Pernikahan adalah suatu ikatan sakral dua insan manusia untuk saling melengkapi, saling berbagi dan saling membutuhkan namun bagaimana jika pernikahan yang sudah berlangsung selama dua tahun harus di warnai oleh perselingkuhan?
Ayu Anindia yang semula bahagia dengan pernikahannya bersama seorang pengusaha Prasetyo Aryaduta harus mengalami kepahitan akibat perselingkuhan Prasetyo atau yang lebih akrab di panggil mas Tio. akankah Ayu memaafkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mccain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 35
Saat ini Ayu tengah berada di pasar yang menjual pernak-pernik menemani Bayu tanpa memberitahu Tyo.
Ia memang butuh ketenangan saat ini butuh merefresh pikirannya yang ingin meledak. Baru beberapa hari yang lalu mereka menghabiskan waktu berdua seperti sepasang suami istri yang baru menikah, baru beberapa hari yang lalu Tyo mengungkapkan betapa ia mencintai Ayu namun mengapa semua berubah dalam semalam ketika Ayu menemukan suaminya bersama seorang wanita sedang saling memuaskan dan begitu bergairah? Ingin ia menangis sejadi-jadinya, meraung-raung menggemakan apa yang tengah ia rasakan namun ia tahu itu semua tidak akan mengubah apapun. Entah definisi apa lagi yang bisa menggambarkan perasaannya namun yang ia tahu saat ini ia butuh ketenangan dan kini yang memahaminya justru seorang pria yang tidak ia kenal dekat yang kini tengah mengajaknya keliling Bali.
"Kenapa ninggalin kamar nggak bilang-bilang? Aku nyariin kamu" Tanya Bayu
Semalam memang Bayu yang membopong Ayu ke kamar nya saat Ayu pingsan. Kebetulan saat itu Bayu sedang mengadakan inspeksi pemeriksaan hotel bersama penanggung jawab hotel ketika ia melihat Ayu yang berdiri di depan sebuah kamar.
Saat itu Bayu ingin mendekati Ayu sekedar menyapanya namun Bayu di kagetkan dengan Ayu yang limbung, untung saja ia sigap menangkap dan tanpa sengaja ia juga melihat sepasang pria dan wanita yang tengah terbakar gairah. Akhirnya ia pun memilih membawa Ayu ke kamarnya karena Bayu juga tidak mengetahui nomor kamar Ayu.
"Ngapain cari aku? Ntar ada yang marah kamu nyariin aku" Canda ayu
"Nggak ada yang bakalan marah kok" Sanggah Bayu.
"Aku balik ke kamar akulah. Tapi makasih udah nolongin aku semalam" Ucap Ayu dengan mata meredup mengingat kejadian yang di lihatnya semalam.
"Sudah nggak usah di ingat lagi.. Terus langkah kamu selanjutnya apa? Apa kamu bakalan diamin mereka? " Tanya Bayu
"Saat ini aku belum punya rencana, aku cuma bisa diam untuk saat ini sampai aku tahu semuanya. Aku baru sadar ternyata aku begitu bodoh mudah di bohongi"
"Jadi perempuan jangan lemah, jangan cuman bisa diam saja. Ingat, kalau kamu butuh bantuan aku siap bantu kamu. Ayo kita balik ke hotel ini sudah mau sore, kasihan suami kamu jangan-jangan nyariin kamu" Ajak Bayu.
Hampir seharian Bayu mengajak Ayu jalan-jalan karena ia tahu Ayu pasti sedang berada di fase hancur makanya tadi saat ia melihat Ayu yang hendak ke toilet dengan mata berair segera ia tarik untuk mengajaknya jalan-jalan keluar dan ternyata usahanya sedikit membuahkan hasil, Ayu terhibur dengan aktivitas mereka.
Saat hari sudah hampir gelap Ayu dan Bayu tiba di hotel. Ingin mengantar Ayu ke kamarnya namun Bayu tahu ia bukan siapa-siapa Ayu dan juga yang pasti Ayu itu istri orang jadi mereka berpisah saat di lobi hotel.
