NovelToon NovelToon
Semesta Mempersatukan Kita

Semesta Mempersatukan Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:68.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hary As Syifa

Disarankan membaca Novel "Bumi Tanpa Senja" terlebih dahulu.

Novel ini akan banyak bercerita tentang asisten Tuan Muda Dirgantara yaitu Jefri yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan salah satu karyawan Coffee Shop bernama Jingga.

Tapi dikarenakan kesibukannya dalam bekerja mengurus perusahaan Dirgantara membuatnya jarang sekali sempat bertemu dengan gadis yang bernama Jingga itu.

Hingga pada akhirnya ketika ia bertemu kembali dengan Jingga, ternyata gadis itu sudah memiliki calon suami, anak pak lurah, yang bernama Bayu.

Akankah Jefri melupakan Jingga dan mencari wanita lain sebagai pendamping hidupnya?

Atau mungkinkah ia akan merebut Jingga dari Bayu?

Penasaran?

Yuk simak kisah mereka!

Note :

- Kisah lanjutan Bumi dan Senja juga ada disini

- Kisah Marcel dan Nesya juga akan muncul di akhir cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hary As Syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Datang Ke Rumah Sakit

Drrrt drrt drrt drrt.

Handphone Jefri bergetar hebat. Ada beberapa pesan masuk disana. Ia yang baru saja selesai berpakaian setelah habis mandi langsung memeriksa pesan yang masuk malam-malam begini.

“Jingga? Ayahnya masuk ke rumah sakit?”

Jefri langsung terkejut begitu melihat ada pesan yang masuk dari salah satu anak buahnya. Pesan itu menyebutkan kalau Jingga sedang berada di rumah sakit bersama keluarganya karena ayahnya tiba-tiba pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Selain itu ada juga beberapa foto Jingga dan keluarganya saat menunggu sang ayah di rumah sakit. Dalam foto tersebut tertangkap juga sosok Bayu disana.

“Aku harus segera kesana. Aku harus menemani Jingga juga disana. Kalau Bayu terus yang berada di sampingnya saat ia butuhkan, bisa-bisa dia berpaling pada pria itu. Tidak! Ini tidak boleh terjadi.”

Jefri pun dengan cepat berganti pakaian lagi. Mengenakan jeans dan kemeja panjang lalu kembali turun untuk mengambil mobil dan pergi menyusul Jingga.

Tak perlu waktu lama, Jefri pun sudah tiba di Rumah Sakit Cahaya Senja. Security rumah sakit yang melihat mobil atasan mereka masuk, langsung dengan cepat menyambut kedatangan Jefri. Ia bahkan sempat memberitahu temannya yang lain bahwa malam itu mereka kedatangan asisten Tuan Muda Dirgantara. Khawatirnya, Jefri akan melakukan inspeksi dadakan. Padahal pria itu hanya ingin membesuk ayah Jingga.

“Selamat malam, Tuan,” sapa security itu seraya membungkukkan badannya.

“Malam. Tolong parkirkan mobil saya,” sahut Jefri lalu menyerahkan kunci mobilnya. Ia pun langsung masuk ke dalam tanpa mengatakan apa-apa lagi.

“Baik, Tuan.” Security itu pun menjalankan tugasnya.

Setiap karyawan Rumah Sakit yang melihat kedatangan Jefri sontak berhenti lalu membungkuk sekilas. Semua memberi hormat pada Jefri. Jefri hanya bisa balas mengangguk sambil terus berjalan menuju ke arah ruang emergency dimana ayah Jingga dirawat.

Sementara dokter yang memeriksa ayah Jingga, baru saja keluar dari ruang emergency dan menemui keluarga Jingga.

“Dokter, bagaimana keadaan suami saya, Dokter? Jadi sebenarnya apa penyakit suami saya?” tanya ibu Jingga dengan raut penuh rasa penasaran.

“Suami ibu keadaannya sudah membaik. Kami pihak dokter sudah menangani beliau. Hanya saja....”

Perkataan dokter itu langsung terjeda begitu melihat sosok Jefri muncul disana. Malam-malam begini mendatangi rumah sakit, tentu ada hal yang penting pikirnya.

“Selamat malam, Tuan Jefri,” sapa dokter itu begitu Jefri sudah berada di dekat mereka.

