NovelToon NovelToon
Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal

Status: tamat
Genre:Romantis / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Membalas dendam / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:428.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dhevy Yuliana

Pembalasan Gadis Abnormal.

Seorang Gadis yang sebenarnya cantik, namun karena kelainan di wajahnya, membuat Sheina sedikit aneh di mata teman-temanya.

ia sering di buly oleh teman-temanya yang memandang Sheina aneh.

hingga ia bertemu dengan seorang Guru tampan yang bernama Rianto Putra Hutama.
seorang guru muda yang merupakan guru magang di tempat Sheina belajar.

Rianto adalah guru yang baik. namun, kebaikanya sedikit tercoreng kareba ia sering memandang semua dari Covernya.

hingga suatu ketika, terjadi sesuatu yang mengharuskan Sheina melakukan oprasi pada wajahnya.

sengga wajahnya yang abnormal menjadi cantik. Sheinapun sangat bahagia. ia bertekat akan membalas dendamnya pada semua orang.

terlebih pada guru magang tersebut ia akan membuat perhitungan

hingga guru tampan itu merasa bersalah dan memohon untuk di maafkan.
akankah Sheina membuka hati, ataukah acuh pada Rian,?

kita simak saja ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

"itu kartu nama gue, di situ ada nomor ponsel gue," ucapnya seraya tersenyum tipis.

membuat Sheina hanya menganggukan kepala dan membalas senyuman Adrian.

tak lama,pintu UKS di buka dari luar dan tampaklah Anggun dan Kevin yang menghampiri Sheina dan Adrian, dengan wajah cemasnya.

"loenggak papa,?" tanya Anggun dengan tangan memeriksa seluruh badan Sheina.

"gue nggak papa," ucap Sheina seraya tersenyum manis.

membuat Anggun dan Kevin, merasa lega. dan kemudian, mereka ikut duduk di ranjang UKS.

"lagi bahagia ya buk,?" tanya Anggun seraya menyenggol lengan Sheina.

membuat Sheina langsung menoleh kearah Anggun dan menatap tajam gadis itu.

Anggun yang melihatnya, hanya bisa terkikik geli dan berbincang bincang dengan Sheina.

"eh iya kalian tadi berangkat bareng,?" tanya Kevin pada kwdua orang itu.

"hehe iya," ucap Adrian seraya tersenyum ke arah Sheina penuh arti.

membuat Anggun dan Kevin yang melihatnya, tersenyum simpul.

"baguslah, jadi gue nggak perlu jemput sama nganterin Sheina," ucap Kevin.

membuat Sheina membulatkan matanya, karena mendengarkan ucspan sahabat lucknutnya itu.

"hais, jadi selama ini, loe ngerasa terpaksa gitu nganterin gue kesekolah,?" tanya Sheina seraya mengangkat tanganya di atas pinggang. percis seperti emak emak yang sedang mengomel.

"hehe bukan begitu Sheina, gue masih mau sendiri dulu," ucap Kevin tersenyum hambar.

membuat Sheina yang mendengarnya, mendegus kesal dan kembali mendudukan dirinya di samping Anggun.

"nggak usah terlalu di pusingin Vin, lagipula, masih banyak cewek di luaran sana," ucap Sheina seraya melirik Anggun.

untung saja, gadis itu tak menyadari jika Sheina sedang meliriknya. jika tau, maka akan panjang urusanya.

sontak saja, ucapan Sheina itu, membuat Anggun menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan misterius.

"kalian ngomongin apa sih,?" tanya Anggun.

"hmm tuh, si Kevin baru aja di tinggal nikah sama ayangnya," ucap Sheina yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kevin.

"hahaha," sontak saja, tawa Anggun pecah mendengar ucapan Sheina itu.

"huh, dasar temen gak ada akhlak kesusahan, bukanya di hibur, malah di ketawain," gerutu Kevin.

bukanya mereda, tawa Anggun, justru semakin menjadi karena gerutuan laki laki itu.

