Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.
****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie
Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.
Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...
Bagaimana kisah mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35.
Keesokan harinya Cassie menuruni tangga dari lantai atas untuk menuju ke ruang keluarga dan menemui Mamanya sedang merangkai bunga di sofa panjang.
"Cas, daripada kamu merasa bosan dengan tak ada yang bisa kamu kerjakan di hari minggu ini lebih baik kamu bantu Mama untuk merangkai bunga yang berguna untuk kita sekeluarga dapat penghasilan tambahan." kata Bu Santi tanpa lihat Cassie yang sudah duduk di sofa pendek.
"Iya, Ma." jawab Cassie segera mengambil tiga bunga di atas sofa panjang lalu di rangkai di vas bunga yang diletakkan di meja.
"Cas,minggu depan kita akan mulai membantu Kakakmu untuk mempersiapkan rumah barunya sebelum hari pernikahannya." kata Bu Santi yang rupanya mengingatkan Cassie akan sebuah hari yang istimewa akan datang kepada Kakaknya.
"Ya, Ma." kata Cassie menganggukkan kepalanya kepada Bu Santi.
"Syukurlah, nak.Ohya,Cas.Sebentar lagi kamu ini akan lulus SMA,apakah kamu sudah pikirkan untuk kuliah di universitas yang mana dan apa pilihan jurusan yang kamu inginkan?"tanya Bu Santi menengok kepada Cassie.
"Sudah,Ma.Cassie mau kuliah di universitas yang beberapa hari lalu Cassie sampaikan kepada Mama dan Papa yaitu Universitas Bunda Mulia dan jurusannya adalah manajemen bisnis." gadis itu menjawab Mamanya sambil termenung.
"Cas, ada apa? Kenapa sejak kamu pulang dari kegiatan livin di daerah Sukabumi? Mama sering kali melihatmu termenung seperti ini? " tanya Bu Santi yang memerhatikan perilaku anaknya.
"Tak ada apa-apa, Cas cuma capek aja kan esok Cassie sudah harus mulai masuk sekolah lagi." jawab Cassie yang cepat memperlihatkan wajah ceria di hadapan Mamanya.
"Oh,Kau tak perlu memikirkan sekolahmu terlalu banyak karena Mama yakin bahwa kamu pasti akan bisa meraih nilai ujian nasional yang bagus dan memenuhi persyaratan pendaftaran untuk masuk ke universitas yang kami kirimkan agar mendapatkan beasiswa." kata Bu Santi menepuk -nepuk bahu Cassie untuk memberi semangat untuk anaknya.
"Iya, Ma." jawab Cassie tertawa riang.
Di saat mereka sedang sibuk merangkai bunga di ruang keluarga terdengar suara bel dari luar. Bu Santi cepat berjalan keluar untuk melihat tamu yang datang ke rumah mereka pada jam sore.
"Eh, Kenny.. Silahkan masuk." kata Bu Santi yang segera membukakan pintu gerbang untuk Kenny Rogers masuk ke halaman depan rumah.
"Selamat sore, Tante. Apa Cassie ada dirumah?" sapa Kenny ramah kepada Bu Santi.
"Ya, ada. Mari masuk saja ke dalam." jawab Bu Santi senang sekali Kenny menemui Cassie di rumah.
"Iya, Tante, terimakasih. " kata Kenny tersenyum senang disambut hangat oleh Bu Santi.
Cassie tersenyum ramah saat Kenny sudah di ruang keluarga dan duduk di sofa depannya.Ia pun berdiri dan pergi ke dapur untuk mengambil gelas dan botol air minum dingin dari dapur dan dibawa ke ruang keluarga untuk menjamu Kenny Rogers.
"Ken, ini silakan kamu minum air putihnya dan tunggu bentar Aku akan siapkan jajanan untuk kamu dari dapur."kata Cassie nada ramah sambil menuangkan air putih ke gelas untuk Kenny.
" Tak perlu repot-repot, Cas.Aku kan tetanggamu dan Aku baru selesai jajanan bakso di depan rumah ku kok. "kata Kenny sopan.
"Wah,Kamu jajan bakso kok tak memanggilku." kata Cassie nada serius.
"Eh, maaf ya ku kira kamu tak ada di rumahmu." kata Kenny gugup.
"Hahaha tak apa Ken. Aku cuma bercanda saja kok sama kamu." kata Cassie cepat tertawa saat ia melihat raut wajah Kenny tampak bersalah.