‘Jefri?’ Jingga bergumam dalam hati. Ia cukup terkejut saat mendengar nama itu disebut. Posisi mereka yang sedang melihat ke arah dokter, tentu saja tak menyadari adanya Jefri disana.

Mereka pun sontak menoleh ke belakang, melihat sosok pria yang disapa oleh dokter. Jingga dan Bayu yang sudah mengenali siapa pria itu cukup terkejut atas kedatangannya.

“Tuan ini siapa, ya? Apa dokter yang akan menangani suami saya juga?” tanya ibu kebingungan. Pasalnya ia tadi sedang bertanya tentang kondisi suaminya. Melihat Jefri datang dengan kemeja putih dan jeans hitam, ia pikir Jefri adalah seorang dokter juga.

“Bukan, Bu. Ini Tuan Jefri, asisten Tuan Muda Dirgantara,” jelas dokter tersebut.

Ibu terlihat kaget mendengarnya. Pria bertubuh tinggi dan gagah di depannya ini ternyata asisten Tuan Muda Dirgantara, pemilik rumah sakit ini.

“Oh, maaf, Tuan. Maafkan saya, saya tidak tau kalau Tuan asistennya Tuan Muda Dirgantara,” ucap ibu merasa menyesal karena salah bicara.

Jefri berdehem sejenak untuk menghilangkan rasa canggungnya. Jujur ia mendadak canggung jika calon mertuanya bersikap seperti itu. Eh, calon mertua? Sabar Jef, belum kesana arahnya.

“Tidak masalah. Tidak perlu minta maaf,” sahut Jefri dengan wajah seriusnya.

“Hmmm kalau boleh tau apa Tuan butuh sesuatu disini? Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanya dokter itu.

“Saya hanya sedang menjenguk kenalan saya tadi. Saya kesini hanya ingin melihat-lihat saja keadaan pasien disini dan penanganannya,” jawab Jefri berbohong. Tentu sjaa bohong karena sebetulnya ia hanya ingin melihat kondisi ayah Jingga beserta anak gadisnya juga tentunya.

“Ohhh,” dokter mengangguk-anggukan kepalanya. “Tuan tidak perlu khawatir. Semua berjalan dengan baik. Kita juga memberikan bantuan dengan cepat jika ada pasien yang membutuhkan,” lanjut dokter itu.

Kini giliran Jefri yang tampak mengangguk. “Lalu bagaimana dengan keluarga ini? Bagaimana kondisi anggota keluarga mereka yang dirawat?” tanya Jefri kemudian.

“A-iya, Tuan. Tadi saya baru saja memeriksa keadaan suami ibu ini. Beliau memiliki masalah dengan jantungnya dan butuh penanganan khusus. Jadi saya ingin menyarankan sementara waktu biar dirawat dulu di rumah sakit ini.”

“Suami saya sakit jantung, Dokter?” tanya ibu dengan wajah yang mulai mendung.

“Benar, Ibu. Tapi ibu tidak usah khawatir. Disini fasilitasnya sangat lengkap. Suami ibu akan mendapatkan perawatan yang sangat baik.”

Ibu terlihat cukup shock. Jingga langsung segera merangkul ibunya. “Bu, ibu yang sabar, ya. Ayah pasti sembuh,” ucap Jingga menenangkan ibunya.

“Kalau dirawat disini, biayanya.....”

“Semua gratis,” potong Jefri sebelum ibu menyelesaikan pertanyaannya. “Ibu tidak perlu khawatir soal itu. Saya akan mengurus semuanya. Suami ibu akan saya tempatkan di kamar VIP. Jadi kalau ibu atau keluarga yang lain ingin menjenguk akan lebih nyaman. Ibu jangan khawatir, sekarang kita fokus saja pada kesembuhan suami ibu,” lanjut Jefri yang membuat ibu merasa lega.

Ibu pun tiba-tiba meraih tangan Jefri. “Terimakasih, Tuan. Terimakasih atas bantuannya. Terimakasih sudah sudi menolong suami saya, tuan.”

