NovelToon NovelToon
Senior & Junior

Senior & Junior

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Cinta setelah menikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: firefly99

Di puncak gunung dengan ketinggian 2874 MDPL, seorang gadis mendongak menatap lelaki yang berdiri di depannya.
"Mari kita akhiri semuanya." ucap gadis tersebut.
Lelaki yang menjadi lawan bicaranya tersenyum, "apa yang harus diakhiri? Kita tidak pernah memulai apapun."

Mata gadis tadi berkedip dua kali, ia mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut lelaki di depannya. Tak lama kemudian kepalanya mengangguk, "terima kasih."

Jadi kedekatan yang telah mereka lewati selama setahun belakangan tidak berarti apa-apa bagi si lelaki. Sementara lain hal dirasakan oleh si gadis, ia menganggap dirinya spesial.

Namun rupanya takdir punya caranya sendiri untuk menyatukan dua manusia, tidak peduli sejauh apa usaha keduanya untuk saling menjauh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firefly99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Berdua Denganmu

"Lho, bukannya baru pulang?" Naka heran melihat adiknya yang hendak pergi lagi. Ia melihat jam dinding yang menunjukkan angka 2 siang.

"Mau ke sekolah lagi, kak." ujar Naya. "Tadi pulang mandi dan berganti pakaian soalnya habis tanding volley."

"Menang gak?"

Naya mengangguk, "Menang, dong. Juara satu." ia lalu berdiri setelah mengenakan sepatu. "Tolong bilang ke papa yaa, pulangnya agak malam."

"Mau ke mana?"

"Trans*studio."

Naka mengangguk paham, ia mengeluarkan uang dari saku celananya, "Buat jajan." katanya.

Naya menatap wajah kakaknya dan uang yang disodorkan bergantian, lalu mengambilnya. Lumayan 5 lembar uang merah. "Terima kasih kakakku yang paling ganteng sedunia."

"Ada maunya aja baru bilang ganteng." cibir Naka. "Ini sekalian mau dianterin ke sekolah gak?"

"Erwin kok yang jemput." tolak Naya. Dan kurang dari 2 menit, Erwin tiba di depan rumahnya.

"Hati-hati." Naka mengingatkan.

Di sekolah memang masih berlangsung pertandingan dalam bidang seni. Jam 1 tadi siang barulah lomba melukis dimulai. Diperkirakan selesai paling lambat jam 4.

"Gak remuk itu badan? Mana langsung nge-date pula."

"Sebenarnya butuh banget untuk dipijat." jujur Naya. "Tapi kau kan tahu sendiri kalau Ryan akan pindah sekolah."

"Perasaanmu bagaimana sekarang? Apakah hatimu sudah terbuka?"

Naya menggelengkan kepalanya, "Masih abu-abu, Win."

"Ini nih kalau hati dan logika sama-sama terpakai." decak Erwin. "Tidak semua laki-laki seperti bang Is, Nay."

"Sudah, diam Erwin." ucap Naya cepat. Kebetulan mereka sudah tiba di sekolah, jadi Naya bisa langsung ke lapangan indoor untuk mengikuti jalannya pertandingan.

Sementara Erwin menghela napasnya. Rupanya Naya masih sangat terganggu jika membahas lelaki yang pernah ia sukai dulu. Namun sekarang, bahkan hanya menyebut namanya saja sudah membuat Naya menatapnya benci. Tidak banyak yang tahu hal ini, hanya orang-orang terdekat Naya yang tahu.

✨✨✨

"Kalian pakai mobil saya saja. Yan, motormu saya yang bawa." ujar Erwin.

Segala kegiatan tentang BN Cup telah selesai. Hanya tinggal pengumuman pemenang saja yang belum.

"Gak apa-apa, kak?"

Erwin mengangguk, "Takutnya kalian pulang larut malam, lebih aman."

"Kau nda nge-date?" tanya Naya pada Erwin.

"Besok, ini mau langsung pulang dan tidur." jawab Erwin. "Kalian berangkat gih, sudah sore." usirnya.

Ryan memberikan kunci motornya kepada Erwin, mereka berdua bertukar kendaraan.

"Surat-suratnya ada di dashboard. Jangan di jual."

Naya terkekeh mendengar kalimat terakhir Erwin, ada-ada saja memang. Kevin kemana? Tadi lelaki itu izin tidak bisa mengikuti kegiatan sampai sore karena suatu hal.

"Maaf yaa karena ganggu istirahat kamu." Ryan membuka obrolan.

"Never mind." Naya tersenyum singkat. Ia menyandarkan kepalanya.

"Kamu tidur dulu saja, nggak apa-apa. Nanti saya bangunkan ." Ryan tentu mengerti jika Naya masih sangat kelelahan.

Naya meringis, "Thanks, Ar." ia memang butuh istirahat sejenak. Pekan ini ia menjadi manusia yang sangat sibuk. Pagi hingga menuju malam berada di sekolah. Malamnya kadang nongkrong bersama teman-temannya untuk membahas jalannya kegiatan sekalian mencicil LPJ.

Sesekali Ryan melihat wajah damai Naya ketika sedang tidur. Dalam tidur pun, Naya masih cantik. Mustahil para lelaki tidak menyukai atau paling tidak, pernah memiliki keinginan untuk bersama Naya.

Jalanan cukup padat karena akhir pekan. Untungnya belum waktu libur semester anak sekolah jadi tempat tujuannya masih bisa dikatakan lengang.

