seorang wanita cantik yang mencintai pria secara ugal-ugalan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Zzar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Gigi menuruni anak tangga, ia melihat suaminya sedang berdiri melamun di depan pintu.
"Kak Sky sedang apa disana?" gumam Gigi pelan. Ia segera menghampiri suaminya itu.
"kak, kau sedang apa?" Gigi menepuk bahu Sky.
bukannya menjawaba pertanyaan istrinya, Sky malah melenggang pergi. Ia berjalan menaiki anak tangga.
"kak, kau mau kemana? Ayo kita makan".
"kau makanlah. aku nanti saja" setelah mengatakan itu, Sky segera menuju ke ruang kerjanya.
"apa kak sky masih marah denganku?". Karena sudah sangat lapar, Gigi terpaksa makan terlebih dahulu.
sedangkan Sky, ia masih mengingat kejadian tadi. "siapa gadis itu? Jane? Siapa dia?" Sky berusaha mengingat gadis yang mengaku sebagai kekasihnya itu, namun ia tidak bisa mengingatnya.
"apa gadis itu seorang penipu? Tapi bagaimana bisa di mengenal kakek" Sky semakin dibuat bingung oleh semua ini. "aku harus mencari tahu siapa gadis itu". Sky segera menghubungi Roy untuk mencari tahu tentang Jane.
tok..tok!
Sky melihat Gigi membawa nampan ke arahnya.
"kak ayo makan dulu" ucap Gigi. Lalu meletakkan nampan yang berisi makanan itu.
"aku akan turun"
"tidak usah, aku kan sudah membawanya untukmu. Ayo sekarang makanlah" ucap gigi sambil tersenyum.
mau tidak mau, Sky menyantap makanan yang telah dibawakan oleh Gigi. Gigi bahkan tidak meninggalkan suaminya itu sampai ia menyelesaikan makanannya.
drrtt.. Drtt....
ponsel milik Sky berdering, Gigi melirik. ternyata kakek Rum yang menghubunginya. "oh my god, itu kakek" batin Gigi.
"hmmm.. Kak aku kedapur dulu" Gigi buru-buru membersihkan peralatan makan suaminya, lalu dengan cepat meninggalkan ruangan itu.
"hm" singkat Sky.
Sky lalu menjawab panggilang sang kakek. "ada apa kek?" ucapnya.
"kakek ingin mengatakan sesuatu"
"bicaralah"
"kakek ingin kau dan istrimu pergi berbulan madu!"
Sky yang mendengar permintaan kakeknya hanya terdiam.
"Sky.. Sky? Apa kau mendengarkan kakek?"
"ekhm. Maaf kek, aku sedang sibuk. Aku tidak punya waktu untuk berbulan madu"
"kakek akan mengurus semua pekerjaan mu di kantor. Kau pergilah! Ini adalah perintah"
"tapi kek,"
"tidak ada tapi-tapian, besok kau harus sudah berangkat!"
"APA??? Kakek ini apa-apaan, kakek biarkan aku men.."
"kakek bilang ini adalah perintah. Kau tidak usah khawatir. lokasi, tiket hingga hotel mu sudah kakek pesankan. Kau tinggal membawa dirimu saja." setelah mengatakan itu, kakek Rum segera memutuskan panggilannya.
"kenapa tiba-tiba kakek menyuruh ku untuk berbulan madu?" gumam Sky.
Sky masuk kedalam kamarnya. Ia melihat Gigi sedang asyik memainkan ponselnya. Ia menatap tajam kearah istrinya itu.
"apa kau sangat ingin berbulan madu bersama ku. Hm?" ucap Sky tiba-tiba. Gigi yang mendengar ucapan suaminya itu hanya bisa menelan salivanya.
"OMG... OMG... Apa aku ketahuan?" batin Gigi.
"makk...maksudmu a..apa kak? Aku tidak mengerti"
"benarkah? kau tidak mengerti?" Sky semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Gigi.
"acting. Yah acting. Gisella yang cantik, kau ini harus acting" ucap Gigi dalam hati.
"bulan madu? Maksudmu kau mengajak ku pergi berbulan madu?" ucap Gigi, ia berusaha memeluk suaminya. Namun Sky memegang pundak Gigi.
