NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Kupu-kupu Api

Reinkarnasi Putri Kupu-kupu Api

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Anak Yatim Piatu / Chicklit / Tamat
Popularitas:38.3k
Nilai: 5
Nama Author: Katsumi

Seorang wanita pekerja kantoran yang memiliki hidup penuh akan pekerjaan. Setiap hari dia selalu bekerja dan bekerja, waktu liburan dia hanya tidur dan tak melakukan kegiatan seperti orang lain pada umumnya.

Pola hidup yang tak pernah berubah membuat dirinya stress, hingga akhirnya ia mencapai titik dimana dia tak berpikir untuk hidup.

Namun, takdir membuatnya berpindah ke tubuh seorang bocah berusia 10 tahun. Mulai dari sana ia mengalami begitu banyak peristiwa yang membuatnya memiliki alasan untuk hidup.

Kisah kebangkitan seseorang pada kehidupan keduanya dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katsumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Yang Kuanggap Teman Ternyata Musuh Di Masa Laluku

Di halaman depan toko alkemia Via menunggu kedatangan Altea yang berjalan mendekat dengan diikuti oleh dua orang berjubah putih dengan rumbai berwarna birunya langit malam penuh bintang. "Selamat datang kembali, Nona!" sambutnya dengan riang dan memberikan senyuman yang lebar.

"Aku pulang, Via," saut Altea dengan senyum.

"Hmph! Lama sekali! Aku sampai kesusahan untuk mengurusi semua pelanggan yang datang setiap hari, tahu?!" Via mengomel dengan wajah cemberut tapi nada bicaranya terdengar senang.

Altea tertawa kecil, "Benarkah? Terima kasih ya, telah mengurus toko selama aku pergi," ucapnya dengan tulus.

Via melihat ke arah dua orang yang berada di belakang Altea dengan penuh penasaran, ia menyipitkan mata mencoba mengintip wajah yang berada di balik kerudung yang menutupi wajah seseorang yang berjalan bungkuk.

Altea yang menyadari hal itu langsung menoleh ke belakang, "Ah, mereka..." kata-katanya sempat terhenti, mencari sebuah kata yang pas untuk menjelaskannya, "Mereka... bisa dibilang orang yang pernah mengurusku waktu kecil," ucap Altea dengan nada yang terdengar ragu.

Via hendak kembali bertanya, tapi ia mengurungkan niatnya. "Pasti kalian masih lelah, kan? Masuklah aku akan menyiapkan teh hangat dan beberapa camilan untuk menghilangkan penat."

"Ya, terima kasih," saut Altea berjalan masuk ke dalam, menuju ke ruang tamu diikuti oleh Scorpio dan Virgo.

Suasana di ruangan itu menjadi hening, Altea tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, Virgo dan Scorpio-pun masih diam saja dan melirik sekeliling ruangan dengan perasaan kagum. Lalu keluar satu kata yang membuat Scorpio penasaran saat pertama kali bertemu dengan Altea.

"Tuan Putri, Anda belajar dari mana soal alkemia, teknik berpedang dan sihir?"

Altea cukup terkejut lalu menoleh ke arah Scorpio yang menatap dirinya. "Apa Anda memiliki seorang guru? Kalau begitu izinkan kami bertemu dengannya untuk mengungkapkan rasa terima kasih," sambung Virgo.

Altea menggarut kepalanya, ia bingung bagaimana cara menjelaskannya. "Hmm... kurasa kalian tak akan bisa menemukan mereka," jawab Altea penuh rasa bingung.

"Kenapa? Apa mereka sedang sibuk atau sudah tiada?" Scorpio langsung membalas perkataan Altea tanpa jeda.

"Tidak... tapi gimana ya bilangnya..." Altea diam sejenak sembari mengerutkan dahinya, memikirkan cara untuk menjelaskannya. "Guru yang mengajarkanku bukanlah makhluk hidup, mereka semacam roh atau hantu."

