~Adult Romance
~Tidak cocok untuk yang masih unyu-unyu, akan berefek samping dewasa sebelum waktunya
Bagaimana rasanya setelah empat tahun berpacaran, tanpa sepengetahuanmu kekasihmu berselingkuh dengan sahabatmu sendiri, lalu meninggalkanmu dan menikahi sahabatmu? Sakit? Marah? Kecewa? Pasti! Itulah yang dirasakan Aster.
Namun, ketika Aster sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Tiba-tiba mantannya hadir kembali sebagai pelamar kerja di perusahaannya. Akankah cinta lama bersemi kembali atau Aster memilih dengan lelaki pilihan orang tuanya? Bagaimana Aster menghadapi mantannya diperusahaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyatakan cinta
Jatuh cinta itu mudah, mencintai itu mudah, tapi tidak semua orang dapat jujur dengan yang dirasakannya, semua orang butuh waktu mengungkapkan perasaan dan mengakui rasa yang hadir itu.
Aster berjalan memasuki kantornya siang itu setelah mengurus pertemuan dengan beberapa kolega. Tanganya mengeser layar ponsel yang berisi pesan bahwa Erhan menunggunya diruangan.
Aku harus mengatakannya! Oke awas Lia kalau kamu bikin aku malu!" ujar Aster dalam hatinya sambil menghembuskan nafasnya.
Langkah kakinya memasuki ruang kantornya seperti biasa, namun Erhan tidak ada di ruang kantornya. Aster kembali keluar ruangan, hatinya merasa kecewa. Pandangannya terhenti ke arah restoran disebrang kantornya. Erhan nampak sedang makan siang dengan sekertarisnya.
Aster menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Apa harus aku mengatakan perasaan pada orang yang telah mencintai orang lain! Oke kali ini perkataan kamu lia salah banget! Aku sudah siap Shopping Lia! " batinnya berbicara.
Aster membalik badannya, matanya terasa perih melihat pemandangan tersebut walaupun dia berusaha menghiburnya. Aster kembali masuk ke ruang kerjanya. Kini dia termenung menimbang langkahnya.
Drrrt Drrt Drrrt
Ponselnya bergetar mendapatkan panggilan dari seseorang yang sangat dibencinya.
"Halo Cantik! sudah kembali ke perusahaan? Hahahah!" gelak tawa diujung telpon tersebut.
"Jangan senang dulu! mungkin nanti aku yang akan menertawakan anda tuan!" ujar Aster.
Tut tut tut
Aster mematikan ponselnya, saat ini dia tidak ingin diganggu. Matanya lalu jatuh ke bunga aster yang baru lagi disimpan dimeja kerjanta. Setiap hari entah siapa selalu mengirimnya bunga.
Aster tidak peduli siapa yang mengirim bunga tersebut, dia mengambil bunga aster dan memasuknanya ke dalam vas bunga yang berisi air, disimpan dekat meja kerjanya.
"Setidaknya ada yang memperhatikanku!" ujar Aster seorang diri.
"Aku benci kamu Erhan! bilang suka baru kemarin, tapi kamu tetep jalan dengan Clematis! Begitu murahannya cinta kamu Erhan! dasar pembual!" celoteh Aster penuh kekesalan.
Tok tok tok
"Permisi bu Aster!"seru yang baru datang.
"Silahkan masuk!" jawab Aster mengalihkan pandangannya pada orang yang baru masuk.
"Aku menyerahkan laporan terbaru, semua kerja sama telah disetujui oleh beberapa perusahaan!" ucapnya.
"Bagus!" jawab Aster sambil meraih berkas tersebut.
Bulu mata Aster menari-nari mengikuti gerak bola matanya yang membaca berkas secara cepat, sesekali senyuman indah terukir, membuat hati berdebar.
"Ah ada apa denganku akhir-akhir ini!" batinnya berkata mengagumi Aster.
Mata Aster beralih menatap orang yang berada dihadapannya, senyuman tulus terukir dari bibir merah mudanya.
"Aku menyukai kerjamu Gaishan!" ujar Aster formal.
Gaishan menunduk bertapa bahagianya saat ini hanya untuk sekedar pujian dari Aster. Kedua tangan Aster menopang dagunya dimeja.
"Apa kau mau menjadi sekertarisku?" tanya Aster membuat Gaishan membulatkan mata.
"Bukankah sudah ada bu Clematis?" ujar Gaishan.