"hehe, sorry. Aku terlalu bersemangat mendengar kau mengatakan tentang bulan madu!"
"apa dia benar-benar tidak tahu?" batin Sky
Sky menjauhkan tubuhnya dari gigi. Ia mengambil ponselnya, lalu memperlihatkan tiket pesawat yang dikirimkan kakeknya beberapa saat yang lalu.
"wahhh, kakek memang hebat" Gigi teriak bahagia dalam hatinya. "tiket? Tiket apa ini? Kau mau kemana kak?" ucap Gigi pura-pura tidak tahu.
"kakek menyuruh kita untuk berbulan madu, kita akan berangkat besok siang" ucap Sky. Setelah mengatakan itu, Sky segera merebahkan dirinya. Gigi masih berdiri mematung. "besok siang? Wow. Aku tidak menyangka akan berangkat secepat ini" batin Gigi. dengan cepat, ia menyusul suaminya untuk merebahkan dirinya juga.
......................
Pagi pagi sekali, Gigi bangun dengan penuh semangat. "ternyata masih pukul 07.00" Gigi segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah ritual mandinya selesai, ia berjalan mengambil koper dan memasukkan banyak baju.
"koper yang ini sudah, sekarang koper yang satunya." ucap nya dengan penuh semangat. Dia terus memasukkan pakaian, tas hingga sepatunya kedalam koper. Hingga tak terasa, 3 koper telah siap. "sekarang tinggal koper milik Kak Sky". Baru saja Gigi ingin mengambil koper milik suaminya, Sky tiba-tiba menghentikan Gigi.
"Kak Sky, kau sudah bangun?"
"kau mau apa?" tanya Sky, Sky terlihat bingung melihat koper-koper yang berjejeran dalam ruangan itu.
"aku sedang packing. kitakan akan berbulan madu" ucap Gigi sambil tersenyum.
"kita hanya akan pergi selama 3 hari, bukan 1 tahun. Untuk apa kau membawa banyak barang seperti ini?" sambil menunjuk koper-koper milik Gigi.
"3 hari? Kenapa hanya 3 hari?" batin Gigi kesal. "oh my god, harus nya aku bilang ke kakek kalau aku mau 1 minggu, atau tidak 1 bulan" lanjutnya.
"hehe, aku tidak tau" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"cepat bereskan semuanya, dan yah, aku akan membereskan pakaian ku sendiri"
"loh kenapa? Biar aku saja kak" tawar Gigi.
"tidak usah. Tangan ku masih berfungsi" ketus Sky. Sky lalu mengambil barang-barangnya sendiri. Ia memasukkan beberapa pakain dan celana santai saja.
"kenapa dia hanya membawa kaos polos dan celana santai? Apa kita hanya akan tinggal di hotel. Aku kan ingin jalan-jalan" batin Gigi.
"kenapa kau masih diam saja? Cepat bereskan pakaian mu" titah Sky.
Gigi segera memasukkan kembali pakaian, tas sertas sepatunya kedalam lemari. setelah itu ia turun ke dapur untuk membantu bibi mempersiapkan sarapan. Setelah menikah, rutinitas Gigi hanya bangun pagi lalu membantu bibi. Setelah itu, ia bergosip dengan Sherin.
Gigi menuju kamarnya untuk memanggil suaminya untuk sarapan.
"Kak, ayo kita mak... Ahkkkkk" tiba-tiba Gigi berteriak.
"KAU INI KENAPA? Bentak Sky.
Gigi menelan saliva nya, ia melihat Sky hanya menggunakan handuk yang dililitkan sebetas perut bawahnya. "ah, indah sekali pemandanganku pagi ini" batinnya.
Sky menatap Gigi dengan tatapan aneh. Ia semakin mendekatkan dirinya ke arah Gigi. Sky mulai menyentuh pipi Gigi.
"kau melihat apa, hm?" ucap Sky.
"yaampun, cobaan apa lagi ini" rasanya Gigi ingin mengigit perut kotak-kotak suaminya ini.
"hm. Kak ay..ayo ku makan. Eh maksudku, ayo ki..kita makan"
Sky tersenyum mengejek, "dasar bodoh" ucapnya. Sky lalu meninggalkan Gigi.
Gigi memegang dadanya. "aku bisa mati muda jika melihat pemandangan seperti itu setiap hari"