NovelToon NovelToon
Madu

Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Aisyah, seorang gadis yang memilih berhijrah dan menutup wajah nya dengan selembar kain (cadar) semenjak SMA. Gadis yang membuat banyak laki-laki ingin menikahi nya, namun lagi-lagi ditolak oleh nya.

Kemudian, hatinya terperangkap oleh seorang pemuda bernama Fatih, yang ternyata adalah dosen baru di Kampusnya. Meneguk manisnya rumah tangga, hingga akhirnya harus berpisah dengan Fatih suaminya dengan cara yang sangat menyakitkan.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di novel "MADU" ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Hari Sabtu cuaca sedikit mendung, tidak biasanya Jakarta mendung begini. Pulang jam kuliah, aku akan mengajak Salwa untuk main kerumahku. Hari ini pertama kalinya mas Fatih tidak bisa menjeputku di kampus, ini karena ada jam kuliah di kampusnya.

Aku mengajak Salwa mengenakan mobil jemputan yang sudah mas Fatih siapkan. Aku dan Salwa duduk di jok mobil bagian belakang. Sepanjang jalan aku dan Salwa berdiskusi banyak hal, terutama mengenai kisah asmara Salwa. Ini kali pertamanya Salwa mau terbuka dan bercerita kepadaku tentang kisah asmaranya dulu kepadaku.

Salwa ternyata pernah jatuh cinta pada seorang pemuda. Dia mendeskripsikan ciri-ciri fisik pemuda yang dulu pernah ia sukai, mungkin bahkan sampai sekarang Salwa masih mencintainya. Salwa menceritakan bahwa laki-laki itu sosok yang gagah, postur tubuh yang tinggi, kulit putih, hidung mancung dengan alis tebal dan bulu mata yang panjang. Sosok yang dideskripsikan oleh Salwa mirip dengan mas Fatih, tapi tidak mungkin, lagi pula banyak laki-laki dengan ciri-ciri seperti yang Salwa ceritakan kepadaku. Kejadian itu terjadi sekitar 6 tahun silam. Saat Salwa masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan si pemuda yang Salwa cintai adalah pemuda yang tiga tahun lebih tua darinya. Dia menyesal, karena sampai detik ini dia bercerita kepadaku, laki-laki itu tidak pernah tahu isi hati Salwa.

Salwa menceritakan bahwa dia pernah ketemu pemuda itu, tanpa sengaja. Salwa berpapasan dengan laki-laki yang di cintainya dulu, dan Salwa mengatakan bahwa pemuda itu tersenyum sangat manis kepada Salwa. Itu tanpa disengaja, saat itu Salwa pulang dari masjid. Kejadian itu sekitar beberapa bulan yang lalu. Hatiku berdegup kencang setiap mendengar cerita yang keluar dari mulut Salwa. Pasalnya beberapa bulan yang lalu juga mas Fatih pulang ke Jakarta tanpaku. Ya Rabb..., semoga ini salah, aku membatin.

Sampai detik ini, Salwa masih berharap jika laki-laki itu adalah orang yang Allah pilihkan untuk menjadi imam dan penyempurna separuh agamanya. Cinta dalam diam Salwa untuk pemuda itu sangat dalam. Itu pula yang membuat Salwa malas untuk meladeni para pemuda yang berniat baik kepadanya. Masih ada cinta dalam diam yang tersisa dalam hatinya untuk pemuda misterius itu. Aku sedari tadi menunggu Salwa menyebutkan nama pemuda itu, tapi nyatanya tidak. Salwa sama sekali tidak menyebutkan nama pemuda yang sangat dia cintai itu. Aku sendiri tidak enak jika harus bertanya tentang nama orang yang Salwa suka.

"Ukh, Salwa. Apa Ikhwan (laki-laki dalam bahasa Arab) yang anti suka juga mencintai anti?, maksud ku, apa ada tanda-tanda yang menjurus kesitu?,". Aku bertanya dengan hati-hati padanya.

