NovelToon NovelToon
CINTA BERBALUT EGO

CINTA BERBALUT EGO

Status: tamat
Genre:Teen / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:41.9k
Nilai: 5
Nama Author: Roslaniar

“Kak, ada yang ingin saya omongin,” Alisha sengaja menunggu Arkana agar tak ada kesalahpahaman di kemudian hari. Biarlah dijalan ia sedikit ngebut agar tidak telat ikut ujian.

“Lain kali aja, aku ada meeting pagi-pagi. Lakukan saja apa yang menurutmu baik aku setuju,” Arkana tak sarapan dan hanya meminum juice yang disiapkan oleh bi Sona.


Kepoin yuk cerita seru mereka. Kisah Faisal Arkana Kaif dan Alisha Mahalini yang dikemas dalam kisah "CINTA BERBALUT EGO"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBE # 35 》》 KECURIGAAN ARKANA

“Nak, kok sampai sekarang belum pernah mengenalkan kekasih atau calon istrinya ?!” Untuk kesekian kalinya mama Alice mendesak Arkana. Mungkin Arkana bosan mendengar pertanyaan mantan mama mertuanya. Setiap akhir pekan mantan mertuanya itu seolah tak memiliki pertanyaan lain.

Meskipun status Arkana hanya mantan menantu namun pria matang itu tetap menganggap pasangan tersebut sebagai orang tuanya. Hubungan mereka tetap terjalin dengan baik. Bahkan Arkana berperan sebagai putra mereka selama ini. Setiap weekend Arkana selalu berkunjung ke rumah mantan mertuanya. Terkadang bersama Alex akan tetapi lebih sering datang sendiri. Seperti halnya hari ini.

“Hehehe, belum kepikiran dan belum ada yang cocok, ma.” Arkana menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sejak perpisahannya dengan Alisha, pria itu memang tak memikirkan untuk berumah tangga lagi. Arkana tak ingin memulai kisahnya dengan orang baru dalam hidupnya.

“Mama sama papa akan mendukung siapapun gadis yang kamu pilih,” Mama Alice menatap prihatin pria yang sudah mengambil hati pasangan suami istri itu. Bagi mama Alice dan pak Ahmad gadis manapun yang akan dinikahi mantan menantunya itu maka merekapun akan memperlakukannya sama dengan Arkana.

“Aku menunggu putri mama kembali,” Wajah Arkana terlihat serius membuat kedua orang tua itu tersentak kaget. Suatu hal yang mungkin tak dapat mereka lakukan.

“Kalau papa boleh menyarankan, lebih baik cari yang baru yang lebih fresh,” Pak Ahmad ikut menimpali. Bukan karena pak Ahmad tidak setuju jika Arkana dan Alisha kembali bersama hanya saja putri mereka berbeda dengan gadis-gadis pada umumnya. Alisha tak pernah menoleh ke belakang karena baginya masa depan bukan berada di belakang melainkan di depan.

“Nantilah pa, untuk saat ini aku masih menunggu istriku kembali,” Arkana masih ngotot dengan keinginannya. Sejauh ini rasa yang tak biasa yang menguasai hatinya tak mungkin ia abaikan.

Mama Alice dan pak Ahmad hanya saling melempar pandang. Sebenarnya mereka pun masih berharap jika Arkana menjadi menantunya akan tetapi pasangan paruh baya itu tak bisa berbuat banyak. Mereka juga tak mungkin mengatakan jika sebenarnya Alisha sudah kembali. Biarlah waktu yang mempertemukan keduanya demi kebaikan bersama.

“Ya sudah, kami gak akan memaksa.” Akhirnya mama Alice pasrah. Ia sudah kehabisan kata agar mantan menantunya itu melupakan putrinya.

Setiap kali Arkana berkunjung atau bertemu mereka, baik mama Alice maupun pak Ahmad selalu menganjurkan agar mantan menantunya itu segera mencari pasangan namun pria dewasa itu selalu berhasil mematahkan setiap usahanya.

