NovelToon NovelToon
MOMMY

MOMMY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:421.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: shafrilla

Aruna, nama cantik yang selalu diinginkan oleh ibnya. gadis mungil yang tidak mempunyai ayah semenjak berumur 7 tahun.

"Ibu, kenapa sih ayah tidak pernah pulang?" tanya Aruna kepada ibunya.

"Aruna, Ayah tidak akan pernah pulang. karena Ayah sudah tenang di tempat para bidadari." jawab ibu Aruna.

"Aruna capek Bu selalu dihina oleh teman-teman Aruna." ucap Aruna yang terlihat menarik pakaian ibunya yang sedang memasak.

Selalu saja Aruna menjadi bahan cibiran teman-temannya, bocah berusia 7 tahun itu hidup hanya dengan ibunya seorang. hingga Aruna sudah dewasa, tiba-tiba kehidupannya berubah drastis karena kehadiran seorang bayi yang dibuang oleh orang tuanya di depan rumah sederhana milik Aruna.

Aruna yang sudah sebatangkara itupun sangat kebingungan, usianya masih 18 tahun. dia masih kelas 3 SMA, beberapa bulan lagi dia baru lulus sekolah menengah atas. apa yang akan terjadi pada kehidupan Aruna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aruna terluka

"Majulah." ucap Aruna.

"Sombong!!" seru keempat pria.

Satu pukulan dilayangkan oleh salah satu pria, Aruna langsung menghindar dari pukulan itu.

"Kalian ini lemah sekali ya." ejek Aruna.

2 pria langsung melayangkan tendangan ke arah Aruna, namun wanita itu mampu menghindar kembali.

"Kalian ini disuruh untuk menghabisi ku atau mengajakku bermain-main?" tanya Aruna.

Pukulan dan tendangan para pria itu mampu dihalau oleh Aruna, Hal itu membuat keempat pria itu begitu murka.

"Kau kira kau bisa melakukan hal itu, padaku!!" seru Aruna.

"Kami akan membunuhmu!!" teriak 4 pria.

Dengan begitu lincahnya Aruna terus menghindar dari serangan-serangan keempat pria itu, Aruna tidak akan mudah menyerah kepada siapapun yang berusaha untuk melukainya.

"Majulah, jika kalian tidak bisa melukaiku maka kalian ini tidak pantas dipanggil sebagai seorang pria!!" seru Aruna.

Satu hinaan keluar dari mulut Aruna yang membuat ke-4 pria itu langsung murka.

"Dasar wanita sialan." seru para pria.

BUKK..

BUKK...

BUKK..

Perkelahian antara lima orang itu terjadi, Aruna terus berusaha untuk menghindar dari serangan ke empat pria itu.

BUKK...

BRAKK..

Dua pria sudah tersungkur di tanah, sedangkan salah satu pria nampak memukul Aruna dengan sesuatu.

"Berani sekali kalian melakukan hal itu padaku!" seru Aruna.

Dari tempat yang tidak jauh, sebuah mobil mewah sudah memasuki jalan tempat Aruna berada.

"Tuan." panggil supir Surya.

"Ada apa?" tanya Surya.

"Kelihatannya ada yang berkelahi." jawab supir Surya.

"Seorang wanita di keroyok preman, tuan." jawab supir Surya.

"Lalu, Ada apa, apakah ada yang terjadi?" tanya Surya yang seolah tidak menghiraukan siapapun.

"Apakah kita tidak menolongnya, tuan?" tanya Surya.

"Biarkan saja." jawab Surya.

"Kasian wanita itu, tuan." ucap supir Surya.

"Biarkan saja, aku tidak perduli." jawab Surya.

Akhirnya mobil Surya melewati Aruna yang sedang di hajar para preman, padahal Aruna pernah menolong nyawa Surya.

"Tuan, itu nona Aruna." ucap si supir yang melihat Aruna terus melawan.

"Apa?" tanya Surya.

"Wanita yang di keroyok para preman itu adalah nona Aruna." jawab supir Surya.

