(TAHAP REVISI)
Naula Vranista, adalah gadis cantik berkulit putih yang sering di panggil dengan sebutan Nau, ia terpaksa harus menikah karena perjodohan dari orangtuanya di usianya yang masih muda. Bahkan ia tidak tau siapakah laki laki yang akan di jodohkan dengan nya?
Namun di saat dia mengetahui nya, bahwa dia adalah Galen Mahendra, siswa yang kerap di kenal Sebagai BadBoy Di sekolah nya.
Kaget?Syok? Bukan lagi, Bagaimana tidak ia harus menikah dengan musuh bebuyutan nya, seorang siswa yang terkenal paling nakal di sekolahnya.
Bayangkan saja! Bagaimana jadinya jika mereka menikah dengan masih sekolah Menengah Atas?
Akan kah mereka saling mencintai? Apakah bisa mereka menutupi status pernikahan mereka di Sekolah?
Yuk ikuti kelanjutan Kisah Mereka!!.
IG : Lesmiyelesti_07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Les07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Mendengar pengakuan dari Galen sedari tadi Naula merasakan debaran yang sangat aneh di jantungnya.
Sungguh dia tidak memahami ada apa dengan dirinya.
Naula selesai mengerjakan semua tugas nya di temani oleh Galen.
Melihat Naula yang sudah mengerjakan tugasnya Galen menarik Naula menuju ranjang, Naula terdiam canggung di buatnya. Tiba tiba saja Galen mendekapnya di atas ranjang.
"Nau kamu tau nggak, sebenarnya aku udah suka sama kamu dari lama?."
"Pasti kamu nggak bakalan percaya....
Naula hanya tak bisa mengeluarkan satu patah kata, mendengar semua cerita juga pengakuan dari Galen. Sesungguhnya saat ini ia bingung ingin berkata apa.
Apakah ia juga bisa mencintai Galen? Sesungguhnya saat ini Naula belum merasakan apa pun terhadap Galen. Namun ia akan berusaha menerima pernikahan ini.
Galen yang sedari tadi berceloteh kepada Naula namun ia tidak mendapat respon apa pun dari istrinya itu, Galen mengarahkan pandangan nya kebawah menatap Naula dengan intens lalu ia mencium puncak Naula dengan lembut penuh sayang.
Naula yang hanya terdiam lalu menatap Galen tanpa berkedip. Galen pun telah mendekatkan wajahnya lagi kepada Naula saat ini wajah mereka hanya berjarak sekitar lima centi.
Jantung Naula berdetak dengan sangat kencang, hembusan nafas hangat Galen membuat nya memejamkan mata, Galen yang melihat itu hanya tersenyum.
"Cup". Galen mencium bibir Naula sekilas, Sontak Naula langsung membuka matanya.
"Udah tidur yuk udah malam besok sekolah!" ujar Galen, Naula hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
Galen menyelimuti tubuh mereka berdua lalu ia mendekap Naula dan kepalanya tenggelam di dada Galen. Saat ini jantung Naula berpacu lebih kencang dari sebelumnya, namun tak bisa di pungkiri bahwa Naula juga merasa sangat nyaman di dalam pelukan Galen.
'Oh tuhan jantungku rasanya mau copot argh Galen, perasaan apa ini kok jantung gue dari tadi selalu berdebar dan merasa canggung banget sih! hiks hiks ya udah deh mending tidur rasanya nyaman banget.'
Naula membatin di dalam hati lalu ia segera memejamkan matanya, Naula merasa sangat nyaman berada di dalam dekapan Galen.
Galen mengelus rambut Naula lalu mencium keningnya "Cup",
"Tidur yang nyenyak cantik semoga mimpi indah." Ujar Galen memeluk erat Naula lalu memejamkan matanya menyusul Naula.
Naula terasa tersengat aliran listrik karena di cium dan mendengar ucapan Galen yang barusan.
'Argh Galen gue meleyot huaa!!.'
Malam ini walaupun di guyur hujan lebat dan angin badai yang sangat kencang tidak membuat kedua insan ini merasa kedinginan, karena mereka berdua saling menghangatkan satu sama lain, mereka telah terlelap menuju alam mimpi dengan wajah yang damai.
...****************...
Mentari telah bersinar memasuki selah selah jendela dan membuat akhirnya terbangun. Hal yang pertama ia lihat saat membuka matanya dia suguhkan pemandangan wajah tampan lelaki yang berstatus suaminya. Naula menatap dan mengelus wajah tampan itu sambil tersenyum.
Sangat Tampan!.
Galen memegang tangan Naula yang masih menempel di wajahnya. "Udah puas hmm memandangi wajah tampan suami mu ini!" Ujar Galen.
Sebenarnya Galen telah bangun dari tadi namun ia enggan untuk beranjak karena masih ingin menikmati mendekap Naula.
Naula yang sangat terkejut karena tertangkap basah oleh Galen sontak ia ingin menarik tangan nya. Namun Galen telah menggenggam nya erat "Cup" lalu menciumnya.
"Good morning sayang".
Naula yang merasa sangat syok hanya tercengang memandangi Galen tanpa berkedip. Galen yang melihat ekspresi istrinya itu sangat menggemaskan menurut nya lalu ia mencium bibir manis Naula sekilas.
"Pletak".
"Awh sakit" ringis Naula karena jidat nya di sentil oleh Galen.
Namun Galen segera menempel kan bibirnya lama di tempat yang ia sentil tadi, Naula menikmati itu sambil memejamkan matanya.
Setelah itu Galen menatap Naula dan mengelus pipinya dengan lembut, Dengan perasaan gemas nya Galen mencubit hidung mancung itu.
"Akh ih apaan sih sakit tau!"
"Heheh kamu nggak mau bangun apa liat tuh jam, atau kita izin saja!" Ucap Galen mengedipkan matanya sebelah.
Seketika Naula langsung mengalihkan pandangannya melihat jam yang tertera di dinding.Seketika ia membulatkan mulutnya membentuk O.
"Argh telat anjir, kamu kenapa sih nggak bilang dari tadi." teriak Naula sambil beranjak lalu menuju ke kamar mandi.
Mendengar itu Galen bukannya marah melainkan tersenyum karena mendengar kalimat 'kamu' yang pertama kali Naula ucapkan kepada dirinya.
"Gemes banget sih pengen gigit...
_To Be Continued_