"kalau kamu melanggar kesepakatan kita maka kamu akan denda sebesar 1miliar.."
karena ingin menghindari perjodohan paksa yang dilakukan oleh ibu sambungnya Sean Wiratama ,duda tampan kaya raya melaksanakan pernikahan kontrak secara rahasia dengan Berliana.gadis cantik pemberani yang mengaku jago bela diri yang secara tak sengaja ia temukan dipinggir jalan.
penolakan demi penolakan sering ditunjukkan oleh berlian yang merasa terpaksa menjadi seorang istri diusia muda.namun ancaman yang diberikan oleh Sean membuat nyalinya ciut! dan terpaksa menjadi istri yang penurut.
bagaimana seru nya kisah pasangan beda usia itu ? akankah berlian yang masih menyandang status pelajar itu bertahan dengan pernikahan nya atau dia lebih memilih meninggalkan Leon?
yuk simak bareng!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon calondra gayatri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejar -kejaran
Kenan masih betah berada diruangan nya. Direktur tampan itu mengutak-atik gadget, demi mengecek beberapa email yang belum sempat ia baca. Sekali gus membalas chat masuk yang berjumlah ratusan di ponselnya.
Hingga beberapa menit berlalu terdengar pintu terbuka, Kenan langsung mendongakkan kepala saat gadis cantik yang datang bersama Teddy berdiri didepan pintu. Dan bisa di bayangkan kedua matanya seakan terlepas, saat melihat gadis itu.
(kok ada om Kenan ya..apa gue lagi mimpi.)
berlian menepuk-nepuk pipinya sambil berdiri mematung.
"berlian.."
Wajah Kenan mengencang tanpa perlu memakai skincare anti-aging lagi.
"bukan om, saya kembarannya yang udah dibelah tujuh.."
Sahut berlian yang tiba-tiba ingin menjadi cicak saat ini. Ia memundurkan langkah ingin melarikan diri. Karena tak menyangka direktur perusahaan ini adalah suami nya sendiri. harusnya ia menanyakan sebelumnya dimana Kenan bekerja.
"kalian sudah saling kenal? Wah parah Lo ken tau aja mana yang bening..!"
Belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi ,Teddy masih sempat menghirup udara bersih untuk terakhir kali.
"kamu bilang mau ke toko buku, tapi nyatanya...? Kamu bohongi saya lagi.."
Kenan melangkah maju seakan ingin menelan sang istri kecil. Dan tentu saja berlian sudah sangat ketakutan.
"wait Ken... maksud Lo apa nih?"
Teddy mulai curiga mendengar perkataan sang direktur. Dan merasa waktu hidupnya di dunia ini hanya tinggal beberapa saat lagi.
"jadi dia cewek yang Lo maksud..?"
Kenan mencengkram kerah kemeja sahabat nya. Menempel tubuh Teddy di dinding ruangan.
"Dia yang Lo bilang cantik ,seksi dan bibir nya pengen Lo gigit? Jempol kaki Lo yang bakal gue gigit..!"
Oke Teddy teringan jika ia belum memesan tanah kuburan dan tak ingin mati konyol diruangan ini.
"sabar Ken..sabar..!"
Laki-laki itu melepaskan paksa cengkeraman dan berlari menjauh dari singa tampan yang sedang meradang. Tentu saja Kenan langsung mengejar nya dan mereka pun saling kejar-kejaran mengelilingi meja kerja milik sang direktur.
"Lo tau gak dia siapa..?"
Teriak Kenan dari sisi meja yang bersebrangan dengan Teddy bersembunyi.
"enggak bos..." jawab Teddy panik.
"dia berlian bini gue..!"
"oh astaga, gue gak tau ...sumpah bos, kenapa hidup gue harus sial begini tuhan..!"
Teddy berlari keluar ruangan dan Kenan masih mengejarnya dari belakang. Laki-laki kuris itu harus melangkahi meja ruangan administrasi , dan Kenan masih setia mengikuti hingga berkas-berkas dimeja habis terinjak.
"si bos ngapain tuh..?"
Para karyawan bingung melihat Kenan dan Teddy saling kejar-kejaran. Ada yang nonton sambil makan cemilan, ada juga yang Langung mengadakan live di sosmed.
"kayanya nyawa Lo banyak ya..? Lo pasti udah gak butuh kerjaan lagi, sampai-sampai bernai deketin bini gue.."
"Bini..?"
"si bos udah punya bini baru , wah patah hati dong kita.."
Pekik seorang karyawan wanita saat kenan Teddy masih saling berkejaran mengelilingi ruangan sambil adu lempar alat-alat tulis kantor.
"weni suruh HRD keruangan saya! Siapkan surat pemecatan untuk Teddy , tanpa pesangon!"
Perintah Kenan yang langsung dipatuhi oleh weni, administrasi keuangan.
"gila Lo Ken, masa tanpa pesangon ? Mau makan apa gue woy? Apartemen juga masih nyicil.."
"gue gak peduli ,Lo udah berani mendekati bini gue, artinya Lo udah siap untuk mati..!"
