Orang tua ku bercerai karena papa selingkuh, mama di rawat dan aku harus membayar biaya rumah sakit yang banyak. Papa akan membantu dengan syarat aku mau menggantikan kakak tiriku menikah dengan lelaki keluarga Dumai, yaitu Rian Dumai.
Lelaki yang disebut sebagai anak haram di keluarganya, anak yang di usir dan di buang keluarga besarnya bahkan kini sedang mendekam di penjara. Tapi demi mama aku bersedia.
Seperti apa tampang lelaki itu?
apakah dia lelaki baik atau ternyata memang lelaki dengan pribadi buruk. Akan kah suatu saat tumbuh cinta di pernikahan kami?
****
Setelah sekian purnama vakum cleaner, aku mencoba nulis lagi guysss. Yah semoga aja ada yang baca. terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35 - Punya Adik Tiri
Ngabuburit yoookkk,,,, hehehe nyari takjil yookk,,, 🤤 Selamat menjalankan ibadah puasa.
****____****
Didalam rumah Alex om dan Tante Alex kembali menceritakan bagaimana Rian dengan mudah mendapatkan warisan yang begitu banyaknya. Sementara kedua orang tua Alex menyarankan anaknya untuk tidak perlu mengusik apapun lagi tentang warisan mereka merasa bahagia seperti ini saja.
"Sudahlah Lex, gak usah mencari masalah baru." ucap papanya Alex.
"Gak bisa gitu pah, aku yang tau kehidupan mama dan papa dulu seperti apa sedih aku pah, apalagi kenyataannya papa memang masih hidup dan berhak akan warisannya. Aku tetap akan memperjuangkan itu. Aku juga kan berhak pah, aku juga anak papah." jawab Alex.
Kedua orang tua itu pun saling pandang dan mengangguk.
"Ya sudah ada baiknya kita datangi kakek mu, bicara dengan nya baik-baik." kata mama.
"Akan ku coba mah."
Sementara di bandara supir perusahaan kebingungan mencari dua orang yang katanya akan menjadi bos baru nya itu tak ada di sana.
"Halo pak Her, ini saya sudah ada di bandara hampir dua jam pak menunggu pak Rudi dan juga istrinya tapi tidak terlihat dimana pun pak!" akhirnya pak supir pun menghubungi kakek.
"Gak ada gimana? Mereka itu sudah pergi pagi-pagi sekali bahkan tidak berpamitan dengan ku. Masa belum sampai?"
"Tapi memang tidak ada pak? Apakah saya harus kembali ke kantor?"
"Ya sudah kembali saja ke kantor." setelah begitu si supir pun masuk ke mobil dan kembali ke kantor.
****
"Ada apa kek?" Rian yang sedang menginap dibuat heran dengan raut wajah kakek. Tak lama datanglah Andre.
"Permisi bos, saya baru saja dapat info jika pak Rudi dan istrinya sudah tiba di Bali dengan selamat bahkan sudah dijemput oleh mobil tapi memang yang jemput bukan mobil kantor pak Her."
"Berati benar? Kemana mereka?" tanya kakek lagi.
"Maksudnya gimana?" Rian masih belum paham.
"Jadi barusan aja supir kantor menghubungi kakek dia bilang sudah menunggu hampir dua jam di bandara tapi tidak bertemu dengan om dan tantemu itu. Lalu asisten mu bilang mereka sudah di jemput, lalu mereka kemana?" Kakek heran.
"Ndre terus cari tahu keberadaan om Rudi."
"Siap bos.," Andre kembali ke depan.
Satu jam kemudian Andre kembali menghadap Rian, "Bos ternyata mereka ada di rumah ini." Andre menunjukkan gambar di hp nya sebuah rumah dengan sebuah mobil di halaman. Di slide kedua menampakkan gambar beberapa orang sedang berbincang di ruang tamu, hanya beberapa wajah yang tertangkap kamera.
"Alex, ko ada Alex disana rumah siapa itu?" gumam Rian.
"Selidiki lagi Ndre, mereka dirumah siapa dan sedang apa." pinta Rian. Andre mengangguk.
Hp Rian berdering nampak nama Wildan di layar, digesernya.
"Ya halo Wil, tumben ada apa?"
"Mana istri Lo, kangen deh."
"Sialan, jangan macem-macem ada apa!"
"Hahahaha,,,, serius amat sih Lo. Ini gue dapat pesan dari si cunguk Alex katanya siap-siaplah karena dia akan datang kembali."
"Maksudnya siap-siap kita disuruh siapin makanan gitu dia mau datang?"
"Bisa jadi,,, lagian gak jelas banget. Tapi dia kirim foto dan foto lelakinya ko agak mirip ya mukanya sama Lo. Nih gua kirim ya." Wildan mengirimkan gambar yang dikirim oleh Wildan, foto keluarga dengan dia ditengah diapit oleh kedua orang tuanya.
