NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 Barisan pelanggar atribut

Matahari Senin memang jahat. Padahal hari biasa tidak sekelas ini sengatnya. Lylac memilih menatap aspal lapangan semen yang mulai memantulkan hawa panas. Selain karena silau, ia juga malas mendongak karena malu harus berdiri di barisan paling depan murid pelanggar aturan. Di kepalanya tidak ada topi, membuat rambut kuncir kudanya terasa menghangat.

​Sif malam di minimarket yang baru selesai subuh tadi membuat tubuh Lylac lemas. Kepalanya berdenyut, dan kedua kakinya yang dibungkus sepatu kets kusam mulai pegal menahan kantuk.

​"Panas ya?" sebuah suara cowok berbisik di sebelahnya.

​Lylac menoleh sedikit. "Ya," sahutnya singkat.

​Cowok bertubuh tinggi dengan seragam agak berantakan itu adalah Niki, anggota tim basket yang satu geng dengan Evan. Tampilannya kelihatan badass, tapi saat Lylac menatapnya, Niki malah membetulkan kerah bajunya yang basah dengan salah tingkah. Dia ikut dihukum juga rupanya.

​"Kamu... anak yang sering diomongin itu, kan?" tanya Niki lagi, mencoba mencairkan suasana.

​"Gadis hantu?" tebak Lylac malas.

​Niki tersenyum kikuk, wajahnya yang kepanasan makin memerah. "Kenapa bisa lupa bawa topi?"

​"Lupa aja."

​"Singkat amat," Niki terkekeh pelan.

​Lylac tersenyum dikit. Lalu ia kembali menunduk menatap sepatu ketsnya.

​"Wah, Ly! Kamu bisa bikin anak basket salting!" Sebuah suara cempreng memecah konsentrasi Lylac. Bayangan transparan mendadak melayang sungsang di depan wajahnya. Itu Mika.

​Hantu cantik itu melompat-lompat di udara dengan mata berbinar. "Niki kalau dilihat dekat manis juga ya. Tapi tetap saja, masih kerenan Evan yang berdiri di barisan IPA sana!"

​Lylac abai. Berbicara dengan hantu di tengah lapangan semen yang penuh orang sama saja dengan menyerahkan diri ke ruang BK. Dikira orang stress nanti.

​Tidak lama kemudian, peluit panjang berbunyi. Pemimpin upacara akhirnya membubarkan barisan. Lapangan langsung ricuh saat ratusan murid berhamburan menuju koridor kelas untuk menghindari panas. Begitu juga dengan Lylac dan Niki.

​"Duluan ya. Jangan lupa minum air, mukamu pucat," pamit Niki sambil menepuk pundak Lylac pelan sebelum berlari menyusul anak basket lainnya.

​"Ya. Terima kasih," jawab Lylac pendek.

​Lylac berjalan pelan menyusuri koridor yang padat. Langkah kakinya terasa luar biasa berat. Namun, langkahnya terpaksa melambat saat melihat pemandangan di depan belokan koridor menuju kelas IPA.

​Rombongan anak basket sedang berjalan bersama. Jay berjalan paling depan sambil mendribel bola, Evan berjalan tenang di sampingnya, dan tentu saja, Nuno berjalan paling belakang dengan senyuman yang ia berikan pada cewek-cewek yang menyapanya. Ia lumayan royal.

​Langkah rombongan itu mendadak terhenti karena dihadang oleh Angel dan dua temannya. Sebagai Sekretaris OSIS yang keren dan perfeksionis, Angel berdiri dengan angkuh namun menatap Evan dengan binar menuntut. Sifatnya yang gampang iri karena kurang kasih sayang orang tua membuat Angel selalu ingin memiliki apa yang dia mau. Dan di sekolah ini, Evan adalah target utamanya. Apalagi mereka memang dekat dari kecil, Evan suka bantuin Angel.

​"Eh, Evan," sapa Angel langsung berjalan mensejajari langkah cowok itu. "Panas banget hari ini. Kamu pasti haus, mau aku ambilkan minum ke ruang OSIS?"

​"Aku bisa minum sendiri. Di setiap kelas ada dispenser," jawab Evan.

​Angel menutup bibirnya. Evan seringkali menolak bantuannya.

