Hidup bahagia menjadi ratu dalam sebuah keluarga. Memiliki suami dan anak yang begitu mencintainya. Husna namanya. Seorang ibu rumah tangga yang begitu dicintai suaminya dan keluarganya.
Namun, dia mendapatkan sebuah pesan rahasia yang membuat hidupnya berubah begitu drastis.
Apakah pesan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen's Suga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebahagiaan datang dari arah mana saja
Bayinya sangat cantik. Diterima dengan suka cita oleh keluarga yang sama sekali tidak memiliki ikatan darah dengannya. Suatu keberuntungan bukan?
Di dunia ini, sangat banyak kisah dan cerita tentang sebuah ikatan. Jangankan diterima oleh mereka yang tidak memiliki ikatan darah, mereka yang saling terikat karena lahir dari rahim yang sama pun sering menjadi orang lain di beberapa situasi dan kondisi.
Bersyukur adalah yang patut Arini lakukan melihat anaknya dilimpahi kasih sayang.
"Ayah bilang pernikahan kita akan dilakukan sebulan lagi. Nunggu kamu benar-benar sehat dulu."
Arini mengangguk.
Bayi kecil itu terlihat nyenyak tidur di dalam box bayi dekat tempat tidur Arini. Dijaga selalu oleh Lean yang begitu gembira karena memiliki sodara.
"Pakai ini dulu," ucap Lean sambil menyerahkan hand sanitizer kepada mereka yang ingin menggendong adik bayinya. Sebagai Kakak, Lean begitu menjaga sang adik dengan ketat.
Seperti hal nya Lean saat masih bayi, Arini pun memberikan hak yang sama pada anaknya saat ini, yaitu ASI.
Saat malam bayinya menangis karena lapar atau karena ingin ganti popok, Fadel selalu siaga menemani Arini. Dia bukan sering menggantikan peran Arini jika wanita yang dicintainya itu terlelap karena kelelahan.
Dengan penuh kasih sayang, Fadel menimang si bayi saat dia tidak mau tidur dan minta dimanja dengan digendong dan diayun.
Seminggu, dua Minggu hingga tiba saatnya untuk mereka mengikrarkan cinta dalam ikatan pernikahan. Seluruh keluarga sangat bahagia termasuk Lean.
Arini dan Fadel kini sah menjadi sepasang suami istri.
Sederhana. Tidak ada cara gelar pesta dengan menyewa gedung dengan biaya fantastis. Tidak ada ribuan tamu undangan yang menghadiri. Hanya ada sahabat dekat dan keluarga. Meski begitu, acara berjalan dengan khidmat. Tawa, air mata menjadi satu dalam haru.
"Semoga kali ini aku benar-benar menjadi istri satu-satunya. Bukan menjadi simpanan suamiku sendiri," bisik Arini pada Fadel.
"Aku tidak bisa melihat wanita lain dengan baik dan benar, Sayang. Sepertinya mataku memiliki kelainan karena hanya melihat kamu."
"Masa?"
Fadel mengangguk dengan mantap.
"Bagaimana dengan bayi kita? Arel. Dia pasti akan sangat marah jika tau hal ini. Ayahnya tidak memandang dia sama sekali," goda Arini.
"Untung dia masih bayi jadi belum mengerti."
Arini tertawa.
"Mama, adik Arel nangis." Tiba-tiba Lean datang menghampiri.
Arini dan Fadel saling menatap.
"Meski belum bisa bicara, sepertinya dia memiliki insting yang kuat," ucap Arini sambil meninggalkan pelaminan untuk mengambil bayinya yang digendong Bibi.
"Semoga aku kuat karena memiliki dua wanita ya Tuhan."
"Tenang, Ayah. Ada aku," ucap Lean dengan gaya laki-laki dewasa yang siap melindungi.
Fadel pun tertawa.
Meski hanya dihadiri beberapa orang saja, pernikahan Arini yang dilanjutkan dengan jamuan makan malam berjalan begitu membahagiakan. Canda tawa dan obrolan jenaka yang menghadirkan tawa nyaring membuat suasana teras begitu hangat.
Sambil menyusui si bayi, Arini mengedarkan pandangan ke semua penjuru. Melihat mereka yang sedang berbahagia atas kebahagiaan dirinya.
Sesekali dia melihat wajah sang anak yang nampak kehausan dan menyedot ASI Arini begitu kuat.
"Nak, tidak perlu ada ayah kandungmu agar kamu merasa bahagia bukan? Mereka sudah cukup memberikan kamu segalanya. Meski begitu, suatu saat mama akan memperkenalkan kamu padanya, kamu berhak tau siapa Ayah Fadel dan siapa Papa Farhan. Bagaimanapun juga, sebagai seorang anak, yang wajib kamu lakukan adalah berbakti pada orang tua."
Arini menepuk-nepuk pantat anaknya dengan lembut hingga Baby Arel tertidur pulas.
...The End...
Sebelumnya maaf banget untuk para pembaca. Aku memang tidak bisa menulis sebuah karya dengan part begitu banyak. Otakku tidak mampu menghadirkan masalah yang tak kunjung selesai. Tidak bisa menuliskan kisah rumit yang berbelit.
Singkat saja. Jika inti dan solusinya sudah didapat, maka berakhirlah sebuah kisah.
Sekali lagi mohon maaf dan jangan kecewa yaaa 🙏🙏🤗🤗🤗
Jangan lupa mampir 👇☺️🤗🥰
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
bener ini 🤣🤣🤣novel isinya g harus perempuan merebut milik orla tp memang lakinya yg g benar🤭🤣🤣
lestari alamku lestari desaku....