NovelToon NovelToon
CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:23M
Nilai: 4.8
Nama Author: laksmi 93

Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

Mela menatap Desi bak singa kelaparan. Ya, orang yang mendorong Anel adalah Desi, wanita yang di pecat karna menganggu istri CEO perusahaan Sanjaya. Tempat Desu bekerja.

"Hahahahahaha, lo kenapa hah, jangan pura pura sakit di depan gue." ucap Mela dengan tawa pecah."Lo tau, itu belum seberapa. Lo tunggu aja pembalasan yang lebih dari ini." ucap Desi sinis.

"Mau lo apa hahhh, lo masih belum kapok juga ya." ucap Gio

"Gue emang gak kapok, sebelum bikin wanita murahan ini hancur." ucap Desi cepat

"Dasar nenek sihir lo, gue injek injek lo kayak semut ." Kesal Mela

"Bener tuh, gue juga bakalan cemplungin lo ke empang deket rumah gue, biar lo tenggelam sekalian." timpal Gio yang juga sangat kesal

"Ahhhhh." Anel semakin merasakan sakit di bagian perut bawahnya. Membuat Beni, Mela dan Gu panik

"Gue mau lo pergi dari sini, atau gue buat lo menyesal seumur hidup lo." ancam Beni menatap Desi dengan tajam

Desi pergi dari sana saya mendengar ancaman Beni. Sementara Beni segera membawa Anel ke mobilnya.

"Kalian kembali ke kanto dan segera beritahu Pak Nathan, gue akan bawa Anel ke rumah sakit." ucap Beni cepat.

"Ok, lo hati hati ya!" ucap Gio dan langsung menarik tangan Mela

******

Rumah sakit

Anel sudah di masukan ke ruang IGD. Sementara Beni menunggu di depan sambil menunggu datangnya Nathan. Tapi sampai 15 menit Beni menunggu, Nathan tidak kunjung datang. Sampai dokter yang menangani Anel keluar dari ruang IGD.

"Bagaimana keadaan Anel dok?" tanya Beni cepat

"Nona Anel tidak apa-apa, dia hanya mengalami kram pada perut bawahnya, dan itu biasa bagi awal kehamilan." ucap dokter yang menangani Anel

"Apa dok, Hamil ." ucap Beni terkaget

"Kenapa, anda begitu kaget. Apa anda tidak tau jika istri anda sedang mengandung. Bahkan usia kandungannya sudah memasuki bulan ke tiga." ucap dokter itu lagi

Beni menggaruk kepalanya yang tidak gatal, andai saja yang doker katakan itu benar. Tapi sudahlah, Beni tidak bisa lagi berharap.

"Maaf dokter, tapi dia bukan istri saya. Dia itu teman kantor saya." ucap Beni

"Ohhhh, benarkah. Saya kira dia Istri anda. Kalau begitu baiklah. Ini resep untuk Nona Anel, tolong di berikan kepada suaminya." ucap Dokter itu sambil memberikan secarik kertas berisi resep obat untuk Anel.

Beni mengangguk, dia segera menemui Anel setelah dokter itu pergi.

"Nel, apa kamu sudah lebih baik?" tanya Beni

"Hmmm, sakitnya sudah hilang kok Ben." Jawab Anel di iringi senyum.

"Kenapa kamu tidak bilang jika kamu sedang hamil Nel?" tanya Beni

Anel menatap Beni dengan wajah yang sendu."Ben,apa aku bisa meminta sesuatu padamu." ucap Anel cepat

"Hmmmm mintalah." ucap Beni

"Tolong jangan beri tau siapa pun tentang kehamilan ku ini,t erutama kepada pak Nathan." ucap Anel dengan tatap memohon

Beni terkejut, tapi dia tau alasan kenapa Anel melakukan ini.

