NovelToon NovelToon
KUPU-KUPU JINGGA

KUPU-KUPU JINGGA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:31.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Joya J

Apa jadinya jika seorang pembunuh bayaran terlatih malah jatuh cinta pada targetnya ? Hal itu yang dialami Sofia yang jatuh cinta pada Biyan pria yang seharusnya ia lenyapkan. Namun sayang cinta itu tumbuh ketika Sofia menjadi Anna bukan Sofia yang sesungguhnya. Apakah Sofia akan tetap memutuskan menjadi gadis tunangan dokter muda itu atau sebutir peluru yang akan mengakhiri semua dendam masa lalunya ? Cinta adalah tragedi untuk keduanya yang terjebak dalam keluarga mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joya J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sweet Moon

     Sofia bergelung di dalam selimutnya, ia merasakan kedinginan di dalam ruangan itu, sejenak ia merasa

tidur yang sangat nyenyak, tak pernah sepulas ini dalam hidupnya. Ia bermimpi indah dimana ia melihat mendiang ayah dan bundanya sedang tersenyum kepadanya. Tanpa sadar bibir Sofia pun melengkungkan senyum yang sama. Biyan menatap wajah istrnya itu tanpa berkedip, mereka baru saja tiba di resort milik keluarga Adha di sebuah pulau yang biasa dikunjungi oleh pasangan yang berbulan madu. Ia tersenyum melihat Sofia yang tersenyum dalam tidurnya itu. Sekali lagi Sofia bergerak dan merapatkan tubuhnya Biyan pun akhirnya merengkuh tubuh Sofia yang masih tertidur dalam pelukannya dan memberikan rasa hangat dan nyaman. Biyan

masih belum percaya jika semua terjadi begitu cepat. Ia mengira akan sulit meyakinkan Sofia untuk menikah dengannya ternyata wanita dalam pelukannya ini sama tersiksanya dalam rindu hingga memutuskan untuk mengakhiri penderitaan mereka dengan hidup bersama sebagai suami istri. Biyan bahagia sangat bahagia

terbayar sudah kesunyiannya dalam dua tahun ini karena kepergian Sofia.

    “Aku baru tahu jika pelukanmu sehangat ini Bi…” bisik Sofia perlahan dan mempererat pelukan suaminya.

   “Kau terbangun Sayang?”

   “He he he he… sejak kapan kau memanggilku sayang Bi?”

    “Sejak kita turun dari pesawat.” Balas

Biyan dengan setengah berbisik dan mendaratkan kecupannya pada kepala Sofia. IstriBiyan itu terkekeh dan membalas mengecup dada Biyan dan kembali terdiam. Rasa kantuk masih menguasai matanya. Sejak tiba di resor selepas senja tadi Sofia memilih segera makan malam dan beristirahat ia merasa sangat lelah dengan

persiapan pernikahannya yang singkat dan dilanjutkan dengan perjalanannya bulan madu. Ia menerima tawaran Ardha untuk bulan madu di resort terbaru mereka ketimbang tawaran Max untuk ke Belanda, terlalu jauh dan melelahkan pikir Sofia. Hingga disinilah Sofia dan BIyan menghabiskan malam pertama mereka, meski pun Sofia dan BIyan pernah tidur di tempat tidur  yang sama di kabin hutan saat pelarian mereka namun mereka tidak melakukan hal yang lebih jauh. Biyan mampu menjaga Sofia hingga saatnya mereka bisa bersatu dalam ikatan suami istri.

    Biyan mengecup telinga Sofia dengan lembut ia menggoda istrinya sekali lagi hasratnya kembali timbul karena di dalam dekapannya Sofia hanya mengenakan lingerie merah muda yang trasnparan. Sofia menggeliat geli merasakan ciuman di telinga, tengkuk dan bahunya. Ia terkekeh dan mencoba menjauh dari suaminya. Namun Biyan semakin menggoda Sofia hingga berakhir pada ciuman bibir mereka yang panas dan penyatuan keduanya kembali terjadi dengan penuh cinta dan hasrat yang menggebu.

