NovelToon NovelToon
Dendam Kesumat : Kasyaf

Dendam Kesumat : Kasyaf

Status: tamat
Genre:Poligami / Spiritual / Matabatin / Showbiz / Horor / Tamat
Popularitas:105.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Dharris S

Dendam kesumat yang terselubung, mengintai sebuah keluarga. Tak ada yang sadar kalau mereka tengah diincar ajalnya. Sampai saat sang anak sulung pulang dari merantau.

Takdir membuatnya mewarisi kekuatan gaib dari leluhurnya. Namun takdir itu juga memaksanya untuk menjadi tameng hidup bagi keluarganya. Santet dan sihir keji silih berganti menimpanya.

Siapa sebenarnya yang menyimpan dendam kesumat itu? Dan akankah si anak sulung ini bertahan?

stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Dharris S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan pulang

Icha yang duduk di kursi depan, berusaha mencairkan suasana. Karena di belakang, ibu tirinya dan buleknya sedang selek. Dia menanyakan kepada Farhan tentang hal-hal konyol yang pernah terjadi di tempat kerja mereka, apakah masih suka terjadi apa enggak. Dan Farhan menjawab dengan menceritakan beberapa kejadian konyol tentang teman-teman kerja mereka. Sontak cerita Farhan mengundang tawa dari semua yang mendengarkan.

Tapi tiba-tiba sikap Icha berubah seketika. Mendekati pertigaan jalan masuk menuju Sido Dadi, Icha seperti tertegun dan bingung. Dia menatap ke segala arah.

   “Cha. Kamu kenapa?” tanya Farhan.

   “A’?” sahut Icha.

Icha memegangi tangan Farhan, tapi seperti tidak melihat keberadaan Farhan di sebelahnya. Yang terlihat di matanya adalah hutan belantara, dengan jalan yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Jalannya memang bercabang. Jalannya memang bercabang ke kiri. Namun yang dia lihat sangat jauh berbeda dengan keadaan yang sebenarnya.

   “Mbak, istighfar, mbak!” tegur Tika.

   “Dek?” sahut Icha.

   “Istighfar, mbak!” saran Tika lagi. Kali ini dia goyang-goyangkan pundak kanan Icha. Dan Icha memegang tangannya.

   “Dek. Kamu dimana?”

Icha bertanya sambil menoleh ke belakang. Namun baginya, Tika tidaklah terlihat.

   “Aku di sini, mbak” jawab Tika penuh kebingungan. Sontak semuanya mulai panik.

   “Astaghfirulloh. Embak kenapa ya?” tanya Icha setengah merengek.

   “Istighfar, Nduk!” perintah bu Maryati.

   “Astaghfirullohal’adzim”

Icha mengucapkan istighfar bersamaan dengan sentuhan ibunya di kepalanya. Perlahan dia menutup matanya, lalu membukanya kembali. Kali ini pandangannya telah kembali. Dia mengucap syukur, telah kembali bisa melihat dengan normal.

   “Kamu liat apa, Cha?” tanya pak Sigit dari bangku belakang.

   “Nggak tahu, pak. Bingung, Icha” jawab Icha, tanpa menoleh ke belakang.

   “Banyakin dzikir, nduk!” saran pak Sigit.

Icha tidak menjawab. namun dia melakukan apa yang disarankan bapaknya. Dia melafadzkan dzikir tanpa bersuara. Dia mengajak Farhan untuk melafadzkan ayat kursi saat melewati jati kobeng.

   “Haaa” Icha memekik lirih.

   “Nduk. Kenapa lagi?”

   “Ibuuu”

Icha memekik sambil menutupi wajahnya. Seolah baru saja melihat sesuatu yang mengerikan.

   “Mbak. Istighfar lagi, mbak!” saran Tika. Dia memijat-mijat pelan pundak kakaknya. Bu Maryati juga mengelus-elus kepala Icha sambil melafadzkan doa-doa.

   “Mbah, warga jati kobeng, “ bulek Rini berseru, seolah memanggil seseorang.

   “Ini keponakanku lho, mbah. Cucunya mbah Ismo. Warga sini juga, mbah. Jangan diganggu, ya!” lanjut bulek Rini.

   “Udah, nduk. Udah dibilangin sama bulekmu” kata bu Maryati.

Icha berusaha mengumpulkan keberanian. Perlahan, dia buka kembali matanya.

   “Alhamdulillah” kata Icha mengucap syukur.

   “Emang kamu ngeliat apa, Cha?” tanya bulek Rini.

   “Nggak tahu, lek” jawab Icha.

   “Lah. Orang ngeliat kok nggak tahu?” komentar bulek Rini.

   “Kan Icha baru kali ini bisa ngeliat begituan. Wajarlah kalo dia nggak tahu namanya” sahut bu Maryati.

