NovelToon NovelToon
Luka Tak Termaafkan

Luka Tak Termaafkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Patahhati / Hamil di luar nikah / Teen Angst / Lari Saat Hamil / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:65.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cheryfey

Seira merupakan seorang gadis yatim piatu yang hidup dengan bibi dan kedua sepupunya. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu dan selalu dimarahi jika pulang terlambat.

Seira tidak pernah tersenyum lagi sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Namun sejak dia masuk ke SMA, dia bertemu dengan teman-teman yang baik hati dan menerima dia apapun status sosialnya.

Adapula seorang pria yang diam-diam menyukainya, tanpa mengetahui Seira juga ternyata memendam rasa yang sama dengan pria itu, Dandy namanya.

Mereka lalu mulai dekat dan pacaran. Seira sangat beruntung karen Dandy memperlakukannya sangat istimewa, juga orang tua Dandy tidak mempermasalahkan hubungan mereka berdua.

Namun cinta tak selamanya indah. Satu-persatu masalah mulai muncul. Musuh lama Dandy datang dan mulai mendekati Seira sebagai bentuk pembalasan dendam.

Seira yang tidak tahu apa-apa dijebak, namun Dandy segera datang dan menyelamatkannya. Mereka lalu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Hidup Seira yang sudah lama berantakan, menjadi hancur begitu dia melakukan sesuatu yang seharusnya tak dia lakukan bersama dengan Dandy. Namun semuanya sudah terjadi dan waktu tidak dapat diputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cheryfey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Rencana Daewi

Daewi sedang celingukan mencari seseorang, tak lama dia menemukanya sedang duduk di taman lalu dengan cepat Dahwi memanggilnya.

"OM!" panggil Dahwi ke arah Dandy.

"Eh, Daewi bagaimana?" Dandy yang mendapat notifikasi dari Daewi langsung menuju ke tempat Aaron dirawat.

"Anda ada waktu sekarang, aku melihat mama Seira sedang keluar sebentar tadi." Ucap Daewi dengan semangat.

"Tapi ada Serumi kan," Dandy menebak sudah pasti Aaron tidak akan pernah ditinggal sendirian.

"Tenang, aku sudah punya rencana untuk bibi Serumi. Anda hanya harus cepat oke!" Ucap Daewi lalu beranjak meninggalkan Dandy.

Dandy mengendap seperti maling waktu menuju ke kamar Aaron. Dia bersembunyi ketika Daewi sedang membawa Serumi pergi. Entah apa yang dikatakan Daewi ke Serumi sehingga dia bersedia mengikutinya. Memang ajaib gadis itu pikir Dandy.

Cklek!

Pintu ruang rawat Aaron terbuka menampakan seseorang dengan setelan yang rapi dan gagah, dan ketampanan yang tidak memudar walau bukan remaja lagi sedang melangkah masuk kesana.

Orang itu Dandy.

Dia lalu duduk disisi ranjang Aaron dan menatapnya. Hatinya sangat sakit melihat anaknya sedang tidak berdaya dengan beberapa selang penopang kehidupan.

"Aaron, ini papa mu nak," ujarnya sambil menggenggam tangan Aaron.

"Apakah masih pantas disebut papa, sedangkan aku sangat jahat kepadamu, dan mama mu."

"Mungkin maaf saja tidak akan bisa menebus semua dosaku, tapi percayalah, aku sangat menyayangimu dan mama mu," Dandy mengusap air matanya yang mengalir.

Dandy masih terus berbicara dengan Aaron, tak lama pintu kamar Aaron terbuka, menampakan seseorang yang sedang menatapnya benci.

Dialah Seira.

Seira tadi sedang tergesa karena ada rapat hari ini, tapi dia lupa meninggalkan Hpnya dikamar Aaron maka dia kembali.

"Kau! Untuk apa kau disini!" kata Seira sambil menatap Dandy dengan dingin.

Dandy terkesiap, “Seira—“

"Pergi!" Seira mengusirnya.

"Tapi Ra,"

Seira masih menatapnya dengan dingin, "Harusnya kau tak pernah kembali Dandy!"

"Maaf...tolong maafkan aku Seira," Dandy ingin memohon untuk kali ini saja biarkan dia disisi Aaron sebentar saja, tapi tatapan itu menyiratkan tidak ada kesempatan lagi untuknya.

"Pergi!" bentak Seira lagi dengan lebih dingin dan tatapan mata yang menusuk.

Dandy mengalah dia hendak berdiri dan pergi, tapi tangan Aaron serasa menahanya. Mungkin dia sedang merasakan kehadian kedua orangtuanya. Dandy menoleh, dan melihat jari Aaron yang sedikit bergerak.

Seira yang masih menatap Dandy benci langsung beralih ke Aaron. Betapa senangnya dengan pergerakan Aaron. Tak lama Aaron mengerjapkan kedua matanya dan melihat kesekeliling. Seira membelakan matanya terkejut begitu pula Dandy.

"Aaron sayang kamu sudah bangun nak, ini mama sayang." kata Seira sambil menangis bahagia.

Aaron masih menyesuaikan apa yang di lihatnya. "Ma-ma?"

...*****...

Kondisi Aaron sudah lebih baik, dia sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. Seira terus bersyukur karena tidak sesuai dugaanya. Aaron tidak membencinya dia malah menangis sambil terus memanggilnya.

