NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Playboy / Tamat
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chaesal

Demi mendapatkan mu, aku rela mengubah jenis kelaminku.

Ya, cinta ini gila

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chaesal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pura pura

Tin ning

Tin nong

Ting nong

Arif menekan bel dengan tidak sabarannya. Ia sudah sangat ingin memborgol tangannya Hana. Wanita psikopat itu telah menyusun semua rencananya. Arif sangat kesal, ia merasa dibodoh-bodohi wanita itu. Karena pintu tak kunjung di buka, maka Arif menggedor gedor kuat pintu utama itu. Sungguh Arif tak bisa berfikir jernih lagi, berani sekali Hana mengelabuinya.

Kreek...

Gedoran ketiga, pintupun terbuka. Nampaklah Hana dengan éksprési wajah terkejutnya. Wanita itu masih memegang handle pintu.

"A, ada apa ini Arif? apa pembunuhnya suamiku sudah tertangkap?" Arif yang erosi semakin muak melihat Hana di depanya yang pandai sekali berpura pura.

"Iya, iya Bu Hana yang terhormat. Pembunuh suami Anda sudah kami temukan dan pembunuhnya ada dihadapan saya, yaitu anda sendiri." Ujar Arif penuh kebencian, menunjuk nunjuk muka Hana, dengan mata yang melotot. Seperti ingin menelan bulat-bulat Wanita Munafik yang kini terdiri dengan tegangnya di hadapan Arif.

"A, apa maksudmu Pak Arif?" tanya Hana dengan terbata-bata wajahnya nampak panik dan ketakutan dan wajah putih itu seketika memucat.

"Borgol Wanita ini." Titah Arif pada anak buahnya, dan kini Arif membuang muka tak mau menatap Hana yang membela diri, dengan berontak saat ingin di borgol.

"Jangan..... Jangan tangkap aku Pak Arif. Aku tidak bersalah Pak Arif. Pak Arif dengarkan aku. Aku ingin mengatakan sesuatu." Terlihat kedua mata indahnya Hana berkabut. Sungguh wanita itu sangat ketakutan saat ini.

Arif yang kesal pada Hana akhirnya mengangkat wajahnya kembali menatap wanita munafik itu.

" Anda bisa membuat pembelaan di kantor polisi,

dan saya pastikan anda tidak akan bisa membelah diri. Anda akan mendekam dipenjara seumur hidup anda."

Arif bicara dengan mengacungkan tangannya kepada Hana. Memberi peringatan kepada wanita itu. Arif kesal sekali, karena merasa di kerja oleh Hana. Gara gara masalah palsu ini, hubungannya dengan istrinya memburuk bahkan istrinya meninggalkan. Dan ternyata semuanya adalah rekayasa. Semuanya adalah palsu. Ingin rasanya Arif menonjok mulutnya Hana yang di hadapan jua saat ini. Saking merasa kesal pada wanita ini.

"Ali masih hidup!"

Duar....

Duarr...

Rasanya badai topan, petir menggelegar hebat di kepala Arif saat ini. Ucapan Hana membuat dunia Arif serasa berhenti berputar. Perkataan Hana itu, yang mengatakan Ali masih hidup membuatnya syok.

"APA. .. ALI MASIH HIDUP?" tanya Arif dengan mata melotot dan wajah menegang. Arif sangat terkejut mendengar ucapan Hana.

"Iya." Jawab Hana sendu wanita itu pun menunduk dengan lemas.

"Jangan bergurau bu Hana. Anda bisa saya penjara kan, karena membuat laporan palsu." Ujar Arif tegas. Suasana di tempat itu semakin memanas.

"Ti, Tidak.... Tidak.... Tidak Pak Arif.... A, aku tidak bergurau. Aku, aku mohon dengarkan penjelasanku jangan tangkap aku." Hana ambruk dihadapan Arif. Wanita itu bersimpuh dihadapan Arif Dengan air mata mengucur deras. Wanita itu terlihat sangat ketakutan, bicaranya pun terdengar pilu.

"A..Aku melakukan ini semua karena permintaan Ali.."

"Jangan ngaco kamu bu Hana. Stop sandiwara ini, semua ucapan yang keluar dari mulutmu tidak aku akan aku percaya lagi. Aapa yang keluar dari mulutmu adalah bualan." Ujar Arif tegas. "Apa lagi seret dia masuk ke mobil patroli." Titah Arif pada polisi.

