tidak untuk -21
bocil minggir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dy anggraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN
*******
Para mahasisiwi menjadi heboh saat melihat pria tampan mengenakan pakaian formal datang ke kampusnya dengan mengandeng salah satu mahadiswi di kampusnya.
" Eh lihat deh ganteng banget tuh cowok, ya ampun rasanya ingin aku kantongin terus ku bawa pulang"
" Ya ampun beruntung banget Ersya bisa bersamanya"
" Iya cuy gantengnya mau dong jadi pacarnya"
" Apa itu pacar barunya Ersya ya setelah putus dari Dafin"
"Eh gila ada pangeran cuy turun dari langit, tampannya"
Begitulah kira kira suara riuh para mahasiswa yang melihat Niko datang dengan mengandeng Ersya di dampingi Albert asistennya, ya walaupun Niko berjalan dengan wajah yang merah padam karena menahan amarah karena ulah Ersya, Niko tetap terlihat tampan dan memukau, wajahnya yang terlihat dingin jadi menambah wibawanya.
Para Dosen yang melihat pembisnis Muda yang terkenal sekelas Niko Saputra datang ke kampus itu pun langsung di sambutnya dengan sangat hormat.
" Tu.....tuan Ni....Niko selamat datang di kampus ini tuan, mari silahkan duduk" Para dosen bertanya tanya ada apakah gerangan sampai tuan Niko datang, itu adalah suatu kehormatan bagi mereka semua karena kedatangan tamu penting seorang pembisnis sukses sekelas Niko saputra.
"Maaf tuan kami tidak tau kalau anda akan datang berkunjung ke kampus ini, ini adalah suatu kehormatan bagi kami" ujar salah satu Dosen setelah Niko duduk.
" Aku datang ke sini kerena memenuhi undangan dari pihak kampus" jawab Niko yang membuat para Dosen yang sudah berkumpul saling pandang pasalnya mereka tidak pernah merasa mengundang orang yang menurutnya sangat penting itu.
Sejurus kemudia pandangan para Dosen langsung tertuju ke arah Ersya karena tadi Niko datang dengan Ersya serta Asistennya Albert.
"Mmmmm...maksudnya begini bukankah kemarin nona Ersya kedapatan membuat masalah dengan salah satu mahasisiwi di kampus dan tuan saya yang bertanggung jawab atas mahasiswi yang bernama Ersya ini" jelas Albert yang membuat semuanya paham akan kedatangannya yang secara tiba tiba.
" Buruan sebenernya masalah apa yang Ersya perbuat saya tidak ada banyal waktu, kalian tau kan aku orang sibuk dan waktuku sangat berharga" ujar Niko dengan arogan.
"Ba.....baik tuan" jawabnya.
Dosen itu langsung menghampiri wali dari Putri yang di suruh menunggu di ruangan lain, karena tadi saat kedatangan Niko semua Dosen langsung berdatangan untuk menyambut kedatangannya.
Dan sinilah mereka sekarang berkumpul di sebuah ruangan, di situ sudah ada Putri dengan di dampingi oleh orang tuanya lalu Ersya di dampingi boleh Niko dan Albert dan satu Dosen yang akan mengeksekusi masalah itu.
Awalnya Putri kaget kenapa Ersya bisa sama seorang pembisnis terkenal, di dalam hati putri bertanya tanya ada hubungan apakah putri dengan pembisnis muda yang sangat tampan itu.
" Aku jadi curiga apa jangan jangan putri jadi simpanannya lagi secara penampilannya aja berubah jadi modis gitu, semua barang yang di pakai juga harganya pasti mahal, dapat uang dari mana dia bisa membeli barang semahal itu kalau tidak dengan cara menjual diri, Cih.....segitu frustasinya kamu sya di tinggal selingkuh Dafin dengan ku sehingga kamu berubah begitu" gumam Putri dalam hati yang merendahkan Ersya.
