NovelToon NovelToon
Cahaya?

Cahaya?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Balas Dendam / Cinta Murni / Angst / Trauma masa lalu
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: Cerita Kuh123

𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬:

Hanya sepenggal kisah seorang pria yang membutuhkan cahaya sebagai harapan nya.
Kisah tentang pria yang di kurung di ruang gelap, karena penyakit mental yang ia alami dan seorang gadis yang tiba - tiba datang sebagai malaikat penolong nya, membawa nya keluar dari kegelapan.

"Memang.. Masih ada cahaya buat gue?"

.
.

"Gue boleh tanya sesuatu?"
"Lo.. Nyata kan?"

"Mereka bilang, semua yang gue denger, liat atau rasakan, semua itu cuma khayalan. Mereka bilang, gue gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita Kuh123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

[ WARNING ]

1. BANYAK KATA - KATA KASAR.

2. KARYA PERTAMA, MAKLUMI KALAU ADA KESALAHAN DALAM DIKSI.

3. MAKLUMI TYPO.

4. KOMENTAR YANG SOPAN.

5. HARGAI KARYA PENULIS.

TERIMAKASIH!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...- 𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 𝑅𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔 -...

Keesokan hari nya, Aurel berjalan keluar dari pesawat. Ya, ia telah sampai ke negara asal nya saat ini.

Setelah mengambil koper dan segala barang nya, ia memesan taksi. Tak butuh waktu lama, mobil taksi berhenti di depan mansion Valentino. Aurel mengernyit bingung, saat area mansion sudah di parkir banyak mobil - mobil yang terlihat asing.

'Ada tamu? Banyak banget..'

'Kenapa kakek ga bilang ke gue, kalau ada acara hari ini?'

Aurel menggelengkan kepala nya pelan, ia memutuskan untuk melangkah masuk ke dalam mansion, dengan menyeret koper nya.

...----------------...

Baru melangkah beberapa langkah, tubuh Aurel kaku, ketika melihat orang - orang berkumpul di sana dengan serentak menoleh pada nya. Ia tersenyum canggung. Tapi tunggu.. kenapa mereka semua memakai pakaian hitam?

'Kakek ngadain acara apa sih? kok ga ngasih tau.' Batin nya, bingung.

Di tengah - tengah kebingungan nya, suara tangis terdengar. "Hiks.. hiks.. Aurel, kenapa baru pulang?" Tanya orang itu.

Aurel mengernyit, itu Zora. Kenapa dia menangis? apa yang terjadi? Pandangan Aurel kembali mengedar, mengamati orang - orang yang terlihat berwajah masam. Ada orang - orang perusahaan yang tentu nya Aurel tau. Ada juga teman bisnis yang bekerjasama dengan perusahaan kakek nya.

"Hiks.. Papa.. Papa meninggal, Aurel." Ucap Zora sebelum Aurel bertanya. Dengan cepat Aurel menoleh pada Zora, "Apa? Tante bercanda?" Tanya nya dengan nada tak senang.

"Tante ga bercanda, hiks.. S-semalam.. semalam papa udah gada.." Jelas nya sembari menutup wajah nya dengan tangan, menangis.

"Apaan? orang kemarin kakek masih telfonan sama aku." Jawab nya tak percaya.

"Itu saat terakhir kakek, Aurel." Kata Theo. "Kakek bener - bener udah gada semalem.. sekitar jam 10, pas di bangunin buat minum obat. Dia udah ga bangun." Lanjut nya.

Aurel terdiam, menggelengkan kepala nya masih tak percaya, tangan nya menggenggam erat pegangan koper. "Lo bisa liat sendiri disana, Rel." Ujar Theo menatap ke keramaian.

Menelan saliva nya, perlahan Aurel melepas koper nya, lalu melangkah kearah sekumpulan orang itu. Orang - orang membuka jalan, membiarkan Aurel melihat yang ada di tengah - tengah mereka.

Tubuh nya mematung kala melihat sesosok pria tua yang terbaring disana dengan wajah pucat. Iya, itu kakek nya. Jantung nya seakan berhenti berdetak untuk beberapa detik.

Kaki nya melangkah pelan lalu berjongkok ke sisi sang kakek. Mulut nya tertutup rapat, tak tau bagaimana harus berekspresi. Tanpa sadar, mata nya sudah tertutupi oleh air mata. Dalam sekali kejapan mata, air mata nya turun, membasahi pipi.

"Kakek.."

