novel ini menceritakan cinta yg berubah jadi benci namun perjodohan membawa ke pernikahan bisakah benci kan berubah jadi cinta lagi????
ayo mampir ke novel perdana saya maaf bila Ada pemilihan kata yang kurang sesuai🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani.ctmur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35.
Dara yang terbangun dari tidur malamnya, karena merasakan haus dia pun keluar kamar untuk mengambil air minum.
ketika melintasi ruang kerja Frans dia menghentikan langkahnya ketika mendengar suara kedua kakaknya.
betapa kagetnya dia mendengar perkataan Senja yang inggin mengurus surat perceraian.
"tidak tidak semua ini gak boleh terjadi aku harus melakukan sesuatu" gumam Dara dalam hatinya lalu kembali masuk ke dalam kamar mengambil ponselnya.
"Aku harus menghubungi abang" ucap Dara sambil menekan nomor Reno.
Reno yang masih tertidur pulas dikagetkan suara bunyi ponselnya, dengan rasa malas di raihlah ponsel di atas naas samping tempat tidurnya.
"assalamu'alaikum"
"waalaikum salam, abang tolongin kakak" Dara langsung to the point dengan ucapannya.
Reno mendengar suara Dara sontak kaget dan langsung terperanjat dari tempat tidurnya.
"Dek apa yang terjadi dengan Frans, cepat katakan"? tanya Reno dengan panik karena takut terjadi sesuatu dengan Frans.
" kakak mau bercerai bang, barusan aku dengar kakak dan kak Serly ribut terus kak Serly bilang besok mau urus surat perceraian mereka.
"kamu yakin, salah dengar gak" tanya Reno yang belum yakin dengan cerita Dara.
"Dara dengar langsung tadi pas mau turun Dara melewati ruangan kakak dengar kaya gitu"
"ya sudah besok abang urus semua nya, gak usah kasih tau om sama tante dulu, berdoa saja semoga besok permasalahan bisa diselesaikan dengan baik, sekarang kamu tidur dulu takut besok kesiangan"perintah Reno lalu ia mematikan telfonnya.
Dara yang mendengar perintah Reno kembali mencoba untuk memejamkan matanya,
"Ya Tuhan semoga mereka baik baik saja, aku tak inggin mereka berpisah" ucap Dara sendiri di atas tempat tidur.
***
Di dalam ruang kerja frans, Serly masih mematung seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.
Frans yang kembali mendekati dia, merengkuh Serly dalam pelukan nya.
" aku mohon kasih aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan, kalau aku bisa menjadi suami yang baik untuk kamu".ucap Frans sambil memeluk erat tubuh Serly.
Serly yang merasakan gemuruh gejolak dalam hatinya, tak mampu dia pungkiri rasa nyaman ketika didekat Frans menggerakkan mata hatinya membalas pelukan seorang lelaki yang menjadi suaminya itu, sedangkan Frans yang merasa mendapat kan balasan dari Serly tak mampu mengucapkan sepatah kata apapun dari bibirnya.
***
Malam telah berganti pagi dimana sinar rembulan telah bergantung dengan sang mentari.
Dara yang masih tertidur pulas di balik selimut harus memaksakan membuka kedua matanya karena mendengar teriakan bi Sumi dari luar tok tok tok
"non Dara bangun, di tunggu mas Reno di bawah" bi Sumi yang sedari tadi membangunkan Dara yang tak kunjung membuka pintu.
"non bangun" tok tok tok.
cek lek pintu pun akhirnya terbuka.
Dara yang masih belum sempurna membuka kedua matanya terlihat bersandar di dinding.
"hem apa bi ganggu aja" ucap Dara sambil mengucek kedua matanya.
"non Dara di bangunin susah benar sih, itu di bawah ada mas Reno"
"Hah kenapa bibi gak bangunin dari tadi" teriak Dara langsung membelalakkan kedua matanya, dengan cepat menutup pintu dan berlari ke kamar mandi.
"ih si non bener bener untuk bibi ga jantungan" gerutu bi Sumi sambil meninggalkan kamar Dara.
ketika melewati ruang kerja Frans, bi Sumi melihat Frans yang hendak memasuki ruang kerjanya.
"mas Frans" panggil bi Sumi sambil sedikit berlari mendekat.
"iya bi ada apa"?