Tatapan mata Surya nampak melihat Aruna yang berusaha untuk menghindar dari serangan serangan ke-4 pria itu. entah Surya mempunyai hati atau tidak pria itu seolah tidak melihat kejadian yang ada di depan matanya.

"Tuan, apakah kita tidak menolong Nona Aruna dulu, bukankah Tuan pernah ditolong oleh wanita itu." ucap sopir Surya.

"Biarkan saja, wanita itu kan wanita barbar. ngapain juga kita harus menolongnya. lebih baik kita segera ke tempat rapat, karena aku tidak ingin kehilangan tender bernilai triliunan." jawab surya yang meminta supirnya untuk segera meninggalkan tempat itu.

Betapa kejam Surya, betapa tidak mempunyai hati pria itu. nampak Aruna menghela nafasnya, wanita itu mencoba untuk menata nafasnya yang terengah-engah.

"Kalian kira kalian bisa membunuhku, kalian Seharusnya jangan bermimpi di siang bolong!!" seru Aruna yang sudah membuat keempat pria itu tersungkur di tanah.

Salah satu pipi Aruna terkena pukulan dari salah satu pria, sedangkan kepala Aruna terlihat sedikit mengeluarkan cairan merah karena dipukul dengan sesuatu.

"Aku tidak boleh tersungkur di sini, kalau aku tersangkut di sini mereka akan membunuhku." ucap Aruna yang kemudian melajukan motornya.

Keempat pria yang diperintahkan Helena untuk membunuh Aruna nampak sudah tidak berdaya. terlihat Aruna sendiri berusaha untuk menguatkan tubuhnya agar sampai di jalan ramai.

"Aku tidak boleh sampai tidak sadar di jalan, aku harus mencari suatu tempat untuk ku berhenti." ucap Aruna.

Di sebuah toko kecil nampak Aruna menghentikan motornya di depan toko itu, Aruna mencoba menekan dahinya yang terus mengeluarkan darah sehingga mengganggu pandangan mata nya.

"Mbak, apa yang terjadi dengan mu?!" tanya seorang wanita yang melihat Aruna berhenti di depan tokonya.

"Maaf ya Bu, aku berhenti sebentar. tadi aku bertemu para perampok yang berusaha untuk mencuri dariku." jawab Aruna.

"Apa yang terjadi denganmu?" tanya seorang wanita kepada Aruna.

"Maaf ya bu, aku cuma mau beristirahat sebentar." jawab Aruna.

"Apa yang terjadi dengan mu, masuklah dulu ke tokoku aku akan merawat lukamu." pinta ibu pemilik toko.

"Tidak usah Bu, aku hanya perlu minum air dan mencari klinik saja." Jawab Aruna.

"Tidak, kau tidak boleh seperti itu. masuklah dulu ke tempatku, aku akan membersihkan lukamu, kelihatannya kepalamu pusing ya?" tanya ibu pemilik toko.

Aruna menganggukkan kepalanya, terlihat pandangan matanya sudah sedikit samar.

"Istirahatlah dahulu, masuklah dulu ke tokoku. tidak apa-apa biar nanti karyawanku yang akan memarkirkan motormu." ucap Ibu pemilik toko.

Yang membuat Aruna masuk ke dalam toko kecil tersebut.

Di sebuah perusahaan terlihat Faisal sudah menunggu kedatangan Aruna, dari tadi dia mondar-mandir karena Aruna belum menampakan batang hidungnya. salah satu tangan Faisal langsung mengambil ponsel yang ada di mejanya, dia menelpon salah satu orang yang ada di rumahnya.

Salah satu pembantu mengatakan kalau Aruna sudah pergi dari rumah semenjak tadi, tapi mengapa Aruna belum juga sampai di perusahaan. Ponsel Aruna nampak tidak aktif. Hal itu membuat Faisal benar-benar sangat kebingungan.

"Dimana Aruna, kenapa dari tadi dia belum sampai." ucap Faisal.

Salah satu sekretaris Faisal sudah memasuki kantor Bosnya itu.

"Pak, Sebentar lagi kita akan ada rapat." ucap sekretaris Faisal.

