NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34: The Facts

“Dia kejam sekali! Dia mempermainkanmu!” sela Yoon sedih setelah mendengar kisah Jin Hee.

“Semenjak saat itu aku berpikir, Haah … apa yang sudah kulakukan? Kenapa aku bisa menyukai orang yang telah melukai orang tuaku?” ungkapnya menyesal dengan suara yang dalam. “Tidak, aku harus menjaga Kak Sun Woo! Aku tidak ingin melukainya! Bagaimana jika dia tahu sahabatnya adalah penyebab kecelakaan itu? Begitu pikirku,” lanjut Jin Hee mengakhiri ceritanya yang suram.

“Untuk itu kau merahasiakannya dari Kakakmu?” tanya Yoon.

“Mmm! Tetapi, beberapa hari kemudian, dia memaksa untuk ikut denganku. Katanya ingin menyelamatkanku, dan ingin kami selalu bersama,”  ucap Jin Hee tiba-tiba tersenyum dalam tangisnya itu, “Karena aku khawatir akan terjadi sesutau padanya, aku meninggalkannya di Indonesia dan pergi ke Jepang untuk mencari Ayah yang identitasnya sudah kukantongi,” lanjutnya menatap sebuah bingkai photo yang dipegang Yoon.

“Saat itulah kau bertemu dengan Professor Kim?” tanya Yoon.

“Kau benar. Tapi hari ini, aku melakukan kebodohan lagi!” katanya terdengar frustrasi. “Aku luluh kepadanya!” Jin Hee menahan air matanya terdengar menyesal.

“Kak Jin Hee?” panggil Yoon saat melihat Jin Hee yang sangat emosional dalam bercerita tentang hal itu.

“Aku anak yang tidak berbakti, bagaimana bisa aku masih tetap mencintai pembuat masalah itu? Bagaimana mungkin?”  lanjutnya menangis di dinginnya pagi.

“Kakakmu akan bisa mengerti keputusanmu! Aku yakin itu,” ucap Yoon mendekati Jin Hee.

Jin Hee sedih. Apakah kelemahannya adalah luluh pada Min Joon. Apakah tekadnya untuk balas dendam akan dihancurkan oleh satu rasa yang disebut kerinduan. Pelukan hangat Yoon terasa nyaman baginya membuat wanita bimbang itu tertidur sejenak dalam keletihan yang bertandang.

***

Museum, 09:25 KST, 29 November 2013.

Pagi itu masih sangat dingin bagi orang-orang untuk kembali beraktivitas di luar rumah. Tapi, sebuah pagelaran di sebuah museum membuat orang yang penasaran akan kehangatan lukisan berhamburan ke tempat ini. Banyak pula para pegawai yang ditugaskan untuk menghadiri pagelaran seni, membuat jalanan sudah mulai dipadati oleh orang-orang berpayung, bermantel dan bersyal tebal.

Di sudut ruangan, Jin Hee terlihat tengah menunggu seseorang, museum ini dibuka sejak pukul 9 pagi. Jin Hee berdiri di tempat ini tepat hampir sejam sebelum acaranya di mulai dan sudah hampir 30 menit dia berdiri, bersua dengan para penggemar lukisan yang tertarik dengan lukisannya.

Dari kejauhan, Jin Hee melihat seseorang yang dikenalnya berdiri di depan salah satu lukisan yang cukup ramai. Jin Hee memantapkan kakinya dan menyapa Senior sesama pelukis. Senior Kim, begitu Jin Hee memanggilnya. Sudah jelas, wanita paruh usia yang tersenyum ramah di sampingnya adalah Ibu dari wanita yang pernah dikenalnya dulu.

Lama berbincang, Jin Hee berhasil memasuki zona aman percakapan keduanya. Kini obrolan yang mengalir jauh lebih ramah dan saling bertanya kehidupan masing-masing.

“Jadi kau mengenal putriku?” tanya Nyonya Kim Sung Yi. Membuat Jin Hee mengangguk tersenyum dan melirik ke arah wanita muda yang sedang menuju mendekati Ibunya.

“Ibu, maaf aku terlambat! Aku tersesat saat mencari tempatmu, ada pelukis yang bermarga Kim di sana!” timpalnya saat tiba di samping Kim Sung Yi.

“Tentu saja. Perkenalkan, dia Kim Jin Hee!” ucap Kim Sung Yi menanggapi pernyataan putrinya yang terkejut melihat Jin Hee.

“Kau?” panggil perempuan itu tertegun.

“Lama tidak bertemu, Cha Soo Yi?” sapa Jin Hee tersenyum ramah. Tatapan Jin Hee tidak seramah itu, ada benda berat di matanya saat Soo Yi menatap. Membuat kaki jenjang wanita itu bergetar hebat. “Apa kabarmu?” lanjut Jin Hee, mencoba meneror kebekuan wanita ****** di hadapannya.

