NovelToon NovelToon
Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: PandaMaiden

Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mila, perempuan yang telah bersuami itu mampu menggetarkan hatinya hingga membuat dia mencari tahu seperti apa kehidupan yang sedang di jalani Mila bersama suaminya. "Mila, kau tak pernah bahagia kan hidup bersama suamimu itu?" tanya Andra menatap serius Mila. "Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" sentak Mila. "Ceraikan saja suamimu dan jadilah istriku, kau akan kujadikan ratu dalam hidupku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Penolakan Bu Maya

Bab 19

Penolakan Bu Maya

Bu Maya hanya tersenyum kaku mendengar penuturan pak Wagio. Bu Maya sangat bersemangat untuk menjodohkan Andra dengan Putri salah satu dari rekan putranya yang termasuk orang paling kaya di kota itu. Yaitu Weny. Meski sudah beberapa kali mencoba tapi tak satu pun berhasil.

Untuk kali ini bu Maya tidak akan lagi memaksa putranya agar mau mengenal beberapa gadis yang dia sodorkan. Karena Bu Maya sekarang sudah sadar jika apapun yang dia lakukan semua itu kalau tidak cocok tidak akan diterima oleh Andra.

"Kalau memang berjodoh, pasti mereka akan bertemu Pak. Tapi semua itu tergantung Andra, rasanya saya sudah lelah." Ungkap bu Maya.

"Loh, ibu jangan menyerah begitu saja dong. Kita ini setara, dan mereka pantas bersama. Dengan bersatunya keluarga kita, bisnis kita pasti bisa makin sukses bu," terang pak Wagio penuh percaya diri.

"Semakin ke sini, saya makin sadar Pak, jadi biarkan anak-anak yang menentukan. Kita sebagai orang tua hanya perlu mendukung pilihan mereka. Jika pilihannya baik, saya tidak akan menghalangi pak," ucap bu Maya penuh kehati-hatian.

Wanita paruh baya itu takut menyinggung rekan bisnisnya.

"Bu Maya, saya sudah investasi di perusahaan putra ibu dengan jumlah yang tidak sedikit. Masak Ibu mode pasrah, kita ini pebisnis. Jangan sampai ada yang merugi atau merasa di rugikan," pak Wagio tampak mulai emosi.

"Bapak tenang dulu, ini kan hanya berdasarkan sudut pandang saya pribadi pak. Bukan berarti saya pasrah saja. Saya juga sudah berusaha," jawab bu Maya.

"Demi bisnis, anak kita harus bisa bersama. Apa pun caranya." Pak Wagio menyudahi makannya dan bangkit.

"Ayo kita pulang, Wen." Pak Wagio menarik lengan putrinya meninggalkan meja.

"Maaf, Tan. Aku pamit dulu, ya," ucap Weny yang menyempatkan pamit.

Sedangkan Bu Maya tidak mencegah pak Wagio pergi bersama Weny karena menurutnya ini sudah cara yang paling benar dia lakukan agar tidak terlalu memaksa untuk mendekatkan Putri dan putra mereka.

Setelah kejadian barusan bu Maya jadi tahu satu hal jika sesuatu yang dipaksakan hasilnya tidak akan baik seperti yang kita bayangkan sebelumnya.

Pak Wagio tampak tidak senang dengan kejadian ini. Menurutnya bu Maya menolak untuk mendekatkan putrinya dengan putra wanita tersebut padahal awalnya sudah menjalin kesepakatan agar mereka dijodohkan.

"Pa, kok tante Maya di tinggal gitu aja, bukannya Papa tadi janji mau anter pulang dulu," kata Weny.

"Kamu paham nggak, jika mamanya Andra menolak kita secara halus."

"Maksud Papa, aku nggak bisa deket sama mas Andra?" Weny baru sadar.

"Iya," jawab pak Wagio sengit.

Pak Wagio dan juga Weny balik ke penginapan untuk beristirahat. Usahanya tidak boleh sia-sia karena baru saja di mulai.

*

Sore itu, Andra dan Mila tiba di lokasi. Tim mereka sudah di lapangan bersama dengan kontraktor yang akan menangani lokasi pembuatan toko sesuai permintaan.

"Apa tidak sebaiknya kamu istirahat dulu, masalah oni biar yang lain saja yang menanganinya." Andra melihat Mila tampak lelah.

"Bapak tenang saja, saya bisa kok." Mila meyakinkan.

Mereka pun akhirnya bekerja sesuai dengan bagian masing-masing. Hingga waktu mendekati maghrib, mereka menyudahinya.

"Kita istirahat dulu, besok pagi kita lanjutkan. Jika memang penting bisa bahas di grup saja," putus Andra.

"Baik, Pak," tim kompak menjawab.

Mika berjalan mendahului Andra. Dia baru saja menerima kunci kamar dari resepsionis, dia merasa sangat lelah dan juga tubuhnya terasa lengket.

"Pak, saya duluan ya, selamat istirahat." Mila menunduk hormat sebelum masuk ke kamar.

"Mil." Andra menahan lengan Mila dan wanita itu menatap lengannya yang ditahan oleh Andra.

"Maaf, selamat istirahat juga buatmu,"kata Andra akhirnya.

