Kisah seorang wanita bernama Yura Ardiana, seorang gadis sederhana, polos, cantik dan selalu ceria,
Setelah dewasa sifatnya berubah kini menjadi lebih pendiam tidak ada lagi yang bisa membuatnya kembali ceria.
Satu penderitaan menimpa pada akhirnya harus menikah diatas kertas karena satu syarat dalam perjanjian.
"Hanya satu syarat menikahlah denganku."
Apa ini awal dari sekenarionya?
Seakan membalikan telapak tangan dalam sekejab mampu merubah segalanya.
Ini Karya Pertama ku Kakak-Kakak, Mohon Maaf jika masih banyak kesalahan.
Dan mohon dukungannya yah🌺
Penasaran dengan kisah Yura?😉
Happy Reading🌺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 Permintaan!
Setelah kejadian malam itu agak sedikit canggung jika berkumpul seperti ini saat istirahat makan siang, memang seperti biasa Yura jarang banyak bicara tapi Fajar? Dia tidak biasa menjadi banyak diam.
"Sungguh maafkan aku, aku hanya ingin seperti ini menjadi sahabat kalian, jangan ada lagi hati yang tersakiti." Ucap Yura dalam hati.
Setelah makan siang kami semua kembali bergelut dengan pekerjaan masing masing. Entah ada angin atau hujan dari mana Pak Rio menyuruhku untuk keruangannya.
"Ada apa ini? Apa malam itu dia melihat ku? Jangan, itu tidak boleh!" Umpat nya dalam hati.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk!" Suruh seseorang di dalam ruangan.
Yura membuka pintu ruangan, disana sudah ada Aldo dan juga Rio, "Permisi Pak, Bapa memanggil saya?" Tanya Yura.
"Apa kamu bisa tolong kami?" Ini bukan Rio yang bertanya melainkan Aldo.
"Maksud Bapa?" Tanya ku heran. Kenapa meminta tolong pada karyawan biasa.
"Tolong bantu kami untuk mempersentasikan materi ini besok pada saat meeting." Ujar Aldo.
"Sa_saya Pak?" Tanyaku masih heran.
"Iya kamu, Saya lihat kinerja kamu cukup baik akhir akhir ini, saya ingin mencoba kamu untuk mengembangkannya." Jelas Aldo.
"Ehmm apa benar harus saya?" Tanya ku lagi meyakinkan.
"Sudahlah cari yang lain susah ngomong sama orang yang seperti dia, dikasih kesempatan banyak nanya." Rio berucap dengan nada tegasnya.
"Ma_maaf Pak, baiklah saya mau." Jawab Yura dengan gugup, jantung nya berdebar mendengar suara lantang yang terlontar dari Rio.
"Baiklah besok pukul delapan pagi saya tunggu d depan ruangan Tuan Rio" Ucap Aldo sambil membereskan berkas-berkas untuk besok lalu menyerahkannya pada Yura. "Pelajari dulu ini dari sekarang, jangan mengecewakan kami." Ucapnya lagi.
"Baik Pak." Ucap Yura mengulur tangannya menerima berkas yang di berikan Aldo. "Kalo begitu saya permisi Pak." Sahutnya membungkukan badan lalu membuka pintu ruangan Rio dan berjalan keluar menuju meja kerjanya.
"Apa gak salah ini? Aku terpilih dan di percayai untuk membantu Pak Rio, Jantung, berdetaklah sewajarnya jangan seperti ini, memalukan." Ucap Yura dalam hati dengan tangan yang memegang dadanya, menormalkan nafasnya.
Keesokan paginya Yura sudah siap saat ini sekarang berdiri di depan ruangan Pak Rio, tak lama Rio dan Aldo datang.
"Selamat pagi Pak!" Sapa Yura sambil tersenyum cerah secerah pagi.
"Pagi!" Jawab Aldo
"Hmmm!" Tentu tau kan jawaban dari siapa.
Terkadang rasa kesal pada atasan itu wajar bukan? Jika menyebalkan seperti ini. Wajah dan tubuh nya tidak sebanding dengan sikapnya.
Yura mengikuti Rio dan Aldo memasuki ruangan Rio untuk membahas meeting yang tinggal satu jam lagi, sudah ku duga Rio tidak banyak bicara, hanya Aldo yang menjelaskan apa yang aku tidak mengerti.
Apa setiap bos seperti dia? Sungguh!
Meeting pun di mulai, semua tamu penting berada di meja bundar, semua orang fokus kedepan, tangan Yura bergetar jantung nya berdebar sangat kencang sungguh ini sangat gugup pengalaman pertama kali baginya bertatap dengan orang orang hebat di ruangan ini.
Yura menatap Rio sungguh tidak ada kata memberikan semangat untuknya, berbeda dengan asisten pribadinya Aldo mengedipkan matanya tanda menyemangati Yura.
Yura menarik nafas panjang dia memulai mempersentasikan materinya, semua orang yang ada di ruangan ini membulatkan matanya, Yura kembali memandang Rio dia sama sekali tidak berubah ekspresinya.
Tiga jam berlangsung meeting pun telah selesai banyak pujian tak banyak juga yang masih sedikit belum puas, tidak apa, Yura merasa senang saat tak sengaja senyum tipis itu terlihat dari wajah dinginnya Rio.
Kini sekarang Yura berada di ruangan Rio,
"Oke saya suka sama persentase kamu tadi kita lihat hasilnya oke!" Ucap Aldo semangat karena dia tau hasilnya pasti memuaskan.
Dan jangan tanya lagi tanggapan Bos dingin itu kembali pada wajah datarnya. Menyebalkan!
cerita mu cuman jln d tempat aja thor nggk ada tujuan yg jelas,,,
ana dan Aldo..
jangan lupa mampir Thor😊
salam hangat dari
🍂seperti musim gugur 🍂
jangan lupa mampir kak salam hangat dari
🍂seperti musim gugur🍂