    Matahari bersinar hangat ketika Sofia tengah berjalan menyusuri tepian pantai. Ia begitu menikmati waktunya yang sekarang ia menganggap jika ini adalah bonus liburan baginya setelah dua tahun ini ia bekerja begitu keras membangun toko bunga impian ibu angkatnya. Sofia tak pernah menyangka jika akhirnya ia menikah dengan BIyan. Kini hatinya bagai toko bunganya itu sendiri dipenuhi dengan bunga yang membuatnya bahagia. Sofia melihat sekeliling belum banyak orang yang datang ke pantai ini. Lagi pula resort ini memang hanya terbatas bagi yang menginap di resort saja. Tanpa disadarinya Sofia sudah berjalan cukup jauh sendirian ia meninggalkan BIyan yang masih tertidur di kamar. Sejak sepuluh menit yang lalu ia merasa tengah diikuti oleh seseorang. Perempuan yang hampir dua puluh tahun malang melintang di dunia hitam assassin cukup tahu situasi seperti ini. Namun ia masih menunjukkan sikap santai dan memutuskan untuk segera kembali pulang Sofia memikirkan BIyan. Butuh waktu setengah jam berjalan kaki untuk kembali ke resort tempatnya menginap. Resort milik Ardha berbentuk penginapan dengan bangunan yang terpisah dengan jarak yang cukup jauh hingga memberikan kenyamanan dan privasi bagi penyewanya. Ardha memberikan tempat yang paling bagus dengan view terbaik namun letaknya memang agak jauh di ujung. Sofia semakin mempercepat langkahnya dan ia harus merahasiakan ini dulu dari BIyan hingga benar ia mendapatkan bukti jika ada yang sedang mengikuti mereka.

    Sarapan room service sudah tersedia di meja. Ardha benar-benar menjamu sahabatnya ini dengan sangat baik. Sofia melihat ke arah tempat tidur namun suaminya sudah tidak berada di sana. Terdengar air yang sedang mengalir di kamar maandi menandakan BIyan sedang berada di dalam sana. Sofia menuangkan teh yang masih hangat di kedua cangkir dan menunggu suaminya untuk sarapan bersama.

    Aroma wangi parfum maskulin menguar di udara dan Sofia sangat kenal wangi itu. Wangi yang senantiasa ia rindukan karena simbol dari pemilik hatinya sekarang ini. Sofia berdiri di balkon kamar menunggu suaminya siap tiba-tiba sebuah kecupan mesra mendarat di pipinya.

     “Jangan tinggalkan aku seperti itu lagi yaa Sayang, bilang sama aku kalau kamu mau pergi jalan-jalan atau apa. Aku kaget kamu sudah tidak ada dalam kamar, ponselmu pun kamu tidak bawa.”

Sofia berbalik menatap suaminya ada perasaan bersalah yang menyergapnya.

   “Maaf Bi, tidur kamu sangat pulas aku tidak tega mau bangunkan kamu jadi aku jalan sendiri. Lain kali aku tidak akan ulangi lagi.” Sofia tersenyum dan mendaratkan ciuman kecil di bibir Biyan.

   “Aku lapar, kita sarapan yuk?” ajaknya lagi sebelum Biyan berinisiatif menyerangnya dengan ciuman yang lebih panas lagi.

    Biyan sangat menikmati sarapan roti panggang dengan berbagai pilihan isian itu, kepulan tipis asap dari  teh melati menyisakan samar aromanya. Tiba-tiba pintu penginapan mereka diketuk seseorang. Biyan hendak berdiri namun Sofia

lebih dulu memberi kode kepada BIyan.

      “Biar aku saja Bi, lanjutkan makannya.”  Biyan mengangguk dengan mulut yang masih terisi penuh. Aktifitas dewasa yang mereka lakukan semalam berkali-kali membuat perut Biyan sangat lapar di pagi hari.

     Sofia membuka pintu perlahan dan hanya sedikit saja cukup baginya untuk melihat terlebih dahulu siapa yang bertamu di pagi hari ini. Ia harus tetap bersikap waspada dan hati-hati ia tak akan pernah tahu siapa lagi yang akan bangkir dari kuburnya dan memusuhinya. Sofia mengerutkan dahi saat ia melihat sesosok perempuan yang bertopi lebar dan mengenakan kaca mata hitam. Ia merasa seperti mengenal sosok itu. Ia masih tidak membuka lebar pintunya untuk mencegah kemungkinan buruk.

