Retno punya semua yang diinginkan oleh gadis seusianya, kedua orang tua sempurna, harta dan kehormatan. Hidupnya sangat bahagia dan disiplin, ayah bilang disiplin membedakan manusia dengan binatang. Sejak kelas dua sekolah dasar saat bangun tidur Retno tidak boleh keluar dari kamarnya sebelum membereskan tempat tidurnya, kelas tiga ayah memeriksa kerapihan tempat tidurnya.
"Kerapihan tempat tidur akan mengubah duniamu dan menentukan siapa dirimu" pesan ayah selalu.
Saat kedua orang tuanya meninggal Retno tak tahu apa yang harus dilakukan sampai dirinya bertemu dengan Keanu Hartono
"Retno....maukah kau ikut denganku.?" Keanu menghembuskan nafas panjang, antara yakin dan tidak dengan ucapannya namun kata ajakan itu sudah meluncur dari bibirnya.
Retno menatap wajah didepannya, tak ada senyum disana kecuali sepasang mata yang menatapnya serius. Retno menimbang kesungguhan dalam tatapan itu, Retno hanya bertemu Keanu beberapa kali itupun tanpa komunikasi karena biasanya ia datang menemui ayah. Retno hanya tersenyum dan mengangguk jika bertemu sebagai tanda penghormatan pada tamu ayahnya. Sekarang laki-kaki ini mengajaknya tinggal dirumahnya.
Keanu Hartono adalah seorang CEO NSP Bank yang terpaksa turun lapangan untuk mengatasi Kredit Macet seorang pengusaha daerah yang telah meninggal dunia bernama Bintoro Aldi ayah Retno. Keanu tahu betul apa yang terjadi dengan keluarga tersebut termasuk menyaksikan bagaimana ekonomi keluarga tersebut pelan-pelan hancur. Keanu juga menjadi saksi gadis yang dulunya ceria itu pelan-pelan kehilangan senyumnya. Gadis ABG yang membuat dunianya jungkir balik!
Bagaimana nasib membawa Retno dan adiknya, ikuti kisah ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjani Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-35 Suara Hati Keanu
Assalamualaikum
Dear Reader
Mohon menuliskan comment ya agar ceritanya naik rating dan saya bisa koreksi kekurangannya, yuk kita bangun kerja sama yang baik.
Terima kasih atensinya.
Salam
Anjani Putri
Dimitri mengetuk pintu dan membawa tamu untuk Keanu, setelah menawari minum dan menaruh botol minuman air mineral di meja tamu Dimitri pamit keluar. Irania menatap tersenyum dan membawa bungkusan makanan untuk Keanu. Stelan blazer warna abu dengan scarf warna cerah membuat Irania terlihat percaya diri dan fashionable. Tak ada yang meragukan penampilan bisnis women abad kini.
Keanu menghembuskan nafas berat, sudah tiga hari berturut-turut Irania membawakan makanan untuknya. Keanu tak mau Irania berharap begitu banyak padanya tapi sulit untuk menghentikannya. Keduanya memiliki hubungan bisnis yang tengah berjalan, bagaimanapun Keanu tak mau hubungan tidak baik akan menghambat pekerjaannya. Bagi laki-laki pekerjaan sama berharganya dengan nyawanya, dimana prestise, tanggungjawab dan eksistensi dipertaruhkan. Jiwa kepemimpinannya tegah mendapatkan tantangan berat karena logika dan perasaan tengah bertempur memperebutkan singgasana kekuasaan, namun cepat atau lambat Keanu harus mengatakan yang sebenarnya.
"Ken, aku tahu kamu belum makan" Irania membuka bungkusan makanan yang dibawanya, harum makanan mengingatkan Keanu akan makan siang namun belum mengalihkan tatapannya dari laptop. Langkahnya berat menghampiri Irania yang menunggunya, sepotong senyum disunggingkan untuk gadis teman masa kuliahnya itu.
"Terima kasih sudah membawakan makan siang untukku tapi nanti lagi jangan repot-repot Ir, kantor kamu kan lumayan jauh dari sini. Dimitri bisa mengurusku kok" Keanu tersenyum datar tapi menohok, satu penolakan yang sangat halus.
