Sistem Harimau Perunggu adalah warisan seorang penguasa sekaligus pelindung dari benua hitam. Seorang pemuda terpilih untuk mewarisi sistem tersebut. Sistem yang akan membuatnya sebagai petarung yang hebat. Bagaimana kisahnya? Apa yang akan di lalui nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Bay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjamuan
Di sebelah Rafael, wajah Frankie sedikit malu.
Bagaimanapun, dia yang menyuruh sopirnya memberikan uang tadi.
Jika sampai Cain tahu bahwa dia memberi Rafael uang 20 ribu dollar, bisa bisa dia di tertawakan setengah mati.
"Ayo kita pergi."
Dengan cepat dia masuk dan duduk di dalam mobilnya.
Alundra berdiri di tempatnya dengan wajah ragu ragu.
Bisa di bilang dia masih merindukan ayahnya.
Dia baru saja berbaikan dengan ayahnya dan berpikir untuk menemani ayahnya sebentar. Selain itu, dia juga belum sempat pulang akhir akhir ini dan sedikit rindu suasana rumah.
Tapi di hatinya juga agak berat melepaskan Rafael.
Dia berbalik menatap Rafael tapi tidak tahu bagaimana cara untuk mengatakannya.
Rafael bisa menebak pikirannya dan tersenyum. "Pulanglah dulu dan aku akan menjemputmu dalam beberapa hari."
"Hmm, baiklah." Baru setelah itu Alundra mengangguk berat dan naik mobil bersama ayahnya.
Rafael dan yang lainnya melambaikan tangan.
Melihat mobil hitam itu pergi.
***
Setelah itu, Cain dengan sekelompok pengawal , secara pribadi mengantar Rafael kembali ke Jama Manor.
Mereka mengendarai mobil Bentley yang harganya sekitar 10 juta dollar.
Body mobil itu ramping, elegan dan nyaman.
Pengawal di belakang, semuanya mengendarai mobil Mercedes-Benx hitam.
Sederet mobil mewah melaju keluar dari gedung Goudbron dan menarik banyak perhatian di jalan.
Tapi semua orang di kawasan itu sudah tahu.
Itu adalah mobil milik manajer Goudbron.
Tapi setelah memasuki distrik Dorpie, hal itu tidak terlalu mencolok. Karena banyak mobil mewah yang tak terhitung jumlahnya di jalanan, termasuk beberapa supercar papan atas.
Di sinilah orang orang elit tinggal.
Sesampainya di Jama Manor, petugas keamanan yang menerima kabar bahwa Rafael kembali ke manor sudah membukakan pintu gerbang dan berbaris rapi.
Iring iringan mobil itu tidak akan di berhentikan.
Dan langsung menuju ke manor utama di tengah lahan yang luas itu.
Cain yang melihat kemewahan itu tidak bisa menahan kelopak matanya yang berkedip kencang.
Dia tidak bisa memperkirakan harga manor itu.
Dia yang telah lama mengejar kekayaan pun tidak sebanding dengan kekayaan Rafael.
Rafael keluar dari mobil karena pintunya telah di bukakan oleh seorang pengawal, yang sedikit membungkuk dengan hormat sambil membantunya memegangi pintu mobil.
"Selamat datang di rumah, tuan." di aula, berdiri seorang gadis muda, mengenakan pakaian kerja dan tinggi.
Dia mungkin takut rambutnya mengotori manor, maka dia mengikatnya seperti bola.
Fitur wajahnya terlihat sangat cantik.
Semua pekerja Jama Manor memiliki persyaratan yang sangat ketat dalam hal bentuk tubuh, penampilan dan latar belakang pendidikan.
Kasarnya, yang jelek tidak akan bisa bekerja di sini.
Gadis itu berhati hati dan terlihat bahwa dia takut melakukan kesalahan atau tidak melakukan suatu pekerjaan dengan cukup baik.
Rafael menatapnya dan merasa sedikit heran. "Kau baru ya di sini?"
"Ya, tuan, nama saya Andrea De Marco. Saya baru saja lulus magang. Nona James meminta saya untuk menjadi asisten pribadi rumah tangga anda. Mohon bimbingannya." Gadis itu membungkuk hormat.
Dia tidak kembali berdiri tegak untuk beberapa saat.
Rafael menyadari bahwa Jama Manor baru saja selesai di bangun dan tidak ada yang pernah tinggal di sana sebelumnya, jadi fasilitasnya belum lengkap.
Termasuk personel yang relevan juga baru di rekrut satu per satu.
"Sudahlah, jangan terlalu kaku." Rafael melambaikan tangannya.
Baru setelah itu Andrea berdiri tegak, wajah kecilnya merona tapi dia tetap menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Rafael.
".........." Rafael tidak bisa berkata kata.
'Apakah aku ini terlalu menakutkan?'
"Tidak banyak aturan baku di sini. Kau santai saja dan aku akan memanggilmu jika aku butuh sesuatu."
"Mmm, baiklah tuan." Andrea mengangguk berulang kali.
Lalu tiba tiba dia teringat satu hal.
"Tuan, apa yang anda inginkan untuk makan malam? Karena belum ada chef di manor, saya harus menyiapkannya untuk anda sebelumnya."
Rafael baru tahu dan merasa aneh karena di manor sebesar ini tidak ada yang bisa memasak.
Tetapi dia segera ingat bahwa Aleah pasti mencari yang terbaik dan belum mendapatkan yang sesuai dengan kriteria.
