NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Buaya

"Wah, salju..." Lirih Gladys.

Kedatangan mereka di sambut dengan turunnya salju pertama. Ada rasa senang saat melihat salju, namun ada juga rasa khawatir di hatinya. Ia khawatir jika nantinya membuat Ryu repot karena tak mampu menahan suhu dingin berlebih.

"Pake ini." Ujar Ryu yang mengalungkan syal di leher Gladys.

"Pastiin mantel rapat. Hari ini suhunya lebih dingin." Ujar Ryu sambil memeriksa mantel tebal yang sudah di siapkan oleh Fey.

Fey pun baru tau dari Ryu, jika Gladys cukup sensitif dengan udara dingin. Maka dari itu, Fey sengaja membeli beberapa mantel tebal dari Mall karena tau jika di Jerman sedang musim dingin.

"Ma'am Fey jadi repot nyiapin semua ini." Kata Gladys.

"Jangan panggil Ma'am. Nanti beliau ngambek." Kata Ryu yang mengingatkan hingga membuat Gladys terkekeh.

"Iya. Maksudku, Bunda." Ujar Gladys yang meralat panggilannya meskipun masih terasa canggung untuknya.

"Bunda tau kalau kamu gak tahan dingin. Makanya Bunda nyiapin mantel - mantel itu, biar kamu gak kedinginan dan sakit." Kata Ryu lagi.

Gladys tersenyum. Ia sungguh merasa beruntung bisa menjadi menantu dari Giantara dan Feylindita walaupun mungkin tak akan lama. Kedua mertuanya itu sangat amat baik padanya.

"Ayo, kita ke Apartemen." Ajak Ryu sambil menyeret dua koper yang cukup besar.

"Biar aku bawa sendiri koperku, Bang." Kata Gladys.

"Gak usah, berat." Jawab Ryu.

"Kan ada rodanya. Jadi gak terlalu berat lah." Kata Gladys.

"Gak usah ngeyel, Dys. Kaki kamu aja masih sakit, yang ada nanti malah tambah parah cederanya dan aku yang di buat repot." Ujar Ryu. Gladys pun hanya bisa pasrah dan kemudian berjalan di belakang koper yang di seret Ryu.

Ketika keluar dari Bandara, mereka di sambut oleh seorang pria. Pria itu memberikan kunci mobil dan kunci Apartemen yang akan mereka tempati selama berada di Jerman.

Setelah menerima kunci mobil dan Apartemen, Ryu berbicara sebentar dengan si pria yang sepertinya Warga Negara Jerman. Karena Ryu berbicara dengan menggunakan bahasa Jerman yang tidak Gladys ketahui.

Pria itu pergi setelah Ryu mengucapkan terima kasih. Ryu pun menoleh ke arah Gladys. Tangannya terulur hendak menaikkan syal yang di pakai Gladys agar menutupi hidung dan pipinya yang mulai memerah.

Melihat Ryu mengulurkan tangan, secara refleks, Gladys justru menghindarkan wajahnya dari jangkauan tangan Ryu. Ia kemudian malah mundur satu langkah.

"Kenapa, Bang?" Tanya Gladys.

"Naikin syalmu. Hidung sama pipimu udah merah. Pakai juga topi mantelnya, kita harus jalan ke parkiran." Kata Ryu yang menjelaskan pada Gladys.

Tak menjawab, namun Gladys dengan cepat menjalankan apa yang diinstruksikan oleh Ryu. Ia segera menaikkan syal hingga menutupi hidung dan pipinya, lalu memakai topi mantel agar telinganya tak kedinginan.

Setelah itu, mereka segera menuju ke mobil yang sudah di siapkan dan langsung pergi ke Apartemen.

"Abang bisa bahasa Jerman?" Tanya Gladys.

"Bisa." Jawab Ryu.

"Waah, keren." Puji Gladys sambil mengacungkan jempolnya.

"Selain itu?" Tanya Gladys.

"Prancis, Mandarin dan Jepang." Jawab Ryu.

"Wuuaahh!" Gladys sampai bertepuk tangan hingga membuat Ryu geleng - geleng kepala.

"Abang les bahasa?" Tanya Gladys.

"Iya. Karena dulu suka dengan bahasa asing. Lalu, Yanda carikan guru privat." Jawab Ryu.

Sepanjang jalan, mereka berdua mengobrol hingga akhirnya sampai di gedung Apartemen yang akan mereka tempati selama di Jerman.

Ryu dan Gladys segera masuk ke dalam Apartemen mereka yang berada di lantai dua. Apartemen yang cukup besar itu, hanya memiliki satu kamar, ruang tv, dapur, ruang tamu dan kamar mandi yang menyatu dengan walk in closet yang ada di sebelah ruang tv

"Mau pindah ke Apartemen lain?" Tawar Ryu.

"Maksudnya?" Tanya Gladys.

"Disini cuma ada satu kamar." Jawab Ryu.

"I'ts O.K. Kita bisa sharing. Asal Abang gak macem - macem." Jawab Gladys yang membuat Ryu tertawa.

