Karena ulah sang ibu yang pergi meninggalkannya bersama laki - laki yang lebih kaya , berdampak sangat besar bagi kehidupan gadis bernama Sri Asih.
Hingga ia susah mendapatkan restu dari orang tua laki - laki yang di cintainya.
Akankah Sri bersatu dengan Hasan , atau ada cinta lain yang datang kepadanya.
ikuti kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Lamaran Zidan
Ningsih sudah rapi , hari ini ia mendapatkan liburnya . Seharusnya ia pulang semalam, tapi karena ia terlalu lelah dan juga karena Sri mencegahnya , ia mau menitipkan sesuatu untuk Bapak dan neneknya. Lagi pula sudah terlalu malam....Sri mengkhawatirkan keselamatan Ningsih.
Kini ia berjalan ke rumah Sri ...baru membuka pintu yang memang sudah sedikit terbuka, ia di kagetkan oleh suara seseorang.
" Assalamu'alaikum ". Ningsih mengucapkan salam.
" Wa'alaikumussalam,....". jawab Sri dari dalam.
" Mommyyyyy.......". Shena berlari dan memeluk Ningsih.
Bukan hanya Sri dan suaminya yang kaget ,Ningsih lebih shock lagi , tapi tidak dengan Zidan....ia malah tersenyum penuh arti.
" Eh.....Shena kok di sini ?". Ningsih membiarkan Shena memeluknya ia juga membalas pelukan gadis kecil itu.
" Iya dong , kan mau mengantar Mommy pulang ". ucap Shena tersenyum manis, kalau sudah begini Ningsih mana tega buat menolaknya.
Sri dan Zaka saling pandang., Sri mengangkat bahunya. Zaka berbalik menatap tajam pada kakaknya yang malah menaik turunkan alisnya.
" Apa ??? " ucap Zidan tanpa suara
Dasar Duda , pakai cara licik rupanya buat menjerat Ningsih dengan keponakan aku yang masih polos...
Biar Duda , aku juga bisa dapat gadis muda , aku pastikan Ningsih akan jadi Mommynya Shena.. Zidan menepuk dadanya, ia menunjukkan ke Zaka bahwa dia laki - laki hebat.
" Shena mau mengantar Mbak Ning pulang ?? tanya Ningsih....ia mengucapkan kata Mbak untuk mengetes apa pendengarannya salah , Shena memanggilnya Mommy tadi.
" Mommy bukan Mbak ....". Shena menundukan kepalanya, bahkan ia melepas pelukannya pad Ningsih.
Ningsih yang tidak enak hati pun berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Shena. " Kok Shena sedih ?"
Gadis kecil itu bahkan sudah berkaca - kaca matanya....pintar sekali ia berakting. Meski awalnya Zidan yang mengarahkan , tapi Shena benar- benar menginginkan Ningsih.
" Shena kan tidak punya Mommy , terus Mbak Ningsih tidak mau jadi Mommynya Shena....gimana Shena tidak sedih , tidak ada yang mau menjadikan Shena jadi anaknya ".
Zaka sampai meringis mendengar ucapan dari Shena , keponakannya itu pintar sekali mendalami peran yang pastinya sudah di ajarkan oleh Daddynya.
" Bang Zidan niat banget Yang " bisik Zaka ke telinga istrinya.
" Kita lihat saja Mas endingnya ". Sri juga ikut berbisik.
" Duhhh bukan gitu sayang Mbak Ning enggak apa - apa kok kalau Shena panggil Mbak ,Mommy ".
" Benarkah....". Shena langsung mengangkat kepalanya, raut muka sedihnya pun hilang. " Daddy sini, Mommy sudah setuju , jadi Daddy harus segera lamar Mommy Ning ya , biar bisa pulang ke rumah kita " . Rengek Shena.
" Hah ". Ningsih sampai membuka mulutnya lebar. pagi - pagi sudah di buat shock oleh dua orang berbeda umur di hadapannya ini.
" Tanya dulu sama Mommy Ningsih, mau tidak menikah dengan Daddy ". ucap Zidan.
" Mau ya Mom...soalnya kata Daddy , Mommy tidak boleh pulang ke rumah kita kalau belum menikah dengan Daddy....please ". Shena mengatupkan kedua tanggannya. Ningsih bingung mau jawab apa.
Zaka dan Sri hanya menggelengkan kepalanya. " Bang , Shena.....Mommy Ning nya biar sarapan dulu ya , kasihan tuh , kayaknya mau pingsan deh ". Sri menyelamatkan Ningsih .
" Tapi Mommy Ning belum jawab pertanyaan Shena, Bunnn ".
" Nanti ya , setelah kita semua sarapan , ayo sayang ".
Zaka merangkul bahu kakaknya , " Melamar yang benar Bang , jangan buat anak gadis orang hampir saja pingsan ".
Zidan malah terkekeh, " Itu baru penanasan Zak , aku yakin Ningsih akan benar - benar pingsan nanti kalau sudah sampai di rumah ". Pasalnya , Zidan sudah menyiapkan kejutan manis buat Ningsih. Gadis kampung yang membuatnya akhir - akhir ini tak bisa tidur nyenyak.
