NovelToon NovelToon
Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Asni J Kasim

Nina Verra Gandi, akibat cinta monyetnya–dia berulang kali hampir di lecehkan. Hingga kedua orang tuanya memutuskan untuk menikahkan Nina dengan sahabatnya sendiri, Rifki Yohanes, namanya. Seiring berjalannya waktu, Nina jatuh cinta pada sahabatnya itu. Saat cinta itu mulai tumbuh di masa SMK, Nina diduga mengidap penyakit kanker otak. Saat pengobatannya telah berhasil, musibah lain menimpa Nina hingga membuat Rifki menjadi pendiam dan hemat bicara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Nina diduga mengidap penyakit kanker otak. Itulah kenapa dia sering merasakan sakit. Umumnya, gejala awal kanker otak adalah sakit kepala terus-menerus yang disertai dengan rasa mual dan muntah. Kanker otak adalah kondisi ketika di dalam otak tumbuh sel abnormal yang bersifat ganas, di mana sel-sel ini tumbuh dan menyebar dengan cepat ke jaringan lain di otak, atau sistem saraf pusat lainnya seperti, sumsum tulang belakang.

Rifki menghampiri Nina. Netra mata pria itu berkaca kaca setelah mendengar penjelasan dari Papa Nawan. Ingin sekali dia memeluk istrinya itu tapi saat ini masih ada Zeto, Sinta dan Clara.

"Iki, Nina sakit apa?" tanya Sinta sedikit berbisik.

"Kanker otak," balas Iki singkat.

Degh!! Sinta membungkam mulutnya. Dia menatap Nina yang sementara tidur di hospital bed. Melihat Sinta berkaca kaca, Clara menarik Sinta keluar di susul oleh Zeto.

"Nina kenapa?" tanya Clara serius.

"Dia kena kanker otak," jawab Sinta lalu menangis.

Clara memeluk Sinta, sementara Zeto menatap Nina dibalik kaca pintu. Di dalam sana, Rifki mengelus pelan rambut Nina. Pria itu juga terlihat menitikkan air mata di sana.

.

.

Nina mulai rawat inap di rumah sakit. Tadinya dia ditemani oleh kedua orang tua dan adiknya juga Iki. Tapi saat ini dia hanya bersama Iki, karena kedua orang tua Nina sedang pulang mengambil beberapa selimut juga membeli minuman dan makanan.

"Nina, maafkan aku. Aku telah lalai dalam menjagamu. Belasan tahun kita bersama, dan aku tak sedikit pun tahu tentang apa yang kamu alami selama ini. Hiks," Menitikkan air mata, Iki menunduk dan menangis.

"Iki," Nina mengelus rambut Iki. "Kamu nggak salah, tapi aku. Aku sengaja nggak ngomong kek kalian karena saat itu sakitnya hanya sekejap saja. Nggak kek beberapa Minggu lalu," lirih Nina.

"Iki, apa kamu sudah mengutarakan cintamu pada wanita itu?" tanya Nina tersenyum.

Iki menggeleng. "Belum," lirihnya seraya menyeka air matanya. "Apa kamu ingin tahu siapa wanita itu?" tanyanya kemudian.

"Nggak, aku nggak mau tahu. Kamu tahu sendiri kan, Iki–aku menyukaimu. Bagaimana mungkin aku siap mendengarnya. Saat ini, aku hanya ingin melupakanmu." Walau sakit, namun tetap harus diutarakan.

"Bagaimana jika wanita itu adalah kamu?" Iki menatap manik mata Nina.

Nina terdiam, dia menatap manik mata Iki yang berembun. "Kamu kasihan padaku, kan. Jangan seperti itu, nggak baik." Menarik senyum, Nina tersenyum lebar.

"Nggak, Nina. Aku memang menyukaimu. Dan itu sudah sejak dulu. Bahkan sebelum aku mengenal Novi. Aku ingin mencari waktu yang tepat untuk mengakuinya, dan sebenarnya ini bukan waktu yang tepat. Tapi mau diapa, aku nggak mau kamu salah paham." ungkap Iki serius.

Nina meneteskan air mata. Melihat Nina menangis, Iki segera memeluk istrinya itu. "Kamu harus kuat, harus optimis. Kamu pasti akan sembuh, aku yakin itu."

.

.

Waktu terus bergulir, Nina menghabiskan masa liburnya di rumah sakit. Bahkan, saat penerimaan rapor pun dia tidak bisa hadir lantaran kesehatannya yang belum membaik. Nina ranking 3, sementara Iki ranking 1–yang menempati ranking 2 adalah Sinta, yang keempat adalah Clara.

Hari ini Nina harusnya masuk sekolah dan duduk di kelas tiga, namun karena dia butuh istirahat yang cukup, dia pun tak lagi sekolah–dengan kata lain dia berhenti sekolah. Sakit, memang sangat sakit. Dia bermimpi menjadi seorang dokter namun penyakitnya membuatnya harus mengelus dadanya. Mengatakan bahwa apa yang kini dialaminya adalah cobaan dari Tuhan.

"Ma, apa aku bisa sekolah lagi?" tanya Nina yang saat ini terlihat pucat di hospital bed. Nina akan dirujuk di Makassar. Dia akan menjalani operasi di sana.

"Tentu saja, Sayang. Setelah kamu Kembali sehat, kamu bisa sekolah lagi," jawab Mama Sarah.

"Ma, jika nanti operasi yang aku jalani gagal, Mama tolong tanyakan kabar Iki ya, Ma. Setiap Minggu Mama harus mengirimnya pesan, atau Mama hubungi dia langsung, tanyakan kabarnya dan ingatkan dia untuk makan tepat waktu," pinta Nina tersenyum.

1
Sumiati Aja
cerita nya g msuk nni kn udah sembuh kok menninggal aja
mama Al: karena kanker tidak bisa di tebak kak.
banyak di dunia nyata yang di nyatakan sembuh oleh dokter malah meninggal dunia.
total 1 replies
Zana aripin
Aduh kenapa ceritanya begitu. Nina meninggal... semoga itu hanya mimpi iki ya thor
aris Widiatmoko
kok Nina meninggal kasihan Riki
Aji Sangpengembara
bagus banget
Asni J Kasim: Masya Allah, terima kasih banyak KK 🥰
total 1 replies
Rina Halawa
the best
Asni J Kasim: Terima Kasih untuk bintang 5nya Kak 😊🥰
total 1 replies
Zana aripin
Fuh ramai juga yg jadi pelakor ni. Novi dan vindian pelakor
Asni J Kasim: Vindian main belakangan 🤣
total 1 replies
Razana Razlan
cerita yg sgt best
Asni J Kasim: Terima kasih 🥰
total 1 replies
Razana Razlan
cerita yg best..byk pengajaran yg blh diambil.nilai kasih sayang yg hebat..maruah diri yg tinggi
Asni J Kasim: Terima kasih untuk bintangnya, Kak. Walau hanya bintang 4 udah senang, apalagi 5 🤣🤣🤣
total 1 replies
Queen
Hai kak, Mampir di novelku yaa
Mbah Gatot
lanjut bro ceritanya keren
Mbah Gatot
emosi cokkk Nina kek perempuan arggggggg tol anjayy


tpi keren ceritanya tingkat kan
Asni J Kasim: Tingkatkan kesabaran 🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!