" Eh tapi Ersya beruntung banget si bisa dapetin tuan Niko yang ya ampun ganteng banget, jauhlah bila di bandingkan dengan Dafin yang gak ada apa apanya, kenapasih Ersya itu selalu lebih beruntung dari gue, kehilangan Dafin eh malam dapat yang lebih, lebih ganteng dan lebih kaya pula" gumam Putri lagi yang merasa iri dengan Ersya yang menurutnya selalu beruntung.
Di ruangan itu terjadi perdebatan Kecil yang Akhirnya di menangkan oleh pihak Ersya, iyalah Ersya bisa menang dengan mudah gak perlu waktu lama pak dosen sudah memutuskan untuk menskorsing Putri selama 3 hari dan harus membersihkan toilet kampus seorang diri, sementara Ersya di nyatakan tidak bersalah dan bebas dari hukuman pastinya itu berkat adanya Niko.
Putri mengepalkan tangannya tidak terima dengan keputusan itu tapi dia bisa apa lawanya sangatlah tidak sebanding.
" Sial lagi lagi Ersya yang menang sedangkan aku yang malah dapat hukuman, awas aja kamu sya" gumam putri dalam hati yang merasa sangat kesal.
Sementara Niko semakin tambah emosi karena ternyata istri mudanya itu terlibat perkelahian karena seorang laki laki yang merupakan mantannya.
Niko menggeret tangan Ersya dengan sedikit kasar karena terlalu kesal dengan istri mudanya itu, setelah tadi kepergok di peluk oleh seorang laki laki yang merupakan mantan kekasihnya dan terlibat perkelahian karena meributkan mantan kekasihnya itu.
Bagaimana Niko tidak terbakar api cemburu karena Niko berfikir Ersya masih menaruh hati tethadap laki laki itu.
" Tuan aku mau di bawa kemana? aku masih ada kelas" ujar Ersya saat Niko megeretnya, Ersya berusaha melepas cekalan tangan kekar Niko tapi tidak behasil padahal tangan Ersya sudah terasa sakit akibat cekalan itu.
Niko langsung menatap Ersya dengan tajam karena memanggilnya tuan, sungguh Niko tidak suka bila istri mudanya itu memanggilnya tuan.
"Kita pulang" ujar Niko
"Tapi....." Ersya ingin protes tapi Albert langsung memotong pembicaraan Ersya.
" Nona tolong menurutlah dengan tuan" celetuk Albert yang tidak mau Ersya mendapat hukuman dari tuannya karena Niko sudah terlihat sangat kesal dan menahan emosinya terbukti wajahnya yang terlihat memarah padam.
Mendengar perkataan Albert lantas Ersya memilih diam dan nurut, Ersya juga merasa takut melihat wajah sangar suaminya, ersya sudah memastikan bahwa suaminya itu sedang marah.
" Al kamu urus aja perkerjaan di kantor hari ini, karena aku tidak balik ke kantor lagi" Ujar Niko saat mobil yang di kendarai Albert sudah terparkir cantik di halaman rumahnya yang luas.
" Baik tuan" jawab Albert.
Niko langsung turun dari mobil bersama Ersya saat pintu mobilnya sudah di bukain oleh Albert, Setelah melihat tuannya masuk ke dalam rumah barulah Albert kembali ke kantor dengan mobilnya sendiri soalnya mobil sport yang dia kendarainya tadi milik Niko.
Sekarang Niko dan Ersya sudah berada di kamar, Sebenernya Ersya merasa takut dengan Niko yang raut wajahnya sudah tidak bersahabat.
" Kamu tau di mana letak kesalahan kamu?" tanya Niko dengan wajah merah padam.
" Ka...kamu cuma salah paham apa yang kamu lihat tadi tidak benar" jawab Ersya membela diri.
" Salah paham bagaimana hem"? Niko beranggapan bahwa Ersya masih sangat mencintai mantanya itu, dan Niko tidak suka saat ada laki laki lain menyentuh miliknya, ya Ersya itu miliknya dan hanya miliknya.