" Tapi Nel, kamu tidak bisa menyembunyikannya terus menerus." ucap Beni cepat

"Aku tau Ben, tapi ini hanya sementara. Sampai masalah ku dan Amel ada titik terang. Aku hanya ingin tau, apakah Pak Nathan masih mencintai Amel." ucap Anel

"Lalu jika Pak Nathan masih mencintai sahabatmu itu, apa yang akan kau lakukan Nel?" tanya Beni

"Kau tau aku bukan wanita yang egois Beni." ucap Anel

"Hahhh, baiklah, aku berjanji pada mu Nel. Tapi jika kamu butuh bantuan ku, jangan pernah sungkan, aku akan selalu membantumu." ucap Beni

"Ahhh ya Nel, kau sudah boleh pulang sekarang, tapi aku akan menebus resep mu dulu, kau tunggulah sebentar." ycap Beni cepat

"Baik, trimakasi Ben."

"Tentu."

Beni pun meninggalkan Anel yang masih berada di ruang IGD.

*******

Prusahaan Sanjaya Grup

Setibanya Mela dan Gio di kantor mereka langsung menuju ke ruangan Nathan. Dengan prasaan takut mereka mencoba mengetuk pintu presdir itu. Tapi sekitan menit mereka mencoba nya, tidak ada yang menjawab ketukan mereka.

"Kalian sedang apa di depan ruangan pak Nathan?" yanya Aldo saat melihat dua orang dari team divisi 1 sedang berdiri sambil mengetuk pintu ruangan presdir.

"Em, itu pak_

"Kami ingin mencari pak Nathan, pak. Ada hal penting yang ingin kami sampaikan." potong Mela

"Pak Nathan sedang ada urusan di luar kantor, jadi jika ada yang penting bisa langsung ke saya saja." ucap Aldo cepat.

"Ini tentang Anel Pak." imbuh Gio

"Kenapa dengan Istri pak Nathan?" tanya Aldo dengan raut wajah berubah serius.

"Be_gini pak Aldo, saat kami ingin pulang dari makan siang tadi, tiba tiba Desi datang dan langsung mendorong tubuh Anel, tapi untung saja Beni dengan sigap menangkapnya, tapi setelah itu Anel mengeluhkan sakit di bagian perut bawahnya.Beni langsung membawa Anel ke RS terdekat." jelas Mela

"Rumah sakit mana Beni membawa Nona Anel?" tanya Aldo cepat. Dia cukup panik saat mendengar berita istri atasannya masuk rumah sakit.

"Rumah Sakit xxx Pak Aldo." jawab Gio cepat

" Baiklah, Kalian kembali ke ruangan kalian, saya yang akan memberi tau Pak Nathan." ucap Aldo cepat

Aldo pun dengan cepat menghubungi atasan nya itu.Tapi sialnya handpone milik Nathan tidak aktif. Aldo kembali menghubungi Nathan, tapi tetap tidak bisa. Akhirnya Aldo memutuskan untuk mengirim Chat kepada Nathan, dan berharap Chat darinya akan di baca. Setelah selesai mengirim chat pada Nathan, Aldo mengendarai mobil itu dengan kecepatan penuh menuju ke arah rumah sakit yang di beri tau oleh Mela dan Gio.

Tak butuh waktu lama mobil Aldo sudah memasuki area rumah sakit. Tapi saat Aldo baru turun dari mobilnya, dia melihat Anel sedang berjalan bersama Beni keluar dari area rumah sakit. Tanpa fikir panjang Aldo langsung menghampiri ke dua nya.

"Apa Nona Baik baik saja?" Aldo langsung bertanya saat tiba di depan Anel dan Beni

Anel yang melihat Aldo ada di depan nya merasa sedikit kecewa, ia mengira Nathan lah yang akan datang menjemput nya.

