NovelToon NovelToon
Lelaki Pengganti

Lelaki Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:43.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gilva Afnida

Dua insan yang sama-sama masih memiliki hati yang terluka disatukan karena suatu keadaan yang mendesak.

Tak pernah terbayangkan oleh Lily, hamil di luar nikah dan menikah dengan pria lain yang bukan ayah kandung dari si janin. Pria itu bernama Azril.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gilva Afnida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35 | Nafkah

Pagi kembali menjelang, Lily bersemangat memulai hari pertamanya kerja. Dia sudah mematut diri di depan kaca, mengenakan polesan riasan tipis serta setelan kerja rok dan atasan sederhana. Dia juga sudah menyiapkan hal apa yang harus ia bawa untuk memulai hari pertama kerjanya di kantor.

Lily keluar kamar dan bertemu dengan mbak Yum yang sudah tak terlihat beberapa hari karena pulang kampung. "Pagi, Mbak," sapa Lily seraya memasang wajah sumringahnya.

"Wah, cantik banget mau kemana, Nya?" tanya mbak Yum dengan antusias.

Lily terkekeh karena rasa senang yang menjalar ke seluruh hatinya. "Mau kerja, Mbak."

"Mau kerja? Hebat dong mbak Lily, bisa kerja saat hamil muda. Gak takut capek, Nya?"

"Nggak kok, daripada cuma diem aja di rumah. Ini aku kerja jadi karyawan di CV.FH Creativa. Pernah dengar nama perusahaannya kan mbak?" Langkah Lily mendekat ke arah mbak Yum yang masih memegang keranjang cucian kotor, berdiri statis dekat anak tangga.

"FH Creativa?" lirih mbak Yum sambil mencoba mengingat nama yang pernah tampil di ingatannya. Lalu sedetik kemudian matanya terbelalak karena mengingat nama perusahaan tersebut. "O... saya tahu itu, Nya. Itu bukannya perusahaannya milik anaknya pak rt sini?"

Mendengar itu, Lily semakin merasa penasaran. Ia sedikit mengabaikan jam yang tadinya sudah menunjukkan pukul tujuh. Seharusnya dia harus segera bersiap-siap untuk sarapan dan berangkat kerja, tapi rasa tahunya tentang Farhan membuat dirinya tertahan. "Mbak tahu tentang mas Farhan?"

"Nah... iya itu namanya mas Farhan. Saya sih gak kenal sama anaknya pak rt, karena beliau itu sudah lama sekolah di luar negeri." Mbak Yum teringat akan cerita sesama rekan pembantu yang bekerja di rumah pak rt bernama Sri. Mbak Yum dan Sri kerap saling tukar cerita saat bertemu, termasuk tentang Farhan yang merupakan majikan Sri.

"Ouw..." Mulut Lily membulat dengan menganggukkan kepalanya. "Makanya mas Azril kayak gak begitu kenal sama dia," gumamnya.

"Tapi dengar-dengar sih mas Farhan itu orangnya baik mbak."

"Emang baik mbak, mbak Yum tahu tentang mas Farhan darimana? Katanya gak kenal kan?"

"Dari teman pembantu yang kerja di rumahnya, Nya. Katanya mas Farhan itu dah baik, ganteng, ramah lagi. Teman saya itu pernah gak sengaja bikin gosong baju kesayangannya, tapi mas Farhan sama sekali gak marah. Padahal kalau itu orang lain, udah pasti teman saya itu bakalan kena potong gaji atau pecat."

Lily tersenyum tipis, tangannya memegang erat tas jinjingnya. Dadanya sedikit terasa nyeri. Sosok Farhan mengingatkannya pada mas Surya yang sudah lama tenggelam keberadaannya. "Pasti itu bikin teman mbak makin betah kerja disitu ya."

"Iya-"

"Ehem!"

Suara dehaman yang cukup keras membuat Lily dan mbak Yum terkejut, mereka sama-sama menoleh ke belakang dan mendapati Azril yang juga sudah rapi serta wangi. Kedua tangan Azril dimasukkan kedalam saku celana, memandang dua wanita yang berbeda usia itu dengan angkuh. "Pagi-pagi udah pada ngerumpi sambil nutup jalan begini."

Mbak Yum yang merasa tak enak, hanya merendahkan pandangannya lalu mengambil kembali keranjang cucian yang sempat diturunkan dilantai. "Ma-maaf tuan... nyonya, saya pamit lanjut kerja dulu," lirihnya berkata sambil menundukkan kepala dan berlalu. Melarikan diri dari tatapan sengit diantara kedua majikan mudanya.

"Ngapain kamu masih ada disini?" tanya Azril pada Lily.

Helaan napas keluar dari mulut Lily, padahal tadi moodnya sudah ia tata sedemikian rupa hingga membaik namun hanya dengan kemunculan Azril, moodnya seketika hancur tak tersisa. Tanpa menjawab ucapan Azril, Lily berlalu dan menuruni anak tangga menuju ke dapur.

"Kamu makan dulu ya... ibu mau berangkat ke rumah teman. Ada acara pagi-pagi sekali disana. Semua sudah ibu siapkan disini untuk kamu dan Azril. Jangan gak makan ya," ujar Aminah sambil menata makanan di atas meja. Pakaiannya sudah nampak rapi dengan setelan gamis andalannya. Wajahnya pun sudah terlihat segar dengan pewarna bibir merah marun.

Lily menarik kursi dan mendudukkan diri di atasnya. "Ibu gak makan dulu?"

