NovelToon NovelToon
Abang Penjual Sate, Imamku

Abang Penjual Sate, Imamku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: aisy hilyah

Sedang direvisi.

Perjalanan hidup tak selamanya lurus mulus ke depan. Juga tidak melulu berbelok dan terjal. Adakalanya kita akan merasakan manisnya hidup saat berada di puncak. Namun tak urung juga kita merasakan pahitnya hidup saat terlempar ke dasar jurang terdalam.
Begitu pun kehidupan seorang pemuda bernama Andika Razka Pratama, yang sebenarnya adalah seorang Tuan Muda pewaris tahta Perusahaan terbesar Pratama Grup. Harus merasakan pahitnya dibuang dari kehidupan sesungguhnya.
Berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan juga membiayai pendidikannya sendiri. Menjadi saksi betapa kerasnya kehidupan Nenek yang merawatnya di pengasingan. Hingga takdir merubahnya saat dipertemukan dengan seorang kepercayaan keluarganya.
Bagaimana kehidupan selanjutnya?
Temukan intrik menarik dari kisah hidup dan asmaranya. Dibubuhi konflik yang menambah rasa dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu

Sore hari yang indah, hamparan warna jingga memenuhi langit sore. Mega-mega berkeliling mengitari matahari yang semakin tenggelam ke peraduannya. 

Di sore yang indah ini, Razka tengah berdiri di jendela kantor restaurannya. Tangan kanannya memegang tiang jendela yang tidak bertirai. Pandangannya tertuju pada satu arah. Senyum mengembang di bibir indahnya, menampakkan lesung pipi yang tersembunyi di sana. Gadisnya terlihat sangat cantik hari ini, gamis muslim berwarna maroon dipadukan dengan hijab warna peach manis sekali. Razka merindukanya, rindu ingin bercengkrama dengannya, rindu tertawa bersamanya dan rindu mendengar suaranya. Namun, Razka belum bisa menemuinya untuk saat ini. Meski tidak pernah menemuinya hampir 3 bulan ini, tapi Razka selalu memperhatikan gadis itu. 

Gadis yang akan dilamarnya saat semua masalah dengan Pamannya dapat ia selesaikan sampai ke akar-akarnya. Barulah Razka akan merasa tenang. Untuk saat ini, biarlah ia menikmati saat memandangnya dari kejauhan seperti ini. Ia tak ingin melibatkan orang-orang yang disayanginya ke dalam masalahnya. Cukup Emil yang menjadi korban ketamakan dan keserakahan Pamannya. Ia tak ingin gadis yang dicintainya menjadi korban berikutnya. Ia tidak tau apapun tentang semua ini, ia hanyalah orang lain yang namanya bersemayam dalam hati Razka dan menajdi ratu di dalam sana. Razka sekarang mulai memahami bahwa dalam dunia bisnis yang kejam, seseorang dapat melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka selalu mencari kelemahan lawan mereka. Dan gadis itu adalah salah satu kelemahan Razka setelah Nenek dan Emil. 

"Tunggulah. Sebentar lagi aku akan datang melamarmu. Ku harap kau bersabar menungguku." Ia bergumam dalam hati begitu merindukan gadisnya.

"Tuan Muda!" Suara Rendy mengejutkan Razka, menyadarkannya dari lamunan tentang gadisnya. Razka menoleh pada Rendy yang masih menatapnya di balik pintu. 

Perlahan Razka menghampiri Rendy.

"Apa semuanya sudah siap? Jika iya, kita akan segera merencanakannya.!"

Itu adalah perintah entah apa yang akan direncanakan Razka. Dan rencana tentang apa yang akan disusunnya bersama teamnya. 

"Sudah Tuan Muda, semuanya sudah menunggu anda di sana." Rendy menjawab yakin, ia sudah memastikan orang-orang yang diminta Razka untuk berkumpul sudah hadir di tempat yang mereka janjikan.

"Baiklah. Kita segera menyusul mereka."

Razka berjalan melewati Rendy yang membungkukkan badannya. Rendy membukakan pintu kantor Razka dan menutupnya kembali setelah Razka keluar dari kantor itu. Ia segera menyusul Razka, melangkah di belakang Razka menuju pintu rahasia di dalam kantornya yang menghubungkan kantor dengan tempat parkir khusus mobilnya. 