"Aku nggak repot Ken bahkan senang melakukan ini" Irania mengerling manja, memaksimalkan segala daya tarik sensualnya agar Keanu bisa menerimanya. Tapi laki-laki di hadapannya tak bergeming, tetap dingin. Mungkin tidak saat ini, Irania tidak boleh putus asa.
"Ada film bagus di XXI Cinema, kemana biasanya kau habiskan malam minggu-mu Ken?" Irania menatap berharap.
"Aku bukan anak sekolah Ir, jadi tak pernah terpikirkan malam minggu" Keanu tersenyum tipis. Malam minggu adalah milik Retno tapi gadis itu mungkin lebih tertarik menghabiskan malam dengan ******** keparat itu daripada bersamanya. Keanu menghembuskan nafas berat.
"Ada yang mengganggu Ken?" Irania memperhatikan bagaimana Keanu menghembuskan nafas berat.
"Tidak, aku hanya mengingat Mr.Greg. Malam ini dia akan menemuiku" tolak Keanu halus.
"Oh no. Ken, kapan kamu berhenti memikirkan pekerjaan? Ada saatnya kita rileks, berikan ruang pada dirimu untuk bersantai Ken" lanjut Irania.
"Pekerjaan adalah hidupku Irania dan aku tahu kapan harus berhenti tapi tidak untuk malam ini."
"Ken, ada apa denganmu?" Irania menatap wajah tegas di hadapannya, mencari misteri yang bisa mengurai kekakuan wajah itu.
"Aku dan Mr. Greg ada pengembangan baru untuk NSP Bank di Swiss, dia menawarkan kerja sama..."
"Ken, aku sedang bertanya tentang dirimu bukan bisnismu" tegas Irania memotong kalimat Keanu yang terasa membosankan di telinganya.
"Aku baik-baik saja, kenapa?" Keanu meninggikan kedua alisnya, merasa aneh.
"Apakah gadis itu penyebabnya?" Irania tersenyum menyeringai.
"Maksudmu?"
"Miss Tourism International yang mendapat beasiswa ke Swiss" tembak Irania.
"Kau tahu dari mana?" Keanu menatap terkejut.
"Dia populer Ken, tak sulit mencari informasinya. Apalagi saat dia hadir di ranch, tatapanmu tak lepas darinya meski kau datang bersamaku. Apakah aku tak memiliki peluang bersamamu Ken?" Irania berharap, ia bukan type gadis yang sabar menunggu. Bisnis mengajarkannya bergerak cepat dan rasional.
"Begitulah" Keanu mengangkat bahu, tak ingin berbagi ceritanya pada Irania. Hati laki-laki adalah kotak pandora penyimpan rahasia pribadinya, tidak setiap orang tempat berbagi.
"Dia masih muda Ken, terlihat bagaimana kerasnya dia mengejar masa depannya. Apakah kau menunggunya?" tatap Irania berdebar menunggu jawaban Keanu.
"Aku telah menunggunya selama tiga tahun dan mungkin seumur hidupku" Keanu tersenyum datar, menatap keluar jendela dengan rahang mengeras.
"Aku cemburu padanya Ken, dia mampu menundukkan hatimu" sepasang bola mata Irania berkaca, sakit rasanya mendengar perkataan Keanu.
Irania telah bersusah payah membantu mewujudkan impian Keanu untuk mengambil alih saham PT. Batam Shipyard agar menjadi Perusahaan PMDN dan itu tidak mudah. Segala cara dikerahkan Irania untuk melakukan lobi dan negosiasi termasuk meminta bantuan papanya, Irania berharap ada setitik harapan yang membuat Keanu berpaling padanya. Irania tidak perlu perusahaan baru, mengelola yang sudah ada saja menyita waktu dan energinya. Batam Shipyard membuat semangatnya berkobar karena ada Keanu disana, pemuda kecintaannya sejak masa kuliah.
"Maafkan aku Ir, aku tidak bermaksud melukai perasaanmu" bibir Keanu bergetar, hatinya ikut sakit melihat sepasang bola mata Irania berkaca tapi hati tak bisa dipaksakan.