Niko berjalan mendekati Ersya, sedangkan Ersya yang merasa takut melangkah mundur, Niko semakin maju begitupun dengan Ersya dia semakin mundur hingga kepentok dinding kamar, Niko semakin mendekat hingga badan mereka bersentuhan, dan jarak wajah di antara keduanya hanya dua senti saja, Ersya semakin deg degan dan gugup berada di jarak sedekat itu dengan Niko.
" Ka....kamu mau apa?" tanya Ersya gugup.
"****" bisik Niko tepat di samping telinga Ersya dan Ersya seakan terkena sengatan listrik.
" Jangan" Ersya takut dengan Niko yang di kuasai kemarahan dan emosi, terbukti dari wajahnya yang merah padam serta sorot matanya yang memancarkan kemarahan, Bukanya Ersya gak mau melayani suaminya tapi Ersya takut bila Niko melakukannya dengan kasar.
"Kenapa? apa karena kamu masih mencintai pria itu, aku tau pria itu adalah mantan kekasihmu bukan"
"Bu...bukan begitu"
" kalau bukan begitu lantas bagaimana hem? apa kamu berharap yang menyentuhmu itu adalah dia, aku lebih berhak atas diri kamu karena kamu itu istriku" ujar Nijo penuh penekanan.
Ersya mendorong tubuh Niko supaya menjauh darinya, sungguh berada di dekat Niko membuat jatungnya tidak sehat karena sedari tadi jantungnya sudah jedak jeduk.
" Bukan begitu kamu salah paham, aku sudah tidak berharap apa pun padanya bahkan aku ingin membuang seluruh perasaanku padanya karena laki laki brengsek seperti dia tidak pantas untuk aku cintai, bahkan aku sudah jijik di sentuk penghianat sepertinya" jelas Ersya.
" Lantas kenapa kamu menolakku" ujar Niko yang kini sudah duduk di tepi ranjang dan Ersya pun mengikutinya dengan duduk di samping Niko.
" Aku bukannya menolakmu tapi aku gak mau kalau kamu melakukannya dengan amarah dan emosi yang masih menguasai diri kamu, aku takut kalau kamu akan melakukannya dengan kasar" jelas Ersya lagi.
Owh ternyata itu alasanya bukan kerena mantan kekasihnya Istriknya menolaknya. " Berarti aku boleh?" tanya Niko dan dan Ersya hanya menganggukkan kepalanya malu malu.
Niko tersenyum tipis melihat Ersya yang malu malu begitu, wajahnya yang putih jadi memerah.
Setelah itu mereka sama sama diam sampai Niko sudah kembali tenang tidak ada emosi lagi di dalam dirinya, wajahnya juga sudah tidak merah padam lagi dan sorot matanya sudah nerubah menjadi berkabut gairah.
Niko mendekatkan wajahnya lalu "CUP...." Niko mencium bibir yang sudah membuatnya candu.
"Karena kamu sudah membuat kesalahan jadi kamu harus di hukum" bisik Niko setelah melepas ciumannya.
"hah di hukum" ujar Ersya.
" Iya pertama aku tidak suka milikku sudah di sentuh pria lain dan kamu tadi sudah di peluk peluk dengan si brengsek itu, yang kedua kamu terlibat perkelahian di kampus karena si brengsek itu, dan yang ketiga tadi kamu memanggilku tuan, kesalahanmu ada tiga jadi kamu harus di hukum tiga kali" Niko tersenyum miring dengan ucapannya tadi.
" Kamu harus melayaniku sebanyak tiga kali"
Hah kalimat apa itu melayaninya tiga kali, dasar laki laki otaknya kearah sana mulu.
BERSAMBUNG
LIKE KOMEN VOTE BUAT AUTHORNYA MANA?????
jadi tlg yah kaak.... aku ga rela klo Niko berhubungan intim sm Sonya, kasian Ersya.... boleh adil dlm memberikan materi saja.jgn lain-lain....
y seru donk...