"Oh.. "
"Iya,Ken.Cassie memang anaknya suka jahil,jadi kau jangan masukan ke dalam hati candaannya." kata Bu Santi tersenyum kecil melihat Kenny di sofa depan anaknya terlihat gugup sekali.
"Eh, ya Tante Santi.Ken tahu kok Cassie memang suka banget jahili orang di sekitarnya."kata Kenny yang segera tersenyum lebar dan wajah tampannya kembali cerah.
Cassie membalas senyuman Kenny meskipun ia begitu tak nyaman setelah ia mengetahui bahwa Kenny jatuh cinta kepadanya dari Aaron cowok ganteng pujaan hati Cassie.
" Ah,demi Kenny, Kak Aaron tak menanggapi Aku yang jelas-jelas tahu kalau cowok kulkas itu juga jatuh cinta kepadaku seperti Aku yang jatuh cinta kepadanya."batin Cassie.
Cassie memilih untuk menyibukkan dirinya untuk merangkai bunga tanpa mengikuti obrolan yang dilakukan oleh Mamanya dengan Kenny untuk mencairkan suasana ruang keluarga yang tiba- tiba sedingin kutub utara.
*****
Rumah Pak Hermanto.
Aaron menutup layar laptopnya ketika ia melihat Riana gadis desa yang tinggal di rumah sejak beberapa hari lalu yaitu semenjak ia pulang dari dinas kerja di daerah Sukabumi.
"Aaron, ada satu hal yang ingin Aku meminta bantuan kepadamu? " tanya Riana yang duduk di kursi bambu di halaman samping rumahnya.
"Ya, "
"Begini Aku mau kamu mencarikan pekerjaan di Jakarta yang cocok untuk Aku." kata Riana nada sopan kepada Aaron yang mempunyai karisma yang kuat baginya.
"Ya, Riana." jawab Aaron sopan.Pemuda ini telah mengambil secangkir kopi di meja samping dan meminumnya dengan nikmat.
"Terimakasih Aaron kamu memang laki-laki yang baik."kata Riana yang secara tiba-tiba meraih jari tangan Aaron.
Dan, pada saat itu Cassie yang sedang berjalan ke arah pintu gerbang untuk mengantar Kenny pulang ke rumah Pak Hermanto secara tidak sengaja telah melihat ini dan membekukan gadis itu secara mendadak.
" Rupanya dia ada gadis lain yang bukan karena Kenny yang dijadikan sebagai alasannya untuk menjauh dariku? "batin Cassie perih.
Aaron yang melihat Cassie dari ekor matanya itu segera menarik jari tangannya dari genggaman tangan Riana lalu tak sengaja melihat sorotan mata sedih dari Cassie untuknya sebelum gadis di sebelah rumahnya itu membalikkan badan dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan luar biasa cepat sekali seakan-akan gadis itu tidak mau dia melihat kesedihan yang terpancar dari sorotan mata gadis itu kepadanya.
Aaron cepat mengambil laptopnya dari meja lalu meninggalkan Riana untuk masuk ke rumahnya dengan menaiki tangga untuk langsung menuju ke kamarnya dan mengunci kamarnya dengan cepat pula.
" Cassie.. "panggil Aaron dari balkon kamarnya kepada Cassie yang menutup gorden jendela di kamar gadis itu dengan cepat.
Tok!
Ketukan dari jendela kamar Cassie menggugah perasaan gadis itu yang segera menemukan Aaron di luar jendela kamarnya dan ia membuka jendela kamar lalu Aaron menariknya ke dalam pelukan pemuda ini.
"Untuk apa kamu menemuiku di sini sesudah kau menolak untuk menjadikan Aku sebagai pacar mu dengan alasan Adikmu jatuh cinta kepadaku dan semua itu karena kamu lebih memilih untuk menjadi pacar seorang gadis yang lebih dewasa dariku? " tanya Cassie yang meronta-ronta di pelukan Aaron.
"Untuk memberikan penjelasan untukmu bahwa Aku dan Riana tak ada hubungan apa-apa.Aku tahu bahwa Aku sudah bersikap bodoh kepada mu kemarin, Cas." jawab Aaron yang menunduk untuk menghadapi Cassie yang menengadah kepadanya lalu pemuda ini mencium bibir Cassie dengan lembut dan penuh perasaan yang sangat dalam.
Bersambung!!