Mobil yang dikendarai Rendy keluar dari area restauran dan melaju di jalanan, hari sudah hampir malam dan mereka sudah harus sampai di sana sebelum Maghrib.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Seorang gadis duduk termenung dibalik meja jualannya. Sesekali ia melirik ke arah kedai yang dulu tempat Razka berjualan. 

'Dimana dia berada saat ini? Sudah hampir 3 bulan ini dia tak pernah menemui ku.' ia bergumam dalam hati. Hatinya pilu, ia begitu merindukan sosok lelaki yang selalu tersenyum hangat padanya di sana. 

'Semoga kau dalam keadaan baik di manapun berada' Hanya doa-doa terbaik yang sering dilantunkannya untuk seseorang yang begitu dirindukannya.

Ia akan tersenyum saat pembeli datang ke kedainya, melupakan sejenak kegelisahan hatinya. Hatinya akan terhibur dengan kedatangan pembeli-pembeli itu. Ia sudah sering mendatangi restauran Razka hanya untuk menanyakan keberadaan Razka pada karyawan di sana. Namun saat itu Razka sedang dihadapkan masalah dengan Pamannya Ferdi. Masalah perebutan perusahaan juga menghilangnya Emil. 

Ia juga pernah menanyakannya pada Emil saat Emil datang mengunjungi kedainya. Namun ternyata Emil sendiri tak tau keberadaan Razka. Razka seolah menghilang ditelan bumi, tak ada kabar apapun darinya. Apalagi saat ini, orang satu-satunya yang selalu mengunjungi kedainya pun tak pernah lagi terlihat. Emil seolah menghilang bersama Razka. 

' Sebenarnya kalian di mana?' Ia mencoba sebisa mungkin untuk tidak menangis. Ia menepis segala hal-hal buruk yang melintas di pikirannya. Ia pernah menebak bahwa Razka dan Emil menikah tanpa memberi tahunya dan hilang begitu saja. Namun hatinya menolak pikiran itu. Entah mengapa hati dan pikirannya saat ini tak sejalan. Hatinya begitu yakin bahwa suatu hari nanti Razka akan datang menemuinya dan menjelaskan tentang semuanya, tentang mengapa ia selama ini tak pernah menemuinya. Tapi berbeda dengan pikirannya, dalam pikirannya selalu melintas hal-hal yang tidak menyenangkan. Soal pernikahan, atau soal Razka melupakannya, bahkan ia sempat untuk melupakan semua tentang Razka. Tapi ia tidak bisa. 

Saat ini, seperti biasa ia sedang melayani pembeli di kedainya. Namun, ia merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari jauh. Hal ini sudah ia rasakan dari beberapa hari yang lalu.

'Kenapa akhir-akhir ini sepertinya selalu ada yang memperhatikanku ya' Ia hanya berucap dalam hati sambil menoleh ke kanan dan kiri mencari siapa yang sering diam-diam memperhatikannya. Tapi tak pernah seorang pun ia dapati di sana. Ia tak pernah tau bahwa Razka membuka cabang restauran di dekat taman kota dan dekat dengan kedainya. Razka lah yang akhir-akhir ini selalu memperhatikannya dari balik jendela kantornya. Ia akan tersenyum saat pandangan mereka seolah bertemu, pada kenyataannya hanya Razka yang dapat melihatnya. Sedang gadis itu, yang dilihatnya hanya sebuah restauran baru di sana dengan sebuah jendela kaca berwarna hitam di lantai dua restauran itu.

Menjelang Isya Aisyah merapikan semua barang-barang di kedainya karena sosis yang dijualnya Sudah habis. Hari ini jualannya habis lebih awal, ia akan mencoba mendatangi restauran Razka lagi semoga saja kedatangannya kali ini tidak sia-sia. Setelah semua nya selesai, ia menunggu tukang ojek langganannya datang menjemput. Aisyah sudah mengiriminya pesan untuk menjemputnya sekarang. Tak butuh waktu lama pak Odi sudah datang menjemput. Aisyah segera menaikan barang-barangnya dan duduk di jok belakang.

"Kita ke restauran itu lagi ya Pak, sebentar!" Aisyah berkata setelah pak Odi menjalankan motornya. Pak Odi mengangguk patuh. Motor itu berjalan menuju restoran yang pertama kali Razka bangun. 

