NovelToon NovelToon
Cinta Lembayung Senja

Cinta Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Romansa-Tata susila / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:155.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Noormy Aliansyah

'Jangan ada boom like di antara kita, kalau kamu tidak mau dapat balasan boom like yang bertubi-tubi dari saya.' 🙏😊

Cerita ini murni imajinasi Author. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dll. itu hanya kebetulan saja! 🙏😁

Akibat hubungan kontrak antara Adinda dan Aditya, membuat keduanya terlibat dalam perasaan yang serius. Namun, kedatangan orang lain membuat hubungan mereka sulit bersatu.

"Lihat Mas! Kamu tidak perlu merasa bersalah dan kasihan sama wanita ini, karena sudah menceraikannya! Sekarang sepertinya dia sudah punya pengganti yang baru."

Adit dan Dinda tersentak kecil, kerena kedua pasang manusia itu berdiri tepat di hadapan mereka. Dinda melirik mereka sinis, sementara Adit sedikit bingung. Akan tetapi, dia mengeriti arti dari kata menceraikan, dan Adit menyimpulkan bahwa lelaki itu adalah mantan suami Dinda.

"Ya, Anda benar! Saya tidak mungkin menyia-nyiakan janda secantik Dinda, jadi saya sedang melakukan pendekatan," Dinda melotot kepadanya atas penga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noormy Aliansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Dinda membaca ulang pesan teman-temannya dengan penuh keseriusan dan jeli, masih tidak faham dengan isi pertanyaan yang semua tertuju padanya dan tampak khawatir.

(Soraya)

"Din, Kamu nggak apa-apa 'kan?"

~~

(Nurul)

"Kamu yang sabar ya, Din ... Aku nggak akan biarin, orang yang sudah menyebarkan berita itu hidup tenang 😡."

~~

(Rahimah)

"Yang sabar Din, Aku minta maaf sekarang nggak bisa nemenin Kamu 🙏. Tapi janji nanti Aku ke tempat, Kamu."

~~

(Soraya)

"Gimana kalau nanti sore, kita ke rumah Dinda?"

~~

(Nurul)

"Aku sih, oke aja. Nanti Aku usahain tinggal Nuri sama Mama."

~~

(Rahimah)

"Aku ijin Mas Abdar, dulu." 🙏

~~

(Soraya)

"Oke .., nanti konfirmasi kalau bisa."

~~

(Rahimah)

"Boleh kata Mas Abdar, tapi diantar sama Dia."

~~

(Soraya)

"Aku juga sama Mas Zidan, berarti nanti bisa jadi teman ngobrol Dia. Atau mereka juga bantu mikir, buat bantu masalah Dinda?"

~~

(Nurul)

"Kalau gitu Aku minta diantar sama Mas Ari aja deh, biar kita sama para mansu bantuin Dinda."

~~

(Soraya)

"Setuju."

~~

(Rahimah)

"Setuju."

~~

(Nurul)

"Deal."

'Ada apa, ini? Maksud mereka masalah, apa?' Dinda membatin penuh pertanyaan.

Keluar dari pesan grup yang hanya berisikan empat orang, Dinda bergulir membaca pesan-pesan grup sekolah SMK.

Tercengang ketika pertama membuka grup sekolah sambil tangannya terangkat guna membekap mulut yang reflek menganga.

Isi dari percakapan teman-teman sekolahnya malah menyudutkan nya dengan menggandeng sebuah foto.

"Gw nggak nyangka. Yang dikira alim, pakai kerudung dan baju tertutup ... nyatanya cuman buat topeng doang."

"Iya. Gw pikir Dia alim! Ehh, ternyata ... lebih buruk dari sampah ini."

"Gw mah juga nggak alim-alim banget, tapi se'enggak nya ... gw nggak berkedok dibalik jilbab. Dan satu lagi, gw nggak sampai sejauh itu."

"Apalagi sengaja mengabadikan ... gil4 bener itu mah."

"Iya. Benar-benar gil4."

"Wah, gw jadi pengen jadi cowoknya! Masih buka pendaftaran nggak ya?"

"Yoi, ingin bini ..!! Lo udah punya buntut kali."