" ini mas, maaf kalau bibi salah, bibi cuma mau nanya mas Frans sama mbak Serly apa mau bibi bawain sarapan ke kamar? soalnya bibi lihat dari kemarin ga makan, bibi khawatir nant padai sakit"
"oh iya bi boleh bawa ke kamar aja langsung taruh di atas meja, makasih ya bi" ucap Frans langsung masuk ke ruang kerjanya.
"iya mas sama sama" bi Sumi langsung menuju ke dapur menyiapkan sarapan buat Frans dan Serly.
"mas Reno mau bibi bikinin kopi? itu non Dara baru mandi biasanya lama" tanya bi Sumi ketika melewati Reno yang sedang menunggu Dara di ruang tamu.
"gak usah bi terimakasih, bi Frans belum bangun"?
" sudah mas, ini mau antar sarapan ke atas buat mas mas Frans dan mbak Serly. jawab bi Sumi yang langsung menuju meja makan.
Dara yang dengan super kilatnya telah siap, dia langsung berlari menemui Reno di bawah.
"ayo bang aku dah siap" ajak Dara yang sudah menduduki sofa di samping Reno.
"loh kata bi Sumi kamu baru bangun kok udah siap aja, kamu ga mandi ya"? tanya Reno sambil mengerutkan keningnya.
" enak aja Dara mandi bang ini udah wangi, ayo cepat"ajak Dara dengan menarik tangan Reno.
"bi jalan dulu ya" teriak Dara ke bi Sumi sambil berjalan keluar bersama Reno.
Reno dan Dara langsung memasuki mobil menuju kampus Dara. "Bang Reno tau gak penyebab pertengkaran kakak"? tanya Dara memecah keheningan di dalam mobil.
" emang kenapa"tanya Reno yang mencoba menutupi apa yang sebenarnya terjadi.
"abang gak usah nutupin dari Dara bang, aku sudah tau, kalau ini semua karena Jeni kan"?
mendengar ucapan Dara, Reno hanya terdiam.
" abang Dara boleh minta tolong ga"?
"apa"? jawab Reno dengan santai sambil tetap fokus mengendarai mobilnya.
"jangan biarkan kakak berpisah sama kak Serly" ucap Dara dengan lirih.
Reno yang mendengar ucapan Dara langsung menghentikan mobilnya lalu melihat ke arah Dara "kamu serius dengan apa yang kamu katakan"? tanya Reno yang di jawab anggukan oleh Dara.
"iya aku pernah menemukan sebuah surat yang sudah ditandatangani kak Frans sama kak Serly, surat itu berisi pernyataan bahwa setelah satu tahun menikah mereka akan bercerai"
"dimana kamu temukan surat itu"? tanya Reno yang merasa kaget dia tak menyangka kalau Frans diam diam membuat surat perjanjian itu.
" sehari sebelum pernikahan aku di suruh manggil kakak yang katanya di ruang kerjanya, setelah aku masuk ternyata kakak ga ada dan secara tidak sengaja aku melihat ada selemparan kertas yang jatuh di bawah meja,lalu kertas itu aku ambil dan aku baca isinya ternyata seperti itu bang"jelas Dara kepada Reno.
"Terus kamu sudah cerita ke siapa"? Reno yang seolah ingin menggali informasi lebih jauh dari Dara.
" Dara baru cerita sama abang, Dara gak berani cerita ke papa mama karena Dara yakin kalau sampai mereka tau pasti akan marah, makanya bang ,Dara mau abang bantu kakak buat yakinkan kak Serly kalau sekarang kakak benar benar mencintai kak Serly, Dara bingung kak harus minta bantuan siapa selama ini kan Dara selalu di anggap anak kecil sama semua"ucap Dara sambil meneteskan air matanya.
"iya abang tau dan bisa ngerti gimana perasaan kamu, gimana tujuan kamu dan abang juga percaya gadis kecil abang ini sekarang sudah dewasa kalau mereka gak percaya tapi abang yakin dan percaya sama kamu" ucap Reno sambil mengusap rambut Dara.
Dara hanya bisa tersenyum "makasih ya bang andai abang tau kalau selama ini Dara menyukai abang apa mungkin abang masih menyayangi aku seperti ini" gumam Dara dalam hatinya sambil menatap Reno yang sedang fokus mengendarai mobil.
Dukung terus ya kak terimakasih buat dukungan dan support nya🙏
terimakasih atas dukungannya