Persahabatan dan cinta. Ketika seorang fifi berpacaran dengan ega, ia sangat terbuka dengan sahabatnya, nami. mereka bersahabat sedari kecil dan saling melindungi dan mendukung satu sama lainnya.
Jika seorang nami di kabar kan menjalin hubungan dekat dengan ega juga. Apa fifi akan percaya itu? dan disitulah hubungannya dengan ega dipertanyakan.
Tentang kekuatan cinta dan kekuatan persahabatan. Apapun yang terjadi akan menguatkan hubungan itu.
Tentang Cerita di masa SMA. Pertemanan dan persahabatan.
Baca kisahnya disini, di Cinta Anak SMA (FEN)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Lestaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Langkah Sesil
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesil sangat kesal dengan Ara. Bagaimanna bisa ia mengejutkannya. Gadis yang menurutnya penurut dan dapat membantunya kini berpaling. Dengan menahan amarahnya, ia pergi meninggalkan kantin. Tak ingin lebih lama lagi menjadi tontonan gratis mereka. Ia mengejar langkah Ara yang sudah tak begitu jauh darinya.
"Ra.... Ara," panggil sesil setengah berlari untuk menyamai langkah Ara. Ara berbalik menatap sesil. "Maksud lo apa sih Ra? Gue pikir kita temen, makanya gue bantuin lo," lanjutnya begitu ia menyamai langkah Ara. Mereka kini di tempat yang sepi di belakang gedung. Ara tadi terburu-buru lari karena malu jadi tak ingin langsung ke kelasnya.
"Sorry, Sil. Gue gk maksud bentak lo," sesal Ara.
"Okelah, gue maafin. Teeus bagaimana nih langkah selanjutnya?" tanya Sesil kemudian.
"Langkah apa ya," tanya Ara bingung.
"Emang lo gak pengen deket ma kak Ega apa. Mungkin aja kali ini mereka kelihatan baik-baik saja. Tapi lo gak tau kan apa yang sebenernya terjadi, bisa jadi mereka perang dingin," terang Sesil senang. Ara yg mendengarnya semakin meŕasa bersalah.
"Sorry Sil. Gue dah gk niat deket sama kak Ega. Mungkin gue dah nerima kenyataan kalo kak ega emang gak suka sama gue," ucap Ara lirih namun dapat didengar oleh Sesil.
"Lha kenapa ra? lo bisa kok ra," bujuk sesil, tapi ara hanya menggeleng pelan menolak sesil. "Trus lo gak jadi bantuin gue gitu," tanya Sesil langsung.
"Emm, kak Mark mau lupain kak nami juga kok," ucap Ara. Karena memang benar begitu keadaannya, tapi ia ragu jika kakaknya itu mau menerima Sesil.
"Lo beneran nih?" tanya sesil senang, dan ara mengangguk mengiyakan. "Kalo gitu lo bantu gue luangin waktu biar bisa deket sama kak mark. Atau jalan gitu berdua," lanjut Sesil senang. Ara bingung bagaimana menanggapinya. Pasti kakaknya tak suka dengan ini. Tapi ia juga tak bisa menolak permintaan satu-satunya temannya ini.
"Iya," ucap Ara ragu.
"Sip deh. Ayo," ajak Sesil dengan menggandeng lengan Ara mengajaknya uñtuk kembali kekelas.
Ara memikirkan berbagai cara supaya Kak Mark bisa menerima Sesil setidaknya bisa untuk tidak membencinya Apa ada cara khusus untuk itu?
