King Re Ryushiki, seorang pemuda berumur delapan belas tahun yang selamat dari tragedi pembantaian yang dilakukan oleh Clan Kyoutetsu.
Ryushiki berhasil selamat karena secara misterius dirinya terlempar seratus tahun ke masa depan. Setelah itu, ia bertekad untuk mencari Aliansi demi mengalahkan Clan Kyoutetsu yang telah mengambil ahli Kerajaan Dragon dari Clannya yang bernama King Re.
Apakah Ryushiki berhasil mengumpulkan Aliansi dan mengalahkan Clan Kyoutetsu? Ataukah sebaliknya? Dan, apakah Ryushiki bisa mengungkap penyebab dirinya bisa terlempar seratus tahun ke masa depan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hi Smile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35 : Detik-Detik Ryushiki Di Eksekusi Mati!
Keesokan harinya tepat pukul 10 pagi di Wilayah Ibukota Himitsu. Terlihat Shouta yang masih tertidur pulas di bangku pinggir jalan.
Namun, seorang prajurit kerajaan yang sedang berpatroli melihat Shouta tidur di bangku pinggir jalan. Ia menganggap Shouta sebagai gelandang dan mencoba mengusir Shouta.
"Hei, bocah..!! Bangunlah!! Gelandangan dilarang tidur di tempat umum!!" Prajurit kerajaan membangunkan Shouta dengan cara menggoyang-goyangkan tubuh Shouta dengan salah satu kakinya.
"Hoahmmm~" Shouta pun terbangun, lalu ia mengucek matanya dengan raut wajah yang masih mengantuk."Hei, siapa yang membangunkanku. Padahal tidurku nyenyak sekali.." lanjutnya sambil menggeliat.
"Hoi, gelandang!! Enyahlah dari sini!!" Prajurit kerajaan mencoba untuk mengusir Shouta.
Shouta pun langsung berdiri, ia terkejut karena ada prajurit kerajaan di depannya."Heeeeeee..!!"
"Kau tidak dengar apa kataku ya?? Pergi dari sini..!! Ini fasilitas umum, bukan tempat tidurmu bodoh!! Dasar gelandangan!!" bentak prajurit kerajaan yang masih mencoba untuk mengusir Shouta.
"Woi-woi..!! Siapa yang kau sebut gelandangan!! Aku kesini untuk menye-" ucap Shouta, kata-kata nya terpotong karena tiba-tiba Harumi langsung menarik tangan Shouta."H-Harumi?!"
"Ayo cepat ikut aku, Shouta." ucap Harumi yang langsung membawa Shouta ke suatu tempat.
"Dasar gelandangan..!! Pergi sejauh mungkin!!" teriak prajurit kerajaan tersebut.
Harumi pun menarik Shouta dan membawanya ke sebuah taman. Setelah sampai di taman, kemudian mereka berdua langsung duduk di bangku taman.
"Nih makanlah, Shouta. Aku tahu kau lapar, maaf karena tidak membangunkanku ya. Aku tidak ingin menganggu tidurmu jadi aku mencari makanan untuk kita berdua.." ucap Harumi tersenyum lalu memberikan bento pada Shouta.
( Bento adalah istilah bahasa Jepang untuk makanan bekal berupa nasi dengan beberapa lauk pauk dalam kemasan praktis dan mudah untuk dibawa kemana-mana : Sumber Wikipedia )
Shouta pun mengambil bento yang diberikan Harumi. Shouta sangat senang Harumi perhatian padanya dan memberinya bento."H-Harumi..!! Terimakasih!! Suatu saat aku akan membalas kebaikanmu!! Aku berjanji!!"
"Iya..!!" jawab Harumi tersenyum sambil mengangguk pelan. Kemudian Harumi membuka bento miliknya."Selamat makan.."
Shouta dan Harumi pun memakan bento tersebut. Beberapa saat kemudian setelah memakan bento tersebut, terlihat mereka berdua bahagia karena kekenyangan.
"Aku kenyang!! Terima kasih, Harumi!! Aku berjanji akan membalas kebaikanmu nanti!!" ucap Shouta dengan raut wajah bahagia.
"Kau sudah berapa kali berjanji padaku, Shouta? Iya, aku tahu kau akan menepati janjimu.." ucap Harumi sambil tersenyum lebar.
Saat Harumi tersenyum lebar, Shouta pun melongo."Cantik sekali.. Harumi seperti bidadari yang jatuh dari langit.." batin Shouta.
Beberapa saat kemudian, Shouta teringat pada Ryushiki yang akan di eksekusi hari ini. Shouta pun mengajak Harumi bergegas menuju istana Kerajaan.
"Harumi, aku lupa dengan kak Ryu..!! Ayo cepat segera menuju Istana Kerajaan..!! Beberapa jam lagi dia akan di eksekusi, kita harus menyelamatkannya!!" ucap Shouta, lalu ia berdiri dari duduknya di bangku taman.
