Pengkhianatan Suaminya disaat yang Laras hamil, merupakan langkah awal kehidupan bahagia Laras yang sesungguhnya karena setlah Suaminya menceraikan Laras, dia menikah dengan Pengusaha Sukses yang merupakan Boss dari mantan suaminya dikantor.
Kehancuran rumah tangga Laras berawal dari Kegatelan seorang wanita muda bernama Sandra yang sangat licik dan penggoda dari laki-laki yang ada di sekeliling keluarga Laras.
Setelah mereka bercerai, suami Laras, Bobby akhirnya menikah dengan sang pelakor, Sandra yang ternyata mencari keuntungan dari beberapa pria yang lain, termasuk dengan kakak ipar Boobby.
Bagaimana kisah mereka? Banyak yang terjadi diantara mereka bertiga, dan kisah Sandra yang membagi tubuhnya dengan laki-laki lain selain Bobby!
Ikuti Kisah "DUSTAMU...Berkah Bagiku!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KARIANGAU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SANDRA KABUR DENGAN RINTO
Bab 35.
Ditempat lain, Sandra yang selama ini masih berhubungan dengan Eko dan Rinto, merasa kalau Bobby tidak bisa diharapkan akan membawa dia menuju kebahagiaan. Sandra chat Rinto untuk bertemu dan minta uang. Sandra yang sudah hamil 5 bulan itu, akhirnya bertemu dengan Rinto di suatu tempat tersembunyi.
Mereka janjian di sebuah resto mahal yang ada di kota itu. Secara sekarang Rinto sudah naik jabatan menjadi kepala bagian di sebuah instansi pemerintah. Jabatan yang baru didapatnya membuat penghasilannya juga tambah tinggi.
Setelah mereka bertemu di tempat tersebut, Rinto merasakan sesuatu ikatan dengan kandungan yang ada di dalam kandungan Sandra.
"Halo mas, apa kabar? Ish tambah keren aja kamu." Mereka bercipika cipiki dan Sandra memeluk Rinto karena rindu, sudah tiga bulan ini tidak ketemu sejak ketahuan hamilnya.
"Baik sayang, kamu hamil berapa bulan? Pasti karena hal ini, kamu tidak pernah menghubungi mas, ya?" tanya Rinto.
"Iya mas, aku juga kan menjaga kehamilan ini, supaya mas Bobby tidak curiga."
"Maksudmu, apakah kandungan ini anak mas?" Rinto heran dengan jawaban Sandra.
"Mungkin iya mungkin tidak mas, karena kita masih belum tau!" Sandra duduk di kursi samping Rinto.
"Ya sudah, kita pesan makanan dulu ya...!" Rinto memesan berbagai makanan enakdisana. Mereka berdua senang dengan pertemuan ini.
"Sandra, aku kok punya semacam ikatan yang kuat dengan anak yang ada dalam kandunganmu!" Rinto memberikan hal yang membuat Sandra kuatir.
"Ah masa? Wah, gawat kalo begitu mas, aku bakalan diusir sama mas Bobby kalau mukanya mirip kamu."
"Kenapa mesti takut, sekarang pun kalau kamu mau hidup denganku, tidak masalah. Kita sewa apartemen dan kamu bisa tinggal disana. Selebihnya kamu bisa disana saja, aku service kamu disana, asal kamu juga bisa memuaskan aku dong tentunya...??!!" Rinto memberikan sebuah penawaran.
"Hm, bagaimana ya. Penawaranmu menarik juga mas," Sahut Sandra.
"Bagaimana kalau kamu besok sudah mulai tinggal bersamaku? Gimana?" tanya Rinto yang membuat Sandra bimbang.
"Hm, boleh juga. Tapi aku lihat dulu. Aku beraninya kalau mas Bobby sedang keluar rumah. Kalau perlu hari ini kita langsung ke Apartemen. Soalnya mas Bobby dipecat dari kantornya!"