"Apa yang menarik darinya yang aku tidak memilikinya Ken?" Irania menatap memelas, begitu banyak pemuda yang menginginkannya tapi satu-satunya orang yang diharapkan menolaknya!
"Kau memiliki semua yang terbaik melebihi dia Irania" jawab Keanu.
"Tapi kau memilihnya Ken, kata-katamu tak ada artinya" Irania sungguh kecewa.
"Ya, seharusnya aku tak mengatakan apapun. Situasi ini juga sulit buatku Ir" tangan Keanu mengepal.
"Apa hubungan kalian baik-baik saja?"
"Tidak untuk saat ini."
"Tapi kenapa kau masih menunggunya Ken?"
"Kau tak akan mengerti ini, sulit untuk menjelaskan."
"Apakah dia menghianatimu?" pancing Irania.
"Entahlah" dada Keanu berdebar, sesuatu yang berat seperti tengah menghantamnya.
"Kulihat dia dekat dengan Putra pemilik Alugoro Corporation, sainganmu berat Ken karena keduanya mendapat predikat Couple Goal's di media" Irania tersenyum menyeringai.
Keanu terdiam, hawa panas mulai menjalari seluruh aliran darahnya. Rasanya ingin membentak Irania agar menghentikan semua omong kosongnya. Tapi ia laki-laki, tak seorangpun boleh melihat dirinya lemah! Laki-laki diciptakan lebih kuat dari wanita secara fisik dan mental, meredam kata-kata sedih di hatinya yang paling dalam.
"Kudengar mereka juga di Universitas yang sama di Swiss dan menjadi brand ambassador couple untuk sebuah brand busana muslim dari Turki" Irania sengaja mengipasi hati Keanu, seberapa kuat laki-laki di hadapannya ini tak bersuara.
"Kamu lebih tahu mereka daripada aku Ir, pencarian informasi yang sangat akurat" Keanu tersenyum datar.
"Kita orang bisnis Ken, informasi adalah peluang pertama terbangunnya bisnis-bisnis besar" Irania tersenyum penuh percaya diri, bisnis adalah dunianya.
"Baiklah Ken, aku pergi dulu. Beritahu aku jika kamu berubah pikiran..." Irania tersenyum lembut dan meninggalkan Keanu terdiam di tempatnya.
Setelah ini mungkin hubungan bisnis dengan Irania akan berubah atau gadis itu akan membantainya di bursa saham tapi siapa perduli...? Keanu kembali kemeja kerjanya, memanggil Dimitri untuk membereskan meja tamunya. Tak berapa lama seorang office boy masuk dan menyelesaikan pekerjaannya. Setelah menandatangani beberapa surat penting Keanu membuka ponselnya dan memutar video Retno yang sedang naik kuda bersama Fadly. Hatinya remuk, chemistry keduanya membuat nafasnya tersengal. Predikat Couple Goal's memang pantas untuk keduanya tapi Keanu bisa apa...?
****
Malam mulai masuk keperaduannya, gelap dan pekat tapi selalu ada cahaya di kegelapan. Cahaya bintang dan rembulan dengañ kuning emasnya. Keanu menatap bulan, melihat angkasa raya tak terbatas. Langit yang tujuh lapis dan bintang-bintang tak terhitung bahkan satu bintang besarnya bisa melebihi bumi. Betapa kecilnya bumi dan betapa tak berartinya manusia, hanya seperti noktah ditempat yang sangat jauh lalu lenyap bersama kematian.
Manusia seperti musafir, melakukan perjalanan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Namun banyak manusia tertidur saat dalam perjalanannya dan baru bangun saat dia mati sehingga minta waktu dikembalikan ke dunia walau hanya satu hari untuk memperbaiki kehidupannya dan taat kepada Allah namun kesempatannya sudah habis. Manusia yang memiliki kesadaran saat hidupnya melihat dan mendengar lebih banyak tapi tidak semua bisa dijelaskan karena ia harus mengukur. Bagaimana menjelaskan betapa canggihnya teknologi iphone 11 pada anak kelas-1 Sekolah Dasar...? Mereka hanya tahu memakai dan memanfaatkan padahal tekhnologi diciptakan untuk mengubah dunia, mempercepat waktu dan membuat segalanya seharusnya menjadi lebih baik.
