NovelToon NovelToon
BOSKU MENGINGINKAN TUBUHKU

BOSKU MENGINGINKAN TUBUHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nesakoto

Demi melunasi utang orang tuanya, Kinara rela mengorbankan dirinya daripada dipaksa menikah dengan pria tua. Dikhianati oleh pria yang dicintainya dan adik tirinya sendiri, ia memilih meninggalkan rumah untuk memulai hidup baru. Namun satu keputusan nekat mengubah segalanya, menyeretnya ke dalam takdir yang mengikatnya dengan pria paling berkuasa yang tak pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nesakoto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagaimana Jika Anda dengan Putri Saya?

Rani duduk dengan wajah kesal setelah mengantarkan kepulangan keluarga Bayu. Tangannya terlipat di dada, sementara tatapannya penuh amarah.

“Mulutnya Mama Bayu itu kayak nggak pernah sekolah ya, Pa. Seenaknya aja bilang anak kita perempuan penggoda.” Rani mendengus keras, matanya melirik tajam ke arah suaminya, Arbian.

Arbian yang baru saja meletakkan cangkir tehnya di meja hanya menghela napas, mencoba menenangkan istrinya yang mudah terbakar emosi.

“Udahlah, Ma. Biarin aja. Yang penting acara pertunangan tetap dilaksanakan minggu depan.” Suaranya datar, jelas-jelas ia tak ingin lagi memperpanjang masalah.

Namun, Rani tak bisa menerima begitu saja. “Coba aja Kinara mau deketin Diana sama Renald. Tidak mungkin Mama mau melanjutkan pertunangan antara Diana sama Bayu ini. Tapi apa? Anak itu malah egois, tanpa mikirin adiknya." Dengusnya kesal, lagi-lagi membawa nama Kinara di setiap amarahnya.

Kalimat itu membuat Diana, putri semata wayangnya, langsung menimpali dengan nada manja sekaligus menyalahkan.

“Mau gimana lagi, Ma? Kinara kan emang nggak pernah mau lihat aku bahagia. Padahal kan Bayu dulunya sama dia. Tapi karena sekarang udah merasa dekat dengan pria yang lebih baik dari Bayu, ya itu benar kata Mama sifatnya semakin egois."

Gerutuan Diana membuat wajah Rani semakin masam. “Bener-bener tuh anak sekarang udah nggak bisa diatur! Padahal Mama yang selama ini mengasuh dia dari kecil, tapi ini balasannya.”

Entah kata 'mengasuh' apa yang dimaksud oleh Rani. Jangankan mengasuh, memperlakukan Kinara seperti anaknya sendiri saja tidak pernah.

Diana seolah menemukan celah. Ia mendekat pada ibunya lalu bersuara penuh antusias, “Ma, gimana kalau acara tunangan minggu depan kita undang juga Kak Kinara sama Renald? Siapa tau aku masih bisa deketin Renald. Kalau berhasil, kan pihak pria bisa digantikan sama Renald.” Ucapnya dengan senyum penuh rencana.

Rani mengangguk cepat, wajahnya tampak puas dengan ide itu. “Ide bagus. Mama setuju.”

Apa sebenarnya yang dipikirkan ibu dan anak ini? Seakan mereka tak pernah lelah bersaing dengan Kinara, bahkan setelah segala hal buruk yang sudah mereka lakukan padanya.

Saat itu juga, Arbian memilih untuk bangkit dari duduknya dan pergi tanpa sepatah katapun, membuat Diana mengernyitkan dahinya.

“Ma, tumben Papa pergi gitu aja? Apa Papa nggak setuju dengan rencana aku?" Suaranya penuh rasa was-was.

Rani langsung mengibaskan tangan, menepis kekhawatiran putrinya. “Tidak mungkin, Sayang. Papa kamu cinta mati sama Mama. Jadi apapun yang Mama minta dan kita rencanain pasti akan disetujui.” Ucapannya penuh percaya diri, seolah ia yakin seratus persen.

Diana tersenyum puas mendengar jawaban sang Mama. Setelahnya ia pun meminta ijin untuk kembali ke kamarnya yang berada di lantai atas.