    “Apa kau selalu berpikiran buruk jika ada tamu Sofia?” suara dari perempuan di balik pintu itu semakin memperjelas keyakinan Sofia jika perempuan di hadapannya itu memang orang yang ia kenal.

  “Boleh aku masuk ? aku kemari bermaksud baik tidak akan membuat keributan apa lagi hendak membunuhmu seperti waktu itu Sofia.”

Sofia membuka pintu dan membiarkan perempuan muda itu melewatinya. Ia tak menyangka di saat bulan madu

seperti ini ada orang dari masa lalunya kembali muncul.

   “Lily… kau baik-baik saja… selama ini aku mengira jika… kau… saat itu ada ledakan dan…”

Lily, salah seorang mantan Black Butterfly itu membuka topi dan kacamatanya. Tampak ada gurat-gurat halus bekas

luka di bagian wajah sebelah kirinya.

    “Aku selamat dan butuh setahun bagiku untuk memulihkan diri. Aku senang kau berhasil lolos dari sana dan kau berhasil menumbangkan Aretta hingga ke akar-akarnya. Sekarang Black Butterfly sudah

lenyap, benar bukan?” Tanya Lily dengan senyum lega.

Sofia hanya mengangguk pelan. Banyak hal yang ingin ia tanyakan kepada Lily namun sebelum bertanya Lily menjelaskan kepada Sofia.

   “kita dipertemukan takdir di sini Sofia. Kebetulan suamiku sedang ada pertemuan penting  disini dan aku ikut

untuk liburan. Aku melihatmu tiba semalam di loby dan kau memang berhasil menikah dengan dokter itu. Aku melihatmu lagi pagi ini tengah berjalan sendirian di pantai aku ingin menyapamu tapi ku rasa bukan waktu yang tepat hingga aku mengikuti hingga ke tempat kalian ini.”

   “Kau sudah menikah?” Tanya Sofia pelan ada binar suka cita di mata Sofia mendengar pengakuan Lily tadi.

   “Ya, aku sudah menikah enam bulan yang lalu suamiku seorang ekspatriat keturunan Kanada. Ia sedang menjajal bisnis di Indonesia. Saat ini aku sedang hamil tiga bulan.” Terang Lily dengan raut wajah yang bahagia. Tentu ia sangat bahagia kehilangan janinnya karena ulah Aretta sangat membuatnya terpukul. Kini Lily menjalani kehidupan normal seperti dirinya juga.

    “Aku turut bahagia Lily…” Sofia tersenyum haru ingin rasanya ia memeluk Lily namun ia ragu hingga Lily tahu jika Sofia sangat ingin memeluknya, Lily mendekatinya dan memeluk Sofia dengan hangat.

 “Aku juga bahagia bisa melihatmu seperti sekarang. Kau sudah bisa dengan mudahnya tersenyum dan kau menjalani hidup dengan baik. Aku juga turut bahagia untukmu Sofia.”

Lily melepaskan pelukannya bersamaan dengan munculnya Biyan yang sudah menyelesaikan sarapannya.

   “Ada tamu rupanya, Saya BIyan suami Sofia.” Sapa Biyan sambil mengulurkan tangan ke arah Lily. Tanpa ragu dan dengan sikap bersahabat dengan Lily menjabat tangan BIyan.

   “Saya Lily, beberapa bulan yang lalu saya memesan bunga di toko florist milik mba Sofianna ini.  Di rumah kami

saat itu ada acara penting dan bunga-bunga dari toko Sofia’s Florist membuat acara saya jadi sempurna. Eeh tahu-tahu malah ketemu lagi disini, saya baru tahu lhoo kalo mba Sofianna sudah punya suami.”

  “Kami baru menikah dan saat ini kami sedang berbulan madu.” Biyan merengkuh pinggang istrinya sambil tersenyum lebar.

  “Oooh… begitu yaa… aduuuh… maaf jadi ganggu pengantin baru saya kalau begitu. Tapi kita harus merayakannya kan ? saya ingin mengundang kalian makan malam yaa… di resto bawah nanti, bagaimana ?” Tanya Lily dengan antusias, ia merasa kehamilannya kali ini membuat ia menjadi perempuan yang sangat ceria,

antusias dan agak cerewet. Sofia dan Biyan saling berpandangan, Sofia mengangguk tanda setuju.

