyata benar, acara ini adalah perjodohan untuk dirinya. Lalu tamu yang lain fungsinya untuk apa? Kenapa mereka ada disini? Ini itu pesta apa? Moli semakin erat mencengkeram tangannya sendiri.
“Anton,” panggil Jordi.
Anton menoleh. “Iya, Pa. Ada apa?”
“Ajak Moli ngobrol di ruang sebelah, disana kalian bisa mulai saling mengenal.”
Apa maksudnya itu? Moli semakin mbesengut.
“Oke, Pa.” Anton sudah berdiri menatap sayu pada Moli untuk segera ikut berdiri.
“Ayo, sayang.” Mareta mencubit pelan lengan Moli dan mendorongnya pelan. Kalau tidak begitu, Moli akan tetap duduk berdiam diri dan pura-pura tuli.
“Ck!”
Moli akhirnya berdiri dan mengikuti langkah Anton menuju ruangan lain.
“Lihat, mereka sangat cocok.” Gumam Mareta sambil memandangi mereka berdua.
“Tentu saja.” Saur Jordi. “Mereka akan menjadi sepasang suami istri tahun ini.” Tangannya menepuk pundak Gibran.
Gibran langsung menatap lurus pada Jordi. “Maksudmu?”
“Kita percepat rencana kita. Kau pasti mau kan?”
“Tentu saja. Aku bahkan siap mengeluarkan banyak dana hanya untuk pernikahan mereka.” Dadanya membusung seraya menyombongkan diri.
Jordi tertawa. “Aku tahu, kita akan buat pesta pertunangannya terlebih dahulu. Hal itu akan mengikat mereka lebih erat.”
“Aku setuju.”
“Aku juga.” Timpal Mareta antusias.
****
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
semoga jd novel terbaik 😍😍😍
maaf ya thor kalau aq kasih kritikan ✌️✌️✌️
semoga lebih teliti lagi ya thor
Truss hubungan nya Ama season 1 apa?
Jangan lupa mampir di cerita saya yang berjudul Cinta Abdinegara dan Putih Abu-Abu di tunggu feedback nya 🤗🤗🤗
Terimakasih 🙏🙏🙏