•••

Hatsyii… hatsyii!

“Ada yang lagi ngomongin aku kali ya.” Gumam Kinara saat ia bersin terus menerus hingga membuat hidungnya merah.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kinara baru saja selesai bersiap untuk berangkat kerja.

Malam ini adalah hari pertamanya bekerja dengan shift kerja sampai pukul dua belas malam di klub malam yang kemarin ia datangi.

Setibanya di di tempat kerja, ia langsung diarahkan ke ruang ganti. Namun yang sedikit ia tak sangka adalah seragam yang diberikan padanya dan sudah melekat di tubuhnya.

Pakaian kerja itu cukup membuatnya sedikit risih—kemeja putih ketat yang menonjolkan lekuk tubuh dan rok mini yang memperlihatkan pahanya.

Ia berdiri di depan cermin, menarik napas panjang. “It's okay, Kinara. Ini cuma sementara.” Bisiknya pada diri sendiri, mencoba menyemangati hati yang mulai goyah.

Malam pertamanya bekerja berlangsung sibuk. Hampir setiap saat dirinya bolak-balik mengantarkan pesanan para pelanggan.

Dari kejauhan, manajer Club malam yang sempat mewawancarainya kemarin terus memperhatikan setiap gerak-gerik Kinara dengan seksama.

Matanya nyaris tak berkedip saat melihat Kinara yang sangat cantik dan juga sexy dalam balutan pakaian kerja yang ia kenakan.

“Woi, lo liatin apaan?” Tanya salah satu temannya yang duduk di sebelahnya.

Tanpa menjawab, Reza hanya menggerakkan dagunya, menunjuk ke arah Kinara. “Gila… cantik banget. Pelayan baru ya? Boleh dicoba nggak nih?” Goda pria itu dengan seringai nakal.

Reza menoleh cepat, sorot matanya tajam. “Awas aja kalau lo berani macam-macam sama dia.” Suaranya penuh peringatan.

Temannya terkekeh. “Halah, lagian cewek secantik itu dijadiin pelayan di sini. Lo liat aja tatapan cowok-cowok lain. Kayak serigala lapar.”

Kalimat itu benar. Hampir setiap sudut ruangan, mata pria terus melirik Kinara dengan cara yang tidak menyenangkan. Reza mendengus pelan, mencoba mengenyahkan rasa tak nyaman yang tiba-tiba muncul. Ia memilih kembali ke ruang kerjanya, meninggalkan lawan bicaranya.

Sementara itu, Kinara sudah sangat memahami risiko dari pekerjaan yang ia pilih. Ia harus siap menelan pahitnya godaan yang datang, baik dengan kata-kata maupun lewat sikap yang menjijikkan.

Saat ia meletakkan gelas di meja pelanggan, seorang pria mendadak mencondongkan tubuhnya ke arah Kinara. Tatapannya liar, senyumannya menyebalkan.

“Kalau begitu…” suaranya rendah namun jelas, “bantu puaskan aku malam ini. Mau, kan?”

Kalimat itu membuat udara seolah menegang. Kinara membeku sejenak, jantungnya berdegup lebih cepat, sementara jemari yang masih menggenggam nampan bergetar halus.

Godaan semacam ini bukan hal baru, tapi setiap kali mendengarnya, rasa jijik tetap menusuk sampai ke ulu hati. Tapi sayangnya ia harus bisa sabar dan juga menyadari dengan benar dimana ia bekerja.

Tak terasa waktu bergulir cepat. Pukul dua belas malam tiba, menandai pergantian shift.  Kinara kembali ke ruang ganti, mengenakan kembali sweater dan jeans yang sebelumnya ia kenakan saat berangkat ke tempat itu.

Di tangannya sudah terkumpul uang tip yang cukup lumayan untuk malam pertama. Gaji harian ditambah tip membuatnya sedikit lega.

Karena merasa tubuhnya sudah sangat lelah, ia pun segera mengendarai motornya untuk kembali ke apartemen. Tanpa sempat membersihkan diri bahkan berganti pakaian, Kinara langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan tertidur dengan pulas.