"Hah dipecat? Masalah apa?" Rinto heran.
"Aku nggak tau kenapa? Nggak jelas juga!"
"Hm, emang ada apa ya?" Rinto bingung.
"Sekarang kan, perusahaan mas Satria ganti pemegang saham. Kamu tau gak siapa pemegang sahamnya?" tanya Sandra penuh tanda tanya.
"Siapa? Bukannya masih pak Hendri Sugara?"
"Bukan. Satria dan Laras!"
"Hah, Satria dan Laras? Kok Laras? Laras mantan istri Bobby?" tanya Rinto dengan wajah kaget sekali.
"Iya, mereka sudah menikah!"
"Menikah? Wah kok aku ketinggalan berita ya?" Rinto menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Iya mereka menikah seminggu lalu dan langsung menjadi pemegang saham. Saya juga nggak tau apa pak Hendri masih ada atau tidak sebagai pemegang saham!" Rinto tertegun mendengar hal ini.
"Berarti Laras memang benar dengan kasus perceraiannya dengan Bobby. Dan Allah memberikan kenikmatan setelah itu!" Perkataan Rinto membuat Sandra makin jengkel dengan Rinto.
"Kamu apa sih mas? Bela si Laras, aku kan nggak suka mas!!" Jawab Sandra dengan nada agak marah.
"Kamu kenapa marah? Kan memang benar, Allah akan memberikan kenikmatan setelah kita diberikan kesusahan. Sandra diam, karena perceraian Bobby dan Laras adalah karena dia.
"Ya udah, kamu masih mau hari ini pergi dari rumah?" tanya Rinto memastikan. Dia tak enak dengan raut wajah Sandra.
"Iya, tapi dengan satu syarat!"
"Apa?"
"Kamu harus memberikan aku uang bulanan lima juta, dan semua keperluan apartemen kamu yang bayar!" Sandra memberikan ultimatum yang jelas.
"Hm, boleh. Sekarang?" tanya Rinto.
"Iya,sekarang."
"Oke,kalau begitu abis makan nanti, kita langsung ke Apartemen yang ada di samping kantorku, jadi aku bisa pulang kalau makan siang dan bercinta denganmu!"
"Iya, kita cari apartemen yang sudah lengkap saja mas, isinya!"
"Iya dong, supaya nggak usah beli lagi perabotan. Kita sewa saja kamar apartemennya."
Setelah mereka makan, mereka langsung ke mall membeli beberapa pakaian untuk Sandra dan ke apartemen milik teman Rinto yang disewakan. Apartemen yang sudah lengkap semua isinya. Jadi mereka langsung bisa masuk.
Ketika mobil Rinto masuk ke dalam halaman Apartemen, mereka melihat Bobby sedang menunggu taxi online di lobi.
"Sayang, itu Bobby, kenapa dia ada disini?" tanya Rinto yang melihat Bobby sedang menunggu taxi online.
"Wah, aku nggak tau! Ngebut mas, aku mau ngumpet dulu!" Saat melewati Bobby, Rinto langsung melajukan mobilnya dengan cepat agar tak ketahuan.
"Sudah lewat mas?" tanya Sandra yang kembali menegakkan badannya di kursi.
"Sudah, tapi dia kayaknya curiga dengan mobilku. Dia melihat mobilku lama tadi. Biarlah, yang penting dia tidak melihat kita berdua!"
Mobil langsung diarahkan ke gedung parkir paling atas dan mereka langsung menuju lantai dimana kamar apartemennya berada. Setelah membuka pintu kamar apartemen, Sandra sangat senang sekali.
"Wahhh...Mewah sekali mas, sofanya gede, dan wow, liat mas, tempat tidurnya gede banget." Sandra meletakkan belanjaan pakaiannya dan langsung memeluk Rinto.
"Makasih ya mas, kita mandi bareng yuk? Kayaknya enak deh sore-sore begini kita mandi berdua...?" Sandra merayu dan mereka mandi bersama di bathup persegi empat dengan sabun aroma therapi.
