[TAMAT]
Ketika terbangun, Abella berada di dalam sebuah novel yang dimana tokoh utamanya, sang ratu, yang memiliki nama yang sama dengannya mati di tangan sang raja.
Dan berita buruknya, ia adalah ratunya sekarang.
By @yooazaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yooazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Deart dan Pearl
"Zaven?"
Abella menatap raja heran, apalagi ketika tangan nya di cekal oleh nya.
"Dengan siapa kau bicara tadi?" tanya nya dengan wajah kesal. Abella yang masih bingung menoleh ke belakang, tetapi Malvin sudah tidak ada disana.
"Huh? Kemana dia?" tanya nya tanpa sadar dan membuat emosi raja meningkat.
"Jawab aku Abella!"
"Dia.. ah, tunggu, bukan itu yang terpenting sekarang. Bawa aku ke tempat Pearl, kumohon!" Abella memegang kedua tangan raja memohon.
"Kenapa kau kembali meminta pergi kesana, apa yang dia katakan kepada mu?!"
"Zaven, aku tahu apa yang dia cari, bukan dia tapi-" untuk kedua kali nya ucapan nya terpotong.
"Yang Mulia, maaf kami memotong pembicaraan kalian"
Mereka berdua menoleh kearah sumber suara, disana ada Ruth bersama dengan Iris dan Eiran melangkah ke arah mereka.
"Kalian sudah kembali?" tanya raja sedangkan mereka langsung menunduk hormat.
"Maaf karena mengatakan ini, tapi saya rasa ratu benar. Kita harus kembali kesana, karena kami tidak menemukan apa yang wanita tersebut inginkan. Yang kami temukan hanya lah energi kuat dan itu hanya berada di sekitar ratu" ujar Ruth berhati hati.
"Apa maksudmu, sudah ku bilang aku tidak akan membiarkan nya kembali kesana!" raja kembali mengeluarkan amarah nya.
"Yang Mulia..."
"Hentikan Zaven, sudah kubilang biarkan aku kesana. Aku tau apa yang di cari nya" kalimat Abella membuat semua perhatian mereka tertuju kearahnya.
"Apa maksud anda, ratu?"
"Energi yang kalian maksud berada disini bukan?"
Abella menunjukan kalung yang tadi ia temukan, atau lebih tepat nya benda yang ia temukan di dunia nya.
"Kalung itu..." Ruth, Eiran, maupun Iris terdiam begitu melihat kalung itu.
"Bagaimana bisa anda menemukan benda itu?!" tanya Iris seketika.
"Energi itu.. energi yang selama ini kita cari" ucap Eiran yang di langsung setujui oleh Ruth.
"Hah?" raja ikut menatap kalung tersebut tak percaya, ia memang tidak bisa merasakan energi nya ia hanya tidak percaya dengan ucapan mereka.
"Akan ku jelaskan nanti, sungguh. Yang terpenting biarkan aku bertemu dengan Pearl"
Raja terdiam, keputusan berada di tangan nya sekarang. Tetapi di sisi lain ia masih ragu dan takut sesuatu terjadi pada Abella.
"Baiklah, besok kita akan berangkat disana. Dan kalian, pastikan menjamin keselamatan ratu"
"Baik, Yang Mulia"
★★★★
Di hari berikut nya mereka pergi menuju Perbatasan Glace, dan benar saja mereka langsung disambut oleh Pearl yang sudah duduk di pinggir telaga seperti biasa.
"Kurasa kau sudah menemukan nya" ujar nya tersenyum.
"Jadi, ini yang kau cari?" Abella melangkah maju dan menunjukan kalung yang di maksud.
Tepat setelah Abella menunjukan kalung tersebut, air mata Pearl mengalir.
"Kau benar benar menemukan nya?" tanya nya dengan wajah bahagia, tanpa waktu lama ia mendekat ke arah Abella dan memeluk nya.
"Terima kasih"
Mereka semua terdiam, begitu juga dengan Abella yang masih berusaha mencerna apa yang terjadi.
"Jadi, bisakah kau menjelaskan apa arti nya ini?"
"Ah, maaf aku terlalu emosional" Pearl melepas pelukan nya dan menghapus air mata nya,
"Bisa aku mengambil nya?" pinta Pearl, Abella menurut dan memberikan kalung tersebut pada nya.
"Kalung ini, lebih tepat nya batu energi ini adalah milik pasanganku. Seperti yang kukatakan sebelum nya aku meminta kalian menemukan kedua batu tersebut, dan kalian menemukan milik pasanganku" Pearl menggenggam kalung itu senang.