Segera dilihat oleh Rian begitu kiriman gambar itu nongol di hp nya, Rian masih gak paham dan gak kenal dengan dua orang selain Alex.
"Ada apa Rian?" Kakek yang dari tadi diam penasaran. Rian pun menunjukkan gambar ke hadapan kakek sontak kakek terkejut reflek memegangi dada nya yang tiba-tiba berdenyut dan berdetak lebih cepat.
"Kek, kakek gak pa pa?" Rian agak panik melihat respon kakek setelah melihat gambar.
"Sayanggggg,, tolong ambil minum buat kakekkk,,,!!!" teriak Rian tak lama Maudy yang memang sedang di dapur datang membawa segelas air.
"Ada apa? Kakek kenapa?" Maudy jadi ikut panik melihat wajah kakek agak pucat. Rian memberikan kakek minum.
"Tolong ambil obat kakek di kamar diatas meja." perintahnya.
"Sayang kamu jagain kakek, aku ambil obat." Rian segera berlari ke kamar kakek dengan cepat meraih beberapa obat di meja dan membawanya.
"Ini kek, diminum dulu." Rian meletakkan obatnya kembali di meja segera Maudy membuka plastik obat lalu memberikan beberapa butir dengan jenis yang berbeda ke kakek dan kakek meminumnya. Setelahnya kakek agak sedikit tenang.
"Coba mana kakek lihat lagi gambar yang tadi!" Rian pun menunjukkan kembali hp nya.
"Ini apakah benar? Kamu dapat gambar ini dari siapa?" tanya kakek.
"Wildan yang mengirimkan nya kek, memang nya ada apa dengan gambar itu kek?"
"Siapa Wildan?"
"Teman kek,"
"Kamu kenal siapa orang di gambar itu?"
"Hanya 1 orang yang aku kenal kek, lelaki ini bernama Alex." Rian menunjuk kesalah satu wajah yang ada di gambar.
"Alex,, siapa dia?"
"Alex ini pernah menculik Maudy kek, entah dendam apa dia sampai menculik wanita hamil hanya karena Rian menolak kerjasama bisnis dengannya."
Oh iya Rian belum kenal ayah nya, sejak masalah itu Ridwan sudah jarang pulang sampai Rian lahir.
"Kamu tau dimana lelaki bernama Alex itu sekarang?"
"Kata Andre dia ada di Bali kek dan sudah bertemu dengan om Rudi."
Apa jangan-jangan Alex ini adalah anak Ridwan dari selingkuhan nya? Kalau memang begitu berarti dia juga cucuku. Tidak!!! Cucu ku hanya Rian, dia cucu tidak sah.
Ridwan kamu masih hidup Nak, kamu tetap bersama wanita itu rupanya. Rian memiliki adik.
"Rian, kakek jelaskan sedikit ya. Lelaki ini adalah ayah mu. Wanita disampingnya adalah selingkuhan ayahmu, sejak ibu mu di fitnah selingkuh ayahmu pun membalas hal yang sama dengan wanita ini dan kemungkinan jika melihat gambar ini lelaki ini adalah anak mereka." menunjuk ke wajah Alex.
"Dia ayahku kek? Lelaki tak bertanggung jawab itu? Dia bahkan memilih hidup dengan selingkuhannya daripada memperjuangkan ibuku,!" terlihat guratan marah, kecewa, ketika melihat wajah ayahnya.
"Tapi bukannya om Rudi bilang kalau ayahku sudah mati?"
"Itulah kenapa begitu kamu menunjukan gambar ini kakek syok. Kakek juga heran entah bagaimana cerita sebenarnya."
"Maaf kek, aku tidak bisa mengakuinya sebagai ayahku."
"Kakek tidak memaksamu untuk mengakuinya, tapi jika benar Alex ini anak ayahmu berarti dia adikmu. Bisa jadi om dan Tante mu telah menceritakan semua yang terjadi disini soal pembagian warisan, kemungkinan Alex ini akan datang entah kapan meminta hak nya sebagai anak ayah mu juga." jelas kakek.
"Hahaha enak saja, orang asih yang tidak diakui negara datang tiba-tiba eh mau minta warisan. Gak akan bisa kek."
"Rian, karena kamu pemilik harta kakek saat ini, kakek hanya saran saja daripada ribut berikanlah sedikit untuk adik tirimu. Ini hanya saran jika kamu tidak berkenan itu hak mu, karena memang benar Alex bukan cucu sah kakek."
Rian hanya diam.
****____****
Bersambung,,
Maaf ya manteman kemarin lusa gk update, kemaren pun gak update, sibuk berburu takjil 🤭 terus aja nyalahin takjil hehehe.
Makin seruuuuu, di lanjut kak author 😍
kalau ada suami yg seperti itu suruh banyak2 ikut kajian agama banyak2 dengerin tausiyah....
kalau masih ngak sadar juga undang ustadz buat merukiyah itu suami modelan yg seperti itu