"makanya, kalau punya ayang, janhan sombong, nanti kalau di pisahin sama yang di atas, nanges," ucap Anggun masih terbahak.

sebenarnya, dalam hati Anggunpun sedang menjerit karena kemelut hubungannya dengan Kenzo. tapi ia mencoba untuk bersikap seceria mungkin. agar teman temanya, tak mengetahui perasaannya yang sesungguhnya.

bukanya Anggun ingun menyembunyikan dari kedua sahabatnya, tapi jujur saat ini dirinya belum siap untuk menceritakan semua pada Sheinadan Kevin.

Anggunpun, mencoba untuk bersikap ceria kembali. tapi sayangmya, Sheina telah menangkap gerak gerik sahabatnya itu.

tapi dirinya, tidak mau ikut campur dalam masalah sahabat sahabatnya. jika mereka yang menceritakan masalahnya sendiri, berarti mereka memang sudah siap untuk bercerita. tspi jika tidak, Sheinapun tak ingin memaksa.

"loe, kalau ada masalah, gue siap mendengarkan," ucap Sheina berbisik.

membuat Anggun, seketika menoleh kearah Sheina. kemudian, tersenyum tipis.

"gue nggak Papa kok," ucapnya seraya tersenyum tipis.

Sheina hanya menganggukan kepala dan kemudian melanjutkan obrolan mereka.

hingga bel masuk berbunyi, mereka semua kembali ke kelas masing masing.

Sheina dan Kevin berjalan perlahan ke kelas dengan Kevin yang memapah Sheina. karena gadis itu, masih nyeri pada tulang pinggulnya dan juga sedikit terluka di bagian kakinya.akibat di hempaskan terlalu keras oleh Shandy.

mereka berdua memasuki kelas dengan keadaan Sheina yang nasih di oapah oleh Kevin.

sesaat kemudian, mata tajam Kevin menatap Shandy dan teman temanya yang seperti tidak merasa bersalah dengan apa yang telah mereka perbuat pada Sheina.

dengan perlahan, Kevin membawa Sheina ke bangku mereka. dengan sengaja Kevin menyenggol lengan Shandy dan menginjak kaki gadis itu.

membuat si empunya, mengeram karana merasa kesakitan.

"arrggh " ucapnya, seraya menusap kikinya yang terasa kebas. kemudian menatap tajam kearah Kevin dan Sheina yang melangkah kearah tempat duduk mereka.

"heh, loe berdua nggak punya mata ya,?" tanya Shandy seraya menatap tajam kearah mereka berdua.

bukanya takut, Sheina dan Kevin malah semakin merasa tertantang, dengan nembalas tatapan Shandy.

"sory kita nggak sengaja, eh sengaja deng," ucap Kevin seraya tersenyum miring.

membuat Shandy langsung menghampiri kedua orang itu dan..

brak

Shandy dengan keras, menggebrak meja hingga membuat semua temannya terlonjak kaget.

"loe berdua berani sama gue," ucapnya seraya menatap tajam kearah Sheina dan Kevin.

membuat keduanya, saling berpandangan dan tersenyum manis. seakan sedang menertawakan sesuatu.yang sangat lucu.

Shandy yang melihat itu, semakin geram di buatnya " heh, kalian berani sama gue,?" tanya Shandy, dengan tatapan membunuhnya.

"kenapa kita harus takut, loe kan masih manusia, belum menjadi siluman. makanan loe masih nasi kan, kalau makanan loe udah batu bata, baru gue takut," ucapnya seraya menahan senyuman di wajahnya.

sontak saja, perkataan Kevin itu, membuat Shandy semakin geram dan mengepalkan tangannya kuat."awas loe, " ucapnya seraya kembali ketempat duduknya.

"lah, kitakan memang punya mata dua, jadi kita masih awas," ucap Kevin.

sementara Sheina masih menatap dengan ekspresi datarnya. gadis itu, tak sekalipun membalas omongan Shandy. dan hanya Kevin yang membalasnya.

membuat para siswa yang lain, merasa takjub di buatnya. karens dari sekian banyak siswa, hanya Kevin, yang berani melawan Shandy.

karena sebelum sebelumnya, belum ada yang berani melawan perbuatan Shandy cs.

tak lama, pelajaran pertama di mulai dan mereka semua belajar seperti biasa.

sementara itu, di kelas XI, Rian yang baru masuk kedalam kelas, tak sengaja berpapasan dengan Adrian.

membuat langkahnya terhenti sesaat lalu, kedua laki laki itu, saling berpandangan.

