NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Pelakor / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:898.3k
Nilai: 5
Nama Author: Herazhafira

Amelia seorang pramugari cantik yang terpaksa menikah dengan Tuan Ergan karena sebuah kesalahan. Dia terpaksa merahasiakan pernikahannya karena sebuah alasan yang ternyata itu dimanfaatkan oleh Ergan dengan menjadikannya sebagai istri kedua.

Tentu saja istri Ergan tidak terima, dengan berbagai cara ia mencoba menyingkirkan Amelia.

Apakah Amelia akan mempertahankan pernikahannya dengan Ergan?
Dan mampukah Amelia bertahan dengan statusnya sebagai pelakor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herazhafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aqilah Menghilang

Tebakan Tirta sangat tepat karena tidak melihat Aqilah, apalagi dengan kondisi Ayu yang gugup dan terus menangis saat Tirta bertanya.

Ayu mengangguk, ia mengangkat wajahnya menatap Tirta dengan tatapan sendu.

"Maafka saya Pak, saya lalai menjaga Aqilah. Pada saat Bapak meeting, Aqilah minta dibelikan Es krim. Saya meminta Aqilah untuk menunggunya diruangan Pak Ergan tapi Aqilah tidak mau, dia ingin ikut dan makan es krim langsung disini. Saya membawanya duduk disini lalu saya antri membeli es krim, tapi pada saat saya kembali, Aqilah sudah tidak ada. Saya sudah mencarinya kemana-mana, namun saya tidak menemukannya Pak, Hikss.. hikss.." Jelas Ayu dengan suara gemetar sambil menangis.

"Trus kenapa nggak angkat telponku?"

"Saya panik harus bagaimana, Pak. Bagaimana menjelaskannya pada Pak Ergan? aku takut."

Tirta menghela napas dengan berat. Ia mengerti apa yang dirasakan Ayu saat ini. Ayu pasti ketakutan karena telah menghilangkan anak bosnya, bahkan nyawa dan pekerjaannya sekarang menjadi taruhannya. Tirta juga pernah berada dalam posisi seperti ini. Saat itu Ergan menyuruhnya mencari Rania dalam waktu tiga jam, tapi dia tidak menemukannya. Ergan marah besar dan memecatnya, beruntung ada Andreas yang membelanya dan menghentikan kegilaan Ergan.

"Sudah berhenti menangis. Aku makin pusing mendengar tangisanmu." Tirta menekan pelisnya sambil berpikir.

"Kamu sudah cek cctv di sini?

"Sudah Pak, Aqilah keluar cafe sendiri. Aku sudah mencari diluar tapi tidak ada." Jelas Ayu.

"Trus kenapa kamu duduk disini menangis? kenapa tidak menghubungi saya atau Pak Ergan?" Kesal Tirta.

"Saya menunggu Aqilah Pak, mungkin saja dia kembali kesini mencari saya. Saya tidak menghubungi Bapak karena takut."

"Hapus air matamu, dan ikut aku mencari Aqilah." Tegas Tirta kemudian menarik tangan Ayu keluar dari cafe setelah Ayu menghapus air matanya.

Mereka masuk ke gedung perusahaan dan langsung menuju ruang Tirta. Ayu bingung kenapa mereka tidak langsung kerungan Ergan.

"Duduk disini dulu, aku harus menyelesaikan pekerjaanku sebentar. Kita nggak mungkin menghadap Ergan sebelum mendapatkan informasi dimana Aqilah berada." Jelas Tirta.

Ayu menurut saja, ia juga merasa belum siap bertemu dengan Ergan.

Tirta mengambil ponselnya kemudian menghubungi anak buahnya untuk mencari Aqilah. Setelah itu, Tirta membuka laptopnya kemudian mulai meretas cctv di area Aqilah menghilang.

Ayu hanya diam memperhatikan tirta yang sibuk dengan laptopnya. Ia tidak berani bertanya apa yang sedang dilakukan asisten Ergan yang super duper aneh ini. Dia sangat tahu jika Tirta dapat diandalkan dalam menyelesaikan masalah.

Beberapa saat kemudian Tirta tersenyum tipis melihat hasil kerjanya. Tirta mengirim video Aqilah ke anak buahnya kemudian menyuruh mereka menjemputnya. Setelah itu baru mereka menghadap ke Ergan.