"Ken, kenapa belum tidur?" Mommy menghampiri, melihat anak lelakinya yang terlihat resah.
"Belum ngantuk, Mommy kenapa belum tidur?" Keanu balik bertanya.
"Habis ngobrol sama Sumi, barusan Retno menelfon kami. Apakah dia juga menelfonmu?" selidik Mommy.
"Hubungan kami sedang bermasalah Mom" Keanu menggigit bibirnya, terasa sakit mendengar Retno barusan menelfon tapi tak pernah menghubungi dirinya. Transfer bulanan dihentikan Keanu tapi Retno juga tidak bertanya. Sudah banyak rupanya uang gadis itu, bertambah sakit hati Keanu menyadari itu. Retno tidak membutuhkan dirinya lagi dalam bentuk apapun!
"Sudah dua kali Mommy mendengar jawaban ini dari kamu dan Retno, apa tidak ada jalan keluar?" sepasang mata wanita itu menatapnya minta penjelasan.
"Belum ada Mom, Retno masih fokus dengan masa depannya" Keanu mengalihkan tatapannya.
"Mommy sering melihatmu bersama dengan anak Candra Sasmito, apakah kamu ada hubungan spesial dengannya?"
"Hanya hubungan bisnis."
"Ken, Mommy sudah tua. Tidak ingin meninggalkanmu dalam kesendirian, menikahkan dengan Retno. Dia pandai mengurusmu juga cocok sama semua orang dirumah ini, itu akan lebih mudah dibanding kamu berhubungan sama anak Candra Sasmito..." Mommy menghembuskan nafas berat, takut menyinggung perasaan anaknya.
"Ya Mom, menunggu Retno lulus dua tahun lagi" jawab Keanu menerawang.
"Orang kuliah boleh menikah Ken" lanjut Mommy tak sabar.
"Aku tidak mau mengganggunya Mom, biarkan Retno mendapatkan cita-citanya" Keanu menatap kejauhan, ragu akan jawabannya.
"Baiklah, Mommy bangga akan jiwa besarmu. Semoga Mommy masih bisa menghadiri pernikahan kalian" Mommy menghela nafas berat.
"Tentu saja bisa, Ken akan kasih Mommy cucu yang banyak agar tidak kesepian" Keanu menatap tersenyum, membayangkan dirinya dan Retno sibuk mengurus anak-anak yang berlarian kesana-kemari.
"Jangan berjanji, selesaikan dulu masalahmu dengan Retno" wajah Mommy cemberut.
"Siap Mom" Keanu membesarkan hati Mommy.
"Sudah malam, tidurlah. Bukankah kamu biasa berangkat kerja pagi-pagi?"
"Ya Mom" Keanu bangkit dari duduknya, dipeluknya wanita yang melahirkannya dengan menjajari langkahnya.