Mama Alice mulai gelisah karena hingga sore hari tapi Arkana tak ada tanda-tanda akan meninggalkan rumahnya. Tak lama lagi Alisha akan pulang ke rumah. Bukan mama Alice tak ingin mempertemukan keduanya, hanya saja wanita paruh baya itu tak ingin terjadi kesalahpahaman.

Drrrttt Drrrttt

Ponsel mama Alice berdering dan mata jeli Arkana membaca ID pemanggil. Arkana memasang telinganya dengan baik berusaha mendengar pembicaraan mereka. Pria itu menahan diri agar tak bertanya keberadaan Alisha.

‘Apa mungkin Alisha kembali ke tanah air ?’ Sebuah pertanyaan bertengger dalam benaknya namun tak diungkapkan.

Hingga mama Alice mengakhiri pembicaraan teleponnya dan Arkana masih mencoba mencerna kata-kata mama Alice. Arkana curiga jika sebenarnya Alisha telah kembali. Harapan yang memang tak pernah pudar kini berubah menjadi sebuah keyakinan.

Mama Alice tersenyum sedikit gugup melihat ekspresi Arkana. Wanita cantik itu terlihat khawatir. Bukannya mama Alice menyembunyikan keberadaan Alisha saat ini. Mama Alice hanya ingin menghindari kegaduhan. Sedangkan pak Ahmad tampak tenang-tenang saja. Cepat atau lambat Arkana akan tahu keberadaan Alisha. Pak Ahmad hanya bisa memasrahkan segalanya pada Yang Kuasa.

Arkana cukup tahu diri meskipun rasa penasarannya berada pada level tertinggi saat ini. Ia tak mungkin bertanya tentang penelepon tersebut. Bagaimanapun dekatnya hubungan mereka namun Arkana tetap memberikan batasan pada dirinya agar tidak terkesan mencampuri privasi kedua mantan mertuanya.

Mantan menantu dan mantan mertua tersebut menghabiskan waktu libur bersama layaknya anak kandung. Jika orang yang tak mengenal pasangan suami istri tersebut maka sudah pastilah akan mengira jika Arkana adalah putra mereka saking akrabnya. Hingga malam menjemput dan mereka bertiga selesai bersantai malam.

“Ma, pa, Arkana pamit pulang dulu,” Arkana lalu berpamitan setelah duduk dan melanjutkan pembicaraan seputar bisnis dengan mantan papa mertuanya. Setiap berkunjung ke rumah pak Ahmad, ia tak melewatkan kesempatan untuk meminta pendapat atau apapun yang berhubungan dengan dunia bisnis.

Sebagai senior dalam dunia bisnis, pak Ahmad pun tak pelit ilmu. Apalagi pada Arkana yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.

“Hati-hati di jalan nak,” Mama Alice dan pak Ahmad mengantar Arkana hingga ke teras. Pria dewasa itu tak lupa menyalami pasangan suami istri tersebut sebelum berjalan ke mobilnya.

Arkana membalas lambaian tangan mama Alice sebelum akhirnya meninggalkan halaman rumah mewah tersebut. Ada banyak hal yang memenuhi kepala Arkana saat ini. Hanya dengan mendengar cara bicara mama Alice dengan seseorang di telepon membuatnya kini menduga-duga. Antara dirinya dan Alisha dahulu memang sangat jarang berkomunikasi namun cara bicara mama Alice yang membuatnya sedikit curiga.

Laju mobil Arkana sedikit diatas rata-rata, ia ingin segera tiba di rumah dan mengerjakan sesuatu untuk membuktikan kecurigaannya. Akhirnya pria dewasa itu perlahan mengurangi kecepatannya kemudian membelokkan mobilnya memasuki pintu gerbang rumahnya yang sunyi senyap. Hanya dua orang security yang terlihat berjaga.