"Gimana Pak? apa sudah ada titik terangnya dimana Aqilah berada?" Tanya Ayu dalam keadaan khawatir.

Melihat wajah panik dan ketakutan Ayu, Tirta ingin mengerjainya sedikit. Sesekali iseng pada sekertaris cantik ini kayaknya bisa menjadi hiburan yang menarik.

"Belum ada, saya harus berdiskusi dengan Ergan dalam masalah ini. Ayo, ikut aku keruangannya." Ujar Tirta kemudian keluar dari ruangannya di ikuti Ayu dari belakang.

Tok.. tok.. tok..

Tirta dan Ayu masuk keruangan Ergan setelah Tirta mengetuk pintu.

Tirta dan Ayu berdiri dihadapan meja Ergan. Sebenarnya Tirta bisa mengatasi masalah ini tanpa memberi tahu Ergan terlebih dahulu jika Aqilah menghilang. Namun Tirta ingin Ayu mengakui kesalahannya dengan berani dihadapan Ergan.

Ergan menatap mereka bergantian saat tidak menemukan Aqilah bersamanya.

"Aqilah mana? kenapa kalian berdua kayak manekin di hadapanku?" Tanya Ergan dengan tatapan tajam. Maniknya melirik Tirta dan Ayu, siapa yang akan menjawab pertanyaannya.

"Mampus gw! Tamatlah riwayat pekerjaan gw di perusahaan besar ini. Pekerjaan yang selama ini gw cita-citakan akhirnya berakhir tragis. Ya Tuhan... jika boleh aku meminta, berikanlah aku pertolonganmu. Aku akan sangat berterima kasih jika ada orang yang menolongku dari amukan Pak Ergan. Bahkan jika perlu aku akan membalasnya apapun yang dia minta." Batin Ayu seraya berdoa dalam hati.

Ayu melirik Tirta yang memberinya kode untuk bicara.

"Maaf Pak, aku yang salah, aku tidak becus menjaga Aqilah dengan baik. Aqilah hilang Pak." Ungkap Ayu dengan kepala menunduk dan seluruh tubuhnya gemetar.

Sungguh! Ayu paling takut melihat wajah garang Ergan seperti singa kelaparan yang siap menerkam mangsanya.

Prakk!

Ergan memukul meja dengan keras kemudian berdiri. Kedua tangannya bertumpu pada sisi meja menatap Tirta dan Ayu.

Tirta sampai mengelus dadanya sedangkan Ayu sudah ingin pipis karena sudah tidak bisa mengendalikan rasa takutnya.

"Nggak becus! apa saja yang kau lakukan hingga tidak bisa menjaga anak kecil seperti Aqilah? Apa kau sibuk bermain handphone, hah?!" Geram Ergan.

Kali ini kemarahannya sampai di ubun-ubun, ia tidak terima jika terjadi sesuatu pada Aqilah putri semata wayangnya.

Dengan tubuh gemetar, Ayu menceritakan kejadiannya dari awal dia dan Aqilah keluar membeli es krim di cafe hingga Aqilah menghilang.

Siapa saja yang melihat Ergan saat ini pasti akan ketakutan. Pria berwibawa itu diam seribu bahasa menahan amarahnya.

Tirta menghampiri meja kerja Ergan yang besar. Sebenarnya ia tidak tega melihat Ayu dimarahi oleh Ergan, namun sesekali sekertarisnya itu harus tahu apa konsekwensinya jika kita lalai dalam bekerja. Diantara jutaan karyawan, hanya Ayu yang Ergan percaya untuk menjaga anaknya.

Tapi kenapa sekarang anaknya menghilang? jelas Ergan tidak terima. Ia takut anaknya di curi, banyak orang diluar sana yang mengincar keluarganya, termasuk lawan bisnisnya. Mereka akan memanfaatkan anaknya sebagai ancaman untuk menjatuhkannya.

"Kau tahu Ayu? kenapa aku menitipkan Aqilah padamu?"

"..." Ayu hanya diam menundukkan wajahnya.

"Itu karena aku percaya kamu. Tapi ternyata aku salah!" Ujar Ergan penuh penekanan. Ergan berkacak pinggang berdiri dihadapan Ayu membuat Ayu semakin membeku.

"Maaf pak, lain kali saya akan lebih keras lagi menjaga Nona Aqilah." Lirih Ayu.

