"Oh my God, kamu ganteng banget, pokoknya kamu harus jadi pacar aku titik!!"
"Apaan sih gak jelas"
❄️❄️❄️
"Kak Ken, Caca cinta sama kakak kapan sih mau jadi pacar Caca"
"Sampai kapan pun gue gak bakal mau jadi pacar Lo"
❄️❄️❄️
Hicca Elenza, sering di panggil Caca yang cinta mati pada pandangan pertama kepada teman dari kakak sepupunya, Kenan Alaska cowok ganteng tapi sayangnya kegantengan tertutup dengan wajah datarnya. Tetapi itu tidak menjadi halangan bagi Caca untuk mencintai seorang Kenan
Kepo gak? Kepo gak? Baca lah kalau kepo masa cuman di buka doang, rugi dong kalau ga baca
anjirrr bercanda hehehe terserah kalian mau baca atau engga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 35
HAPPY READING
Haiiiiii kakakakkkkkk semuanyaaaaaaaaaa, apa kabar nih? Mudah mudahan sehat ye kannn.
Maapin aku yang lama lama updatenya, maklum aja yah hehehe.
Kalau ada typo tolong di tandai ya kakak kakakkkk lopyouuuu buat kalian semuaaa bubayyyyyyyy😘😘.
Setelah Kenan berangkat sekolah Caca segera menuju apartemen milik Jelita.
Tetapi tadi sebelum Kenan berangkat sekolah Kenan memberikan rekaman dan foto kepada Caca. "Ini foto dan video yang bisa kamu kasih bukti." Ujar Kenan.
"Okee makasih kak." Ucap Caca dianggukki oleh Kenan.
Setelah mengantar Caca di depan pintu apartemen Jelita barulah ia pergi.
"Lo cepat banget datangnya." Ujar Jelita setelah membukakan pintu untuk Caca.
"Gakpapa, aku mau cepat cepat debat." Ujar Caca.
Jelita hanya mengangguk ia mengajak Caca masuk kedalam.
"Ohh iya kamu ada bukti lain gak? Soalnya kak Ken cuman kasih dikit aja."
"Gue udah atur semuanya."
"Btw kenapa mata kamu bengkak? Trus ada hitam dibawahnya, kamu gak coba bunuh diri kamu kan?" Tanya Caca.
"It's okay." Ucap Jelita tersenyum paksa.
Caca mengangguk angguk dengan pelan sebagai jawabannya.
"Lo tunggu disini sebentar, gue mau ganti baju." Ucap Jelita dianggukki oleh
Caca.
Caca melihat lihat seluruh apartemen milik Jelita hingga Jelita datang.
"Udah?" Tanya Caca.
"udah." ucap Jelita
"Kita berangkat sekarang? Atau gimana soalnya ini kecepatan." Ujar Caca.
"Gue mau pergi ke rumah mereka dan ingin tau mereka membuat rencana apa." Ujar Jelita dingin.
Caca melihatnya sedikit takut. "Uhh mengerikan." Ucapnya pelan.
Keduanya keluar tak lupa Jelita membawa dokumen, keduanya berangkat dengan menggunakan taksi online.
Sesampainya dirumah milik ayah Jelita, rumah itu masih tertutup rapat. Mereka menunggu hingga pintu itu benar benar terbuka dan keluar lah ayah dan anak yang sangat di benci oleh Jelita.
Kedua ayah dan anak pergi begitu juga dengan Caca dan Jelita, mereka mengikuti mobil itu dengan jarak yang lumayan jauh agar tidak ketahuan.
"Kenapa ngikutin mereka kak?" Tanya Caca.
"Lihat aja."
Jelita hanya fokus terus memandang mobil itu hingga sampai di pengadilan.
Mereka hanya terus mengikuti hingga ayah dan anak itu masuk ke sebuah ruangan dan segera menutup pintu itu.
Jelita dan juga Caca hanya bisa melihat dari luar pintu kaca, ruangan itu kedap suara maka dari itu mereka tidak bisa mendengar percakapan antara ayah Jelita dan juga beberapa hakim didalamnya.
Bisa mereka lihat dari sekian banyak mungkin percakapan mereka, ayah dan anak itu berpura pura menangis didepan hakim itu.
Jelita melihatnya jijik dan penuh kebencian. "Penjilat, dasar anjing."
"Aku setuju, lihat aja nanti Caca bakal buat mereka malu." Ujar Caca.
Kembali lagi menatap kedalam hingga pria itu mengeluarkan sebuah koper berukuran kecil dan diserahkan kepada hakim itu.
Jelita merekam aksi gila yang mereka lakukan dan hakim itu menerima koper yang diberikan oleh pria itu.
Setelah menyerahkan uang itu mereka bersalaman dan pergi keluar.
Caca dan juga Jelita segera berlari untuk bersembunyi dari sana.
Keduanya bersembunyi dibalik tembok, dan Caca melihat arlojinya yang menunjukkan pukul 08:12. Dengan cepat pula Caca menghubungi bodyguardnya.
"Om body, sekarang juga Om body harus anterin uang dua koper besar ke pengadilan, cepat yah Om body jangan sampai lewat jam 9." Ujar Caca.
"Kenapa nona? Apakah anda punya masalah? Apa kami semua pergi kesana nona?" Tanya bodyguard itu cemas.
"Gak usah Omm, Caca cuman mau uang dua koper aja, Om Boyd ini harus cepat dan perlu banget." Ucap Caca segera mematikan sambungan teleponnya dan tak mendengar ucapan bodyguard itu.
"Buat apa itu?" Tanya Jelita.
"Ada deh, ini pasti seru banget lihat aja nanti mereka semua bakal sujud sama kita." Ucap Caca bangga dengan senyum yang sangat lebar.
Tiga puluh menit kemudian dua buah mobil sampai di depan gedung itu. Mereka semua adalah bodyguard Caca, mereka khawatir dengan Caca makannya mereka semua datang.
Para bodyguard itu berjumlah 7 orang dan mereka semua berjalan dengan gagah memasuki gedung tersebut dengan dua buah koper berisi uang.
Caca terkejut melihat mereka. "Om body semua ngapain disini?" Tanya Caca terkejut.
"Kami sangat khawatir nona, anda kenapa ada disini? Apakah anda punya masalah? Kami bisa mengatasinya nona." Ucap salah satu dari para bodyguard itu.
"Om body semua jangan khawatir sama Caca, Caca aman Om, Caca cuman pengen buat kejutan yang sangat mengejutkan kok, mending kalian pulang aja."
"Tidak nona, kami akan menjaga nona disini." Tolak bodyguard itu.
"Oke sihh bagus juga bisa bantuin Caca nantinya, Caca makin gak sabar lihat pertunjukannya." Ujar Caca sangat semangat.
"Lo buat rencana apa?" Tanya Jelita.
"Kakak gak usah berpikir, biar Caca yang atur semuanya. Untuk om body semuanya nanti pas Caca panggil kalian harus datang agar rencananya bisa sebagus mungkin."
"Baik nona." Kompak para bodyguard itu.
"Kak jee kita pergi ke aulanya sekarang." Ajak Caca dianggukki oleh Jelita.
❄️❄️❄️
Huhuhuuu kira kira apa yang rencana Caca? Aku jadi kepooo, next kapan kapan lagi yahh teman teman semuanya.