"Saya baik baik saja Pak Aldo." ucap Anel cepat

"Syukurlah Nona baik baik saja. Mari Nona, saya akan mengantar Nona pulang. Dan kamu Beni,trimakasih sudah mengantar Nona Anel. Sekaran kamu bisa kembali ke kantor." ucap Aldo cepat

"Saya kembali ke kantor saja pak, pekerjaan saya masih sangat banyak." ucap Anel menolak pulang ke rumah.

"Kamu pulang aja Nel, masalah kerjaan biar kami yang akan mengurus nya." ucap Beni

"Benar yang di katakan Beni, pekerjaan biar mereka yang hendle. Wajah nona terlihat pucat, lebih baik nona kembali ke rumah." timpal Aldo

Anel menghela nafasnya, kepalanya memang sedikit sakit." Baiklah." ucap Anel lesu

Beni kembali ke perusahaan. Sedangkan Anel di antar oleh Aldo kembali ke rumah kediaman Sanjaya.

*******

Setelah mengantar Amel tadi, Nathan langsung melakukan pertemuan dengan rekan bisnis yang baru memualai kerja sama dengan perusahaannya.Dan Nathan memang sengaja tidak mengajak Aldo karna perusahaan tidak ada yang meng handle jika ia dan Aldo pergi bersama.

Pertemuan Nathan berakhir setelah pukul tiga sore,Nathan pun langsung kembali ke perusahaannya tanpa melihat Chat yang di kirim oleh Aldo.

Sesampainya Nathan di kantor ia langsung menuju ke dalam ruang nya. Nathan begitu lelah, dia menyandarkan tubuh nya di kursi kebesarannya.

Beberapa saat kemudian, ponsel Nathan kembali berbunyi. Dengan perasaan malas, Nathan membuka pesan Chat yang ada di Handponenya.

Satu per satu pesan itu di buka, sampai pada titik dimana pesan yang di kirim Aldo di baca oleh Nathan. Mata Nathan membulat sempurna, perasaannya tidak karuan, ia begitu takut mendengar Anel masuk Rumah Sakit. Bahkan fikiran Nathan melayang kemana mana.

Dengan langkah seribu Nathan keluar dari ruangannya. Bahkan dia sampai berlari di loby kantor untuk segera sampai di mobilnya. Nathan tidak perduli jika karyawannya melihat Nathan yangs sedang panik.

.

.

[Bersambung]

1
Angelica James
sudah jadi Ayah kali...
Puryani
Lebih baik kaya gini gak terlalu panjang.
dari pada panjang dan nunggu"
Milasari
dari awal nama tokoh ceweknya udah ketuker, jd bingung,
tp msh pnasaran
arfan
up
Berlian Sihombing
cocok ya visual danu yg jd Nathan 😀😀
Haetsuki
mampir
putri gemini
hmmmmmn kyk nya dr sini emng ada yg ketuker buodta nya, pemeran utama nya Amel apa anel thor?
Pratiwi Khairin
mantap ceritanya makin asyik aja jadi ga mauberhenti bacanya
Zoana
mampir Thor
Dewi Kijang
lanjut
Dewi Kijang
bagus
Dewi Kijang
masih nyimak dulu ya
Dewi Kijang
lanjut
Laksmi93
Terimakasih untuk ya sudah berkenan Hadir. Mohon permakluman jika masih banyak kekurangan dalam penulisan maupun alur cerita.

Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
cica
yang ketabrak awalnya amel
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?
Indra utama Indra
.
Sundary Selle
om
Shine Yoon
ceritanya bagus, tapi ada kurangnya. seharusnya disetiap konflik diksih penjelsan yg lbih detail, agar lbih jelas, dan soal penulisan contoh : kata " brow" lbih baik gak ditambahi w, lbih enak "bro"... dan juga kata " kau" lbih enak pake "kamu" atau "lo" aja... semangat thor, klau bisa semoga ceritanya bisa direvisi agar lbih baik lagi thor.... tapi keseluruhan cerita bagus kok thor
Masye Tambajong
mantap
Nalendra Bagus
aku nangis thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!