sebagai anak yang tidak di harapkan keberadaanya, malah menjadi seseorang yang tak terduga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cool Onta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengobatan
" Nah di situ masalahnya, apa gua oplas aja yah ke Korea biar kaya oppa oppa"tanya Syakil kepada teman temanya.
"Yang ada mah bukan oppa oppa, tapi kayak krupuk oppak" jawab Anwar.
"Ihh lu mah, siapa tau setelah gua oplas gua nemu kaya jenie blackberry" sahut Syakil.
"Pede bener lu, yang ada mah jenie black aren juga ngga mau sama lu, hahaha" jawab Andri yang langsung mendapat tertawaan dari para teman teman nya
Mereka pun menikmati waktu sore dengan canda tawa yang menghiasi ruangan tersebut tak terasa waktunya mereka pulang.
...----------------...
Keesokan paginya sesuai dengan janji Can untuk menjemput Arka buat ke rumah nyonyan untuk mengobati anaknya yang sedang sakit.
"Ada yang ketinggalan? " tanya dokter Can ketika mereka sudah memasuki mobil dokter Can.
"Ngga ada, aman ko, ayo berangkat"
Sebelum mereka berangkat ke rumah nyonya mereka singgah dulu ke sebuah restoran karna dokter Can belum juga sarapan, walaupun dokter Arka sudah sarapan waktu di hotel tadi, tapi dia tetap setia menemani dokter Can untuk sarapan.
"kmu besok beneran pulang dok?" tanya dokter Can yang terlihat murung.
"iya kan aku di sini cuma tiga hari aja" jawab dokter Arka.
"yah kenapa ngga lama lama aja sih di sini nya"
"di negara aku juga membutuhkan aku dokter Can, jadi ngga mungkin aku berlama lama di sini" sahut dokter Arka memberi arahan kepada dokter Can. " kita juga nantinya bakal ketemu lagi kan, oh ya kamu juga bisa ko jalan jalan ke negara aku"
mendengar ucapan dokter Arka sontak saja dokter Can merasa bahagia, walaupun keduanya dulunya tidak saling akrab hanya bertegur sapa aja kalo ke temu, namun kali ini berbeda mereka di satukan oleh misi yang sama sehingga terjalin hubungan di antara keduanya.
"Beneran aku boleh ke daerahnya Dokter? " tanya Dokter Can untuk memastikan.
"Boleh dong, tapi nanti kamu jangan terkejut yah" jawab dokter Arka
"Ok" jawab dokter Can singkat, mungkin di kira dokter Can, Arka menjadi dokter terkenal di sana sehingga itu yang akan membuatnya terkejut.
Setelah melewati obrolan obrolan ringan mereka pun lekas menuju rumah nyonya untuk mengobati David anak semata wayangnya.
kedatangan keduanya pun kali ini di sambut dengan senyuman hangat dari sang pemilik rumah, berbeda seperti kemaren.
"dokter silahkan masuk, mau makan dulu dok? " tawar nyonya rumah kepada mereka berdua.
"tidak perlu repot repot nyonya, kami sebelum berangkat ke sini tadi sudah sarapan ko" talak Arka secara halus. "Oh ya bu gimana keadaan danis? "
"Danis sudah siuman, dan juga katanya badan Danis sudah mulai enakan, walaupun masih ada nyeri sedikit, tapi jauh lebih baik dari pada hari hari sebelumnya" jelas nyonya ketika anaknya sudah berangsur-angsur membaik
"syukur deh bu kalo pengobatan nya berjalan lancar dan tidak ada kendala sedikit pun, oh ya saya boleh memeriksa keadaan pasien? " tanya Arka kepada nyonya rumah,
"silahkan dok, mari saya antar" tawar nyonya kepada keduanya, mereka pun berjalan Beriringan menuju kamar danis, terlihat Danis sudah mulai bisa berdiri sendiri, walaupun agak sedikit lemah.
"Danis sayang.. coba lihat siapa yang datang" ucap nyonya sambil menunjuk kedua orang dokter tersebut.
nyonya pun mendekati anaknya yang berumur empat tahun tersebut, "Nak kamu di periksa lagi yah sama dokter, biar kamu makin kuat", dan hl tersebut langsung di setujui oleh sang anak.
nyonya pun keluar membiarkan sang dokter bersama anaknya di dalam, Arka pun mulai membuka teknik pengobatan tradisional nya menggunakan akupuntur. setelah selesai melakukan pengobatan sang anak pun tertidur pulas di kamarnya.
🤪🙃😂
badut guanteng 👌👍
pelakor tereak pelakor..
bete banged liat Soro 😬😡😬