"Terserah kau saja. Pesan di luar juga tidak masalah." ketika Rafael selesai berbicara, dia berbalik dan naik ke atas.
Andrea berdiri di tempat, ekspresi wajahnya sedikit terkejut.
'Terserah? Apa artinya itu?'
Menjaga kebutuhan sehari hari Rafael adalah pekerjaan terpentingnya.
Tapi Rafael berkata seperti itu dengan santai.
Dia takut apa yang di pesannya terlalu buruk atau tidak sesuai dengan selera makan Rafael.
Andrea mulai merasa ragu.
Di hari pertama dia bekerja sudah menghadapi masalah yang begitu besar untuknya.
Apa yang harus di makan setiap hari oleh Rafael adalah hal yang sulit untuk di pilihnya.
Tetapi setelah memikirkannya, dia memutar nomor telpon hotel yang ada di bawah naungan Jangkep Group.
Beberapa saat kemudian, dia melihat sebuah mobil van perlahan melaju ke arah manor.
Setelah mobil itu berhenti, lebih dari selusin juru masak keluar satu per satu. Mereka semua memiliki keahlian khusus dan ahli dalam berbagai masakan.
Karena Rafael berkata terserah dengan santainya, Andrea kemudian melakukannya secara komprehensif.
Pasti ada sesuatu yang dia sukai nantinya.
Itu menurut pemahaman Andrea.
***
Malam tiba dan bintang bintang sudah menghiasi langitnya.
Jama Manor terlihat terang benderang.
Rafael sedang duduk di sebuah ruang makan mewah dengan luas lebih dari 100 meter persegi. Dia melihat para pelayan masing masing membawa piring di tangannya dan berjalan masuk dari pintu secara bergiliran.
Dengan cepat, meja makan lebar di depannya sudah terisi, tetapi masih ada para pelayan yang terus melayani.
Rafael melihat semua jadi kebingungan sendiri, di benaknya bertanya tanya.
'Bukankah aku tadi bilang untuk memesan makanan? Kenapa dia malah memesan restoran?'
"Apa ini? Apa kita sedang ada perjamuan?"
"Tidak tuan." Andrea menjelaskan dengan seksama. "Hidangan ini mencakup semua jenis makanan, tidak hanya dalam negeri tetapi juga luar negeri."
"Lihat ini, tuan." Andrea membuka tutup kecil dengan butiran butiran kecil di dalamnya.
"Ini adalah kaviar dari negara Rooibeer. Bahannya sangat langka. Di sebut juga makanan sempurna. Jika ada kesalahan dalam proses pembuatannya, itu tidak akan bernilai. Kaviar dari telur ikan pilihan ini, membutuhkan waktu 15 menit untuk menyelesaikan lebih dari 10 proses pembuatan. Harga produk yang sudah siap di hitung per ons, dan itu sekitar 700 ribu dollar per ons nya."
"Ada juga ini, Springmuur, juga di kenal sebagai Oordiemuur, yang terbuat dari berbagai bahan langka seperti abalon, teripang, bibir pari, sirip hiu, sari bulu babi dan lain lain. Ditambah dengan kaldu dan wine usia tua lalu di rebus dengan api kecil."
"Jika anda melihat ini, Orgideebeer, bahan bahannya bahkan lebih langka."
Andrea menjelaskan dan mencoba yang terbaik untuk menunjukkan bakat profesionalnya.
Dia pikir harus tampil baik di depan Rafael pada hari pertama dia bekerja.
Rafael buru buru melambaikan tangannya untuk membuat Andrea berhenti.
"Oke, oke, masakan ini semua akan dingin pada saat kau selesai menjelaskannya."
"Aah, benar juga." Andrea bereaksi dan merasa terlalu bodoh. "Kalau begitu, silahkan di nikmati, tuan."
".........." Rafael tidak bisa berkata kata.
Melihat meja yang penuh hidangan, dia masih berpikir kenapa tidak memesan satu jenis makanan saja. Itu akan lebih singkat dan makan dengan santai.
Akhirnya, Rafael mengambil sendok dan mencicipi hidangan itu.
Tiba tiba matanya berbinar.
Mau tidak mau dia harus berkata. "Ini enak."
Sepertinya sibuknya Andrea tidak sia sia.
Kemudian, sebotol cooks champagne yang sering di sebut sebagai Rolls-Royce nya champagne, di buka. Harga sebotolnya sekitar 12 ribu dollar.
Untuk makan malam Rafael kali ini, harga bahan bahannya saja setidaknya seharga lebih dari 100 ribu dollar.
Setelah makan sebentar, dia tiba tiba bertanya. "Tanggal berapa hari ini?"
"Tanggal 19, tuan." Andrea buru buru menjawab.
"Oh." Rafael mengangguk, dia tiba tiba teringat, saudarinya, Wendy Radja, dalam beberapa hari akan berulang tahun.
Dulu waktu kecil, Rafael memberikannya kado setiap tahun.
Tapi itu hanya sekedar mainan anak anak atau mengajaknya bermain di taman bermain saja.
Tapi sekarang sepertinya akan berbeda.
Rafael akan memilih hadiah untuknya.
Setelah Wendy bekerja sebagai manajer di salah satu perusahaan Rafael, mereka belum pernah bertemu kembali.
Rafael tidak tahu apa yang di lakukan bocah itu.
Rafael memutuskan untuk menelpon setelah makan malam untuk menanyakan kabar.