*********
Keanu mondar-mandir di kamarnya dengan gelisah. Kado dengan kertas warna biru tua itu menarik perhatiannya, dibukanya bungkusan itu dengan jari gemetar. Sebuah kemeja warna biru gelap yang terlihat manly. "Apapun dari kamu pasti baik untukku sayang...." Keanu mendekap kemeja itu kedadanya dengan bola mata terpejam, membayangkan pemiliknya yang sedang ada dalam dekapannya. Setitik air mata menetesi kemeja itu, laki-laki juga bisa terharu. Keanu mencoba kemeja itu dengan perasaan berbaur dan tersenyum ketika kemeja itu sangat pas di tubuhnya. Retno tahu ukuran badannya, Keanu merasa tersanjung. Laki-laki membutuhkan seseorang untuk mengurus kebutuhannya, dilayani dan dimanjakan. Keanu mengingat Retno, bagaimana gadis itu mengurusnya jika berada dirumah. Secangkir kopi panas dengan sedikit gula terasa nikmat mengaliri tenggorokan nya meski buatan bik Sumi jauh lebih baik. Irisan buah di pagi hari yang mengantarkannya berangkat kerja membuat semangat Keanu kian bertambah. Betapa Keanu merindukannya, berharap Retno juga mengingatnya dan selalu mengingatnya. Keanu nyaris menelpon Retno namun sampai di nomor terakhir Keanu menghentikannya dengan jemari gemetar. Kesadaran melarangnya, ia tak mau marah dan bertengkar lagi dengan Retno, meski ia tak pernah bisa benar-benar marah pada gadis itu. Mengingatnya sungguh melelahkan tapi membuang kenangan bersamanya sangat menyedihkan. Setelah kejadian di kebun anggur Yogyakarta itu hampir tiga hari Keanu kesulitan tidur tapi peluru telah ditembakkan, mana bisa dicabut lagi? Sesungguhnya Keanu tak memiliki kekuatan untuk jauh dari Retno tapi apa yang sudah dilakukannya membuat gadis itu kian menjauh! Terlepas dan mungkin sulit kembali!
"Harusnya aku bisa mencegah dan mengendalikanmu tapi tak bisa karena aku terlalu mencintaimu. Aku ingin memilikimu segera dan merengkuh dalam kekuasaanku tapi kamu hanya akan mengalami penyesalan karena tak memiliki kesempatan masa mudamu. Kecerdasanmu perlu pembuktian dan kebebasan masa mudamu perlu kau dapatkan agar kau memiliki kedewasaan saat menjadi istriku. Kenapa aku tak memiliki kesabaran menunggumu, egoku mengalahkan semua logika sehingga cinta berubah menjadi menguasai!" Keanu meremas rambut di kepalanya, resah.
Kini dirinya hanya seperti Edward Cullen dalam film twilight, tidak mampu mengendalikan aroma darah Bella yang seperti narkotika yang khusus dibuat untuk memangsanya, karena takut kecanduan ia memilih menjauh. Cinta kadang membuat orang salah bertindak dengan benar kecuali menguasai sehingga cinta yang berasal dari keagungan berubah menjadi sebuah perbudakan bahkan pelakunya menyebut dengan bangga sebagai 'budak cinta' padahal sepanjang sejarah peradaban manusia perbudakan itu ilegal dan siap dihapuskan!
"Aku selalu menghukumnya karena merasa memberi begitu banyak dari kehidupannya, padahal aku tak memberinya apa-apa kecuali penderitaan. Maafkan aku Retno, sesungguhnya kamulah yang kuat, aku rapuh. Hanya melihat ada laki-laki lain yang juga mencintaimu, aku sudah menyerah. Tak bisa menahan diri karena Fadly lebih muda dan memiliki banyak waktu bersamamu. Aku ini CEO ternama yang bertangan dingin menangani perusahaan-perusahaan bermasalah tapi aku tak bisa menangani masalah egoku. Sejak kecil aku selalu dididik dan dimotivasi untuk menjadi pemenang bukan untuk mencintai!" Keanu terus berdebat dengan dirinya, merasa ada yang salah dalam dirinya.
"Aku hanya seperti singa yang kehilangan taring dan kuku-kuku tajamku saat dihadapanmu, padahal kamu hanya seekor domba. Jinak dan siap dikorbankan! Tapi aku tak memiliki kekuatan untuk mengorbankan sekalipun mungkin kamu tak akan menolak. Wanita cantik begitu banyak tapi di otaknya hanya berisi uang dan kenyamanan hidup. Aku hanya dipandang sebagai tambang emas untuk memenuhi hasrat materialnya, sedang kamu berjuang dengan keras untuk kesuksesanmu seakan ingin menunjukkan pada dunia bahwa harta dan kemapanan tak ada artinya bagimu! Dan kini aku tak bisa menghentikanmu lagi, kau beranjak dewasa dan mungkin banyak yang bisa kau lihat kelemahan dari seorang Keanu Hartono!
******
Kunjungi :
Anjani Putri fb
Anjani Putri IG utk bergabung
Semoga bisa diterima 🤭