Noval merupakan anak tunggal dari Lastri dan Burhan. Noval gadis cantik bersekolah di SMA Serasi bersama dengan sahabat karibnya Dea. Noval diam-diam menyukai Rehan yang merupakan abang kandung dari Dea sejak SMP. Rehan merupakan pemilik Perusahaan ternama peninggalan papa mereka. Noval bertemu dengan Pria Jangkung bernama Draka yang ingin memanfaatkan gadis itu. Draka yang merupakan keturunan campuram manusia dan Drakula ternyata jatuh hati pada Noval. Draka terus mendesak Noval agar mau mendampinginya demi kehidupan ibundanya. Noval bimbang karena di satu sisi Rehan sudah mulai memperhatikannya. Noval menyayangi Draka namun perbedaan dunia menjadi hambatan bagi mereka. Noval mengajukan perjanjian pada Draka jika dia berhasil memasuki kehidupan manusia maka Noval bersedia mendampingi Draka. Namun Draka tiba2 menghilang bak ditelan bumi. sementara Rehan yang sudah tertarik pada Noval. Bagaimanakah akhir dari kisah ini? akankah Noval bersama dengan Rehan atau Draka? ada suka, duka, horor, romantis, kecewa, cinta di dalam ceritanya. Selamat membaca para Reader. Jangan lupa like, comment, dan vote nya yah. salam hangat dari penulis. 😊🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnama Mz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama???
Noval merasa berdebar, selesai makan malam dan bersenda gurau dengan keluarga. Rehan mengajak Noval ke kamar. Walaupun diledekin tapi Noval menuruti Rehan. Rehan keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat Noval yang kelihatan gelisah dan gugup. Rehan mendekati Noval dan melingkarkan tangan ke pinggang Rehan. Noval tampak terkejut karena merasa tidak terbiasa dengan perlakuan Rehan yang tiba-tiba.
"Kenapa gak ganti baju? hm..." tanya Rehan berbisik membuat Noval geli. Wajah Noval memerah malu.
"Iya bang." Noval bergerak mengambil baju tidurnya yang tadi dan membawanya ke kamar mandi.
Rehan menggeleng dan tersenyum melihat tingkah Noval yang menggemaskan. Noval keluar dari kamar mandi. Rehan menatapnya begitu dalam dari atas hingga ke bawah, membuat Noval yang ditatap merasa malu dan gugup. Noval menuju ke arah Rehan dan duduk kaku di atas tempat tidur di sebelah Rehan.
"Bang, coba kita buka kado yuk," ajak Noval mengalihkan perhatian Rehan. Rehan tertawa sambil memegang perutnya. Noval yang melihat itu merasa kesal hingga Rehan menghentikan tawanya dan mendekati Noval.
"Dek, abang gak akan paksa Noval, jika Noval belum siap." Rehan mengelus kepala Noval. "Abang janji, walaupun mungkin agak sulit bagi abang." Rehan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum lembut pada Noval. Noval merasa bersalah sekaligus merasa lega.
"Maafin Noval, Bang." Noval menggenggam tangan Rehan sambil menatap Rehan.
"Iya abang ngerti. Tapi cium boleh kan?" tanya Rehan. Wajah Noval memerah. Rehan mengecup Noval. Noval merasa gugup, begitu juga dengan Rehan, sampai batasnya Rehan melepaskan Noval. Dia takut tidak bisa menahan diri. "Oke... Sekarang kita tidur yah. Urusan buka kado besok saja." Noval mengangguk.
Keduanya pun berbaring. Rehan tidak bisa tidur. Rehan berbaring miring tersenyum menatap wajah istri cantiknya yang terlelap. Tiba-tiba saja Noval memiringkan dirinya ke arah Rehan dan memeluk Rehan. Rehan yang dapat serangan tiba-tiba merasa berdebar.
Bagaimana aku bisa kuat menahan hasrat ini menghadapi dirimu yang cantik, Dek. Batin Rehan. Rehan mencoba memejamkan matanya. Namun gejolak di dalam dirinya semakin besar. Rehan mencoba memejamkan matanya namun sia2.
***
Adzan Subuh berkumandang. Rehan yang tidak bisa tidur mencoba menggerakkan badannya agar tidak membangunkan istrinya yang masih memeluknya. Tiba-Tiba Noval terbangun dan menatap wajah Rehan. Hampir saja Noval berteriak jika Rehan tidak menutup mulutnya.
"Ma... Maaf, Bang," ucap Noval malu menyadari kebodohannya.
"Iya, ayok Sholat Subuh," ajak Rehan.
Keduanya pun Sholat Subuh berjama'ah. Kemudian, Noval dan Rehan membaca Al Qur'an bergiliran. Rehan merasa mengantuk dan badannya kurang fit karena tidak cukup tidur namun dia menahannya.
"Abang gak tidur yah?" tanya Noval.
"Tidur... Nyenyak," ucap Rehan berbohong. Noval menatap suaminya curiga.
"Udah... Ayok kita sarapan. Abang mau ke kantor," ucap Rehan.
"Ke kantor?" Noval mengerutkan dahinya. "Bukannya abang cuti?"
"Abang kan pemilik perusahaannya, Dek. Mana mungkin Abang cuti," jawab Rehan. Sebenarnya Rehan sengaja mengelak karena takut pertahanannya tidak bisa dikendalikannya, apalagi menghadapi istri cantiknya ini.
Keduanya turun. Rehan mengenakan pakaian kantornya sementara Noval memakai daster. Dengan daster saja istrinya kelihatan cantik di matanya. Keluarga sudah menunggu di bawah, Retno dan Dea, sementara keluarga lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing semalam. Noval harus terbiasa dengan keadaan. Hari ini Noval dan Dea tidak ada jadwal kuliah.
"Kamu mau ke kantor, Nak?" tanya Retno.
"Iya Ma, ada investor yang mau datang," jawab Rehan.
"Wajah kamu pucat, Nak," Retno cemas namun tersenyum. "Jangan terlalu dipaksakan, Nak. Mama memang ingin cepat dapat cucu, tapi jangan terlalu dipaksakan." Noval dan Rehan merasa malu. Dea tertawa. Noval merasa bersalah karena dia belum siap.
"Aduh... Senangnya bentar lagi Dea punya ponakan lucu," Dea tersenyum senang. "Kakak ipar, nanti kita belajar buat cake yuk sama mama."
"Oke..." jawab Noval tersenyum. Dia memang ingin belajar masak dari mama mertuanya ini.
"Abang berangkat dulu yah," ucap Rehan mengelus kepala Noval. Retno merasa senang melihat kebahagiaan putranya dan menantunya. Noval mencium tangan suaminya dan Rehan mengecup puncak kepala Noval. Noval merasa malu apalagi diledek Dea. "Rehan berangkat, Ma." Rehan mencium tangan Retno. "Jangan nakal, De. Jagain istri abang." Rehan mengacak2 rambut Dea.
"Ih... Abang ni," Dea kesal rambutnya kusut. Noval dan Retno tertawa.
mampir juga yuk di Mr. mafia or Mr. Psychopath?
Salam semangat
bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
Salam dari
Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu.🙏
semangat terus author😁