"Apa kau tak pernah bosan terus mendatangi restauran itu Nak?" Tanya pak Odi, karena sudah beberapa kali ia mengantar Aisyah ke restauran tersebut namun tak juga menemukan orang yang dicarinya.

"Tidak Pak, semoga hari ini aku akan bertemu dengannya." Jawab Aisyah dengan senyum yang dipaksakan. Setelah mereka sampai, motor Pak Odi berhenti di parkiran restauran itu. Malam ini restauran itu tidak begitu ramai pengunjung, hanya beberapa saja pengunjung yang terlihat sedang menikmati hidangan di sana. Seorang pelayan segera menghampiri Aisyah begitu melihatnya memasuki restauran. Pelayan itu membungkuk hormat pada Aisyah l.

"Maaf Nona, tapi Tuan Muda sampai saat ini belum mengunjungi restauran ini Nona." Ucap pelayan itu sopan. Aisyah menghela nafas lelah, kali ini pun ia tak dapat menemui Razka. 

"Baiklah. Jika Tuan kalian datang sampaikan kepadanya bahwa aku mencarinya." Hanya itu pesan yang selalu disampaikan Aisyah pada pelayan di restauran tersebut.

"Baik Nona akan saya sampaikan." Pelayan itu kembali membungkuk begitu Aisyah berbalik melangkah meninggalkan restauran itu. 

"Belum datang?" Tanya Pak Odi begitu Aisyah datang dengan wajah yang ditekuk. Aisyah menggeleng lemah, lalu naik ke atas motor Pak Odi dan pulang ke rumahnya. Hal apa yang akan di hadapinya nanti saat sampai di rumah. Hari ini saja ia cukup merasa lelah dan rasanya tidak ingin mendapati hal lain di rumahnya yang akan membuatnya semakin lelah. 

Namun, harapan hanya tinggal harapan. Begitu sampai di rumah ia disambut dengan wajah-wajah penuh amarah yang berdiri di teras rumah sederhana itu.

Hahhhhh.... Aisyah menghela nafas lelah kali ini ada drama apa lagi yang akan dipertontonkan Ibu dan Anak itu.

1
Mazree Gati
ini aja bertele tele kapanjangan pakai seosen dua segala,,,end
Aisy Hilyah: harap dimaklumi ini pertama kali saya nulis. jadi masih belepotan masih banyak salah-salah. masih jauh dari selera hehehe
total 1 replies
Mazree Gati
skpi,flasback
Mazree Gati
uda lompat baca masi sama
Mazree Gati
flasback,,skip
Mazree Gati
emil terlalu tolol, uda tahu di benci malah ikut campur tolol
jesS Noisyanthie
knp pemeran utama y jadi ubi?
baca dari awal begitu bnyk kematian
jesS Noisyanthie
jgn ngadi² thor,
jesS Noisyanthie
jujur,randy emng harus kembali pd istri dan anak y,
tp aku masih gak terima dgn rendy pernah memberikan harapan palsu sama emil😭😭😭
jesS Noisyanthie
deri jadikan berondong y emil aja thor🤭
jesS Noisyanthie
kasihan emil ,,,
jesS Noisyanthie
berarti rendy masih suaminya,kan gak ada kata talak,trs mngpa begitu mudah jatuh cinta sama emil
jesS Noisyanthie
knp nama ibu aisy adalah yanti 😭😭
itu namaku🤭🤭
Aisy Hilyah: maa syaa Allah
total 1 replies
jesS Noisyanthie
knp nama ibu aisy adalah yanti 😭😭
itu namaku🤭🤭
jesS Noisyanthie
katanya sgt mirip mita mirna, tp tidak bagi Sony,buktinya Sony tidak menyadari kalau mereka berduq bersaudara
jesS Noisyanthie
mita ibarat menari di atas luka y mirna,dan sony tdk memikirkan hal itu,
jesS Noisyanthie
org yg terlalu kecewa dan terluka menciptakan peran antagonis,
walaupun cinta tdk bisa di paksakan,tp aku bisa merasakan apa yg di rasakan mirna
jesS Noisyanthie
tio kan asisten ortu y aisy
jesS Noisyanthie
aisy?
jesS Noisyanthie
Cuma rendy yg gak dpt pelukan emil🤭
jesS Noisyanthie
razka tanya pd ferdy apakah masih jauh rumah y,
bukan kah razka sering mengantarkan emil pulang🤔
jesS Noisyanthie: maksud ku rendy🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!