"Aku nggak tau Aisyah. Setiap bertemu denganku dia seakan menghindar. Entahlah mungkin dia tidak pernah ada perasaan kepadaku barang sedikit,". Jelas Salwa kepadaku.

Aku melihat ada aura sendu dalam wajahnya yang cantik. Kesedihan yang mendalam aku bisa merasakan itu. Aku terenyuh mendengar ceritanya. Aku sendiri mungkin tidak akan mampu ada di posisinya sekarang. Aku jadi bersyukur karena sejak dulu, aku selalu berusaha menjaga hatiku agar terhindar dari fitnah laki-laki. Bukan maksudku menjelek-jelekkan Salwa. Hanya aku termasuk kedalam orang yang sangat cuek dengan masalah hubungan dengan lawan jenis. Karena cinta dalam diam itu menyiksa, terutama bagi perempuan yang masih memilik malu untuk mengutarakan isi hati.

"Yang sabar ya ukh. In syaaAlloh. Allah tahu yang terbaik untuk anti. Karena Allah pernah berkata dalam salah satu firman-Nya “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216),".

Aku mencoba untuk menenangkan Salwa yang ternyata sudah menangis. Aku memeluknya erat.

"Jazakillahkhoyr ya ukh Aisyah, ini pertama kalinya aku terbuka dengan seseorang mengenai kisah asmaraku dulu ukh,". Ucap Salwa yang menyeka air matanya.

"Wa anti jazakillahkhoyr ukh Salwa. Jangan sedih lagi yah,". Aku tersenyum padanya.

Ya Allah, terimakasih atas segala nikmat-Mu. Melihat kisah Salwa, aku jadi makin bersyukur karena telah Allah hadirkan mas Fatih untuk menemani suka dukaku, untuk menyempurnakan separuh agamaku. Semoga Allah selalu menjaga rumah tangga aku dan mas Fatih. Aamiin ya Allah ya Rabb. Doaku dalam hati.

Handphoneku berkedip. Ada pesan masuk. Aku lihat itu pesan WhatsApp dari suamiku, mas Fatih. Aku langsung tersenyum bahagia.

Dari Suamiku:

"Assalamualaikum sayang, lagi ngapain?, maafin mas yah. Hari ini nggak bisa anter kamu. Jangan lupa makan ya sayang,". Isi pesan mas Fatih padaku.

To Suamiku:

"Waallaikumussalam mas. Ini lagi di mobil perjalanan pulang kerumah. Sebentar lagi juga sampai kok, makan dirumah saja sekalian mas. Iyah mas sayang, ngga papa kok, kan mas sibuk. Mas juga jangan lupa makan yah. Pulang kapan?,". Aku membalas pesan WhatsApp dari mas Fatih.

Dari Suamiku:

"Alhamdulillah kalau sudah mau pulang. Mas juga makan dirumah saja. Paling sebentar lagi pulang dik. Tunggu mas di rumah ya sayang. Love you istriku,".

To suamiku:

"Iya mas. Aisyah tunggu dirumah. Kita makan bersama ya mas. Hati-hati pulangnya. Love you too,".

Aku menyimpan handphoneku didalam tas. Aku melihat kedepan, ternyata sudah mau sampai rumah. Hanya satu atau dua rumah lagi, aku akan sampai kerumahku. Mobil berhenti didepan pintu utama rumah. Aku turun dari mobil bersama dengan Salwa. Setelah kami turun, mobil berjalan menuju garasi mobil.

"Ayuk ukh, masuk,". Ajak aku kepada Salwa. Pintu rumah sudah dibukakan oleh salah satu personil three Bi.

"Assalamualaikum Bi, Bi nanti bantuin Aisyah masak yah didapur. Oh iya kenalin Bi. Ini Salwa, teman kuliah Aisyah,". Aku mengenalkan Salwa ke salah satu asisten rumah tanggaku.

"Salwa Bi,". Ucap Salwa memperkenalkan diri sambil menyalami asisten rumah tanggaku.