Naya mematut dirinya di cermin, ia merapikan rambutnya dan memoles bibirnya menggunakan lip balm. "Ayo." ajaknya.

Ryan mengisi kekosongan sela jari-jari Naya menggunakan jarinya. "Hari ini sponsor by me, yaa. Jadi jangan mancing dengan cara bayar sendiri."

"Dih, split bill lah." tolak Naya.

"No no no. Pokoknya hari ini saya sponsor by me." Ryan juga bersikeras. "Tuan putri Nayara cukup mengikuti kemana kaki ini melangkah."

"Ngalus terus." cibir Naya.

Segala ekspresi Naya berusaha Ryan abadikan dalam bentuk foto, video dan juga dalam ingatannya. Nyaris semua wahana telah mereka naiki, itulah sebabnya ekspresi sang perempuan berubah-ubah.

"Udah, jangan difoto lagi. Muka saya pasti sudah sangat kucel." Naya mengangkat tangannya untuk menutupi kamera ponsel Ryan.

Namun Ryan menghiraukannya, ia tetap merekam momen langka ini. "Rambutnya di kuncir saja yaa."

"Boleh." Naya mengeluarkan kunciran dari tasnya yang dengan cepat direbut oleh Ryan. "Jadi ingat papa, dulu beliau yang kuncir rambut saya kalau ke sekolah."

"Papa kamu keren berarti." Ryan menimpali.

Naya kembali merasakan kepala bagian belakangnya dikecup sekilas. Hal itu lagi-lagi membuat perutnya geli, seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang di dalamnya. "Mau ke mana lagi?"

"Foto booth. Kita belum pernah melakukannya."

"Eh iya, ayoo." Naya berlari kecil sambil menarik tangan Ryan. Ia sudah tidak sekaku kemarin-kemarin. Kini bahkan tanpa segan memegang tangan Ryan lebih dulu atau sekedar merapikan rambut Ryan seperti sekarang. "Dah rapi." katanya.

Ada 6 pose yang abadi dalam dua lembar cetakan foto.

"Fotonya saya saja yang simpan yaa." pinta Naya.

"Gak, saya juga mau." Ryan dengan cepat merebut satu lembar foto dari tangan Naya.

"Paling besok dirobek."

"8 tahun lagi kalau fotonya masih ada, kamu harus jadi istrinya saya. Deal?"

Naya menjabat tangan Ryan, "deal." katanya. Laki-laki mana yang bisa menyimpan foto dalam waktu yang lama? Palingan sampai rumah juga sudah lepek karena ikut masuk ke mesin cuci.

Sebelum pulang, seperti biasa mereka makan dulu. Alih-alih makan di cafe, mereka memilih ngemper di pinggir jalan sambil menikmati semangkuk bakso.

"Ar, I want to show something to you."

"What?" Ryan sepenuhnya menatap Naya.

Naya mengeluarkan kotak dari tasnya, "for you."

Ryan menghela napasnya, "Dalam rangka apa?"

"Terima kasih karena menjadi nice person untuk saya. Gelangnya dipindahkan ke lengan kanan saja yaa." Naya menatap Ryan, seolah meminta izin. Setelah mendapatkan respon berupa anggukan, barulah Naya memindahkan gelang Ryan. Lalu memasang jam tadi dipergelangan tangan kiri Ryan.

"Terima kasih, Ra."

Naya tersenyum dan mengangguk.

Waktu satu pekan setelahnya pun tidak mereka lewatkan. Mereka mendatangi tempat-tempat indah sebelum benar-benar berjauhan. Hanya berdua.

Hingga ketika akhir pekan kembali tiba, Ryan mendatangi rumah Naya untuk pamit. Kemarin ayah dan ibunya datang untuk mengambil beberapa barang di kost-an.

"Ibu langsung pulang kemarin?"

"Iya. Dan sekarang giliran saya yang akan pulang." jawab Ryan. "Ingat untuk tidak memendam apapun, selalu berikan kabar, jangan makan sambel terlalu banyak, jaga diri jaga kesehatan."

"Iyaa bapak Arrayan, iyaaa."

"Kalau kamu cuma ngangguk gitu, saya lagi berasa marahin anak kecil." Ryan mengacak rambut Naya. "Pamit yaa, salam untuk kak Erwin dan kak Kevin." ia kembali mempuk-puk puncak kepala Naya.

"Hati-hati. Text me later." Naya menunggu hingga motor yang dikendarai Ryan tidak terlihat lagi.

1
Herawaty Herawaty
luar biasa kak cerita nya👍.. di tunggu karya barunya
Rita Rita
massa sih suami istri masih saya dan saya bahasanya. gimana gitu kesannya 🤔🤔🤭🤭
Rita Rita
bahasa nya kaku banget Thor,,, antara anak, orang tua, saudara,,, suami istri. pake saya. ga pake aku,, terlalu formalitas
Rita Rita
ini cerita nya lagi musim covid kemarin ya Thor, memang mengerikan sekali waktu itu, disetiap waktu ada yg terjangkit
LindaLW
Cerita nya bagus, suka sma persahabatan Naya, Erwin dan Kevin yg udh sprti keluarga. Awal ny senang dgn kisah Naya dan Ryan, krna Naya sllu diperlakukan bak Princess oleh Ryan. Tp tiba² Ryan hrs menuruti keinginan ayah ny. Smga ending ny Naya dan Ryan kembali bertemu dan bersatu lg.
LindaLW
suka sma cerita nya bagus dan keren bgt...
sedih dgn kisah Naya dan Ryan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!