Teddy semakin ngeri, ia berlari kearah tangga darurat menuju ke rooftop ,dan tentu saja Kenan tak akan melepaskan nya begitu saja.
Sementara itu, berlian yang sudah bisa mencerna dengan baik apa yang terjadi. Langsung keluar dari ruangan suaminya. Ia berhenti sejenak di ruangan administrasi yang sudah sangat berantakan , saat semua mata serentak menatap kearahnya.
"om Kenan sama om Teddy lagi main-main dimana ya pak?"
tanyanya polos kepada kepada seorang cleaning service yang sedang merapikan kekacauan akibat ulah suaminya.
"Diatas mbak ,di rooftop.."
Jawab pria itu yang langsung berlian hadiahi permen karet yang telah ia gigit setengah.
"Bapak bisa temani saya naik gak? soalnya naik gedung yang tinggi kan perlu di dampingi orang tua."
Semua karyawan mengulum senyum mendengar perkataan lugu itu.mulai berpikir, jika benar gadis SMA ini adalah istri bosnya.mengapa lebih terlihat seperti anak asuh bagi Kenan.
***
"Ampun Ken, kendali kan diri Lo..gue minta maaf, karena gak tau kalau berlian itu bini bar-bar lo... Eh maksud gue bini Lo yang masih SMA itu."
Teddy sudah merapat ke pinggiran rooftop.dan menatap ngeri kearah jalan raya yang cukup padat di bawah.
"jangan matiin gue sekarang Ken, gue kan belum nikah. Emang Lo tega gue mati dalam keadaan perjaka.?"
Teddy merasakan kesialan bertubi-tubi .baru saja menemukan gadis yang telah merebut hatinya. tapi nyawanya harus terancam, karena gadis itu adalah istri sahabatnya sekali gus atasannya.
"om ken, udah deh..entar kalau om Teddy benar-benar lompat dari situ, om gak takut kalau kantor ini jadi angker..?"
Masih mengunyah permen karet di mulutnya. Berlian yang baru tiba di rooftop , memberanikan diri mendekati sang suami.
"om Teddy itu gak salah dia cuma mau nawarin kerjaan buat saya. Jadi model bibir dower apa gitu...gajinya seratus juta, ya saya maulah. Abis om ngasih jajan cuma lima belas ribu sehari, dompet saya kan jadinya kosong.mending di kontrakan aja!"
Sungut berlian membela diri dan Teddy berusaha menahan tawa.
"jadi masih Masalah uang jajan nih? cuma gara-gara itu kamu tega bohongi suami kamu? Dan diam-diam berhubungan dengan asisten jadi-jadian saya ini?"
Kenan menatap Teddy yang masih belum bisa mengembuskan nafas dengan baik.
"mulai besok saya tambahin uang jajan kamu..!"
Berlian terpekik girang kedua bola matanya membulat sempurna.
"jadi dua puluh ribu"
"jiah, om payah...cuma nambah lima ribu doang..!"
Gadis itu mendengus kesal menghentak-hentakan kedua kakinya.
"jadi selama ini ,udah di apakan aja kamu sama Teddy?"
Kenan menarik lengan istri nya mengamati sekujur tubuh gadis itu dengan seksama.
"Belum sempat gue apa-apa kan, sumpah deh!" sahut Teddy dan Kenan langsung melotot garang.
"Lo udah ada niat mau ngapa-ngapain dia..!"
Teddy kembali mengangkat kedua tangannya , karena lagi-lagi ia salah bicara.
"kamu gak akan pernah saya izinkan menjadi model dimana pun Lian. Apalagi kalau bibir kamu harus di tonton orang banyak!"
Kenan kembali ke mode posesif nya, yang membuat berlian sangat jengkel.
"kembali ke ruangan saya, jangan lama-lama disini banyak angin..!"
Kenan menggenggam tangan istrinya, membawa berlian berlalu dari tempat itu.
Teddy baru bisa bernafas dengan lega. Karena hari ini dia masih selamat dan tubuhnya tidak jadi menyatu dengan aspal.
"Li juga ikut gue Ted, sekalian kemasi barang-barang Lo..!"
***
Kenan bersama berlian dan Teddy kembali melewati ruangan administrasi. Tanpa melepaskan genggaman tangan sang istri, ia berhenti ditengah-tengah ruangan.
Direktur muda yang tampan itu merapikan rambut dengan gaya elegan , berbicara dihadapan karyawan nya.
"hari ini semua karyawan saya liburkan ,kalian boleh pulang..!"
"yeaayy..."
Sorak Sorai bergemuruh di seluruh ruangan,diiringi bisikan-bisikan para karyawan wanita yang mulai bergosip, mengenai siapa berlian sebenarnya.
apalagi sang resepsionis yang tadi sempat bertemu dengan berlian, ia takut posisinya akan terancam stelah ini karena sempat sinis pada berlian.
udh kelas XII jga kan ampun ceritanya Kya cewe desa
semakin lama semakin modis dong bukan malah semakin udik