Hari demi haripun berganti, berita tentang Ega, fifi dan nami oun tak terdengar lagi. Apa lagi semakin hari Ega dan fifi selalu menunjukkan kebersamaan mereka. Tak ada lagi yang mempermasalhkan ataupun mempertanyakan tentang hubungan mereka. Bahkan Nami dan Fifi tak terlihat adanya keretakan, mereka masih seperti dulu bahkan sekarang Kara semakin lengket dengan Fifi dan Nami. Lalu Mark, kini ia jarang bergabung jika disana ada Nami. Ia hanya sesekali ikut nongkrong tim Volly setelah ekskul nya selesai. Ega pun tak mempertanyakan itu, ia tak ingin terlalu ikut campur kedalam hubungan temannya itu. Karena Ega yakin, Mark sudah dewasa untuk dapat memilih sendiri.
Hingga libur akhir pekan pun tiba. Ara masih tak dapat memikirkan cara apapun. Jika gadis itu bilang pada kakaknya itu untuk bisa luangin waktunya. Pasti ia menolak. Sungguh Ara bingung.
'ting,' bunyi HP Ara. dengan malas ia membuka hp nya. Ternyata ada whatsapp dari Sesil.
Sesil
'*Gimana Ra? kk mark ada waktu kan?'
^^^'sorry sil. kk gk mau keluar rumah nih, baru mager katnya,''^^^
'Gimana sih lo ra?'
'Gue ke rumah lo aja kalo gitu,'
^^^'Eh iya sil. gue tunggu,'^^^
'Otw*'
Setelah Ara berbalasan dengan Sesil. Ia pun bersiap. Padahal diriny berbohong jika kakaknya malas keluar rumah, sebenarnya ia sama sekali belum bertanya pada kakaknya. Setelah memastikan jika ibunya tak ada dirumah karena ada arisan dan kumpul-kumpul di rumah tetangga, ia juga memastikan jika kakaknya masih dirumah dan benar saja kakaknya bersantai di kamarnya.
Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Sesil tiba di rumah Ara. Ara menyambutnya di teras rumah. Sesil kemari hanya naik ojol.
"Kak mark dimana Ra?" tanyanya begitu sampai dirumah Ara.
"Ada didalam," jawab Ara. Mereka pun memasuki rumah.
"Ra buatin jus jambu dong!" teriak Mark dari kamarnya, tapi karena suaranya yang keras tentu saja Ara dapat mendengarnya.
"Iya kak," balas ara dengan suara keras juga. Ia pun berjalan ke dapur diikuti sesil.
"Biar gue aja ra," pinta sesil. Ara hendak menolaknya tapi tangan sesil telah merebut apa yang akan ia kerjakan. "Aku anterin deh Ra. Dimana kamarnya Ra?" tanya sesil kemudian setelah selesai membuat jusnya.
"Em, aku antar aja deh sil," tolak Ara.
"Gak aku aja, sekalian pdkt," bujuk sesil lagi. Ara oun tak bisa mengelak lagi, karena tujuannya untuk mendekatkan sesil dengan Mark. Lalu berjalan lebih dulu menunjukkan kamar Mark yang bersebrangan dengan kamarnya. "Tunggu gue di kamar lo aja kalo gitu ra, biar deket," pinta sesil lagi. Ara hanya mengangguk dan mundur berlahan hingga di deoan pintunya mengamati sesil. I takut kkaknya marah.
'tok tok tok'
"Masuk aja ra, gak dikunci," teriak mark dari sebrang pintu. Sesil membuka pintu dengann pelan tentu saja tanpa menutupnya rapat setidaknya menyisakan sedikit celah. Ia meletakkan jusnya di nakas samping tempat tidur Mark. Pria itu sibuk bermain dengan ponsel miring nya.
"Jus nya kak," ucap sesil setelah meletakkan jusnya. Mark cukup asing dengan suara ini. Ia pun menoleh dan begitu terkejutnya ia.
"Hah, Kamu," tunjuk Mark pada sesil dengan terkejut, sementara sesil tersenyum menatap Mark yng terkejut atas kehadirannya.
.
*bersambung....
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
*S*alam *C*inta,
*Dwi Lestaa*_
6
5
4
3
2
Ada apa kamu kesini?
bingun
Sesil
Ara
Mark
......