Di tempat yang sama namun dalam jarak yang cukup jauh, seseorang tengah mengamati pergerakan Kinara. Pria itu terlihat mengangkat telfonnya dan tengah berbicara dengan seseorang dari balik telepon.

“Halo, Tuan. Informasi yang saya dapatkan tentang wanita ini adalah namanya Kinara. Bekerja di perusahaan Merta Dirga dan alamatnya saat ini Apartemen Cempaka dan tinggal sendiri tanpa keluarga.”

“Merta Dirga?” William terdiam sejenak. "Perusahaan Renald". Gumamnya.

“Hanya itu?” Suara William meninggi. “Aku bayar mahal dirimu untuk informasi spesifik, bukan cuma data permukaan seperti ini!”

“Maaf, Tuan. Saat ini baru hanya informasi ini yang saya dapatkan.”

“Teruskan pencarian mu. Aku mau informasi yang detail, jelas! Cari apa pun yang bisa kau temukan!” William memutus sambungan dengan wajah muram.

Ponselnya ia genggam erat. Tinggal sendiri? Tapi Oma bilang orang tuaku yang lain masih hidup. Kenapa dia sendirian? Apa aku terlalu berlebihan? Apa dia cuma kebetulan mirip dengan foto Mama?" pertanyaan ini terus berputar di otaknya.

•••

Di belahan negara lain, Renald menghadiri jamuan makan malam eksklusif bersama salah satu klien terpentingnya, Mr. Smith.

Pria paruh baya itu hadir ditemani putri semata wayangnya, Deandra, yang duduk anggun di sampingnya dengan senyum ramah namun penuh perhitungan.

Setelah obrolan bisnis singkat, Mr. Smith meletakkan gelasnya, menautkan jemari, lalu menatap Renald dengan sorot mata penuh arti. Senyumnya tipis, nyaris seperti jebakan yang disamarkan dalam keakraban.

“Tuan Renald…” ucapnya pelan, nada suaranya seolah menggali lebih dalam daripada sekadar basa-basi, “seorang pria muda dengan kedudukan seperti Anda… tentu sudah ada seseorang yang mendampingi, bukan?”

Renald tersenyum kecil. “Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu, Mr. Smith?”

Mr. Smith menimpali dengan tawa. “Jika belum, bagaimana kalau saya menjodohkan Anda dengan putri saya, Deandra?”

Deandra yang duduk anggun di samping Papanya, sejak awal tak melepaskan pandangan dari Renald. Tatapannya penuh kekaguman.

Ia sudah lama mengetahui nama besar Renald Dirgantara dari media sosial dan majalah bisnis. Namun melihat pria itu langsung di hadapannya membuatnya semakin terpukau.

Renald hanya menanggapi ucapan Mr. Smith dengan wajah datar. Ia tidak mengiyakan, tapi juga tidak menolak. Ia tahu, dalam dunia bisnis, setiap kata bisa bermakna ganda.

Mr. Smith menyadari sikap hati-hati itu, sehingga tidak menekan lebih jauh. Ia hanya tersenyum puas. Dalam hatinya, ia membayangkan betapa besar keuntungan bila Renald benar-benar menjadi menantunya.

Makan malam berlanjut dengan kembali membicarakan mengenai proyek kerja sama.

Hingga akhirnya Mr. Smith berkata, “Tuan Renald, untuk kerja sama kita, saya berharap semuanya berjalan baik. Mulai pertemuan berikutnya, Deandra yang akan mewakili saya.”

Renald mengangguk sopan, menyambut jabat tangan Mr. Smith. Ia mengerti maksud yang tersirat—Mr. Smith ingin memberi kesempatan putrinya semakin dekat dengannya.

Namun Renald tidak terlalu mempermasalahkan. Jadwalnya disana hanyalah tujuh hari dan baginya ini hanya bagian dari urusan bisnis.

1
Siti Naimah
busett...bener2 keluarga toxic
semoga kelakuan Rani segera terbongkar...lewat Danu yg merupakan ayah biologis Diana..
geregetan banget kok Kinara yg dijadiin sapi perah
sandi sanda
/Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!