   “Iya juga, sih” komentar bulek Rini lagi.

   “Loh loh loh. A’?”

Tiba di dekat jembatan, Icha seperti terkejut dan khawatir. Dia masih bisa melihat Farhan, dia masih bisa melihat yang lain, tapi jembatan yang ada di depan mereka, berubah menjadi jembatan gantung, di matanya.

   “A’ Farhan!” seru Icha.

Mulutnya ternganga, saat mobil mereka menginjak jembatan. Jembatan gantung yang tampak rapuh di mata Icha itu, sama sekali tak bergoyang dilewati sebuah mobil sarat muatan. Farhan menatapnya beberapa saat, namun tak berani berkomentar.

   “Mbak!” tegur Tika lagi.

Terdengar Icha menghela nafas. Namun matanya masih nanar.

   “Haa?”

 Dia memekik lagi. Kali ini dia menoleh ke kiri bawah. Atau lebih tepatnya ke arah sungai di bawah jembatan.

   “Nduk” tegur bu Maryati.

Namun teguran dan elusan di kepalanya, seolah tak terasa oleh Icha. Dia masih tetap menatap ke satu titik, sampai kepalanya menoleh sampai mentok. Di matanya, dia melihat ada seseorang yang sedang terluka bersimbah darah sedang dimasukkan ke sebuah lubang di tepi sungai. Lubang yang tutupnya mirip dengan yang dia lihat tempo hari.

   “Hem?”

Namun sesaat sebelum pandangannya tertutup bodi mobil, Icha sempat melihat penampakan yang berbeda. Dimana sungainya berubah menjadi lebih lebar, dan ada beberapa dump truck sedang diisi pasir menggunakan diesel penyedot.

   “Aku ganteng, nggak?” tanya Farhan, saat Icha menatapnya.

Icha yang masih kebingungan dengan matanya, jadi bertambah bingung mendapatkan pertanyaan itu. Namun sesaat kemudian dia paham, Farhan hanya ingin memastikan, bahwa kini dirinya sudah terlihat di matanya.

Icha tersenyum sambil mencubit lengan Farhan. Icha malu-malu diperhatikan ibunya. Setelah lewat jembatan tadi, Icha bisa bernafas lega. Tak ada lagi penampakan yang mengganggu penglihatannya.

Sesampainya di rumah, bu Maryati disambut para tetangganya. Termasuk kedua teman Icha. Mereka berkumpul di ruang tamu, bahkan sampai ke teras, saking banyaknya yang datang. Pak Sigit menceritakan kejadian demi kejadian selama di rumah sakit. Tika ikut menimpali sesuai yang dia tahu. Hanya bu Maryati yang tidak berbicara sedikitpun.

Sebuah mobil melaju pelan di sebelah rumah pak Sigit. Dan mobil itu rupanya masuk ke pekarangan rumah.

   “Mas Budi, mbak” kata Tika lirih, sembari menyenggol lengan kakaknya.

   “Ha? Serius?” tanya Icha.

   “Iya”

Mobil itu parkir agak jauh, karena banyak orang di depan rumah.

   “Tikaaa”

Tedengar seruan saat seorang perempuan keluar dari pintu kiri.

   “Aduh” keluh Tika sambil tepuk Jidat.

Ada empat orang yang keluar dari mobil itu, dan satu anak kecil berusia dua tahunan. Mereka berjalan beriringan.

   “Bener-bener kamu, ya? Udah dipesenin, nggak disampein. Mana nggak ngabarin lagi, kalo lek Mar sakit” seru wanita itu lagi.

   “Udah disampein, mbak” sahut Tika sambil menyongsong para tamunya itu.

   “Mbak Ichanya aja, bebel” lanjutnya sambil salim.

   “Tahu-tahu udah kedengeran aja suaranya, teriak” lanjut Tika lagi.

   “Kenapa teriak?”

   “Dikejar demit. Ha ha ha” jawab Tika. Dia melanjutkan salim sama yang lain.

   “Hish. Sama embaknya kok gitu?”

   “Mayaa. Sini gendong sama tante” ajak Tika.

Anak kecil yang sedang digendong itupun mengulurkan tangannya kepada Tika. Dan diapun beralih gendongan.

   “Assalamu’alaikum”

Terdengar keempatnya mengucapkan salam bersamaan.

   “Monggo, silakan!” jawab pak Sigit. Dia menyalami keempat tamunya.

Mereka saling tegur sapa dan menanyakan kabar. Termasuk menanyakan kondisi bu Maryati dan Icha.

   “Halo. Aku punya baby. Hi hi hi” kata Tika, memamerkan anak kecil itu.

   “Ih, gemesnya. Mbak Adel junior” seru Icha, sambil mengulurkan tangannya.

Tapi si kecil justru melengos, tak mau digendong Icha. Sontak semuanya tergelak melihat Icha berlagak merajuk.