Suara ibu terdengar bergetar. Ia terharu ada orang baik yang sudi menolong pengobatan suaminya. Ia tidak tau saja yang menolong itu sudah jatuh hati pada anaknya, jadi apapun akan ia lakukan demi kesembuhan calon mertuanya. Eh, calon mertua lagi? Sabar Jef, belum resmi.

Jefri pun balas menggenggam tangan wanita paruh baya itu. “Bu, ibu tidak perlu berterima kasih seperti ini. Rumah sakit ini memang dibangun untuk menolong orang-orang yang sakit. Itu yang Tuan Bumi dan Nyonya Senja inginkan sejak awal membangun rumah sakit ini. Sekarang, biarkan tim dokter yang mengurus suami ibu. Ibu dan keluarga tinggal mendoakan bapak dan menyemangati beliau agar segera sembuh,” ucap Jefri dengan sangat bijaksana hingga membuat Jingga terkesima.

Pria ini selalu berhasil mencuri perhatiannya sejak awal mereka bertemu. Dibalik sikapnya yang kadang-kadang suka menjengkelkan, pria ini ternyata sangat bijaksana dan perhatian. Jingga makin jatuh hati padanya.

Sementara Bayu yang berada disana, bertubi-tubi menerima kenyataan pahit malam ini. Ia dapat melihat betapa mudahnya Jefri meraih simpati keluarga Jingga. Ia memang sudah mengikhlaskan hubungannya dengan Jingga berakhir. Tapi kalau ada sedikit terselip rasa cemburu di hatinya melihat Jefri mudah diterima begitu saja, wajar bukan?

Tanpa Jingga sadari Bayu memperhatikan tatapan gadis itu pada Jefri. Tatapannya saja berbeda saat Jingga menatapnya. Melihat Jefri, Jingga seperti melihat masa depan yang cerah di hadapannya. Bay pun menghembuskan nafas dengan berat. Sepertinya sudah benar kalau ia harus merelakan Jingga.

.

Bersambung...

Note :

Banyak yg menganggap tidak adil untuk Bayu ya pada kisah ini 😊 jadi kali ini aku mau buat kisah yg berbeda. Kalau yg baik saingannya yg buruk, itu sudah biasa. Nah, kalau ini keduanya sama-sama baik. Biar konflik hati nya lebih dapet lagi. Tenang dears, ini baru 26 episode, masih ada kelanjutannya lagi, terus baca kisah mereka ya 🤗

1
Ermadiwati Philyank
ko Ga up lagi.....
Kisti
othoooorrrr woooeeeeee,houwoooo uwwoooooo... jeff kmu mati suri apa gak muncul2...hiks ngilang kmn siiihhh 😭
Beti Herawati
aku suka sekali cerita nya thor .lanjut thor
Erni Fitriana
yahhhhhhh aitjor belum up up...sedih alu gak ketemu jefry 😔😔😔😔😔
Ana Rela
lnjut thor upx 🙏
Erni Fitriana
hayuuu up nya thor🙏🙏🙏
Erni Fitriana
kemana ya jefryyyyy👁👁👁👁👁👁👁👁
eun 👧
tolong lanjutkan ini ceritanya othor 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Erni Fitriana
ya Allah mudah " didunia nyata ada y jerrfy real begini
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣jadi galau jama'ah gini thor😔😔😔😔...tapi dari awal aku di team jingga-jeffry thor
Erni Fitriana
tenang jingga...biar ayahmu sehat di
Erni Fitriana
inget jeff...mereka sedang membuka hati sebagsi kakak-adik...ojo cemburu
Erni Fitriana
maafkan aku mad bay😭😭😭
Erni Fitriana
O:O....apakah itu bayu????
Erni Fitriana
semangat jimmmmmmm💪💪💪💪
Kisti
pegel jefg bolak balik nungguin kmu niihhh 😓
rara ayu
semangat kk untuk semua karya-karyamu yang selalu aku tunggu..
Nanda Lelo
sllu d tunggu2 ini kak
dpt notif update cuma satu d biarin dulu,, mana tau ada tambahan ny gtu,, ternyata emang cuma satu 🤭
Teh Ai..
Ahorirrr nyy munculll lagiiii
Kisti
cll d tunggu othor 😀😃😅,,masalah hti lbih baik d satukn yg saling mncintai bukn yg sebelah cinta,sebelahnya enggak 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!