Varel dan Vera tinggal di ibu kota Jakarta , rumah mereka satu komplek yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter, Varel dan Vera sering bermain bersama dari umur 3 tahun , karena tetanggaan, so pasti kedua orang tua mereka saling kenal satu sama lain.
Papa Vera adalah seorang pengusaha garmen yang cukup besar , dan juga punya banyak butiq di Jakarta ,Bandung dan kota kainnya, dan papi Varel bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti sebagai Direktur utama.
Varel dan Vera bersekolah di Taman kanak-kanak yang sama dan juga di SD yang sama, di sekolahpun mereka juga bermain bersama bak seperti anak kembar atau seperti lem sama kertas yang tak terpisahkan , saling menjaga dan saling melindungi, begitulah Varel sama Vera baik di rumah,maupun di sekolah sampai mereka kelas 5 SD ,mereka masih tetap bersahabat.
Suatu hari papi Varel di pindah kerja kan ke Surabaya saat Varel dan Vera kelas 5 SD semester pertama, dan otomatis Varel dan Vera pun terpaksa berpisah., karena perpisahan tersebut, watak Varel dan Vera berubah djngin dan tidak pernah tersenyum sampai mereka remaja
Bagaimana kisah persahabatan Varel dan Vera selanjutnya ? apakah mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti ?
Yuk Readers ,,,ikuti kisahnya selanjutnya ,,
jangan lupa Komentar dan like nya ya , untuk penyemangat author biar bisa lebih maju lagi kedepannya
Wassalam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda waty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Isi Hati Varel
Hanifah lalu melayangkan pandangannya ke arah tepat tidur di ruangan tersebut ,dua melihat sahabatnya Felly sedang tertidur pulas setelah makan obat sore tadi
Vera dan dan papanya mengikuti pandangan mata Hanifah maminya Varel yang lagi memandang ke arah Felly yang lagi pulas tertidur itu
" Itu Felly lagi , setiap habis makan obat dia selalu pulas tidurnya ,sengaja dokter kasih obat tidur biar Felly banyak istirahat " ucap papanya Vera menjelaskan pada Hanifah dan Bara
Setelah mendengarkan penjelasan papa Vera , Bara ,Hanifah dan Varel lalu duduk di sofa yang ada di ruangan ruangan Felly tersebut
" Sudah 14 tahun ya Bara ,kita tidak pernah ketemu ? tidak terasa waktu begitu cepat berlalu , anak-anak kita dulu yang masih bocah cilik kini sudah dewasa dan sudah tamat kuliah dan sudah mandiri pula " ucap papanya Vera sambil mengenang masa lalu mereka dulu
" Iya Fit , waktu begitu cepat berlalu , dan tidak di sangka pula ,setelah 14 tahun kita di pertemukan di negara orang " jawab Bara papinya Varel juga sambil mengingat masa lalunya dulu saat masih bertetangga dan sahabatan dengan keluarga Fito karena anak-anak mereka bersahabat dari bayi waktu masih belajar ngesot sampai dewasa sekarang ini seakan mereka tidak terpisahkan
Hanifah dan Varel ikut duduk di sofa tersebut dan menyimak pembicaraan Bara dan Fito tersebut
Vera datang menghampiri para tamunya sambil membawa beberapa makanan dan minuman kaleng
" Silahkan minum dan di coba ,Tante , om , hanya makanan dan minuman ini yang bisa kami suguhkan pada Tante, om dan kak Varel" ucap Vera sopan mempersilahkan tamunya menikmati suguhannya,lalu Vera duduk di samping mami nya Varel
" Makasih Vera , tidak usah repot-repot , kamu tadi sebelum ke sini tadi sudah makan juga ko " jawab Hanifah sambil tersenyum pada Vera calon mantunya
" Iya Tante, tapi walau bagaimanapun juga,Tante harus tetap mencicipi hidangan yang Vera suguhkan" ucap Vera lagi dengan sopan
" Ok sayang Tante akan cicipi suguhan Vera ,terimakasih ya ?" jawab mami Varel lagi sambil tersenyum ramah penuh ke ibuan pada Vera
Mereka semua ngobrol dan dan bercanda dengan suara pelan
Mendengar suara brisik , Felly lalu membuka matanya , dia melayangkan pandangannya ke arah suara berisik yang telah membangunkan tidurnya
" Hanifah , ini kamu ya ? " ucap Felly sambil bergerak untuk duduk dari tidurnya
Vera dan Hanifah mendengar suara pelan Felly tersebut , lalu segera berdiri dan berjalan menghampiri ranjang Felly
" Mama , nama sudah bangun " ucap Vera sambil membantu namanya untuk duduk ,setelah itu menyandarkan punggung namanya pada bantal di kepala tempat tidur