Aku menyuruh Salwa untuk duduk diruang tv. Sedang aku menyuruh Bi Dar untuk membuatkan jus dan beberapa makanan kecil untuk Salwa. Aku menuju ke kamar untuk mengganti pakaianku. Aku harus cantik dan wangi, karena sebentar lagi akan menyambut mas Fatih pulang dari kampusnya.

Setelah ganti pakaian, aku menuju ke dapur dan membantu three Bi menyiapkan makanan untuk makan siang kami semua.

Alhamdulillah tidak menunggu lama, karena di kerjakan bersama-sama. Semua makanan sudah siap dimeja makan. Aku meninggalkan three Bi dan menghampiri Salwa.

"Ukh Afwan ya, aku tinggal lama. Soalnya tadi menyiapkan sesuatu untuk suami,". Ucapku kepada Salwa.

"Iya tidak apa-apa. Ngerti kok. Tugas istri kan emang melayani suaminya,". Aku mendengar ada nada menggoda dari Salwa.

"Hehehe..., apa si ukh. Bisa aja deh,". Jawabku tertawa kecil.

Beberapa menit, aku berbincang dengan Salwa. Aku mendengar ucapan salam khas sekali. Itu adalah suara suamiku mas Fatih. Aku pamit kepada Salwa dan menuju ke ruang depan untuk membukakan pintu dan menyambut mas Fatih.

"Assalamualaikum istriku sayang,". Ucap mas Fatih sembari memeluk dan mencium keningku.

"Waallaikumussalam mas. Udah jangan gini. Malu ih ada temen Aisyah,". Jawabku.

"Teman?, kok kamu ga bilang ke mas?,". Tanya mas Fatih bingung.

"Hehehe..., Afwan mas. Aisyah lupa ngasih tau mas kalau temen Aisyah hari ini mau main kerumah. Maklum mas, di pikiran Aisyah hanya ada mas,". Aku mencoba merayu mas Fatih, agar tidak marah karena aku tidak memberi tahu jika Salwa akan main kerumah hari ini. Walaupun aku tau, mas Fatih tidak akan marah padaku.

"Kamu bisa saja. Yaudah mas ke kamar dulu yah. Nanti mas turun buat nemuin kalian,". Ucap mas Fatih yang kemudian berjalan menuju ke kamar.

Aku mengajak Salwa untuk duduk dimeja makan. Bersama dengan three Bi tentunya. Aku melirik ke arah kamar, dan ada mas Fatih yang baru saja keluar kamar. Aku tersenyum padanya.

#

Sebenarnya aku sedikit kesal, karena Aisyah lagi-lagi lupa. Apalagi kali ini dia bawa teman perempuannya main kerumah. Aku berjalan menuju ketempat makan. Aku melihat teman perempuan Aisyah. Walaupun hanya dari belakang. Aku seperti mengenali sosok itu meskipun tidak melihat wajahnya. Tapi siapa?, mungkin hanya perasaanku saja.

Aku semakin berjalan mendekati mereka, dan duduk disamping Aisyah. Sekarang aku tau, siapa teman dekat istriku selama ini. Astaghfirullah rasanya aku habis disiram dengan air keras. Aku kaku, gugup, pucat, malu. Semua jadi satu. Ya Allah ya Rabb.

Jadi selama ini, Salwa yang dimaksud istriku adalah Aminahtul Salwa?, kenapa aku tidak menanyakan nama lengkap salwa-salwa itu. Ya Allah, aku mengenalnya bukan Salwa, tapi Aminah. Gadis yang beberapa bulan lalu tak sengaja aku temui, gadis yang pernah mengisi hatiku sekian lamanya, sebelum aku bertemu Aisyah. Aku selalu berdoa agar tidak pernah bertemunya lagi. Tapi hari ini, aku sangat dekat dengannya. Dia duduk didepanku. Astaghfirullah ya Allah.

"Mas, ini Salwa teman dekatku, dan Salwa ini mas Fatih suamiku,". Aisyah mengenalkan aku dan Salwa, maksudku Aminah.