"Iya." jawab Faisal yang kemudian meletakkan ponselnya.

Aruna yang berada di toko makanan itu dia melihat ponselnya, ternyata ponsel itu sudah mati.

"Bu, Bolehkah aku pinjam charger untuk mengisi daya ponsel ku?" tanya Aruna.

Ibu pemilik toko memberikan charger untuk Aruna, wanita itu berpikir untuk menelepon Faisal dan memintanya untuk menjemput dirinya di tempat Ibu pemilik toko.

Selama lima belas menit Aruna menelfon Faisal, namun pria itu tak kunjung mengangkat ponselnya.

"Ada apa?" tanya ibu pemilik toko.

"Bos saya tidak mengangkat ponselnya Bu. mungkin dia sedang berada di luar perusahaannya." ucap Aruna.

"Ya sudah kalau begitu, kamu beristirahatlah sebentar disini. kelihatannya lukamu itu cukup parah. nanti kalau temanmu sudah menelepon kamu bisa pergi dari sini." Ibu pemilik toko itu nampak melihat Aruna. wajah cantik itu terlihat sedikit memerah di salah satu Itu pipinya.

"Apa yang terjadi denganmu?" tanya ibu pemilik toko.

"Entahlah Bu, orang-orang itu berusaha untuk merampok. padahal saya tidak mempunyai apa-apa." jawab Aruna. tidak mungkin bagi Aruna mengatakan kalau para pria itu berusaha untuk membunuhnya.

Ibu pemilik toko terlihat memberikan teh hangat dan makanan kecil untuk Aruna.

"Makanlah dulu." pinta ibu pemilik toko.

"Maaf ya bu sudah merepotkan." ucap Aruna.

"Tidak, kenapa kau bilang begitu, kita ini adalah sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. jadi kita harus saling menolong satu sama lain, mungkin suatu saat ibu akan butuh Pertolonganmu, Jadi kau tidak usah memikirkan hal itu." ucap Ibu pemilik tokoh yang membuat Aruna tersenyum atas kebaikan wanita itu.

** bersambung **

mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.

- Mommy

- Mantan terindah

- Suami keduaku cinta pertamaku

- Dewa perang dan Ratu sihir

- Permaisuri sang kaisar

- ijinkan aku bahagia bersamamu

1
Nurmiati Aruan
pinter an Aruna nya dari pada pak Faisal...semangat Aruna
Nurmiati Aruan
gemblung Surya nya
Nurmiati Aruan
gerak cepat dong bang Faisal
Nurmiati Aruan
45 jam...pergi kemana jauh amat
Nurmiati Aruan
park ji sung ini sapa ya...apa salah kamar ya
Nurmiati Aruan
ya ampun yg bener yang mana....ayah nya apa kakek nya thor
nadira ST
ini jadi laki maksa amat, pgen ku gepreek tu kepala, untung hati aruna tahan banting gk mudah kecantol
Evy
rasanya tak rela kalo Aruna harus menikah dengan surya.mendukung 💯 persen untuk berjodoh dengan Mas Faisal...
Evy
Surya umur 35
Faisal umur 30..tapi kok Surya memanggil Faisal Abang...apa gak kebalik Thor..
Anik
good job Aruna libas para pelakor 💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Welda Arsy❤
tamaaaaat,,,trimakasih cerita mu bagus.
shafrilla: terima kasih kak
total 1 replies
Welda Arsy❤
sukurinn,,,maka nya,,,b*r*ng berkutut itu jangan gatal🤣
Dinasty
Luar biasa
Lala Kusumah
mantaaaaaaaapppp.... tamat juga ya...
Lala Kusumah
ceritanya baguuuusss... banyak hikmah yg bisa kita ambil, semangat berkarya....
Himawari
mungkinn mutasi x kak
Dewi Nurlela
untung saja Bilqis mirip aruna
Dewi Nurlela
hahahaha Aruna ada" aja emang ada anak jin jln"
Dewi Nurlela
apa ibunya Aruna yg kecelakaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!