"Lalu jika energi tersebut berasal dari batu tersebut, kenapa kau mengatakan bahwa energi tersebut berada di tubuh ratu?" tanya Iris.
"Aku pun tidak tahu, tunggu!" mata Pearl tertuju pada leher Abella, ia menarik mantel yang Abella gunakan dan membulatkan mata nya.
"Apa yang kau lakukan?!" seru mereka kaget, sedangkan Abella hanya terdiam.
"Dia.. masih hidup?" air mata Pearl kembali menetes.
"Dia?" Abella menatap tanda yang ada di tulang selangka nya, dan menyadari Pearl bisa melihat nya.
"Dia meninggalkan tanda itu dalam tubuh mu, kau pernah bertemu dengan nya?"
"Maksudmu Deart?"
"Kau mengenalnya ternyata"
"Kurasa kau harus bertanya dengan pasangan mu langsung" Malvin seketika datang menghampiri mereka.
"KAU?!" raja menatap tajam pria tersebut begitu mengenal siapa dia.
"Tunggu, kau bilang kau tidak mengetahui tempat ini?" tanya raja seketika ketika melihat asisten dari Kerajaan Howler yang di temuinya kemarin.
"Aku yang mengajak nya, jadi biarkan aku memperkenalkan diri secara formal sekarang. Namaku Malvin Howler, raja dari Kerajaan Howler di Perbatasan Glace ini"
"Jadi, apa maksudmu Yang Mulia Raja Howler" Pearl menunggu penjelasan Malvin.
"Aku memiliki serpihan lain batu tersebut, mungkin itu alasan mengapa Deart menemui kami" Malvin mengeluarkan gelang yang memiliki serpihan batu yang sama dan memberikan nya pada Pearl.
Dan benar saja, begitu Pearl menggabungkan kedua nya, sebuah cahaya keluar dan menampilkan Deart disana. Bukan dalam wujud rubah nya, tetapi dalam wujud seperti manusia, sama dengan Pearl.
"Terimakasih Abella, Malvin, aku berhutang budi pada kalian" ujar Deart menunduk hormat pada mereka berdua.
"Deart!" Pearl menghambur ke pelukan Deart bahagia.
"Senang bertemu dengan mu lagi, Pearl"
"Tunggu, apa maksudnya ini?" sela raja dan yang lain nya.
"Seperti nya kita harus menjelaskan nya sekarang. Kami sebenarnya berasal dari dunia lain" ujar Malvin.
"APA?!"
"Aku yang membawa mereka kemari. Pada saat itu Raja Howler di serang oleh Morgan sedangkan Ratu Clardeus sedang frustasi dan memilih bunuh diri. Dan mereka semua mati pada saat itu"
"Jangan bercanda!"
"Aku mengatakan yang sebenar nya, pada saat itu aku memanfaatkan kesempatan itu dengan membuat batu energi ku di temukan pada mereka. Sehingga mereka datang dan menempati tubuh ini"
"Jika kau memiliki batu energi mu, kenapa harus memberikan nya pada mereka?" tanya Ruth.
"Aku menemukan nya tanpa sengaja ketika aku menjadi roh yang tidak bisa melakukan apapun selain berkeliling. Dan aku menggunakan sisa kekuatan ku dan membuat mereka datang kemari, karena aku tidak bisa menyentuhnya, hanya Pearl yang bisa menyatukan dan membangkitkan ku kembali"
"Lalu bagaimana dengan batu energi satu nya?"
"Morgan masih memiliki nya, jadi kekuatan kami tidak bisa langsung menghapus semua sihir di dunia ini. Tetapi aku akan menghapus seluruh sihir yang di miliki penyihir lain kecuali kalian"
"Berarti Morgan masih memiliki sihir?"
"Hanya sihir hitam yang di miliki nya, dan untuk menghilangkan nya aku membutuhkan batu energi ku" ujar Pearl.
"Tapi tenang saja, Morgan sudah melemah sekarang, dan tugas kalian adalah menghentikan nya" sambung Deart.
"Sekali lagi, terima kasih sudah membantuku" Deart dan Pearl kembali menunduk hormat sebagai bentuk terima kasih nya.
TBC
@yooazaa
*note: double update! Kalau sempat nanti malam akan update lagi atau paling lambat besok siang.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, vote, komentar dan share sebagai dukungan :)
sukaaaaa😻😻😭