Setelah makan , Sri membawa banyak bawaan yang harus Ningsih bawa.
" Banyak sekali Sri , bagaimana caranya aku membawa semua ini ".
" Kamu tinggal duduk manis saja Ning , tak perlu kamu pikul semua bawaan ini , titip salam buat Bapak dan nenek , dan ini buat Ibu dan bapak kamu Ning ".
" Maksudnya?? Naik mobil Pak Zidan gitu ?".
" Iya , dia dan Shena yang akan mengantar kamu ".
" Tapi.....".
" Sudah, naik sana....jangan kecewakan Shena , dia sudah menantikan ini dari kemaren loh Ning ".
" Baiklah ". Ningsih berjalan menuju kursi penumpang di belakang , tapi pintunya di kunci.
" No Mom , Mommy duduk di depan sama Daddy di depan ". Ucap Shena.
Bapak sama anak kayaknya sengaja deh... Ningsih menurut , Ia tidak bisa menolak permintaan gadis kecil kesayangannya.
Zidan makin melebar senyumnya. , ia maju ke hadapan Ningsih , membuat gadis itu menahan nafasnya.
" Pa....Pak Zidan mau apa ".
" Kebiasaan kamu Ning , sabuk pengamannya enggak di pake , sengaja ya biar saya yang pakein ?". Zidan tersenyum jahil.
" Eh , apaan sih Pak.....kan saya memang lupa , maklum belum punya mobil sendiri ". Elak Ningsih.
" Baiklah baiklah , saya percaya dengan kamu.....okey my princess kita jalan sekarang ?". Zidan menoleh ke belakang.
" Okey Daddy....let's go ".
Sepanjang jalan Shena terus saja berceloteh, nampaknya gadis kecil itu sangat bahagia...dan Ningsih pun ikut senang melihat wajah ceria Shena.
Mendengar suara deru mobil , Pak Agus yang kebetulan belum berangkat bekerja keluar dari rumahnya bersama sang istri , Bu Maryam.
Mata mereka berbinar melihat putrinya pulang. " Ning " panggil Bu Maryam.
" Ayo turun sayang , ini rumah Mbak Ning ". ajak Ningsih , membukakan pintu untuk Shena.
" Mommy !!!".
" Ah iya , ini rumah Mommy ". Ulang Ningsih.
" Ning...buka bagasi belakang ". Perintah Zidan.
" Baik Pak ".
Ningsih menutup mulutnya, di dalam bagasi ada banyak bunga dan tulisan " Ningsih.....maukah kamu menikah dengan ku ".
" Pak...Zi....dan....".
" Ya...saya ". Zidan , Shena Pak Agus dan Bu Maryam sudah berada di dekat Ningsih.
" Ini....".
" Di depan kedua orang tua kamu , saya melamar kamu Ningsih , maukah kamu jadi istriku , Mommy buat Shena putriku ". Zidan membuka kotak berisi cincin .
Ohhh betapa sweetnya cara si duda ini melamar Ningsih...
" Pak....Bu...". Ningsih meminta jawaban dari kedua orang tuanya.
" Terserah kamu Ning , kamu yang akan menjalaninya , Bapak sama Ibu hanya bisa merestui dan mendo'akan kebahagiaan kamu ". ucap Pak Agus.
" Ibu setuju dengan Bapak , Ning , asal kamu bahagia". tambah Bu Maryam.
" Terima ya Mom....please ". Shena memasang wajah memelasnya .
Ningsih memejamkan matanya , mencari jawaban dari dalam hatinya yang paling terdalam , yang melintas adalah wajah Zidan dan Shena.
" Bismillah ......saya terima lamaran Pak Zaka ".
" Alhamdulillah ". Zidan langsung mengucapkan syukur , begitupun Pak Agus dan Bu Maryam , yang memang sudah mengenal betapa baiknya kedua putra Bunda Isma .
Zidan menyerahkan cincin pada Bu Maryam untuk fi pakaikan ke jari manis Ningsih.
" Mommy ". Shena memeluk Ningsih.
" Ayo masuk dulu ".
" Ayo Shena , kita masuk.....ayo Pak ".
" Kok masih Pak sih Ning , saya calon suami kamu bukan bapak kamu ".
" Dih Pak Duda sensitif.....saya panggil Bang ya ?".
" Zaka juga panggil aku Bang , kamu bukan adikku Ning ".
Salah lagi....gerutu Ning , Pak Duda banyak maunya .
" Saya panggil Mas ya ".
" Sama kayak Sri panggil Zaka , tapi tak apalah , begitu lebih baik ".
Ningsih bernafas lega , masalah panggilan saja jadi repot , " Mari Mas Zidan , kita masuk ke rumah ".
" Iya sayang ". jawab Zidan membuat Ningsih membulatkan matanya , beruntung Shena sudah di bawa masuk oleh Bu Maryam.
Asiiiikkkkkkk aku mau kawin.....eh nikah.....
Bersambung.....
Like dan comment nya ya...🙏🥰