   “Ya Alloh. Udah segede gini aja. Perasaan belum lama deh, Icha ketemu mbak Adel” komentar Icha lagi.

   “Udah lama kali. Udah hampir tiga tahun” sahut Adel.

Icha tidak menjawab. Dia meletakkan telunjuk dan jempolnya di pangkal hidungnya, menyeka air mata yang hendak meluncur. Dia terharu melihat akhir dari drama yang pernah dia ikuti salah satu episodenya.

   “Hai cantik, namanya siapa?” goda Icha pada si kecil yang digendong Tika.

   “Ma ya” jawab anak kecil itu agak terbata. Tapi menggemaskan.

   “Kalo ini, siapa?” goda Icha lagi, sambil memeluk Adel dari samping.

   “Jangaaan! Ibuuu” seru si kecil Maya, heboh.

   “Ha ha ha”

   “Icha!” tegur bu Maryati.

Icha tertawa senang, berhasil menggoda si kecil Maya. Anak kecil itupun merengek mita digendong ayahnya.

   “Nama lengkapnya siapa, mas?” tanya Icha, saat Budi berada di depannya.

   “Maya Netra Yamadipati” jawab Budi.

   “Allohu Akbar”

1
Mulyati Wahyuni
ga smua org bs BHS Jawa EN inggris jdi biasa kan gunakan terjemahan di bwh nya agar pembaca novel LBH paham lgi
Dharris Tio: siap kakak. makasih masukannya
total 1 replies
Haidar Nurfadhillah
/Drool/
Dharris Tio: makasih kak. tunggu kelanjutannya ya
total 1 replies
Zayn at Thoriq
dah baca Ampe selesai... ZERUUU SEKALI.


ada kelanjutan nya gak????
Dharris Tio: makasih kak, udah baca karyaku. maaf nih, baru r5espon. aku lagi bikin lanjutannya kak. ditunggu ya!
total 1 replies
Kustri
widiiiih... tirtonadi, kota kelahiranqu
💪💪💪
Dharris Tio: deket dong. stay solo apa merantau kak
total 3 replies
Dony Ahmad Dony
ceritan sangat seru
Neni Afriani
bagus bgt
Ira_87
Menegangkan 😱😱😱😱
Dharris Tio: lanjutkan kak
total 1 replies
Chichie Spn
keren thor... bener2 menguras esmoni😂
Dharris Tio: makasih kak, udah ngikutin sampe akhir. mampir juga dong di karyaku yang lain
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
nahhhh kan tamat... katanya jgn kwatir masih bnyk lagi.. lha ini tiba2 dah tamat aja kk thor.. 😭😭😭😭😭😭
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : woalah gono tah its ok lah klo begitu
total 2 replies
Ayu KaWa
cerita yg sgt bagus.. 👌
Dharris Tio: terimakasih kak.

mampir juga dong, di judul yang lain.
total 1 replies
Afri
syukur lah berakhir bahagia .. walau ada amanah yg akan Icha jalani .. semoga ada kelanjutannya ya Thor
makasih atas cerita HEBAT mu
see u next time
😍😍😍👍👍👍👍
Dharris Tio: terimakasih kakak udah setia sampai akhir. aku lagi ngerjain terusannya kak. doain ya kak, semoga cepet kelar dan bisa post lagi
total 1 replies
Afri
itu s bulek Rini .. udah mati tetap ngeselin yaa , GK bisa legowo ..
makanya nyawanya d tahan SM demit sembahannya ..
jahat
Dharris Tio: iya. emang gitu dia. ngeselin
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
gasken coy.. hayuk cha.. para raider g nyiapin amplop soanya mendadak gtu sih.. wkwkwkwkkk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : klo g di terobos kapan sampainya
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
waduhhhhhhh gitu jg kali
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : lha iyakah
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
hayok.. kira2 bakal gmb knjuanya yah....
Erlina Arlena
tamat thor??
Dharris Tio: belum kak
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
waghh ending nya ok nieh... kira2 ada flashback g buat rini knp bs gosong dan hasan bisa gila... hayok kk thor bisa g ada partnya gtu...
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : wuoke2.. sip wis
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
tak kiraiin segitu saktinya itu sekutu rini ehhh ternyata lebih hebat nyai.. hanya saja nyai biasa2 aja g di sombongkan kehebatanya.. sekarang gimana si rini.. apakah masih akan berlanjut utk membinasakan maryati atau hasan sndri... ahhh gmn yah
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈 : wis jan nek gono iku wis payah... jan2
total 2 replies
Dharris Tio
aduh. malem tahun baru malah ditodong
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺 🅰🅻+🅰🆈
wah makin seru ini bacanya tegang ampe giman peraasan gtu.. ngeriw sedap deh yakin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!