"Ya..!! Beberapa jam lagi dia akan di eksekusi mati!!" ucap Harumi.
Shouta dan Harumi pun langsung bergegas menuju Istana Kerajaan. Mereka berdua berencana menyelamatkan Ryushiki yang akan segera di eksekusi mati hari ini.
Scene berpindah ke sisi lain Wilayah Himitsu, tepatnya beberapa kilometer dari Istana Kerajaan..
Terlihat Daniel Flynn dan Hanry Vincent yang mengenakan jubah bertudung hitam sedang berdiri di salah satu atap rumah penduduk.
"Hei, Hanry. Penjagaan di depan Istana sangat ketat sekali, untuk sekarang memasuki istana penuh dengan resiko. Pihak Kerajaan nanti juga akan membiarkan para penduduk masuk ke dalam Istana kan?" ucap Daniel sambil melihat situasi di depan Istana Kerajaan menggunakan teropong.
"Benar. Eksekusi mati nya akan menjadi tontonan publik, jadi beberapa jam sebelum eksekusi itu dilaksanakan. Pihak Kerajaan akan membuka gerbang dan memperbolehkan para penduduk untuk menyaksikan Ryushiki yang akan di eksekusi mati.." ucap Hanry sambil menikmati rokoknya.
"Sebaiknya kita menyaksikannya di atas dinding gerbang Istana Kerajaan saja. Kalau ikut di kerumunan penduduk, kita takkan bisa melihat jelas momen bersejarah itu.." ucap Daniel yang masih mengamati situasi di depan Istana Kerajaan dengan menggunakan teropong nya.
Satu jam sebelum Ryushiki di eksekusi mati, terlihat ratusan penduduk berbondong-bondong menuju ke Istana Kerajaan untuk menyaksikan momen bersejarah yaitu Ryushiki yang sekarang di cap sebagai kriminal berbahaya di dunia akan di eksekusi mati.
"Ayo cepat..!! Kita tidak boleh ketinggalan!!"
"Ini momen sekali seumur hidup!!"
"Benar, hari ini iblis pembunuh itu akan mati!!" seru para penduduk yang sedang bergegas menuju Istana Kerajaan.
Terlihat ratusan penduduk sudah berkumpul di depan gerbang Istana Kerajaan, mungkin saat ini sudah mencapai ribuan orang yang sudah tiba di depan gerbang Istana Kerajaan.
Puluhan prajurit Kerajaan masih berjaga di depan gerbang Istana Kerajaan dan mencoba untuk menenangkan para penduduk yang tidak sabar untuk masuk ke dalam area Istana Kerajaan.
"Tenanglah..!! Sebentar lagi gerbang akan dibuka..!! Jadi mohon agar tetap tenang!!" seru salah satu prajurit kerajaan yang mencoba untuk menenangkan para penduduk.
Disisi lain, Shouta dan Harumi sudah tiba beberapa kilometer di depan gerbang Istana Kerajaan. Mereka berdua terkejut dalam jarak beberapa kilometer, para penduduk sudah berkumpul di depan gerbang Istana Kerajaan.
"Harumi, banyak sekali penduduk yang datang untuk melihat eksekusi ini. Ratusan bahkan ribuan orang sudah berkumpul di depan gerbang Istana Kerajaan.." ucap Shouta yang melongo saat melihat hal tersebut.
"Shouta, kalau begini. Kita tidak bisa mendekat untuk menyelamatkan Ryushiki, kita harus mencari cara untuk menerobos ribuan orang yang berkumpul di depan Istana Kerajaan.." ucap Harumi.
Disisi lain, di tempat Daniel dan Hanry yang masih berdiri di atas salah satu atap rumah penduduk sambil mengamati situasi di depan gerbang Istana Kerajaan.
"Hanry, sudah saatnya kita bergegas menuju kesana. Para penduduk itu sudah ramai berkumpul di depan Istana Kerajaan.." ucap Daniel, kemudian ia memasukkan teropongnya ke dalam sakunya.
"Yo..!! Aku sudah tidak sabar menyaksikan momen bersejarah ini..!! Ayo kita berangkat kesana, Daniel!!" ucap Hanry dengan sangat bersemangat.
Disisi lain, terlihat seorang pria paruh baya berada di kumpulan ribuan orang yang berada di depan gerbang Istana Kerajaan. Ia memegang kamera di tangan kanannya.
Namanya Yasuo Kenichi, ia salah satu dari beberapa orang yang bekerja dibawah Christopher James sebagai wartawan yang menulis berita koran khusus di Benua Eurasia.
"Ini sungguh luar biasa..!! Iblis pembunuh Ryushiki akan di eksekusi mati hari ini!! Kalau aku menulis berita ini dengan sedikit kata-kata heboh, pasti koran akan terjual habis di seluruh benua. Lalu aku akan mendapatkan gaji tambahan dari tuan James!!" ucap Yasuo dengan sangat bersemangat.
BERSAMBUNG