"Aku tidak pernah memberi kesempatan kedua pada orang yang berbuat salah." Tegas Ergan membuat Tirta harus segera bertindak sebelum Ergan memecat Ayu. Ayu adalah satu-satunya sekertaris yang bertahan pada Ergan selama satu tahun. Sekertaris sebelumnya hanya mampu bertahan paling lama tiga bulan mereka pasti akan mengundurkan diri karena tidak tahan dengan tekanan pekerjaan dan sikap arogan Ergan. Jika Ayu dipecat, yang repot adalah Tirta sendiri karena harus mencari sekertaris baru untuk Ergan.

"Bos harus liat ini." Tirta mengambil laptopnya kemudian memperlihatkan cctv pada Ergan.

Ergan yang sedang berkacak pinggang didepan Ayu menuju meja. Ia duduk bersandar melihat layar laptop Tirta. Dilayar ia dapat melihat dengan jelas saat Ayu dan Aqilah masuk ke dalam Cafe kemudian Aqilah keluar mengejar penjual permen kapas keliling yang kebetulan lewat. Aqilah berhenti didepan sebuah mini market

Rupanya Aqilah keluar dari cafe saat melihat penjual permen kapas lewat. Ia mengejarnya sampai di sebuah mini market. Saat melihat Kindderjoy di depan kasir, Aqilah masuk ke mini market kemudian mengambil dua Kindderjoy ditangannya. Petugas kasir meminta uang pada Aqilah namun Aqilah tidak memilikinya, ia tetap memeluk Kindderjoy ditangannya dan tidak mau melepasnya, ia menangis karena ketakutan saat didatangi dua petugas yang berjaga di mini market itu.

Deg!

Ergan memicingkan matanya saat melihat seseorang menghampiri Aqilah. Ia membujuk Aqilah agar berhenti menangis dan segera membayar Kindderjoy Aqilah di kasir.

.....................

.

.

Bersambung.....

1
Veronika Theresia Sihombing
Lumayan
Veronika Theresia Sihombing
Kecewa
Nina Joanna
Istri orang Pras...
Evy
bakal rame nih ceritanya...bisa panjang urusannya.Adek Kakak suka sama satu cewek..
SisAzalea
booking
yuni ati
Keren/Good/
Shifa Burhan
pantas kah yang dilakukan amelia dan pras ini

pantas kah amelia dibilang wanita baik2, saat dia tau statusnya istri tapi dia pergi berduaan dan happy2 dengan lelaki lain, membuat moment spesial dengan lelaki lain, bisa dibilang dia kencan dengan lelaki lain, pantas dia dibilang istri yang paham agama

pantas pras disebut lelaki baik2, udah tau istri orang, dia bawah pergi berduaan, seolah2 kencan membuat moment indah, pantas pras disebut lelaki paham agama

yang mirisnya author membenarkan semua kelakuan kedua manusia ini, kalau author bawa agama, terutama agama islam, belajar lebih baik lagi

dalam islam kelakuan amelia dan pras ini sudah termasuk dilaknat, dosa sangat besar, dan bisa membuat fitnah yang sangat kejam

kita anggap ini bagian dari konflik, anggap pras dan juga amelia manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan, tapi kalau author paham agama, author akan tegas perbuatan mereka salah, mereka harus dibuat menyesal dan mengaku salah dan minta maaf


saran untuk author belajar lagi kalau bawa2 agama,
Nurul Syahriani
Jarak nya cuma 3 kata bisa beda daddy dan papa
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
sherly
gila Karmen kok bisa sih
sherly
emang hrs gt Mel balik Ama suami
sherly
lagian cinta Ama istri org yg blm jls statusnya.. ngapain situ ngambek dih gelo
sherly
Pras ngajak nikah kok kayak mau introgasi karywn ngk ada maniz2nya
sherly
hadew kasian ergan.. gitulah nasib kalo poligami ngk tuntas
sherly
wow.. tp mama ergan kok gt sih
sherly
deal aja Mel biar si aan omes diem...
sherly
Tirta bisa dpt bonus nih
sherly
pasangan ngk tau diri, yg satu pacar sok peduli pdhl buaya, yg satu ngaku sahabat tp ular ngk nyangka kalian berdua keturunan reptil... hahahaha
sherly
astaga ergan pandai bersandiwara juga
sherly
waduh di Abang dah mau ajak nikah eh si adeknya msh mau pdkt .. cie Amel jd rebutan ABG adek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!