"Bini nggak usah tau kali! Gw juga pengen daftar, bukan Dia doang. Jadi gimana, Din? Gw nomor berapa, nih?"

"Gw ikut, dong! Nggak apa-apa nomor akhir, yang penting dapet giliran."

"Bener-bener nih ya, para cowok ... ketauan kalian, nggak ada yang setia sama bini lo."

"Gw nggak mau munafik, coba kalian liat Dia! Pakai kerudung, tapi nyatanya?"

"Itu memang benar, tapi masa sih ... nggak ada suami yang setia? Wah gw jadi curiga nih, sama laki gw."

"Jadi gimana? Kita keluarin aja, atau gimana nih?"

"Keluarin aja."

"Bener. Keluarin aja."

"Setuju."

"Tapi sebelum di keluarin, gw mau mastiin dulu. Gw nomor berapa nih?"

"Ett dah ... untung gw nggak jadi naksir sama cowok-cowok ini. Kalau nggak, gw pasti nyesel."

"Bangettt. Dah, keluarin aja, Dinda nya."

Tiba-tiba tubuhnya gemetar saat membaca isi pesan dari percakapan teman-teman sekolahnya. Tenggorokannya memanas dan pandangan pun mengabur, ketika melihat lekat foto yang tadi menjadi penyambut Dia membaca pesan-pesan menyakitkan tersebut.

Ingatan Dinda mengulang saat berada di hotel dalam keadaan tidak memakai baju tanpa seorang pun di sana ketika Dia sadar.

Lalu kenapa sekarang foto dirinya tersebar dengan seorang lelaki yang tengah memungungi kamera tanpa baju dan memeluk tubuhnya yang tertutup selimut hanya memperlihatkan bahu mulus nan putihnya.

Dinda beringsut di samping ranjang sambil memeluk kedua lututnya. Tangannya semakin erat membekap mulut yang hampir menjerit, tangan satunya pun turut menggenggam erat ponsel tersebut.

Pandangan lurus kedepan dengan tatapan kosong. Kata-kata orang di grup tadi begitu menyakitkan. Bertanya-tanya, siapa orang yang sudah membuat dirinya terhina dan menjadi bahan gunjingan teman-teman.

Tanpa bisa dihentikan, tangisnya semakin deras dengan suara tertahan guna tak terdengar oleh orang rumah.

"Adin," ketukan dan panggilan dari balik pintu malah Dinda abaikan dan semakin larut dalam kubangan kesedihan tiada tara.

"Astaghfirullah, Adin," pekik Vita usai mendorong pintu dan berjalan mendekati Dinda.

Mendongkak dengan derai air mata, seketika tangis Dinda pecah dan langsung memeluk Vita erat.

Dinda tidak peduli bagaimana dirinya sekarang, yang terpenting adalah sandaran untuk rasa luka hatinya itu.

"Sabar ya, Nak," ujar Vita sambil mengusap pucuk kepala Dinda yang masih terbungkus jilbab.

Mendengar kalimat pendek penuh makna semakin membuat Dinda terisak dalam dekapan Tantenya.

Tanpa diperjelas Dinda sudah yakin, bahwa Adik Ibunya pasti sudah tahu. Mungkin saat Dinda meninggalkan tadi, Vita juga mendapat kabar yang juga Dia terima.

"Mil, cari orang untuk mencari tau ... siapa yang menyebarkan foto-foto palsu itu!" ucap Al geram yang berdiri tidak jauh dari Dinda dan Vita.

"Baik, Ya." Kaamil segera ke luar sambil mengotak-atik ponselnya.

Dinda melirik, Dia baru sadar kalau Al dan Kaamil juga menyusulnya di kamar. Dinda yang tergugu tidak bisa membenarkan atau menyangkal, jika foto itu bukanlah palsu, tetapi adalah benar.

Dia semakin menyembunyikan wajahnya di cekuk leher Vita dengan perasaan yang berkecamuk.

"Bangun, Sayang." Vita meraup bahu Dinda dan membimbingnya bangun.

"Bunda ...," ucap Dinda lirih bergetar.