   “Baiklah Nyonya Lily, kami akan datang ke undangan anda, terima kasih banyak yaa..” jawab Biyan dengan suka cita. Tak lama Lily pun pamit dan sekilas mengedipkan mata kepada Sofia tanda ia senang dengan jawaban makan malam itu.

   Ponsel Biyan berdering ada rekannya dari rumah sakit yang sedang menelponnya, ia memberi kode kepada Sofia untuk berbicara di tempat lain, Sofia hanya mengangguk sambil tersenyum. Ia memilih berdiri kembali di balkon

kamarnya memandangi panorama laut yang membiru serta pasir putinya yang berkilau. Ada kelegaan tersendiri saat mengetahui Lily masih hidup dan menjalani kehidupan yang baik bahkan kini Lily sedang berproses untuk menjadi seorang ibu. Ingatan Sofia kembali di awal-awal saat tragedi itu terjadi. Andai saja ia tak ditugaskan untuk melenyapkan BIyan, Lily mengacaukan misinya, ia ditabrak mobil BIyan dan hilang ingatan mungkin ia masih ada di luar sana untuk terus membunuh. Ia hilang ingatan dan di tangan BIyan serta dokter Rasyidi ia menjadi manusia baru. Ia akhirnya tahu jatuh cinta seperti apa memperjuangkannya dan menjalani takdirnya bersama BIyan. Kehamilan Lily membuatnya berpikir jika ia pun harus bersiap menjadi ibu suatu saat nanti, ia

ingin menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anaknya.

Lagi-lagi Biyan mengejutkan Sofia dengan ciuman di pipinya. Laki-laki itu memeluk tubuh istrinya dari belakang.

    “Apa yang sedang kamu pikirkan Sayang ?”

    “Bayi mungil.” Jawab Sofia tanpa sadar, tawa dari BIyan membuatnya tersipu karena Biyan tahu apa yang sedang ia pikirkan.

   “Baiklah… kau menginkan bayi mungil kan ? ayo kita bekerja sama lagi membuatnya.” Dengan gerakan cepat BIyan mengangkat Sofia dan menggendongnya a la bride style. Sofia tertawa lepas dan merasa jika saat ini hidupnya sudah lebih dari cukup dan akan sempurna.

                                                                                   T A M A T

*Terima kasih banyak sudah

membersamai novel ini hingga selesai, nantikan ekstra part dari kisah Kupu_kupu

Jingga yaaa…

Salam Author, Joya Janis.

1
Nureti
Hai kak 👋
Sukses iya untuk karyanya.

Jangan lupa mampir di karya pertamaku, yang menceritakan seorang cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
Senja
aku datang Kaka, semangat ya
Fiorenz
awal yang menarik
Adel
mampir di karyAku ku juga yah...

salam dari
RINDUKU DI UJUNG SURGA
Darah Biru (Bangsawan)
penduduk bunian mampir 😇 fav and like 👍❤️
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Silvi: hay kaka izin promo ya
mampir ke novelku yu judul nya ( 15 tahun yang hilang)
total 1 replies
hai thor, aku mampir nih.
bawa like&rate juga.
semangat trs ya buat nulisnya.
ceritanya seru, bacanya aku cicil ya.
salam dari time memory.
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂
semangat
Zr4ttttt
aku hadir kak
rayya oey
like
Dsyy
Next kk
ig: Marica_Author
aku mampir Thor
Mrs.Kang Chi
sip good
Rizkina Whdh
lanjuuut
Noejan
Hadir thorr, semangatt 🍉
Rizkina Whdh
semangat Thor
Joya Janis: makasih sudah mampir 😍
total 1 replies
Mrs.Kang Chi
lanjuut thor
Mrs.Kang Chi: aduh iya thor
total 2 replies
Dsyy
Semangat kk💪
Joya Janis: makasih dah mampir 😍😍😍
total 1 replies
Fitri Diandala Shaychie
lanjut author ditungguin nih😘
Fitri Diandala Shaychie: sama sama
total 2 replies
Siena
aku mampir kak...
mampir juga ya ke karyaku.. "Mungkinkah?"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!