Adrian menyapa dan nenganggikan kepala, seraya sedikit senyum. sebagai rasa hormatnya.

"pagi pak," ucap Adrian menyapa.

Rian menganggukan kepala dan membalas sapaanya. " pagi Adrian," ucapnya seraya melangkah masuk kedalam ruang kelas XI-A

tiba tiba, langkahnya terhenti, saat menyadari sesuatu.

"Adrian, bagaimana keadaan Sheina,?" pertanyaan itu, spontan saja keluar dari mulut Rian. membuat Adrian melihatnya, dengan tatapan aneh.

dengan segera, Rian meralat omonganya. " emm maksud saya, bagaimana dengan lukanya apakah sudah kering,?" tanya Rian mencoba setrnang mongkin.

"sudah pak, tapi masih sedikit pincang, karena tadi di UKS, tidak ada obat merah, jadi lukanya hanya saya lerban," ucap Adrian.

"oh oke," ucapnya seraya melangkahkan kakinya, memasuki ruang kelas tempat dirinya mengajar.

ia berniat akan menobati luka Sheina saat jqm kedua nanti. karena pelajaranya, berada si jam kedua.

sementara Adrian yang melihatgerak gerik gurunya, semakin yakin jika mempunyai perasan pada Sheina.

"gue nggak boleh keduluan sama pak Rian," gumamnya seraya mulai mencatat materi.

BERSAMBUNG.....

1
Lolita Eva
ending nya ga nyambung
dari awal udah bagus banget ceritanya
Dewi Dewi
lelet pemuatanya
DN
Bagus alur nya bikin greget yg baca. cuman bnyk typo nya. 😁
DN
yg bner mana Thor......dua puluh satu apa dua puluh lima usia Rian ??
Mari Anah
aku udh baca smp tamat cerita y kak,seru bgt cerita y🤗🤗🤗
Mari Anah
thor bnyk bgt typo2 y,klo g teliti bgt kurang d mengerti bhs y🙏🙏pdhl cerita y bgs bgt,d setiap bab psti ada ajah typo y
Mari Anah
Luar biasa
Mari Anah
aku jg dulu wkt msh sekolah SD pernah yg jdi korban bully,itu rasa y sakit bgt thor,sedih bgt klo inget masa itu,bahkan ibu guru yg hrs y melindungi ank yg d bully,, itu mlh ikut2n mengejek😔😢karna hbs d bully pasti aku nangis,itu hmpr tiap hari🙁🙁sedih lah thor klo inget semua y
Iki Gara
mampus lah Rian kau mati kau tanam yg buruk hasilnya juga buruk
icha
untung aq baca endingnya dl,ending bgni bkn mls baca
Yuli aden: sama hahaha...jd nggak mau baca lagi dah,oleh endingnya kaya gitu
total 1 replies
Qillah julyan
sebanrnya lawan sheina tdk seimbang,orang2 dan juga rian bukan lah seorang ceo yg sangat berkuasa yg bisa melindungi shenia..kurang greget bacanya
Qillah julyan
,kan pada mash bocah yg perempuan,napa juga..disuruh nerima lamaran dan juga ortunya sheina gak peka sama sekali akan luka batin anaknya krn bulying si rian..gak itu isi hati sm kpl kmn yak?
Qillah julyan
menjijakan sekali lihat si rian..kata2 yg sdh jahat ngatain orang..tdk semudah itu di maafkan
Margiyanti
Balas dedamnya kok jadi bucin sih
Haloooww: Halo Kak! Mampir juga yuk ke novel My cool Duda 😍 minta dukungannya yaa💗💗
total 1 replies
Pinka 77
Shena kamu harus kuat
Pinka 77
bagus anggun kasih pelajaran buat yg menghina seina
Gede Artha
ku tunggu kau pembalasan lebih Kejam untuk orang-orang yg Membully'mu Sheina
Nur Suci Aeni
kasihan banget
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
g asik terlalu mengecewakan yg baca
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
hrsnya d pgl Amalia jgn pgl Shady kyk nm cwo aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!