NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Winter

Seminggu setelah Yura membuka blokiran pada kontak ibunya, hubungan keduanya perlahan membaik. Yura sudah mulai merespon pesan singkat dari sang Ibu.

Tanpa gadis itu sadari, setitik senyum mulai muncul disudut bibirnya saat sang ibu mengirimkan foto ikan dalam aquarium milik mereka.

"Sepertinya ikan-ikan itu mencari mu... " Begitulah tertulis di sana.

...

Hari ini, Yura kembali menemani sang nenek untuk memeriksakan lututnya yang semakin hari semakin nyeri saja.

Bahkan sang nenek tidak sanggup lagi untuk berjalan dengan jarak yang sedekat itu. Alhasil nenek meminta bantuan pak Tom, tetangga sebelah rumah nenek untuk mengantarkan mereka ke klinik milik dokter Mark.

Pak Tom memiliki sebuah mobil pick up yang biasa digunakan untuk mengangkut hasil panen kekota.

"Terimakasih paman," ucap Yura saat keduanya turun dari mobil.

"Tidak apa-apa. Beritahu aku apapun jika kau butuh sesuatu... " ucapanya tanpa ikut turun dari mobilnya.

Yura mengangguk dan kemudian menuntun sang nenek untuk masuk kedalam. Kebetulan yang tak disangka, tempat itu begitu ramai oleh orang dewasa dan anak-anak yang juga datang untuk berobat.

Memang cuaca didesa sudah masuk ke musim penghujan. Musim dimana tubuh akan sangat rentan masuk angin.

Karena cuaca dingin itu pula lah lutut nenek Lea jadi kambuh. Para warga akan mengenakan pakaian yang tebal atau dua kali lipat dari yang biasanya.

"Nek, lutut nya kambuh lagi ya.. " sapa dokter Mark. Ia tidak sengaja datang untuk mereka, melainkan sekalian lewat untuk mengambil stok obat-obatan dari gudang samping.

Yura dapat melihat dokter Mark dan para pekerja nya yang berjumlah tiga orang itu sangat kewalahan.

Winter bahkan sudah ikut membantu, tetap saja para warga yang datang masih harus menunggu lumayan lama.

"Nek, tunggu saja sampai nomor antrian nenek dipanggil. Aku akan bantu mereka... " ucap Yura yang disambut anggukan dari nenek.

Walaupun Yura dapat menebak jika kehadiran nya akan dianggap meresahkan oleh gadis itu, Yura akan tetap mencoba menawarkan diri nya untuk membantu.

"Apa yang bisa aku bantu...? " tentu ia bertanya pada gadis itu supaya tidak menimbulkan salah paham lagi.

Dengan wajah yang sengaja dibuat dongkol, Winter mengarahkan nya untuk membagikan salep bagi siapa saja yang membutuhkan.

"Salep nya tolong bagikan ya,, "

Pasien yang datang dengan keluhan nyeri lutut dan persendian lain bukan hanya nenek Lea saja. Masalah persendian memang sudah jadi keluhan sehari-hari para lansia didesa itu.

Tidak perlu heran, mata pencaharian mereka yang sehari-hari selalu bersentuhan dengan air laut lah yang menjadi penyebab utama nya.

Yah, kalau kata warga, setiap pekerjaan ada resiko nya. Dan mereka menjalani kehidupan itu dengan ikhlas dan penuh syukur.

Tak sampai setengah jam, akhirnya pada lansia dengan keluhan yang sama berhasil Yura tangani dengan cekatan.

Walaupun sebagian orang ada saja yang membuat mereka cukup mengelus dada, tapi semua nya tetap bekerja dengan tulus mengingat kekeluargaan didesa itu memang tak perlu diragukan lagi.

Nenek yang telah selesai menerima obat yang dibutuhkan akhirnya memutuskan untuk pulang sendiri saja.

"Aku ikut dengan teman nenek saja. Ia diantar cucunya pakai mobil,,, " ucap nenek Lea, disamping nya ada nenek tua lainnya tersenyum sambil melambaikan tangan pada Yura.

"Baiklah nek, aku akan membantu disini dulu... " ucap Yura.

Ia pun kembali masuk dan membantu pekerja lain untuk mencatat dan menyusun obat-obatan sesuai dosis nya.

Yura terlihat bersemangat, tidak ada rasa jenuh yang mampir kedalam benak nya. Ia malah menjadikan semua ini jadi pengalaman seru dan berharga untuknya.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan jam dua belas lewat setengah. Kursi panjang didalam ruangan tunggu sudah berangsur kosong.