Jam menunjukkan pukul 22.45. Arkana memasukkan mobilnya ke garasi lalu bergegas masuk ke rumah dan menuju ruang kerjanya. Walaupun tidak yakin 100 % dapat membuktikan kecurigaannya namun ia tetap berusaha. Kebetulan pria itu menganut paham usaha tak akan mengkhianati hasil.

Untuk memuaskan rasa penasarannya, Arkana segera mengutak-ngatik laptopnya. Lima menit pertama ia belum menemukan titik terang. Informasi tentang Alisha benar-benar tak ada satupun. Setengah jam bahkan satu jam belum ada hasil. Arkana tak kehabisan akal, ia lalu memantau rumah mantan mertuanya itu.

‘Maafkan aku ma, pa. Semua ini aku lakukan karena tak ingin mengakhiri kisah dengan putri kalian,’ Arkana membatin seraya tersenyum kecut.

Sungguh miris kisah asmaranya. Di luar sana sekian banyak gadis yang mengharapkannya namun hanya Alisha yang hatinya inginkan. Mantan istrinya sendiri.

Arkana berharap kali ini ia berhasil menemukannya Alisha. Enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Meskipun bagi Alisha kisah mereka sudah usai namun berbeda dengan Arkana yang menganggap kisah mereka belum berakhir.

Selama Arkana belum mendengar berita pernikahan Alisha maka harapan untuk kembali bersama dengan wanitanya masih terbentang luas. Arkana bukan tipe pria yang hanya bisa meratapi nasib dalam keputusasaan. Meskipun irit bicara namun Arkana tak pernah menyerah, hal itu pula yang membuat perusahaannya semakin maju dan berkembang.

1
Arw
akhirnya up jg kak....ga sabar nunggu kisah mereka berdua lanjut lagiii...
Rondhoh tul janah
aku kira dah lupa ngegantungin
cinta berbalut ego🤭🤭🤭🤭
Siti Naimah
alisha jangan terlalu keras kepala
walaupun kamu hebat kayak apapun tentu masih membutuhkan orang lain.terimalah dengan ikhlas Arkana.
itulah yg terbaik bagimu
neng ade
sengaja itu Alisha ngomong nya ke Abizhar bercanda.. cie.. cemburu nih Arkana
Arw
hohoho tunggu episode berikutnya...tebakanku benar atau salah.... xixixii
neng ade
karena terlalu di manja Alisha jadi pribadi yg egois dan keras kepala
Adinda
Alisha Sama Arkana aja thor
Siti Naimah
Alisha sepertinya kok ga butuh siapapun sih?jangan terlalu sombong..ga baik akibatnya
neng ade
Alisha masih angkuh
neng ade
Alex sm Tari dan Arkana sm Aliaha
neng ade
akhir nya 1 tugas dari grandpa nya Alisha terpenuhi.. semoga semua rencananya berhasil .. apa yg seharus nya menjadi milik Alex akan kembali pada Alex
Febriana Decik Nawawi
lanjut thor .. gemes ..
sy suka dgn cerita2 nya.
neng ade
Belel salah mencari lawan ..
neng ade
ternyata Alex sang pewaris perusahaan yg di rebut oleh Sanays.. Alisha memang luar biasa.
neng ade
buat hati Alisha berpaling pada Arkana lagi ya thor..
neng ade
aku setuju jika Alex dgn Tari dan Arkana dgn Alisha kembali..
neng ade
Tari sm Alex sedangkan Alisha sm Arkana .. udh lah begitu aja thor jodoh nya
Rondhoh tul janah
selalu semangat
Rondhoh tul janah
cepet satukan mereka dong thoooor
neng ade
kembali aja lagi sm Arkana .. tak ada salah nya menjalin hubungan kembali.. karena kegagalan itu bkn di sebabkan oleh perselingkuhan itu dikarenakan ego masing2 terlalu tinggi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!