" Terima kasih sayang , ini Hanifah ya ? kapan datang " ucap Felly memandangi Hanifah sahabat lamanya sambil tersenyum
" Iya Felly ,saya Hanifah sahabat kamu , maaf ya Felly ,kita kehilangan kontak karena handphone saya hilang tidak berapa lama tinggal di Surabaya, dan saat saya cari kamu ke Jakarta , ternyata rumah kamu orang lain yang menempatinya , dan tidak tau juga alamat rumah kamu di mana , Varel yang ada di sana waktu itu sampai pingsan dan sempat di rawat di rumah sakit karena putus asa kehilangan Vera " ucap Hanifah bercerita panjang lebar lalu memeluk Felly dengan rasa haru dan menitikkan air mata
" Maafkan kami Hanifah , kami terpaksa pindah dan menjual rumah itu , karena psikis Vera memburuk dan sempat depresi karena kepergian Varel ke Surabaya " cerita Felly sambil menangis mengenang masa lalu yang mereka alami
Semua yang hadir di ruangan itu merasa terharu menyaksikan pertemuan dua sahabat lama yang sudah seperti saudara tersebut setelah 14 tahun tidak bertemu tanpa ada komunikasi sedikitpun
" Sudah hampir jam 11 malam, yuk Fito ,Felly, dan Vera kita pamit untuk pulang dulu, insyaallah besok kita akan ke sini lagi " ucap Bara papinya Varel pamit pada Fito keluarga sekeluarga sambil melirik jam di tangannya setelah
puas melepas rindu
" Ok ..terimakasi Bara , Hanifa dan Varel ,atas kunjungannya menjenguk Felly , hati hati di jalan" balas Fito sambil menyalami Hanifah dan merangkul bara tamu atau sahabat lamanya itu
Hanifah juga pamit dan menyalami Felly lalu memeluknya ,lalu beralih pada Vera
" Vera , Tante pulang dulu ya nak " ucap Hanifah sambil memeluk Vera dan mencium pipi kiri dan pipi kanan Vera dengan rasa sayang
" Iya Tante , terimakasi atas kunjungannya , hati-hati ya Tante " jawab Vera sopan pada maminya Varel
" Vera ,om , Tante Felly , Varel pulang dulu " pamit Varel sopan
" Ya Varel, hati-hati di jalan " jawab papanya Vera sambil menyalami Varel
Setelah berbasa basi dengan keluarga Vera , Bara dan keluarganya pun pergi meninggalkan rumah sakit The Grace Hospital pulang ke rumah kontrakan Varel
" Mami , pi,, bagaimana pendapat mami dan papi mengenai Vera , dia baik dan cantik bukan ? " tanya Varel melai mengintrogasi kedua orang tuanya sambil melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah
" Iya,, emang cantik ,baik dan sopan, bahkan teramat cantik lagi " jawab mami Varel lagi
" Kalau begitu mami lamaran donk buat Varel jadikan istri " jawab Varel to the point
Hanifah dan suaminya terdiam mendengar permintaan Varel anak semata wayangnya
" Oh tidak bisa Varel, kamu sudah mami jodohkan dengan anak teman mami, dia juga gadis cantik, pinter dan jenius seperti Vera dan dua juga tinggal di London ini , itulah sebabnya kami ke sini , iya kan Pi " ucap Hanifah mengerjai Varel sambil mencubit suaminya memberi kode untuk mengiyakan ucapannya barusan
" Iya Varel , benar itu yang di bilang oleh mami mu barusan" ucap papi nya ikut ngerjain anak semata wayangnya
' Rasain kamu Varel, kena tuh kamu kami kerjain ' ucap mami farel di dalam hati sambil tersenyum puas
" Papi,,, mami,, Varel tidak mau di jodohkan dengan siapapun , kecuali dengan Vera seorang , kalau mami dan papi tetap nekat jodohkan Varel dengan gadis lain, maka Varel akan menjomblo dan tidak akan menikah seumur hidup , dan otomatis papi dan mami tidak akan pernah mengendong cucu kandungnya seumur hidup " jawab Varel berapi-api
menolak perjodohannya dengan calon yang di Carikan maminya
" Ya ngak papa juga kalau kamu tidak mau di jodohkan dan menjomblo se umur hidup , mami dan papi kan bisa adopsi cucu buat menemani kami di hari tua nanti " jawab mami Varel pantang kalah dengan putra semata wayangnya
" Ya Allah ,, mami tidak boleh ngomong begitu donk mi , apa mami tidak sayang lagi sama varel? kasihani Varel mi , selama ini Varel tidak pernah jatuh cinta, tidak pernah dekat sekali pun dengan gadis ataupun janda , Varel tidak pernah macam-macam, Varel hanya fokus belajar dan bekerja karena hati Varel dari dulu sudah di isi oleh Vera tanpa menyisakan ruang sedikitpun gadis lain , coba deh mami dan papi fikirkan lagi " ucap Varel panjang lebar membuka rahasia hatinya pada maminya dan papi nya
semangat bund 💪💪