Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia terlebih dahulu.
Princess Oceanica Arnold merupakan seorang gadis muda yang sangat dimanja oleh keluarganya. Saat Nica berusia 25 tahun. Nica memutuskan pergi dari mansion dan melarikan diri ke Barcelona menyembunyikan indentitasnya sebagai putri seorang mafia. Hingga pertemuannya dengan Luiz membuat hidup Nica berubah menyedihkan. Hidup terpenjara di pulau rahasia selama berbulan-bulan membuat Nica hampir gila dan nekat melarikan diri dengan cara berenang melewati lautan yang cukup luas dan dalam.
Bukannya berhasil kabur. Nica malah terseret ombak besar dan mengalami amnesia setelah kejadian itu. Setahun kemudian Nica dan Luiz dipertemukan kembali dengan cara yang berbeda. Luiz mengenalnya namun Nica melupakan semua masa lalunya.
"Aku sudah membeli jasamu dari ibu angkat mu dan melunasi hutang-hutangnya kepada rentenir! Jadi sudah sepatutnya kau mela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Saat terbangun dari tidurnya. Nica terkejut melihat ayahnya masuk ke dalam kamar rawatnya dengan wajah marah dan tatapan tajam. Ia yakin kalau ayahnya dalam suasana hati yang buruk.
"Anak siapa yang kamu kandungan?"tanya Ocean to the point membuat raut wajah Nica berubah pias.
"Padre--"
"Jangan coba-coba menyembunyikan apapun dari kami!" sela Ocean membuat Nica tidak bisa berkutik.
"Nica tidak tahu anak siapa yang Nica kandung. Karena kejadian hari itu begitu cepat. Nica tanpa sengaja melakukan one night stand dengan seorang pria asing." jawab Nica membuat Karina dan Ocean terdiam mencerna penjelasan putrinya.
Entah mengapa kalimat itu terucap begitu saja dari bibirnya. Ia tidak tahu bahwa kebohongannya bisa saja menjadi bumerang di masa depan.
"Setelah keadaan mu membaik. Kita akan kembali ke Italia. Padre akan meminta Mike yang mengurus perusahaan disini untuk sementara waktu." tukas Ocean sebelum keluar dari kamar rawat putrinya. Ia tidak mau emosinya membuat hubungan mereka menjadi memburuk.
Di luar. Ocean langsung menghubungi Charles.
"Aku memiliki tugas penting untukmu. Tolong selidiki pria mana saja yang akhir-akhir ini dekat putriku."
Ocean tidak akan langsung percaya dengan perkataan putrinya. Ia yakin ada hal besar yang sedang disembunyikan oleh putrinya.
Tiga hari kemudian. Keadaan Nica sudah membaik. Dokter sudah memperbolehkannya pulang tanpa harus menginap di rumah sakit.
Malam itu juga Ocean memutuskan berangkat ke Italia membawa putrinya. Ia akan mencari pria yang menghamili putrinya sampai dapat. Ia tidak akan membiarkan bajingan tidak bertanggung jawab itu lolos begitu saja.
Setelah seminggu di Italia. Charles akhirnya menemui Ocean di mansion Arnold. Sementara Nica tidak pernah keluar dari kamarnya sejak kembali dari Indonesia. Nica takut semua keluarganya mencecar banyak pertanyaan mengenai kehamilannya.
"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan informasi yang kuinginkan?" tanya Ocean to the point menatap asistenku dengan wajah serius.
"Akhir-akhir ini Nona muda tidak dekat dengan siapapun Tuan. Bahkan nona muda lebih sering berada di apartemen dan perusahaan. Ia bahkan tidak pernah pergi ke club malam ataupun tempat hiburan lainnya. Jadi, besar kemungkinan Nona Muda hamil saat masih berada di Italia atau sebelum pulang setelah 4 tahun menghilang." jelas Charles membuat Ocean terdiam.
"Jika begitu. Cari informasi mengenai kehidupan putriku selama menghilang. Aku yakin putriku kembali saat dalam keadaan hamil. Atau bisa saja Oscar dan Darren sudah mengetahui kehamilan putriku. Namun mereka berusaha menyembunyikan kehamilan Nica."kata Ocean membuat Charles langsung berlalu dari sana setelah mendengar perintah dari tuannya.
Tak beberapa lama Karina menghampiri suaminya dan memintanya berbicara empat mata.
"Sayang. Apa kamu memiliki waktu luang? Aku ingin membicarakan sesuatu." kata Karina tersenyum lembut menatap wajah datar suaminya.
Ocean meminta istrinya masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Karina melangkah masuk dan duduk di sofa. Ia terdiam beberapa saat sembari menatap raut wajah suaminya. Ia tahu akhir-akhir ini Ocean sedang mencari keberadaan pria yang menghamili putri mereka. Namun usaha Ocean tidak akan membuahkan hasil. Karena ada seseorang yang andil besar menghalangi penyelidikan yang dilakukan suaminya.
"Jangan terlalu keras kepada putri kita. Karena bagaimanapun dia sedang hamil besar. Aku takut masalah ini mempengaruhi kehamilannya." tukas Karina menggenggam lembut tangan suaminya.