"Ibu akan makan tempat acara nanti. Duh, ini udah telat." Aminah terlihat resah seraya melihat jam dinding yang bertengger. "Ibu berangkat dulu ya."

Mata Lily masih memandang ke arah ibu mertuanya yang terlihat sibuk sendiri, mengambil barang-barang keperluannya satu persatu. Lalu langkah Aminah terhenti di ambang pintu dapur, ia menolehkan kepala dan memandang Lily. "O iya ibu lupa, hari ini pertama kamu berangkat kerja ya? Berangkat sama pulang nanti dianter Azril ya."

Pas setelah itu muncul Azril yang berjalan santai dan menarik kursi di sebrang Lily.

"Kamu dengar kan, Nak?" tanya Aminah.

"Hmm."

"Yaudah ibu berangkat dulu ya."

Setelah kepergian Aminah, Lily mengambil nasi beserta sayur yang sudah dibuatkan oleh Aminah. Pun dengan Azril yang juga menyantap sarapan dalam diam.

"Nih, buatmu." Azril meletakkan sebuah amplop panjang berwarna coklat tepat di samping tangan Lily yang berada di atas meja.

Kening Lily mengernyit dalam melihat amplop tersebut, lalu menatap heran pada Azril yang sudah membawa piring bekasnya ke wastafel. "Ini apa?"

"Nafkah untukmu."

"Nafkah? Serius?" tanya Lily setengah tak percaya, ia mengambil amplop tersebut dan menghitung nominalnya. Matanya terbelalak setelah ia mengetahui jumlah uang yang diberikan untuknya. "Lima juta?" lirihnya.

"Mulai sekarang, aku akan memberimu nafkah karena bagaimanapun kita ini adalah suami istri. Itu... sudah menjadi kewajibanku." Tentu saja ide untuk memberi nafkah pada Lily adalah dari Aminah. Tadi malam ibunya sudah memberinya pesan untuk memberi uang pada Lily selayaknya seorang suami memberi nafkah pada istrinya.

Melihat Azril yang seperti enggan menatapnya saat bicara, Lily merasa tak nyaman. "Ambil kembali, aku tak membutuhkannya. Kita ini kan bukan suami istri beneran, lagipula aku sudah mulai kerja, aku akan punya uang untuk aku sendiri nantinya."

Azril menatap amplop coklat yang disodorkan Lily padanya dengan tak suka. "Aku gak suka barang yang sudah aku kasih dikembalikan lagi, apapun alasannya."

"Tapi aku gak membutuhkannya mas." Mata Lily mengikuti Azril yang mulai beranjak meninggalkannya.

"Butuh atau gak butuh, aku gak peduli. Yang terpenting aku memenuhi kewajibanku, terserah uang itu mau kau gunakan untuk apa!" jawabnya sebelum menghilang dari pintu dapur.

Lily kembali terduduk di atas kursi dan menatap amplop coklat yang masih dipegangnya dengan nanar. Sungguh, ia merasa tak nyaman mendapatkan uang, meskipun memang benar jika Azril hanyalah menjalankan kewajibannya. Pikirannya mulai tak berdasar, dirinya takut jika Azril akan menjalankan kewajiban-kewajiban lain sebagai suami. Entah mengapa akhir-akhir ini Azril terus berbuat baik padanya, meskipun nada bicara dan mimik wajahnya masih ketus padanya, tapi tak menutup kemungkinan Azril akan menuntut hak setelah menunaikan kewajiban sebagai suami.

1
🌹 Mommy caeeeem 😍
author yg Baek hati,,yg cantik,,yg ramah dan yg penting rajin menabung,,,
tolong donk,, kalo up yg banyak" 🤭😂😂
mamak"e wonk
semangat Author 💪💪💪🥰🥰🥰
mamak"e wonk
Alhamdulillah hubungan azril & lilly menjadi lebih naik lagi..🥰❤️❤️
semoga tambah cinta ❤️❤️
mamak"e wonk
semoga ada hikmah nya 😊
semangat thor 💪💪💪
Dina Sutarlim
bagus
mamak"e wonk
Rasain~ sakitkan...belum seberapa di banding kan rasa malu& sakit yg lili alami 🥴😌
mamak"e wonk
nah..ke pergok mama mertua dah...😁
mamak"e wonk
semoga permasalahan antara lilly.dan azril cepat melumer...agar rumah tangga nya rukun dan penuh cinta 🥰🥰
mamak"e wonk
🤣🤣🤣
dasar kulkas so romantis...
mamak"e wonk
helleh preett lah~ 😁
mamak"e wonk
lama betul Up nya thor~ apa kabar??
mamak"e wonk
lancar betul mulut mu bicara...
mamak"e wonk
Isti yg hamil bukan darah daging nya haram untuk menunaikan kewajiban nya...tunggu masa nifas selesai baru izab qabul kembali baru sah di mata agama menunaikan hak dan kewajiban seorang istri...
mamak"e wonk
Cieeeee..... udah cemburu..😁
cemburu tanda cinta,marah tandanya sayang 🥰🥰💃💃💃💃
mamak"e wonk
sirubah licik berubah jadi anggora...tapi jgn lupa mereka mempunyai kuku & taring yg sama...😤
ochie wegiftproject
lanjut thor.... hihi
ochie wegiftproject
waduh.... gimna ni akhirnya
mamak"e wonk
penasaran
ochie wegiftproject
apa alasannya thorrr
mamak"e wonk
kasihan juga di cuekin suami..walau gak cinta tapi wanita hamil butuh d perhatikan juga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!