"apaan tiba tiba ngelamar gue didepan mama papa gue,lo gila ya Sa",teriak Alula yang terkejut dengan lamaran Angkasa.
"Baiklah besok kalian bisa langsung menikah",jawab singkat Frans Abraham Papa Alula.
"Masa depan kamu akan terjamin jika kamu memilih Angkasa La,percaya sama mama...karena mama kenal dekat dengan mama nya Angkasa",imbuh Donita.
brakkkk,
Alula pingsan.
Akankah Alula menerima lamaran Angkasa,dan bagaimana jika mereka menikah diusia yang masih belia dan masih sekolah?
Yuk simak kisahnya,jangan lupa dilike,komen nd follow author ya gaes🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelahiran Produk Angkasa dan Alula
Pagi ini,Hans berniat datang ke apartemen Angkasa dan Alula untuk memberikan undangan peresmian cafe nya.Namun di jalan Hans mendapat telepon dari Brian untuk membantunya mengambil barang yang akan ia taruh di cafe baru Hans.
"Ck,lo tu Ian..mau ngasih gue barang tapi gue sendiri yang lo suruh ambil",gerutunya namun tetap putar balik dan menuju tempat yang Brian tadi katakan.
Sampai disana Hans menelepon seorang kurir untuk mengantar undangan itu,namun karena buru-buru justru ia salah memberikan undangan nya.Jadi yang dikirim ke Angkasa itu beberapa desain undangan pernikahan yang ia dapat dari salah satu teman bisnisnya.
Bodohnya,Hans belum menyadari akan hal itu.
~mansion Bagaskara~
"Jadi dia cuma mau pamer desain beginian doang sama kita?",cibir Angkasa lalu meletakkan kembali kertas itu.Alula yang nampak bingung pun mencoba menghubungi Lea.
Fyi,Lea sama Hans udah tunangan dan Della sama Brian udah nikah tepat satu bulan lalu.
Nanti akan ada season mereka masing-masing:-).
"Apa sih maksud kamu Kak?",tanya Lea di seberang telepon.
"Ya aku juga gak tau Lea..tadi kan ada kurir datang ke apartemen kita ngasih undangan dari Hans,eh gak taunya isinya tuh desain undangan pernikahan gitu.Jadi sekarang kita bingung maksudnya gimana?",jelas Alula sambil memegangi perutnya.
………….
Lea belum memberi jawaban,kemudian dia teringat sesuatu,
"Wait Kak…kaya nya Kak Hans mau kasih undangan peresmian cafe baru dia deh,cuma salah kasihnya".
Setelah mendengar penjelasan itu Angkasa bergegas menelpon Hans.
Hans yang nampak sedang kesusahan menata barang dari Brian itu kembali mengomel saat handphone nya bergetar.
"Oh God…siapa lagi sih ini",pekiknya dengan bibir mengerucut.
"Apa Sa..?gue lagi sibuk nih gara-gara sepupu lo tuh si Biansat",jawabnya ketus sembari mengusap dahinya yang penuh peluh.
Angkasa yang mendengar jawaban ketus itu justru mematikan sambungan teleponnya yang sontak membuat Hans semakin frustasi.
"Aarrgghh,keluarga Bagaskara ini pada kenapa sih",teriaknya sambil mengacak rambutnya.
……..
Hari ini adalah jadwal dimana cafe Hans akan diresmikan.Semua tamu undangan nampak datang dan ada beberapa yang hanya mengirim karangan bunga sebab masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Angkasa dan Alula nampak datang bersama kedua orang tua mereka.Karena Brian kini tinggal dengan Della di rumah baru mereka jadi mereka berangkat secara terpisah.
"Congrats ya Hans,gue salut banget sama kegigihan lo hingga bisa jadi seperti sekarang",ucap Angkasa sembari memeluk sang sahabat.Alula pun memberi selamat dengan buket bunga,begitupun dengan kedua orang tua mereka.
Dari pintu masuk tampak Brian tengah lari tergopoh-gopoh menghampiri mereka.
"Sori Hans gue telat,btw congrats mabroh..",ucap Brian yang juga memberi pelukan untuk sang sahabat.
Alula terlihat celingukan,Brian yang tahu sebabnya pun segera memberi penjelasan.
"Della dari kemarin mual muntah sampe lemes,jadi nggak bisa ikutan".
Mendengar itu mereka pun sudah tidak ragu lagi jika Della saat ini tengah hamil muda.
"Selamat juga ya buat lo Ian,bentar lagi jadi Bapak",seloroh Hans sambil menepuk pundak Brian.Mendapat ucapan seperti itu membuat Brian salting sendiri dan hanya mengangguk.
Angkasa mendekat sedikit berbisik,
"Tokcer juga lo Ian..sebulan langsung tekdung",bisiknya yang berhasil membuat Brian semakin salting.
"Gue kan gak kaya lo,harus puasa 3 tahun",goda Brian kembali dan berhasil membuat gelak tawa yang mendengarnya.
Ditengah gelak tawa mereka,tiba-tiba saja berhenti dan atensi mereka teralihkan pada sosok wanita yang kini tengah berjalan menghampiri mereka.Dengan dress panjang sebetis berwarna putih tulang,rambut ikal yang nampak panjang menutupi punggungnya yang sedikit terbuka dan netra coklat yang menjadi ciri khas nya ia berjalan dengan anggun bak putri istana.
Hans tidak berkedip menatap sosok itu,bahkan saat sosok itu sudah berada tepat di depannya memanggil namanya pun ia masih bergeming.
