NovelToon NovelToon
GAVIN (PERJODOHAN)

GAVIN (PERJODOHAN)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Ketos / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Minsecret03

Pernikahan muda tidak pernah terlintas dalam benak Gavin, tepat duduk dikelas 3 SMA. Orangtuanya menjodohkannya dengan teman masa kecilnya dulu. Kenzie Alison.

Ketua OSIS cantik, yang terkenal karena galaknya. Dan Gavin yang selalu menjadi bahan amukannya, karena tiap hari tidak pernah absen masuk keruang BK.

"Gue sengaja keluar masuk ruang BK, sekalian lihat istri."

Alasan yang selalu Gavin lontarkan, dan Kenzie hanya bisa menghela napas pasrah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minsecret03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TONTONAN PARA JOMBLO

Kenzie langsung berhambur memeluk tubuh Dian, menangis ikut merasakan beban sahabatnya.

Keluarga kaya yang hampir sederajat dengan suaminya, kini berubah menjadi keluarga sederhana. Perusahaan bangkrut, rumah mewah terjual, aset-aset berharga tergadai, hanya membiayai perobatan papa nya.

"Makasih Ken, udah datang."

"Diam, bisa-bisanya Lo sembunyiin dari kita."

"Maaf."

"Yaudah jangan nangis, dasar cengeng." Cibir Kenzie, menghapus jejak air mata Dian.

Siempunya hanya terkekeh, merasa terhibur kedatangan sahabatnya.

"Keadaan om gimana?"

"Kayak biasa." Balas Dian sendu.

"Kita sama-sama berdoa, Lo gak boleh lemah ingat yang di atas."

"Iya Ken."

Gavin yang sedari tadi diam mematung dibelakang Kenzie, menuntun gadisnya duduk dikursi. Diikuti Dian, tanpa melepaskan genggaman tangannya.

"Fani mana?"

"Ke luar sama Angga."

"Angga?"

Dian hanya mengangguk kan kepalanya, kembali memeluk tubuh sahabatnya mencari ketenangan.

"Tante mana?"

"Di dalam."

"Lo pulang aja sama Tante, biar kita aja yang jaga."

"Gak usah Ken."

"Gak ada penolakan, sana bujuk Tante biar pulang. Kalian juga butuh istirahat."

"Tapi–"

"Eh, pasutri muda." Ucap Edo, memotong ucapan Dian.

"Ngapain Lo kesini?" Tanya Gavin bingung.

Edo hanya mengerakkan alisnya kearah Dian. Kebetulan Gavin belum tau perjuangan cinta sahabatnya yang satu ini.

"Sana bujuk Tante, kalo gak kita gak usah sahabatan. Udah kita dibohongin lagi."

Kenzie sengaja menyudutkan Dian, agar rencananya berhasil. Rasanya sedih melihat wajah ceria itu murung, tubuhnya mulai kurus tak terawat.

"Tapi gak papa kan?"

"Iya, sana."

Dian bangkit dari tempatnya, masuk kedalam ruangan pasien. Tak menunggu lama, Dian keluar dengan mama nya.

Kenzie dan Gavin langsung menyalim, dengan senyuman hangat terukir di bibirnya. Takutnya mama Dian menolak tawaran mereka.

"Sebelumnya terimakasih yah nak."

"Iya gak papa Tante, kebetulan besok libur." Ucap Kenzei menyakinkan.

"Kalo ada apa-apa telpon Tante yah Ken."

Kenzie hanya mengangguk kan kepalanya.

"Kalo begitu kita pulang dulu." Pamit Dian.

"Eh, bentar. Do Lo bawa motor?" Tanya Kenzei kearah Edo, dibalas anggukan kepala.

Gavin langsung mengeluarkan kunci mobilnya, dengan cepat Edo meraihnya dengan semangat.

"Awas mobil gue lecet." Bisik Gavin kearah Edo.

Dian melambaikan tangannya kearah Kenzie, hingga punggung mereka bertiga berlalu menjauh.