Tersisa mereka dan keluarga pasien rawat inap yang berlalu lalang, ada yang masuk dan ada yang keluar.

"Aaahh, akhirnya masalah kita beres untuk saat ini... " ucap salah satu diantara pekerja itu.

Winter yang merasa pekerjaan nya jadi terbantu akibat kehadiran Yura akhirnya membuang kecurigaan nya sebentar.

Ia memberikan minuman kaleng sebagai pelepas dahaga untuk Yura. "Terimakasih untuk hari ini... "

Yura hanya tersenyum tipis sambil menerima minuman itu. Ia tahu jika gadis itu sama dengan dirinya, sama-sama membantu disini.

Yura dapat menebak jika Winter adalah gadis baik. hanya saja rasa cemburu yang berlebihan membuatnya kadang tidak bisa membaca situasi dengan baik.

Dokter Mark yang baru saja menyelesaikan pemeriksaan terakhirnya segera bergabung dengan kedua gadis itu.

"Hei Yura, kamu ikut bantu ya. Terima kasih loh... " ucapnya sambil tersenyum lebar.

Tentu kejadian itu membuat wajah hangat Winter segera berubah menjadi dingin. Sudah sejak kecil ia menyukai dokter tampan itu.

"Winter yang bekerja keras dok,,,, " ucap Yura sambil mendorong kecil bahu Winter dengan bahunya sendiri.

"Kalau begitu saya pamit dok,,, " tambah nya lagi.

Yura tidak ingin gadis pencemburu itu kembali membencinya.

"Makan dulu lah,, " balas dokter Mark.

"Tidak deh dok, terimakasih. Saya pamit... " ucapnya Yura sambil menunduk hormat lalu berbalik keluar.

"Dokter, Winter ikut pulang ya,, " Tak disangka Winter mengikuti Yura. Ia segera mengejar gadis itu keluar.

"Asal kamu tidak merebut dokter Mark, kamu aman deh... " ucapnya sambil membalas senggolan bahu dari Yura sebelumnya. Ia juga menyodorkan es krim pada gadis cantik itu.

Yura tertawa lepas sambil menerima es krim pemberian Winter. "Cuaca dingin makan es krim.. "

Tidak biasanya Yura mau tertawa selepas ini. Bahkan saat bersama Yura a pun, ia tidak bisa melepaskan morfin alaminya.

Namun dengan gadis yang selalu menaruh rasa curiga padanya, ia malah menunjukkan dirinya yang sebenarnya.

"Jangan ubah topik deh,,, " ucap Winter. Bibir nya sengaja ia majukan.

"Aku juga punya pacar, namanya Steven... " ucap Yura. Matanya nanar menatap kelangit, seolah mencari sosok Steven yang ia sebutkan itu.

"Oke deh, tapi bagaimana dengan Liam? sepertinya ia suka kamu deh... " ucap gadis itu lagi.

"Yang paling utama, aku tidak menyukai siapapun selain kak steven. " jawab Yura dengan santai.

"Mmmm rumahku disana, lebih jauh lagi... " Ucap Winter lagi. Ia menunjuk persimpangan didepan mereka.

Sesekali Yura melirik sosok gadis di sampingnya. Ia cukup ceria seperti kebanyakan gadis lainnya. Sangat berbeda dengan kesan pertama pertemuan mereka.

"Oh ya, nenek kamu itu sangat terkenal didesa ini. Beliau termasuk orang penting disini... "

Yura kembali tertawa dengan lepasnya. "Tak kusangka kau akan semudah itu cerita banyak hal padaku... "

"Sudah kubilang kau akan aman jika tidak merebut dokter Mark... "

"Tapi,,,, kalian tidak pacaran kan..? " Tembak Yura tepat pada sasaran.

Gadis itu seketika diam dan memandang Yura penuh curiga. "Kau menyelidiki ku? "

Yura hanya menjawab dengan tawa renyahnya. Yura yang seolah memiliki indra keenam itu sangat mudah untuk membaca situasi yang terjadi pada pasangan tidak jelas itu.

Dokter Mark tidak menolak keberadaan Winter, tapi ia juga tidak menunjukkan perasaanya walaupun dokter itu mengetahui bagaimana perasaan Winter padanya.

Bahkan hampir seluruh warga desa selalu mengolok-olok kedua nya agar nanti menikah saat Winter sudah dewasa.

.

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!