"Tenang aja, Sayang. Ada Bunda, di sini," hibur Vita sambil memeluk Dinda duduk di tepi ranjang.

Dinda terharu, Vita selalu menenangkannya dan tidak ada tuntutan untuk penjelasan foto itu. Cukup lama Dinda menangis, hingga Dia kini merasakan lelah dan tertidur.

BERSAMBUNG ....

1
Indri Yani
Aluna dalangny
Indri Yani
Adit g dteng, Chandra yg gantiin
Indri Yani
Ada Candra, Din
Indri Yani
Bara n Candra orang yg sm ternyata
Indri Yani
blm ngerti alurny
Lis May Bae
baca ini kok brasa di tampar ya thor 🤦‍♀️🤦‍♀️
Lis May Bae: iya thor masama🙂🙂🙂
total 4 replies
i'm virgo ♍️
maaf Mas Adit, aku dukung Mas Candra nih 😃
Untaian Fiksi(Hiatus): horeee
total 1 replies
Untaian Fiksi(Hiatus)
semoga bisa menghibur di waktu senggang. 🙏😁
mezee
aduh baara itu siapa ?!
masalau dinda pa masa depan,y ya
Untaian Fiksi(Hiatus): semangat bacanya, kak. temukan di bab selanjutnya. 😅
total 1 replies
Ati Susanto
sangat bagus.. sudah ngikutin dari rahman bin rahimah.. suka dengan alur cerita nya yang ringan.. love buat karya mu thor
Untaian Fiksi(Hiatus): masyaallah tabarakallah, terimakasih banyak kak, karena sudah berkenan membaca karyaku. 🙏 aku jadi terharu🤧🤧🤧
total 1 replies
Nia Kurniawati
ayo bara jangan pilih kasih nanti ya kasihan Malik yatim piatu dia tuh jangan di inget emak bapak nya kalo di inget mah ya bikin kesel
Adfazha
Alhamdulillah Dinda pya buku baru hm Bara bere mulai terusik dg khdrn Malik nihh pdhl berkah bgt urus anak yatim piatu Mas... Semongko Akakk
Adfazha: Alhamdulillah udh publish nih kak...
total 4 replies
Adfazha
Berkah ya Din, skli dpt anak lsg 3 mskipun Malik bkn anak kandung 😁tp tar jgn lupain bayi gedemu tar cemburu ngambek lg krg perhatian wkwkwkk🤣🤣
Adfazha
Alhamdulillah akhirnya Baby twin upcoming jg..knp gk launching dsni aj kak tmbh expart lg gpp 😁Congrats ya gk sabar tgu "DiRa Andra "Launching hehee😁....kirain kembaran bara Si Bere trnyta Bari 😁
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi tanya sama pihak nt, kak. boleh apa enggak kalau sudah tamat banyak tambah bab. tunggu aja kabarnya ya, kak.🙏
total 1 replies
Ha_liza
di tunggu ya kak🤩
Untaian Fiksi(Hiatus): terimakasih kk😊
total 1 replies
Nia Kurniawati
selamat Dinda mas Chandra akhirnya kalian di percaya sama Alloh di kasih momongan kembar lagi sehat sehat sampai hari lahiran nanti ya🥰
Untaian Fiksi(Hiatus): kata Dinda, makasih kak 😁
total 1 replies
Adfazha
Gpp Anggap aja Naaman jd pancingan smg Dinda nanti bnr2 bs hml baby Twin 😁😁 Masihh ngareep eike 🤭🤭untgnya DaRa hatinya tulus bs maafin mrka dg ikhlas eh dpt bonus baby gemoyy
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi catat bahan buat adonannya. wkwkwk
total 1 replies
Nia Kurniawati
tapi kan Dinda katanya telat seminggu kan tadi tuh 😩 musti hamil pokok nya🤭
Nia Kurniawati
enak banget si Angga dan istrinya habis jahat minta maaf pergi deh nitipin anak malah sama Dinda orang yg pernah dia sakitin
Untaian Fiksi(Hiatus): mungkin, satu bab lagi kk😁
total 1 replies
Nia Kurniawati
jadi Dinda gak bakalan punya anak yg terlahir dari rahim nya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!