“K-k-kka-kau …,” lanjutnya tak percaya.

“Kau pasti bertanya kenapa aku di sini ‘kan? Sedang mengunjungi seniorku!” jawab Jin Hee mendekat.

“Jadi, yang dikatakan mereka bahwa kau sudah menjadi seorang pelukis, itu benar?” Mata Soo Yi mendadak berkaca, Kristal yang menumpuk hampir jatuh. Memberi kesan mendalam pada pikiran Jin Hee. “Aku senang melihatmu,” lanjutnya tertahan. Kemudian menunduk.

Pelukis Kim menarik kedua wanita itu dan merangkulnya mesra. Mengarahkan pandangan dua orang ke depan kamera yang sedang memotret sedari tadi. Jin Heed an Soo Yi larut dalam kecanggungan satu sama lain.

***

Jin Hee dan Soo Yi duduk dalam ruang khusus para pelukis, sempat canggung. Keduanya mulai berbagi cerita tentang apa yang sedang terjadi di antara mereka. Memperbaiki kesalahpahaman satu sama lain. Bercerita tentang semuanya. Seperti sebuah pepatah yang mengatakan, “Terkadang teman terbaikmu adalah mereka yang pernah membencimu."

***

Tiga orang yang ditunggu Jin Hee tiba di museum. Sun Woo terus-terusan merapihkan pakaiannya, sebuah perasaan yang sulit diutarakan, karena akhirnya akan bertemu dengan sosok itu lagi. Yoon menyambut ketiganya dengan membawakan dua payung.

Pasangan suami istri itu tampak manis saat berada di bawah payung yang sama. Sementara Sun Woo dan Yoon diam karena tak saling mengenal satu sama lain. Dibawanya mereka melewati pintu masuk khusus pegawai.

***

Jin Hee duduk sendirian, sesaat setelah Soo Yi meninggalkan ruangan. Jin Hee menunggu dengan gugup di ruangan hangat itu.

“Nona?” panggil Yoon lembut membuka pintu.

Napasnya mendadak sesak, membuat tubuh menjadi berat untuk berbalik. Jin Hee memutar kedua bola mata mencoba mencari cara untuk bernapas.

Entah kenapa? Suara derap langkah itu terdengar memilukan baginya.

“Jin Hee?” sambung suara lembut yang begitu dirindukannya. Suara itu menggema di ruangan, menciptakan kekuatan di hati.

“Kakak?” Jin Hee tertunduk. Pundak kecilnya membuat Sun Woo berlinang. “Kak Sun Woo?” panggil Jin Hee berbalik saat melihat pria berkemeja biru muda yang memanggilnya barusan.

“Adikku?” ucapnya perlahan melangkah tertatih. Jin Hee melangkah menuju Sun Woo dadanya masih sesak seolah tercekik sesuatu.

“Kakak?” Jin Hee berlari, tak sanggup bertahan. Dilemparkan tubuh kecil itu ke pelukan Kakak yang sangat dirindukan. “Maaf … maafkan aku! Aku benar-benar minta maaf,” racaunya membuat Sun Woo tak tahan dengan tangisannya.

“Jin Hee ... Lim Jin Hee?” panggilnya memegangi wajah mungil Jin Hee yang terlihat sangat muram, “Apa kau sakit?”

“Tidak, Kakak bagaimana? Apa kau sakit? Kau pasti sakit!” Suaranya gemetar berkabut tangisan.

“Kita sakit!” ujarnya singkat memeluk Jin Hee dalam-dalam.

Di luar ruangan, Ji Yeon yang tak tahan melihat keharuan itu lekas berhambur ke pelukan Dong Soo dan menggenggam pelan tangan Yoon yang tengah menangis haru sendirian.

Jin Hee merasa tak sanggup menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, keduanya hanya menghabiskan waktu saling menyapa dan jelas Sun Woo pun tak ingin merusak moment ini dengan pertanyaan yang bisa merusak semuanya.

***

Bersambung

*Hai, semuanya. Assalamualaikum.

Kak Bi mau mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia Love Sign ya. Terima kasih atas like, komentar, vote dan dukungnannya. Terima kasih sudah membantu Love Sign untuk tumbuh perlahan-lahan.

Tokoh dalam cerita ini hanyalah fiksi, visualisasi karakter yang ada hanyalah pemanis bagi orang-orang yang kesulitan membayangkan tokoh dalam cerita dan juga hasil reqeust-an beberapa pembaca.

Jangan lupa untuk tinggalkan Like, Komentar, Voting poin biar bisa masuk ranking, Voting Koin biar bisa nambah penghasilan Author, biar bisa lebih semangat berkarya. Daaan, share cerita Love Sign ke teman-teman Kpopers dan K-drama Lovers-mu ya.

Oh iya, selamat datang untuk pembaca yang baru bergabung usai mendapati Love Sign di Daftar Cewek Impian.

Terima kasih*.

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!