Kamar mereka berhadapan, Andra dan Mila masuk bersamaan. Sebelum menutup pintu mereka sempat bersitatap sejenak sebelum akhirnya Mila yang memutus kontak.

Jantungnya berpacu tak karuan jika sudah menatap Andra terlalu dalam. Entah kenapa tatapan pria itu seolah menghipnotis perasaannya.

"Aww!" Mila meringis menahan perih saat dia membuka pakaian yang terkena lukanya.

Ditatapnya luka yang berada di beberapa bagian yang cukup parah dan terasa sangat nyeri. Bella pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu seperti biasa dia akan mengoleskan salep ke bagian tubuhnya yang terluka.

Tak lupa juga dia membawa obat pereda nyeri dan meminumnya. "Beberapa bukti sudah ku simpan, selesai mengurus proyek di sini aku akan mulai mengajukan surat perceraian."

Mila merasa sudah sangat mantap untuk melepaskan masa lalu yang mengurungnya di dunia luka. Dia tak ingin memikirkan apapun nanti yang akan terjadi dia harus bisa menghadapinya.

Bel kamar berbunyi, Mila merasa tidak memanggil atau memesan sesuatu. Tapi dia mengintip terlebih dahulu dari lubang pintu.

Seorang room boy membawa troli makanan tengah menunggu di depan pintu.

"Maaf Mas, saya tidak pesan makanan," kata Mila begitu dia membuka pintu.

"Itu saya yang pesenin buat kamu." Andra langsung menyela sebelum petugas itu mengeluarkan suara.

"Kenapa bapak repot-repot,"

"Tidak repot Saya hanya teringat kamu belum makan pasti kamu mau minum obat kan," terka Andra.

Perkataan itu memang benar tapi Mila sudah meminum obatnya terlebih dahulu sebelum dia makan malam.

Petugas itu membawa makanannya ke dalam kamar dan meletakkannya di meja. Sedangkan Mila keluar menghampiri Andra yang berdiri santai di depan pintu sambil bersandar.

"Bapak tidak perlu repot seperti ini, saya mau makan bisa pesan sendiri, Pak." Mila berusaha bicara pelan. Dia takut orang lain tahu jika bosnya ini sangat memperhatikan dirinya.

"Sudah saya katakan, jika kamu itu tidak perlu sungkan seperti ini. Dan satu hal lagi, ini di luar jam kantor. Apa kamu sangat amnesia?" Ejek Andra.

Mila terdiam sejenak untuk mengingat sesuatu yang pernah menjadi kesepakatan mereka jika di luar jam kerja atau di luar kantor.

"Baiklah, terimakasih, Pak, eh Mas," ucap Mila mengalah.

Ingin berdebat pun percuma karena dia sedang kelelahan.

"Nah, kalo kayak gini kan makin manis," Andra reflek mengusap puncak kepala Mila dengan gemas.

Dan tak sengaja rekan kerja ada yang keluar dan menyaksikan tingkah Andra yang barusan. Bila merasa sangat malu dan segera masuk ke kamarnya sendiri.

"Maaf Pak, saya tidak sengaja lihat," ucap wanita itu sambil menutup wajahnya dengan jari yang renggang.

"Kali ini saya maafkan karena sedang baik hati," ujar Andra.

Ditatapnya jam tangan yang melingkar di pergelangan Andra pun menyuruh timnya itu untuk makan malam bersama di restoran hotel saja.

"Kalian semua turun untuk makan malam. Jangan tunggu saya, nikmatilah untuk kalian," kata Andra

"Wah, kita di traktir nih, terimakasih ya Pak," ucap wanita itu yang langsung mengirim pesan di grup agar teman yang lain segera turun untuk makan.

1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh aku deg2 an nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
HiaTus: 😍makasi akak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga rencananya berhasil.....amin 🥰
HiaTus: aminn🙏
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍
Elisabeth Ratna Susanti
waduh ibu mertua macam apa ini pengen tak getok pake high heels nih😄
Rani
numpang iklan 🙏
Elisabeth Ratna Susanti
ish! main tampar saja nih orang
NyonyaMuda
jangan galau lagi mila, cepat tinggalkan saja si arjun💪
NyonyaMuda
senangnya sapat traktiran😍😍
NyonyaMuda
pak wagio ngarep banget deh😄
NyonyaMuda
pak andra harus cepet ungkapin ke mila🤭
Elisabeth Ratna Susanti
setuju, jangan aneh2 ya 😄
Santai Dyah
bner mila nurut aja jgn berdebat dengan andra
HiaTus: biar nanti cepet di halalin
total 1 replies
Santai Dyah
jhat nya bu lisa ngetawain mila yang jatuh
HiaTus: iya, mereka keterlaluan
total 1 replies
Santai Dyah
sabar vio mungkin kk kmu lg bhagia mknya brisik
HiaTus: 🙏🙏betul itu
total 1 replies
Santai Dyah
enaknya bisa numpang mndi di tawarin mkn pula si mila
HiaTus: rejeki nomplok🤣
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
jangan bawa2 roman, roman nggak salah 😄
Elisabeth Ratna Susanti: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
waduh cowok apaan ini? bayar listrik aja nggak bisa 🫣
HiaTus: kan dia pengangguran🤣
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!