"Sayang. Nica merupakan satu-satunya anak perempuan yang kita miliki. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putri kita." balas Ocean dengan tatapan lembut. Usia mereka sudah tidak lagi muda. Sebisa mungkin mereka selalu berusaha menghindari pertengkaran ataupun perdebatan agar hubungan mereka tetap harmonis.
"Jika kamu berhasil mendapat identitas pria itu. Maka apa yang akan kamu lakukan? Menuntutnya bertanggung jawab atas kehamilan putri kita?" kata Karina mencecar suaminya dengan dia pertanyaan sekaligus.
"Ya. Aku akan membuatnya bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan!" jawab Ocean dengan penuh keyakinan.
"Apa kamu ingin hubungan mereka berakhir seperti hubungan kita di masa lalu? Menikah tanpa cinta kemudian pada akhirnya bercerai." balas Karina dengan tatapan kosong.
"Sayang. Aku yakin Nica berbohong tentang kehamilannya. Aku akan menunggu hasil penyelidikan Charles. Jangan lagi mengungkit masa lalu yang sudah berlalu. Karena aku tidak ingin membuatmu bersedih." Ocean mengelus pipi putih istrinya. Meskipun usia istrinya tidak lagi muda. Namun wajah istrinya tetap cantik dan fresh.
"Cean. Aku hanya ingin melihat anak-anak kita bahagia dengan pasangan mereka masing-masing. Kuharap kamu tidak akan menolak siapapun yang akan menjadi pasangan mereka kelak."
"Orang tua mana yang tidak ingin melihat anak-anaknya bahagia? Aku tentu saja mengharapkan yang terbaik untuk anak-anak kita, sayang. Aku berharap anak-anak kita menikah dan bahagia dengan pasangan pilihan mereka." balas Ocean mengecup kening istrinya sekilas.
"Tapi kamu tidak bisa mengontrol emosi mu sebelumnya." kata Karina membuat Ocean menghela napas.
"Aku tidak ingin karma ku dimasa lalu menimpa putri kita. Aku sangat takut kejadian di masa lalu terulang kembali." lirih Ocean membuat Karina terdiam.
Tak terasa sebulan telah berlalu. Usia kandungan Nica menginjak 6 bulan. Perutnya juga terlihat semakin membesar.
Charles datang dengan raut wajah campur aduk saat memasuki ruangan kerja Ocean.
"Tuan, saya sudah mendapatkan informasi yang Anda inginkan. Anda bisa membuka email Anda." tukas Charles membuat Ocean tersenyum puas.
Ocean dengan cepat membuka email-nya dan membaca informasi yang didapatkan oleh asistennya. Dahi Ocean berulang kali berkerut membaca informasi tersebut. Hingga tak beberapa lama terdengar suara bantingan kuat dan pecahan kaca membuat Karina yang berada di dapur melangkah tergesa-gesa menuju ruangan kerja suaminya.
Sementara Charles berdiri membatu di tempatnya melihat kemarahan atasannya.
"Minta Oscar dan Darren kesini sekarang juga! Aku benar-benar kecewa pada mereka!" tegas Ocean dengan perasaan benar-benar kecewa. Tanpa sadar setetes air mata terjatuh dari sudut matanya.
Ocean melangkah keluar dari ruangan kerjanya. Disaat itu juga Karina sudah berdiri di depan pintu berniat membuka pintu untuk memastikan keadaan suaminya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Karina menggenggam kedua tangan Ocean.
Ocean dengan cepat memeluk tubuh istrinya dan menangis di dalam dekapannya. Karina menatap Charles meminta penjelasan mengapa suaminya menangis dan terlihat begitu rapuh. Namun Charles hanya menggelengkan kepalanya agar Karina tidak bertanya terlalu jauh alasan Ocean menangis.
Charles kemudian berlalu dari sana. Ia tidak kuat mendengar tangisan pilu atasannya. Ia tahu Ocean merasa kecewa dan sakit hati saat mengetahui keadaan putrinya selama 4 tahun sebelumnya. Ia pikir Nica hidup dengan bahagia di luar sana. Namun pikirannya salah. Putrinya malah sangat menderita di luar sana.
Tak beberapa lama Ocean berhenti menangis. Ia menghapus air matanya dan menatap Karina dengan tatapan yang penuh dengan rasa bersalah yang mendalam.
"Maafkan aku. Maafkan aku terlalu menyakiti mu di masa lalu." celetuk Ocean membuat Karina tertegun.
"Karina. Sudah puluhan tahun berlalu. Namun kesalahan ku di masa lalu pada akhirnya berubah menjadi karma. Karma yang harus ditanggung oleh putriku."
"Kupikir semua masalah yang terjadi di masa lalu sudah berakhir dan kita bisa memulai semuanya dari awal. Namun faktanya semuanya masih belum usai." terang Ocean membuat Karina terdiam dan mencerna perkataan suaminya.
"Aku takut kenyataan ini menghambat kebahagiaan putri kita." lanjut Ocean lagi dengan suara lirih
"Apa maksud mu, Cean?"
Tiba-tiba seorang maid datang dengan raut wajah panik. Pertanyaan istrinya terdengar seperti angin berlalu setelah mendengar perkataan maid itu.
"Tuan besar, Nyonya besar. Nona Nica mengalami pendarahan." ujar maid itu membuat Karina dan Ocean menjadi panik.
oscarrrr cari adikmu
semua tp knp makin kesini makin sedikit minat pembacanya.