"Kita ke dalam aja yah? Di sini dingin." Ucap Gavin, menarik lengan Kenzie masuk kedalam ruangan pasien.

Di brankar terlihat pria paruh baya dengan selang oksigen, dan infus terpasang ditubuhnya. Tubuh itu terlihat kurus, wajah tirus, rambut mulai beruban.

Gavin melangkah mendekat, menatap wajah tua dengan tatapan kasian bercampur aduk. Dibenaknya wajah kedua orangtuanya yang muncul, mungkin begini gambaran kedua orangtuanya kalo sudah tua.

"Sakit apa?" Tanya Gavin tanpa melepaskan tatapannya, dari wajah pria paruh baya itu.

"Lambung."

"Udah lama?"

"Mulai dari SMP kalo gak salah, Om Regan bolak balik masuk rumah sakit."

"Kok kamu tau?"

Gavin mengalihkan tatapannya kearah Kenzie, menaikkan alisnya sebagai tanda bertanya.

"Kita duduk dulu, perut aku mulai sakit." Adu Kenzie.

Mungkin sejak tadi suasananya tegang, pikiran Kenzie teralih dari perutnya. Tapi sekarang, rasanya di aduk-aduk.

Gavin juga baru sadar akan hal itu, dengan cepat menarik lengan Kenzie duduk disofa dekat pintu masuk. Menyelimuti tubuh kecil gadisnya dengan selimut tipis yang dibawa dari rumah, dan bersandar pada sandaran sofa.

"Cerita yang, biar gak bosan."

"Cerita apa?"

"Lanjut yang tadi aja."

"Yang mana?"

Gavin berdecak kecil, menyentil kening Kenzie.

"Benar kata Kenzo, kamu pelupa tingkat akut."

Kenzei mencibir ucapannya, memilih memejamkan mata daripada ribut.

"Yah, malah tidur."

"Jangan ribut Vin, kita di rumah sakit bukan di kamar."

"Tapi kamu jangan tidur."

Kenzie menghela napas panjang, perlahan membuka matanya menatap langit-langit rumah sakit. Sebenarnya mood nya berantakan kalo sedang datang bulan seperti ini.

Tapi demi suami lagi, Kenzie harus mendengar ocehan pria yang satu ini.

"Ngantuk?" Tanya Gavin meletakkan kepalanya dibahu Kenzie, menatap wajah cantik itu dari jarak dekat.

"Lumayan."

Gavin hanya mengangguk kan kepalanya, mencium sudut bibir Kenzie dengan lembut.

"Aku mau cerita." Ucap Kenzei, takutnya Gavin bosan. Apalagi diruangan ini hanya ada mereka bertiga, itu pun om Regan tidak sadarkan diri.

"Cerita apa?"

Gavin kembali meletakkan kepalanya di bahu Kenzie, menyembunyikan wajahnya diceruk leher putih itu.

"Waktu kelas 3 SMP, om Regan pernah drop hampir satu bulan wajib inap di rumah sakit. Demi sahabat, Aku sama Fani ikut membantu sekedar menginap di rumah sakit."

"Tapi sayangnya, absen banyak, prestasi malah menurun. Bunda marah-marah di rumah, yang lebih pahit nya perusahaan om Regan menurun."

"Mungkin om Regan stress mikirin perusahaan bangkrut, makanya kambuh lagi." Jelas Kenzie Panjang lebar.

Gavin menghela napas panjang, menghirup dalam-dalam aroma khas gadisnya. Mungkin karena Gavin belum pernah merasakan yang namanya hidup susah, rasanya kehidupan om Regan saat ini menyedihkan.

"Vin, ngantuk."

Sontak Gavin tersadar dari lamunannya, menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Kenzie.

"Tidur sini."

Gavin menepuk paha kekar nya, dengan semangat Kenzie tidur berbantalkan paha nya memeluk pinggang Gavin dengan erat.

"Lurusin aja kaki nya, jangan ditekuk."

"Lebih enakan gini."

Gavin hanya mengangguk kan kepalanya, mengelus lembut rambut Kenzie hingga mata lentik itu tertutup rapat dengan napas yang teratur.