Setelah memberikan kabar pada Atasan mereka, mereka segera menjalankan instruksi yang kali ini di berikan oleh Sir Kemal, Atasan Gladys.

Mereka segera bersiap setelah menjalankan instruksi dari Sir Kemal. Keduanya akan datang ke sebuah pameran Lukisan yang di duga akan menjadi salah satu bentuk dari money laundry.

Lukisan - lukisan karya dari pelukis terkenal itu, beberapa akan di lelang dan mereka juga harus menghadiri acara lelang.

"Jadi, dari mana kita bisa tau kalau lukisan yang di pajang itu nanti milik Mister X?" Tanya Gladys.

"Ada kode yang bisa terbaca dengan cahaya UV." Jawab Ryu.

"Kamu bawa senter yang aku kasih tadi?" Tanya Ryu.

"Ada di tasku." Jawab Gladys.

"Mereka sengaja pakai metode UV, karena lukisan itu gak mungkin di letakkan di bawah sinar matahari, kan." Ujar Gladys yang di jawab anggukan oleh Ryu.

"Ch! Dasar orang - orang licik." Kata Gladys.

"Kabarnya, Mister X juga memiliki pabrik senjata yang di jaga ketat oleh salah satu Mafia besar di sini." Kata Ryu yang berbagi informasi.

"Lalu, kita bakal menyelidiki itu juga?" Tanya Gladys.

"Iya. Itu part yang akan sangat berbahaya. Karena yang kita hadapi, bukan Mafia sembarangan." Jawab Ryu.

"Apa kita benar - benar hanya berdua?" Tanya Gladys.

"Ada Warga Negara Jerman yang menjadi pasukan bantuan yang juga menjaga kita, salah satunya orang ngasih kunci mobil tadi. Dia adalah salah satu 'bayangan' yang akan keluar saat kita dalam bahaya. Para Atasan itu, gak mungkin bener - bener biarin kita cuma berdua aja." Kata Ryu yang membuat Gladys merasa sedikit tenang.

Setelah tiga puluh menit mengemudi, mereka akhirnya sampai di sebuah gedung yang sudah cukup ramai pengunjung. Mereka berdua pun langsung turun dari mobil dan ikut dalam antrean pengunjung yang hendak masuk.

Udara semakin terasa dingin saat mereka mengantre siang menjelang sore itu. Karena sedang musim dingin, saat pukul tiga sore saja, matahari mulai terbenam.

Sesekali, Ryu melihat ke arah Gladys yang semakin mengeratkan syalnya. Gladys juga memakai masker karena sesekali bersin akibat udara dingin ini.

"Dingin banget?" Tanya Ryu yang di jawab anggukan oleh Gladys.

Ryu kemudian menghadap ke arah Gladys. Ia menggenggam kedua tangan Gladys dan memasukkan tangan Gladys ke dalam saku mantel tebalnya.

"Biar gak terlalu dingin. Aku lupa bawa hotpack." Ujar Ryu.

Mendapat perlakuan manis seperti ini, tentu saja membuat wajah Gladys tersipu. Untung saja ia mengenakan masker saat ini, hingga Ryu tak akan menghodanya karena wajahnya yang kini memerah.

"Suhu sekarang berapa sih, Bang? Kok udah kerasa dingin banget?" Tanya Gladys untuk mengalihkan perhatian dari perasaannya yang di buat melayang - layang oleh Ryu.

"Masih di sembilan derajat celcius." Jawab Ryu sambil melihat smart watchnya.

"Masih?" Tanya Gladys dengan netra terbelalak.

"Iya, biasanya sampai minus sebelas derajat celcius, suhunya." Jawab Ryu.

"Wah, bisa mati kedinginan, aku." Lirih Gladys.

"Makanya kita di suruh nikah." Celetuk Ryu saat mendengar ucapan Gladys.

Mendengar itu, Gladys pun langsung memandang ke arah Ryu dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Ada aku yang bisa menghangatkan kalau kamu kedinginan." Bisik Ryu yang kemudian terkekeh.

"Astaga, Buaya!" Umpat Gladys sambil melotot hingga membuat Ryu makin terkekeh.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu bang????
Munas Tuti
gimana siiih Gladys kok gak ngerti klo sdh nikah sah sscara agama da negara
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ya Ryu karna sambil menjalankan misi Ryu akan memenangkan hatinya Gladys 😂😘
This Is Me
Makin sweet aja pasangan ini 😍
utama
kak buat Ryu ditengah jalan misi menyatakan isi hati ya pasti seru🥰
lanjut kak author
This Is Me
Lanjutin aja jadi nikah beneran😍😍
💟노르 아스마💟
sprtinya Ryu emang cintrong yakk ke gladis
Munas Tuti
ha..ha..ha...bisa jg Ryu godain Gladys
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerjaan Ryu skrng itu godain Gladys 😅😅
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sama kita dys. ga bs kena hawa dingin. aq aja tiap pagi pasti pilek. agak siangan, hilang gitu aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!