"Tidak,... Pak Arif. Aku berkata jujur. Ali masih hidup. Dia yang ingin aku melakukan ini semua." Ujar Hana dengan berderai air mata. "Dengarkan ceritaku sepuluh menit saja pak Arif."

Hana memohon kepada Arif mengatupkan kedua tangannya yang sudah diborgol air mata mengucur deras membasahi pipinya yang kini pucat karena ketakutan melihat Arif. Pria itu tak bisa diajak bicara lagi, sempat Arif melaporkannya atas laporan palsu maka karirnya bisa hancur. Ia pasti kena hukum di kantor polisi.

"Bawa dia ke mobil, sekarang ...! Arif tak menggubris ucapan Hana, dia tak percaya lagi pada wanita itu.

"Pak, jangan tangkap aku. Aku tidak bersalah. Aku adalah korban disini. Ini semua permintaan Ali dia yang ingin melakukan ini. Ali belum mati, dia masih hidup. Aku tak tahu dia di mana."

"Penjelasan Anda bisa di kantor polisi." Ujar arif.

Hana bersimpuh di kakinya Arif. "Aku di sini korban. Aku menikah dengan Ali tapi dia tidak mencintaiku.... Dia mencintai wanita lain dia tidak mencintaiku..!!" Hana menangis histeris di hadapan Arif. Wanita itu masih bersujud di kakinya Arif.

Arif menjauhkan kakinya dari Hana. Dan Hana pum terduduk lemas di teras rumah itu.

"Aku mau menikah dengan Abang Ali karena aku memang menyukainya. Tiga bulan kami menikah tak ada komunikasi antara kami, bahkan kami tidurnya pisah ranjang. Disaat aku mendekatinya dia selalu menjauh. Aku, aku sabarkan keadaan rumah tangga kami yang tidak harmonis itu karena aku sangat mencintainya. Hingga enam bulan berlalu. Hubungan kami tetap berjalan di tempat. Aku yang penasaran, akhirnya dengan diam diam melacak media sosial Abang Ali, dan aku sangat terkejut mendapati kenyataan di chat media sosialnya. Bahwa Abang Ali mencintai wanita lain."

Huaa.. Huua.. ..

Kali ini Hana tak bisa mengontrol dirinya saat menceritakan semua masalah rumah tangganya pada Hana. 8a menangis histeris di hadapan Arif saat dia membuat pengakuan bahwa hubungan rumah tangannya sangatlah menyedihkan.

Tubuh wanita itu bergetar hebat, dengan air mata yang mengucur deras mengalir menganak sungai di pipinya. Hana terlihat sangat terpuruk saat menceritakan kisah rumah tangganya bersama ALI. "Dia mencintai wanita lain. Aku, aku yang sangat mencintainya dan ingin melihatnya bahagia akhirnya menyerah. Aku pun membiarkan dia pergi mencari kebahagiaanya, sekali kejadian itu, kami tidak pernah bertemu lagi." Jelas Hana dengan panjang lebar.

Huffttt..

Arif pun mendesah penuh keputusasaan. Ia merasa telah bujang bujang waktu, karena sudah mengusut masalah yang tak ada masalahnya.

"Ayo kita pergi." Titah Arif pada anggota kepolisian.

Sudah saatnya ia pulang ke kota, ia sudah sangat merindukan istrinya Flo. Sudah empat hari Flo tidak bisa dihubungi.

"Pak Arif tunggu sebentar. Kalau bapak tidak percaya, aku akan ambilkan ponselku. Abang Ali pernah mengirimkan video padaku, saat ia sudah bersama dengan wanita yang ia cintai itu." Ujar Hana dengan sedih.

Tentu saja Arif sangat ingin melihat video itu dia sangat penasaran Bagaimana keadaan Ali sahabatnya saat ini.

***

Bersambung

1
rifah
semangat tbor jangan lupa mampir di karyaku assalamualaikum bidadariku
Indah Batam
Semangat Thor 😊 suka banget sama ceritanya.. salam dari SELINGKUH LIMA LANGKAH
anggita
trus up.
anggita
like👍 kabeh ae lah.
anggita
👌👌,,
anggita
ceritanya sisi lain kehidupan anggota polri.. 👏
anggita
trus berkrya thor. hadiah bunga utkmu🌹smoga sukses novelnya. 👌
anggita
di novel cekrek, cekrek.. suara foto. klo ceklek, suara pintu dibuka.🤭
Chaesal: hihii iya thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!