Aster menghembuskan nafasnya, wajahnya dipalingkan ke arah lain, menyembunyikan rasa yang berada didalam hatinya agar tidak diketahui siapa pun.
"Bukankah aku orang yang tidak mudah dibaca katamu? aku bisa merubah kedudukan orang, hanya dengan satu jentikan tangan!" jawab Aster membuat Gaishan sama sekali tidak paham.
"Baiklah temani aku makan siang! aku belum makan!" ujar Aster bangkit dari duduknya.
Gaishan hatinya dengan sendirinya bersorak mendapatkab ajakan dari Aster, senyuman bahagia terukir. Gaishan mengikuti Aster keluar dari ruangan menuju salah satu kantin.
Aster memilih duduk disatu meja dan berhadapan dengan Gaishan, mereka memesan makanan dan segera menyantapnya.
"Aster kamu suka kuning telur!" ujar Gaishan memindahkan telur bagian kuningnya ke mangkuk Aster.
Aster menyungingkan senyuman tipis pada Gaishan yang begitu perhatian, lalu menyantapnya.
"Aster kenapa sekarang kau pendiam?" tanya Gaishan sambil menyuap makanan.
"Tidak apa-apa! aku hanya sedang berpikir!" jawab Aster asal.
"Bagaimana kakimu?" tanya Gaishan.
"Kakiku sudah mendingan, hanya saja aku belum bisa membawa mobil!" ujar Aster masih fokus makan.
"Aku bisa membantumu jika kau tidak keberatan!" Gaishan menawarkan diri.
"Aku pasti akan membutuhkanmu nanti!" ucap Aster.
Gaishan menatap manik-manik Aster yang terus menyantap hidangan itu dengan serius. Aster yang dulu dengan sekarang jauh berbeda, keceriaan seakan sering berubah dalam waktu sebentar, wajahnya selalu dingin dan penuh emosi.
Sepasang mata menatap Aster tanpa disadarinya, tatapan itu memiliki arti yang bermakna. Meski yang ditatap tidak membalasnya bahkan tidak melihatnya sama sekali.
Makan siang cukup memakan waktu setengah jam, Aster dengan Gaishan kembali ke kantornya. Sekilas melihat Clematis dengan Erhan saat akan masuk ke ruangannya. Erhan nampak mengelus kepala Clematis yang nampak tersipu.
"Dasar cowok genit!" gerutu Aster dalam hati sambil melirik sebentar.
Aster mencoba tidak memperdulikan kemesraan tersebut. Aster segera masuk ke kantornya, Erhan menatap Aster yang melewatinya begitu saja. Erhan mengikuti Aster masuk ke dalam ruangannya.
"Aster!" seru Erhan membuat Aster membalikkan badannya.
"Iya Erhan," jawab Aster menormalkan suasana hatinya.
"Aku.. " Ucapan Erhan terpotong.
"Melihatmu nyaman dengannya, aku sadar Erhan tidak ada waktu untuk kita bersama!" potong Aster.
"Apa maksudnya Aster?" tanya Erhan tidak tenang.
Aster menghembuskan nafas beratnya memberikan keberanian mengungkapkannya.
"Kamu menyukai Clematis! Kita akhiri saja kesepakatan kita Erhan!" ucap Aster penuh emosi.
"Aku tidak menyukainya Aster!" bentak Erhan tidak terima ucapan Aster.
"Kalau kamu tidak menyukainya apa yang barusan kamu lakukan Erhan! makan siang dengannya mengelus rambutnya! kau pikir aku bodoh tidak memahami itu!" balas Aster dengan emosi.
"Aster cukup! kamu cemburu!" ucap Erhan ikut emosi.
"Iya aku cemburu karena aku menyukaimu Erhan! kamu mempermainkan hatiku Erhan!" ucap Aster kalimat itu terlontar begitu saja, membuat Erhan terkejut.
Ya Tuhan bisa-bisanya ucapan itu terlontar! Gila Aster kamu mempermalukan dirimu sendiri! Dasar mulut menyebalkan! gerutu Aster didalam hatinya menyesali mulutnya yang tidak bisa dikontrol.
_
_
_
_
Bersambung...
wkwkwk...🤣😆
jdi please ya jngan gampang dipinterin sama model2 yg begituan
itu cwok mng gak tahu diri bgd yak...udah penghianat,pengecut,pecundang...wes lah hempaskan ke laut aja tuh mereka berdua😡
🤣
mgkin setelah ini km baru mkir gimana sakitnya aster wktu dlu kalian khianatin😁