Dandy? Dia sudah tidak terlihat sejak Aaron membuka matanya. Dandy menepati janjinya tidak kembali lagi. Waktu itu, beruntung Aaron tidak sadar jika ada Dandy disampingnya. Jadi Seira tidak perlu repot menjelaskannya.

Tapi lama-lama Aaron pasti akan bertanya, apakah ayahnya masih hidup atau tidak. Karena selama ini yang dia tahu kedua orangtuanya sudah meninggal. Dan ketika Seira muncul pasti dia akan berpikir bahwa ayahnya juga masih hidup.

Seira ingin egois sekali saja, rasanya dia sudah sangat benci dengan kehadiran Dandy. Kenapa dia harus muncul dikehidupanya lagi.

"Aa, kamu sudah baikan nak?" tanya Serumi sambil menata beberapa makanan yang dia bawa.

Aaron mengangguk, memang belum sepenuhnya pulih tapi sudah mendingan menurut Aaron. "Mama dimana bi?"

"Oh, dia sedang keluar sebentar." Seira memang menjemput Serumi tadi, tapi katanya dia ada urusan.

Sebenarnya Seira sedang menghukum Daewi, karena ulah Daewi kemarin. Anak itu memang benar-benar, bahkan Jerendra memarahi Daewi habis-habisan. Jerendra sangat kecewa dan menuduh Dandy meracuni otak Daewi.

Lagi-lagi Aaron mengangguk. "Bi, Aa bosen dikamar, boleh anter Aa jalan-jalan?"

"Tapi diluar lagi dingin sayang,” sekarang sedang musim hujan, walau hujan sudah reda tapi angin masih bertiup kencang.

"Ayolah bi, sebentar sajaa ... ya...ya…yaa…" rengek Aaron memelas.

Mau tak mau Serumi menurutinya. Setelah memastikan Aaron hangat dia membawa Aaron keluar dengan kursi roda, mereka sekarang ditaman rumah sakit.

Aaron menghirup udara sebanyak-banyaknya rasanya segar sekali. Serumi tiba-tiba bilang dia ingin ke kamar kecil dulu. Dia meminta Aaron agar jangan kemana-mana. Aaron mengangguk dengan patuh.

"Haii..." sapa seseorang yang mendekat ke arah Aaron.

Aaron menoleh dan mendapati orang itu sedang tersenyum ramah kearahnya.

"Boleh aku duduk?" tanya orang itu.

Aaron mengangguk dengan canggung. Kenapa harus bertanya padanya, inikan taman punya rumah sakit batin Aaron terheran.

Orang itu berdehem untuk memecah keheningan. "Ekhm, perkenalkan nama saya—"

"Aaron!"

1
Baobei
Untuk ending bagus banget ngena. Terimakasih autor yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan ini. Semangat untuk kedepanya, ditunggu karnya selanjutnya
Baobei: Sama sama thor,,
total 2 replies
Ahiko Chan
Hal yang paling berharga untuk sementara waktu adalah mencoba memasukkan kebahagiaan ke dalam kehidupan orang lain
Ahiko Chan
Hal-hal buruk terjadi ketika orang baik berpura-pura tidak ada yang salah
Ahiko Chan
Jangan membuat keputusan dengan marah atau mempermalukan musuh setelah mengalahkannya
Ahiko Chan
Saya meminta Anda untuk tidak membenci, karena kebencian tidak meninggalkan ruang bagi seseorang untuk bersikap adil dan itu membuat Anda buta dan menutup semua pintu pemikiran
Ahiko Chan
Ini sedikit terlambat. Saya sedikit terlalu pergi. Sedikit terlalu lelah hanya bertahan
Ahiko Chan
Kehidupan ini dulu begitu benar mengabaikan kesalahan
Ahiko Chan
Penjahit penjahit mereka menggulung pesawat kertas
Ahiko Chan
Tidak bisa mengikuti, Anda membenci terlalu lambat
Ahiko Chan
Saya percaya bahwa Anda melewati masa lalu Anda dan Anda belajar apa yang Anda pelajari untuk alasan apa pun.
Ahiko Chan
Jangan pernah khawatir tentang hal-hal yang tidak mengkhawatirkan Anda
Ahiko Chan
Lakukan apa yang Anda inginkan, jika itu adalah sesuatu yang Anda sesali pada hari berikutnya, tidurlah larut malam
Ahiko Chan
Bagaimana mungkin kita tidak berbicara tentang keluarga padahal hanya keluarga yang kita punya
Ahiko Chan
Hal-hal yang paling kita inginkan adalah hal-hal yang paling cepat menghancurkan kita
Ahiko Chan
Hubungan seperti narkoba. Mereka membunuh Anda atau memberi Anda perasaan terbaik dalam hidup Anda
Ahiko Chan
Sulit melihat orang berubah, tetapi lebih sulit mengingat siapa mereka dulu
Ahiko Chan
Masa lalu tidak dapat diubah atau dilupakan, diedit atau dihapus. Itu hanya bisa diterima
Ahiko Chan
Beberapa dari kita melakukan banyak hal untuk membuat orang lain bahagia. Sedihnya, sebagian dari kita bahkan tidak mengenal seseorang yang akan melakukan hal yang sama untuk kita
Ahiko Chan
Jadilah dirimu sendiri dan biarkan semua orang mencintai orang itu
Ahiko Chan
Gulung satu maka saya akan menyalakannya. Pesan satu dan saya akan membelinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!