Aku mendapati Salwa langsung berubah ekspresi wajahnya setelah aku menyebut nama mas Fatih. Ada apa sebenarnya. Bahkan dia langsung mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk?, bahkan sekarang mata Salwa berkaca-kaca melihat mas Fatih, pun aku melihat mas Fatih pucat pasi. Ada apa dengan mereka berdua. Ya Allah Aisyah takut.

"Kok pada diam?, apa ada yang salah?,". Aku mencoba mencairkan suasana.

"Oh engga sayang. Ngga ada apa-apa dik. Ayok kita makan,". Ucap mas Fatih kepadaku.

"Ayuk Salwa, makan,". Ucapku pada salwa yang sedari tadi hanya diam. Sikapnya sangat berubah. Berbeda sebelum kedatangan mas Fatih. Cuman aku tidak mau berpikir yang aneh-aneh.

Setelah makan bersama selesai. Entah kenapa mas Fatih langsung undur diri kekamar, dan Salwa pun langsung pamit untuk pulang. Aku sampai dibuat bingung oleh sikap mereka.

Aku mengantar Salwa hingga kedepan pintu. Nampaknya dia sudah lebih dulu memesan taksi online, sebelum aku menawarkan untuk diantar oleh sopir pribadiku dan mas Fatih.

Aku melambaikan tangan padanya, dia juga melambaikan tangan, tapi tanpa senyuman seperti biasanya. Ya Allah ada apa ini sebenarnya.

1
Elisabet Sembiring
memang nyebelin, gondok, tapi namanya cerita ya ibu, mau nyebelin author nulis ceritanya, ya tetap baca. weleh weleh.
author semangat menulis dan readers semangat membaca./Smug/
Elisabet Sembiring
awal baca, hasil sholat istikhoroh nya agak meragukan. nggak terlalu mendalam, ya kan thor
Elisabet Sembiring
jujur dong ke suami.
kata ibu mertua, harus poligami
dasar novel, bikin greget.
lanjut aku baca
Elisabet Sembiring
Luar biasa
Ciankk Arumi Kirana
nyimak
Yayuk Nuri
thor pokok nya jg pisah kn aisah ama fahmi tor aq gk trima pokok nya klu di pisah kn
Yayuk Nuri
jagan pisah kan
Yayuk Nuri
jg pisah kn aisah sama fahmi thor
Yayuk Nuri
ya kenapa fahmi tidak mau nerima panjelasan nya aisah
Yayuk Nuri
lanjut seru nih
TongTji Tea
cerai nya kapan?
TongTji Tea
telan aja sedih mu ,Syah .Aneh banget sih ini
Annasya Saila
karya yang bisa di ambil pelajaranx untuk kita menghadapi setiap ujian di dunia ini. belajar tentang sabar, ikhlas dan ridho akan setiap rencana yg Allah berikan.
Annasya Saila
sungguh tulus cinta Fahmi untuk Aisyah. di dunia di uji dg begitu dahsyatx dan kelak di akhirat akan mendapatkan kebhgiaan. pasangan dunia akhirat Fahmi dan Aisyah.
amalia gati subagio
o a lahhh, bajigur basi oroknya iblis, yach turunan gen setan he
amalia gati subagio
ye kok metong sich? bikin pesta 7hr 7mlm aza, unjuk suka cita utk hasil bajigus basi pd madu1 yg kini otw bangun dari koma o on ogeb pasrahnya jd budak nafsu lu 😁
amalia gati subagio
he? mulai menggugat taqdir neh? ojo nesu2 la bojo anyarnya sempurna toh? jalang++++ suami na bajigur tengik, klop!! yach madu 1 sih mang o on ogeb culun naif halu
Sulati Cus
innalillahi kok jd mewek begini sih pdhl udh pernah baca
amalia gati subagio
perempuan ini munafik bercadar, penipu dgn sertifikatnya bintang 100, tobatnya tobat sambal he
amalia gati subagio
kereb!!!! perempuan dewasa berpendidikan berilmu cukup, sengaja menjatuhkan harga dirinya sd -0sen, terus n terus terperangkap dlm neraka demi syurga yg tak dirindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!