_____
Ayu tiba di depan kamarnya, ingin masuk tapi ragu hingga ia hanya mampu terdiam cukup lama di depan pintu. Lama terdiam hingga ia memilih untuk menuju sebuah kamar yang tak jauh dari kamarnya. Terdiam dan terpaku di depan pintu kamar tersebut, ingin mengetuk tapi ragu. Jujur ia ingin melihat wanita seperti apa yang menghabiskan malam bersama suaminya. Banyak pertanyaan yang memenuhi otaknya. Tangannya bergetar dan setitik air terjun bebas dari matanya yang sayu
'Sudah berapa lama mereka saling mengenal? apakah ia juga mengenal perempuan itu? apakah suaminya sering menghabiskan waktu berdua dengan wanita itu dan.... Apakah sekarang suaminya sedang bersama dengan wanita itu? ' pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang kini menggema di pikirannya
namun akhirnya enggan ia mengetuk pintu kamar itu karna Ayu tahu setelah ia mengetok pintu itu semuanya pasti akan terbongkar sedang ia belum siap menghadapi nya dan akhirnya ia pun memilih untuk kembali ke kamarnya dengan perasaan gamang.
Saat memasuki kamar ia di sambut Tyo yang terlihat khawatir
"Dari mana saja kamu? Aku nyariin kamu tahu nggak? Aku pikir kamu hilang dan aku hampir nelpon polisi tahu ngga? Aku cariin kamu ke semua tempat tapi aku tidak menemukan kamu? " Tanya Tyo dengan nada tinggi sambil menggoncang-goncang tubuh Ayu.
Bagaimana Tyo tidak khawatir tadi pagi saat mereka sarapan Ayu meminta ijin untuk ke toilet namun tak kunjung kembali. Tyo bahkan menunggu Ayu di kafe hotel hingga dua jam namun tidak ada tanda-tanda dari Ayu hingga ia pun memeriksa ke toilet tidak ada juga, perasaan takut dan khawatir menghinggap di pikiran Tyo
"kemana Ayu pergi? Apakah Ayu di culik? Tapi siapa? Kalaupun Ayu ketemu sama temannya nggak mungkin juga ayu nggak ijin sama aku? Atau.... Ayu ketemu sama Radina? " Cemas Tyo.
"Mas lepaskan aku dulu mas. Aku pusing sama capek mas" Ucap Ayu karena sudah tidak tahan di goncang Tyo begitu keras
"Maaf sayang, maaf.. Mas cemas dari tadi kamu nggak ketemu" Kata Tyo yang langsung tersadar jika tindakannya menyakiti Ayu
"Tadi kemana? Kenapa nggak bilang-bilang kalau mau jalan-jalan? " Tanya Tyo namun Ayu diam
tanpa menjawab pertanyaan Tyo, ia lebih memilih ke kamar mandi membersihkan diri yang terasa lengket. Setelah lama berendam Ayu menyelesaikan mandi dan keluar dari kamar mandi lalu berganti pakaian.
Sedang Tyo menatap Ayu yang baru keluar dari kamar mandi dengan banyak pertanyaan di otaknya dan yang membuatnya takut adalah bagaimana jika seharian ini Ayu bertemu Radina dan Radina menceritakan semuanya hingga saat Ayu pulang pun sikap Ayu berbeda dari sebelumnya.
Setelah berdiam cukup lama akhirnya Ayu buka suara
"Mas, besok kita balik. Sudah cukup liburan di sini" Kata Ayu lalu naik ke tempat tidur dan memilih untuk beristirahat.
Yah, ia harus istirahat. Mengistirahatkan hatinya yang sakit, mengistirahatkan pikirannya yang kacau balau dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah menopang hati dan pikirannya yang terluka
para pengusaha hampir 90% begutu, main sgn bawahannya, cukup dikencani 3 x pertemuan setelah itu dilempar ke teman2nya. mana mau punya istri model murahan.
suami klu cinta jgnkan zinah sama perempuan lain, menatap mata perempuan lain aja ogah.
ini kan luar biasa si tio, cinta yg seperti apa coba!!
maaf, sebaiknya waktu pergantian POV dikasih tanda Thor... jadi gak bingung antara POV Ayu dan POV author