"Bangun." Ujar nya pelan. Tak ada jawaban apapun. Semua orang menatap nya dengan tatapan simpati. Tangan Aurel terkepal, masih berusaha tak mempercayai kenyataan yang ada di hadapan nya.

"Bangun kakek.. Jangan bercanda!" Kali ini, suara nya terdengar lebih keras, namun bergetar, menahan tangisan.

"Kakek bilang mau nunggu aku pulang?!"

"Sekarang aku pulang! Bangun!"

Hening.

"Kakek ga liat?! Tante, Theo, semua yang ada disini, nangisin kakek! Cepet bangun!" Aurel mengguncang pelan tubuh William yang terbaring dengan mata terpejam tenang.

"Aurel! Jangan di gituin, hiks.." Sentak Zora menarik pelan tubuh Aurel. "Kakek kamu udah gada Aurel.. Papa nya tante meninggal.. hiks.."

Tubuh Aurel melemas, ia menatap kosong ke arah kakek nya, 'Aku baru ninggalin kakek sebentar, tapi pas balik, malah kabar kayak gini yang aku dapet?'

'Masalah kita belum selesai, kakek.'

"Masalah kita belum selesai.." Gumam nya dengan tubuh yang bergetar menahan tangis.

"Kita harus makamin kakek sekarang.." Ujar Theo.

"Aurel! Denger ga kamu? hiks.. jangan memperumit keadaan!"

Aurel diam, masih tak merespon perkataan Theo maupun Zora.

"Aurel.." Suara ini terdengar lebih halus. Aurel mendongak pelan, memandang wajah Rion yang tersenyum sendu kearah nya. "Geser dulu ya? Biarin kakek di makamin." Ucap nya pelan.

Terdiam beberapa saat, tangan nya mengepal kuat. Aurel berdiri, menghapus air mata nya dengan kasar. Lalu, ia berjalan pergi begitu saja, meninggalkan mansion.

"Astaga! Aurel mau kemana? kakek kamu mau di makamin!" Teriak Zora namun percuma. Aurel tetap pergi dari sana. Tanpa di sadari, seseorang dari dalam mansion juga mengikuti Aurel keluar.

"Mulai aja acara nya. Aurel cuma masih syok karena terlalu mendadak, nanti biar saya yang ngomong sama dia." Ucap Rion.

Membiarkan acara berlangsung, kembali pada Aurel, mata nya memerah, tangan nya menekan tombol untuk membuka kunci mobil. Saat hendak membuka pintu mobil, seseorang menahan nya.

"Lepasin gue, Rion." Ucap nya dengan nada bergetar, tanpa menatap.

"Mau kemana?"

Bukan. Itu bukan suara Rion. Aurel menoleh pelan, lalu mendongak, menatap wajah pria di hadapan nya dengan terkejut.

"Aurel.. mau kemana?" Tanya nya sekali lagi.

"Lo.."

Mengalihkan pandangan nya, "Ada urusan. Lepasin tangan gue." Ujar nya pelan.

Alvarez menggeleng pelan, "Kondisi lo lagi ga baik - baik aja."

"Gue harus ke dokter yang ngerawat kakek, Al."

"Dia- Dia ga mungkin mati gitu aja." Tambah nya masih dengan suara gemetar.

.

.

.

...•BERSAMBUNG•...

1
zhia
ganteng banget
Andria 21
terimakasih untuk karya indahnya
archmage18
ayoo kak semangat dilanjut
archmage18
bapak Dajjal ini mah
zhia: bener
total 1 replies
Dindaa Anisa
lajun thorr
*same_One*
next
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
lah kok sad sih Thor ,mau kemana sih Aurel 🤧
haruka
bagus
Anis Rohayati
suka sma yang berbau obsesi
karenn
Sayang Alvarez banyak-banyak ❤️❤️
Anis Rohayati
sedikit bgt up nya/Whimper//Whimper/
Anis Rohayati
plis ka seru bgt up yang bnyk 😍😍😍😍😍😍
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
bener hukum mati saja 🙈
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
lanjut bnyk kak 🙈
Kysh_lmyd<3
lnjjuuutt
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
Lanjut kak pliss yg banyak
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
iss mulut nya mintaa di lakban 😒
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
Lanjut kak pliss, akhir nyaa dia bebas 🤧
karenn
OKE DIGANTUNG SEMAKIN MENANTANG, SEMANGAT AUTHOR CAYANG 🤍🤍
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
LANJUT KAK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!