"Roh?"

"Hantu?"

Scorpio teringat gadis berambut cokelat yang menyambut mereka sebelumnya, "Gadis yang sebelumnya juga hantu, kan? Apa dia orangnya?" terkanya.

Altea menggelengkan kepalanya secara perlahan, menandakan kalau bukan Via orang yang dimaksud. "Nama mereka Mary Flanel, Arthur Pendragon, dan Sebastian," ujar Altea dengan polosnya.

Virgo dan Scorpio terbelalak mendengar perkataan Altea, jelas sekali kalau mereka berdua mengenal tiga sosok yang namanya disebut oleh Altea. "Dimana mereka sekarang!?" Scorpio langsung bertanya dengan nada yang terdengar kesal.

"Eh?"

Mendengar hal itu Altea sedikit terperanjat lalu melihat ke arah kanannya dengan ragu, tepatnya melihat ke arah Arthur dan Sebastian yang berdiri di sampingnya. Mereka berdua mengalihkan pandangannya dari Altea.

"Apa mereka ada di samping Anda sekarang?!" Virgo menatap ke arah sisi kanan Altea dengan tajam dan pemuh amarah.

Eh? Apa? Apa yang sedang terjadi? Altea bertanya-tanya dalam hatinya.

"A- apa ada yang salah?" Altea bertanya dengan ragu, saat melihat Scorpio dan Virgo yang kesal saat mendengar ketiga nama itu.

"Tentu saja!" balas Virgo yang terasa membentak, "Mereka itu musuh kita!"

"Ya, Tuan Putri mungkin lupa, tapi merekalah tiga orang penting yang meratakan kerajaan Anggresia," tambah Scorpio dengan nada yang terdengar sangat serius.

Altea terbelalak saat mendengarnya, lalu menatap tajam ke arah Sebastian dan Arthur, matanya mengisyaratkan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Arthur dan Sebastian hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah yang terlihat menyesal.

"Lalu seharusnya kekuatan Anda sudah bangkit sepuluh tahun yang lalu saat menyaksikan kejadian itu," sambung Scorpio. "Tapi anehnya kekuatan Anda seolah tersegel kembali."

Altea terdiam sejenak, ia masih terlalu bingung setelah memdapatkan informasi tentang masa lalunya secara bertubi-tubi. Meskipun kepalanya mengalami sebuah kecutan, melihat ingatan samar yang mulai kembali. Tapi, tetap saja dia tak bisa mengingat hal yang dikatakan oleh Scorpio dan Virgo soal Sebastian, Arthur dan Mary yang merupakan musuh.

Suasana menjadi tegang, lalu tiba-tiba datang Via yang membawa nampang berisikan cerek teh, tiga cangkir kosong dan sepiring biskuit yang baru selesai dipanggang. "Permisi!" ucapnya riang.

"Eh? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Via dengan polosnya karena merasakan suasana yang aneh.

Altea tak langsung menjawab, ia menjulurkan tangannya meraih secangkir teh yang telah dibawa oleh Via. Mengangkat teh itu menuju ke arah mulutnya, meniupnya secara perlahan dan meminumnya.

"Maaf, aku tak mengingatnya, tapi tak menutup kebenaran kalau mereka bertiga-lah yang telah mengajariku selama dua tahun ini," ucap Altea melanjutkan pembicaraan.

Virgo dan Scorpio saling menatap satu sama lain, lalu menghela nafas secara bersamaan dan kembali menatap Altea. "Baiklah, kurasa mereka sadar akan kesalahan yang mereka perbuat dan mencoba untuk memperbaikinya dengan cara menjadi guru Anda," ungkap Virgo yang kembali tenang.

"Tapi, sepertinya mereka tak bisa dilihat oleh orang, berbeda dengan gadis hantu berambut cokelat ini," tambah Scorpio melirik ke arah Via yang sedari tadi berdiri di belakang sofa yang di duduki Altea.