Tanpa aba-aba wanita itu mencubit lengan Hans dan berhasil menyadarkan Hans.
"Sakit Sayang..",ucapnya sembari mengelus lengannya yang terasa panas.
"Kamu sih dipanggil malah ngelamun",pungkas gadis itu dengan bibir yang sudah seperti bebek.
Gadis itu tak lain adalah Lea,tunangan Hans saat ini.Alula dan yang lain terlihat muak sekali dengan dua sejoli yang kini justru nampak ribut itu.
"Dahlah bubar aja bubar..",ucap Brian dan membuat Hans mencebik seketika.
"Ini acara gue kalau lo lupa,kenapa jadi lo yang bubarin sih..",sinis Hans sambil melengos dan berjalan menuju teras depan untuk segera meresmikan cafe nya.Sebab ia tak enak jika membuat para undangan itu menunggu terlalu lama.
~hari kelahiran Angkasa dan Alula~
Angkasa terlihat tengah mondar mandir di depan ruang bersalin.Wajahnya pucat,bajunya berantakan bahkan ia hanya memakai sandal rumahan.Ia sudah tidak memikirkan penampilannya,sebab saat ini yang ia pikirkan adalah istri dan calon anaknya yang nampaknya sudah sangat ingin melihat dunia.
"Minum dulu Sa..duduk jangan kaya gangsing.Pusing tau liatnya",ucap Brian sembari menyodorkan sebotol air mineral pada sepupunya itu.
"Ckk,bukan Della yang di dalam sana,jadi lo gak ngerasain apa yang gue rasain",jawab Angkasa namun tetap duduk dan minum juga.
"Hm,terserah lo deh..",balas Brian singkat.
Mereka hanya diam dan duduk saja tanpa saling ngobrol.Brian tidak berani mengajak ngobrol Angkasa sebab takut sepupunya itu akan marah lagi.
Setelah 1 jam lebih mereka berdua menunggu,akhirnya terdengar juga suara tangisan bayi dari dalam ruangan itu.
Oekk…oekk..oekk
"Alhamdulillah",ucap mereka bersamaan.
"Gue jadi Daddy Ian..",lirih Angkasa dengan lelehan air mata di wajahnya.
Brian bangkit dan memeluk tubuh Angkasa yang nampak gemetar itu.
"Congrats brother..you're Dad from now on".
Klekkk,
Pintu ruangan dibuka dan nampak seorang suster membawa bayi keluar.
"Selamat pak Angkasa,bayi nya laki-laki tampan sehat sempurna",ucap sang suster dan kemudian memberikan bayi itu pada Angkasa untuk di adzani.
Setelah mengadzani sang anak Angkasa pun berlari kedalam untuk melihat keadaan sang istri.
Dilihatnya Alula yang tengah memberikan ASI untuk anaknya,Alula tersenyum saat itu juga dan melambaikan tangannya isyarat agar Angkasa mendekat.
"Terima kasih Sayang,kamu sudah berjuang untuk anakku,anak kita..maaf jika rasa sakitnya tidak bisa dibagi denganku tadi,tapi percayalah aku nggak akan memberikan kesakitan lain untukmu",ungkap Angkasa sembari mencium kening Alula dan beralih mengelus pipi anaknya.
Alula tersenyum dan tanpa terasa air mata itu lolos dari pelupuk matanya.
"Sudah kewajibanku sebagai istri dan ibu untuk semua ini Hubby..yang penting sekarang aku udah gakpapa dan kita tinggal fokus buat gedein anak kita sama-sama".
~1minggu kemudian~
Pasca melahirkan,Alula harus tinggal dirumah orang tuanya.Sebab mama Donita belum yakin jika Alula bisa merawat anaknya sendirian.Pasalnya ini anak pertama mereka dan cucu pertama bagi kedua keluarga besar,jadi mau tidak mau baik Alula dan Angkasa hanya bisa menurut saja.
Sore ini,Hans Lea juga Brian Della datang menjenguk bayi Angkasa dan Alula.
Della tampak tengah hamil besar,sehingga tidak bisa berjalan dengan cepat.Jadi Brian pun dengan sigap menggandeng tangan sang istri.
"Aduh pegel banget pingganggku Bby..".Della mengeluh pada Brian dan dengan sigap Brian pun mengelus pinggang istrinya itu.
Berbeda dengan Hans dan Lea yang nampak sibuk melihat bayi mungil yang sedang tertidur lelap di box bayi.
"Namanya siapa Kak,sampe lupa nanya",tanya Lea pada Alula.
"Aarav Zayn Bagaskara..panggilannya Zayn",jawab Alula.
"Nggak salah sih dikasih nama itu,soalnya dia cakep banget kaya Daddy sama Mommy nya,bulu matanya juga lentik gitu ya..",timpal Della yang kini juga tengah memperhatikan baby Zayn terlelap dengan nyenyak.
Mendapat pujian seperti itu,membuat Angkasa tersenyum penuh kebanggaan.Hans dan Brian hanya mencebik malas dengan kelakuan sang sahabat.
Secre Marriage Season 1 Tamat,
terimakasih untuk pembaca setia Secret Marriage.
Tunggu Season 2 nya ya yang dijamin gak bakalan kalah seru.Bakalan banyak banget gonjang ganjingnya yang pasti bikin kalian nano nano.
Maafkan othor jika jalan ceritanya belum sesuai dengan harapan kalian,semoga othor bisa lebih baik lagi dalam membuat cerita.
Happy reading♡
Salam dari sang dewi merpati
selalu ditunggu up nya...