"Aku aja Ngel, ambilin minum," kata Jay.

Bibir Angel menipis kesal mendengar itu.

​Saat rombongan basket kembali melangkah, posisi Evan pas berpapasan di samping Lylac yang berjalan searah menuju kelas IPS. Langkah Evan mendadak melambat. Tanpa menolehkan kepala, matanya yang tajam melirik langsung ke bawah, menatap lurus ke arah wajah Lylac yang pucat selama beberapa detik sebelum akhirnya melenggang pergi.

​Mata Angel yang jeli langsung menangkap basah lirikan tajam Evan itu. Dari posisinya di depan pintu lab, Angel menatap punggung Lylac yang menjauh dengan tatapan sangat dingin. Dada Angel berdenyut hebat karena rasa iri yang membakar egonya. Dia langsung notice kalau gadis introvert yang dicap "gadis hantu" itu sudah berani mengganggu teritorinya.

​"Hahaha! Sukurin! Rasain tuh si Sekretaris OSIS!" Mika bersorak senang sambil melayang berputar-putar di samping telinga Lylac.

​Lylac hanya bisa mendengus pelan, menolak peduli pada drama koridor itu. Kantuknya sudah di ubun-ubun.

​"Kamu pucat banget, Ly," kata Mika yang kini melayang mundur di depan wajah Lylac, cengirannya berubah jadi raut cemas. "Mau aku panggilkan Evan ke ruang UKS sekarang?"

​"Diam," sahut Lylac pelan, nyaris tanpa menggerakkan bibir agar tidak memicu kecurigaan murid lain.

​"Habisnya aku kasihan melihatmu. Lagipula, kalau Evan yang menolongmu, kan bisa jadi romantis," ucap Mika kembali menggoda.

​Lylac tidak memedulikan khayalan hantu centil itu. Ia terus berjalan menuju kelasnya di ujung koridor lantai satu. Begitu sampai di depan pintu kelas sebelas IPS Tiga, ia langsung melangkah masuk ke kursinya.

​Riri, teman sebangkunya, langsung menyambut dengan wajah panik begitu melihat Lylac duduk. "Astaga, Lylac! Kok kamu pucat? Pasti karena disetrap tadi ya?"

​Lylac langsung menjatuhkan kepalanya di atas meja kayu yang terasa dingin.

​Riri buru-buru mengambil botol minum dari dalam tasnya dan menyodorkannya ke depan wajah Lylac. "Nih, minum dulu."

​Lylac menerima botol itu dan meminumnya hingga tersisa setengah. Rasa dingin air sedikit mengurangi denyut nyeri di kepalanya.

​"Terima kasih, Ri."

​"Kamu jangan mengobrol dengan anak geng basket itu, Lylac. Kamu bisa jadi Bullyan si Angel," pesan Riri. "Anak-anak sekelas tadi heboh bilang kamu berdiri di barisan paling depan."

​"Aku enggak ngajak ngobrol. Dia aja yang ingin ngomong." Lylac malas bicara soal ini. Lylac memejamkan mata, menikmati dinginnya meja kayu. "Panasnya minta ampun."

​Mika tiba-tiba duduk di atas meja Lylac, melipat kakinya, dan ikut menimpali dengan heboh meskipun tahu suaranya tidak akan didengar Riri. "Ri, tahu tidak? Tadi Evan juga melihat Lylac tahu! Terus si Angel diusir sama Evan di depan koridor!"

​Riri tentu saja tidak bisa mendengar suara Mika. Riri hanya melihat Lylac yang masih memejamkan mata dengan wajah lelah di atas meja. Mika cemberut tidak ada yang peduli. ia melayang ke arah jendela kelas lain, bersiap mencari tahu kapan jadwal kelas Evan akan melewati koridor mereka lagi.

​"Ly, kamu beneran tidak apa-apa? Mau ke UKS saja?" tanya Riri cemas melihat temannya tidak bergerak.

​"Tidak usah," sahut Lylac pelan.

"Enggak. Kamu pucat. Ayo, aku antar ke UKS," paksa Riri. Muka Lylac udah pucat. Riri langsung meminta ijin pada ketua kelas untuk mengantar Lylac.

1
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!