"Hmmm...Nikmat sekali ya kalau punya kamar mandi kayak gini. Setiap hari aku bisa mandi berendam."
"Dan setiap hari, aku bisa menbobjungi anakmu di dalam rahim!" Rinto memeluk Sandra dan mereka berciuman lama sekali. Setelah mandi, mereka kembali ke dalam kamar dan mereka bercinta sampai beberapa ronde. Sandra sangat puas dengan permainan Rinto yang bisa membuat dia terbang melayang berkali-kali.
Rinto pun sama, dia selalu merasakan sensasi berbeda, bila bercinta dengan Dian. Apalagi Sandra sedang hamil, membuat jepitan lobang miliknya terasa sekali. Mereka pun makan malam dengan memesan makanan delivery.
"Sayang, kamu sudah dihubungi oleh Bobby?" tanya Rinto.
"Ah, biarlah, aku sudah tak mikirkan dia lagi. Aku kan sedang sama kamu mas. Lagipula, nomer HPku yang di HP baru kan dia tidak tau. Jadi biarlah nomer lama nya nanti aku buang saja, dan ganti nomer baru lagi!"
"Jadi kamu akan menikah denganku dong?" tanya Rinto menggoda.
"Iyalah, kita menikah siri saja. Tapi nanti mas, setelah aku melahirkan. Kita tenang saja dulu mas, kita nikmati hari-hari kita bersama...Hahahaha."
"Kamu memang juara kalau masalah begini!" Rinto senyum.
Sementara di rumah Bobby Bobby dan Ibu sedang kalang kabut, karena sejak siang Sandra belum kembali ke rumah. HP nya tidak bisa dihubungi. Bobby sudah berpuluh-puluh kali telepon ke HPnya, tak tak pernah aktif. Bobby bolak balik dari kamar ke teras, begitu terus. Kekhanurmarannya membuat Bobby ingin sekali melaporkan ke polisi
"Ibu, aduh gimana sih si Sandra? Kemana sih bu dia pamit tadi siang?"
"Dia pamit katanya cuma sebentar mau ke mall,cobalah cari di mall. Mungkin dia masih ada disana!"
"Ya sudah aku akan cari di mall. Kalau Sandra datang ke rumah, suruh dia menghubungi ku!" Bobby langsung mengganti baju dan memesan ojek online. Setelah sampai di mall, dia mengitari mall sampai dia bertemu dengan Satria dan Laras yang sedang membeli pakaian dan perlengkapan bayi.
"Bobby! Ngapin kamu disini?" tanya Satria. Bobby sebenernya enggan meladeni Satria.
"Tidak ada, saya hanya jalan-jalan saja!" Bobby melirik ke perut Laras yang sudah membesar.
"Aku masih mau bertanya denganmu Ras! Apa anak yang di dalam kandunganmu itu anakku?" Bobby menunggu jawaban Laras.
"Kalau iya bagaimana? Kalau tidak bagaimana?" tanya Laras dengan santai
"Ya kalau itu anakku, kenapa kamu tidak jujur kepadaku?" Balas Bobby.
"Kalau bukan anakmu?" tanya Laras balik dengan santai.
"Kalau bukan anakku, lantas anak siapa?" tanya Bobby penasaran.
"Aku tidak tau, ini anakmu atau tidak, tapi yang jelas ini adalah anakku! Kamu tidak boleh mengklaim ini anakmu atau tidak!" Laras masih belum mau memberitahukan kepada Bobby.
"Berarti benar itu anakku! Hahahaha. Kamu telah berbohong padaku, kau berdosa!!" Bobby merasa benar.
....
....
BERSAMBUNG
mngkin bisa direvisi kembali atau untuk novel selanjutnya bisa lebih diperhatikan kembali untuk penulisannya supaya pembacs lebih nyaman 🙏🏻
terima kasih & tetap semangat menulisnya 💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹
atau bang mas? hehe