"Gak sopan banget!" balas ketus Via.

"Ah, maaf. Maksudnya roh cantik yang ada di belakang Tuan Putri," Scorpio langsung memperbaiki ucapannya.

Altea menunjukkan wajah datang dan menoleh ke arah Scorpio dan Via secara bergantian. Lalu ia menghela nafas pendek, "Ya, seperti yang kau bilang. Hanya aku yang dapat melihat mereka."

"Jadi begitu, kurasa aku mulai mengerti," Virgo mengangguk pelan seolah ia mulai paham dengan kondisi itu. "Sepertinya Tuan Putri telah mengikat perjanjian pengikat jiwa dengan mereka bertiga," ucap Virgo.

"Ya, kurasa itulah hal yang paling masuk akal," sambung Scorpio yang setuju dengan perkataan Virgo. "Karena itulah kekuatan Tuan Putri tersegel kembali, sepertinya ada tiga penghalang yang tercipta di dalam diri Anda yang membuat kekuatan Anda tertekan."

Altea menundukkan kepalanya lalu menoleh ke arah Arthur, "Apa itu benar?" ucapnya meminta penjelasan.

"Ya," jawab Arthur dengan berat hati.

"Lalu... dimana Mary?" Altea kembali bertanya karena tak melihat sosok Mary bersama mereka.

"Mary... dia telah menghilang," kali ink Sebastian yang menjawab pertanyaan Altea.

"Kenapa?"

"Karena... kontrak jiwanya telah selesai saat Anda menghancurkan penghalang pertama," jelas Sebastian.

"Begitu yah," tanggap Altea dingin, ia tak merasa marah atau kesal kepada tiga roh yang selalu bersamanya. Hanya saja, ia merasa aneh dan bingung saat mendapat informasi tentang masa lalunya ini.

"Apa Tuan Putri sedang berbicara dengan mereka?" sela Virgo yang penasaran melihat Altea berbicara sendiri.

"Ya," saut Altea lirih, lalu menghela nafas panjang yang terdengar lelah. "Aku ingin kalian menjelaskan apa yang dikatakan oleh Virgo dan Scorpio, kenapa orang yang dianggap sebagai musuh dan telah menghancurkan kerajaan yang merupakan tempat asalku malah menjadi guru dan selalu membantuku," ucap Altea dengan dingin lalu menatap tajam ke arah Arthur dan Sebastian, mengisyaratkan kalau dia ingin mendengar penjelasan.

1
Mizuki
bjir, peda🗿
Mizuki
Ucap orang-orang berduit
Mizuki
Anu... agak berisi untuk anak 10 tahun 🗿
Story: B aja gitu 🗿🗿🗿
total 1 replies
Mizuki
Bjir, Mary malah lebih kekanak-kanakan daripada Laylie🗿
Emang sih jiwanya udah mbak-mbak kantoran tapi rasanya usia tubuh kadang perlu agak diperhatikan🗿
Mizuki
Cepet banget bjir perasaan
Mizuki
Kuchiyose no Jutsu
Mizuki
Sebastian, nama butler segala fiksi
Protocetus
kapan ini lanjut?
Nani Kurniasih
Arthur pendragon jadi inget judul novel
Travel Diaryska
lanjutannya pliss season 2 manaaa
Farel Manleng
S2 ya mana kak dan apa judul ya
FIKA 😈😈😈
Sebastian kayak nama pelayan nya ciel Phantomhive
aritsu kyokata
anak sekecil itu, sudah punya gundukan dada~
Abd Shomad
wkwkw pikun😭😂
Tiara Santoso
cerita yg sangat bagus
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor💪💪💪💪
Frando Kanan
next Thor 😃
Frando Kanan
oh? apa mungkin....bon ini kenal ya???
Sribundanya Gifran
lanjut
Frando Kanan
next Thor 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!