Daripada bosan lebih baik Gavin bermain game, atau mungkin belajar. Banyak materi di group chat, mungkin Gavin bisa mempelajari itu satu persatu.

Jam berputar, tak terasa pukul 05:30. Selama itu Gavin terjaga, takutnya om Regan drop atau seseorang masuk kedalam. Apalagi di sini ada Kenzie, Gavin harus ekstra menjaga keamanan Istrinya. Cukup satu kali Gavin lengah.

"Ken, aku ngatuk." Bisik Gavin, menatap wajah cantik itu yang terlihat nyenyak tanpa terganggu sedikitpun.

"Kalo dibu*tingin diam-diam, gak bakalan ketahuan. Tidur aja kayak kebo."

Gavin tertawa kecil, menundukkan kepalanya mengecup bibir mungil itu.

Tidak ada pergerakan, bibir mungil itu malah mengerucut kedepan semakin terlihat mengoda. Andaikan ini di rumah, mungkin bibir ini bakalan bengkak gara-gara ulahnya. Tapi sayangnya, mereka di rumah sakit.

Tinggal menghitung hari, sabar Vin. Batin Gavin.

Matanya tidak bisa di ajak kompromi, karena biasanya jam 4 pagi jadwal Gavin tidur. Sepanjang malam biasanya Gavin habiskan bermain game, makanya bisa terjaga mulai dari tadi.

Tanpa sadar Gavin terlelap, dengan lengan melilit dipinggang ramping Kenzie. Takutnya ada yang culik.

Tepat Gavin tertidur, Kenzie terbangun dari tidurnya.

"Vin."

Kenzie meraba-raba dada bidang suaminya, hingga jemarinya menyentuh wajah tampan itu dengan mata yang terpejam.

"Masih tidur atau baru tidur?"

Perlahan Kenzei bangkit dari tidurnya, menyelimuti tubuh kekar itu dengan selimut tipis. Dengan hati-hati Kenzie memindahkan kepala Gavin ke bahu nya, dan melilitkan lengannya kepinggang suaminya dari dalam selimut.

Om Regan terlihat belum sadarkan diri, hingga terdengar decitan pintu. Ternyata Edo dan Dian.

"Tidur?" Tanya Edo pelan.

Kenzie hanya mengangguk kan kepalanya, tersenyum manis kearah Dian.

"Pasti pegal tidur di sofa, maaf yah Ken." Ucap Dian pelan, duduk disamping Kenzie.

"Gak papa."

"Kalian pulang aja, kasian suami Lo."

Kenzie mengalihkan tatapannya kearah Gavin, terpaksa membangunkan suaminya takutnya pegal mana bahunya belum sembuh total.

"Vin, bangun." Kenzie menepuk-nepuk pelan wajah tampan itu, hingga siempunya mengeliat dalam tidurnya.

"Kita pulang yok, tidur dirumah aja." Bisik Kenzie, sembari merapikan helaan rambut yang hampir menutupi mata suaminya.

Siempunya malah menyembunyikan wajahnya diceruk lehernya, melilitkan lengannya kepinggang ramping Kenzei.

"Lima menit, aku masih ngantuk."

"Tidur di rumah aja, nanti pegal."

"Tapi peluk."

"Iya, makanya bangun."

Gavin menghela napas panjang, perlahan membuka matanya sembari menguatkan pelukannya.

"Yaudah lepas."

"Ck, katanya pulang."

Kenzie mengehela napas panjang, perlahan bangkit dari tempatnya dengan cepat melilitkan lengannya kepinggang Gavin.

Dian dan Edo yang melihat interaksi mereka berdua, tersenyum sendiri sekaligus iri. Tontonan gratis tanpa berbayar, yang sayangnya membuat jiwa jomblo meronta-ronta.

"Ken, Ngantuk."

"Iya, tunggu bentar. Do antarin kita pulang dong, Gavin gak bisa nyetir kalo begini ceritanya." ucap Kenzei memohon.

Edo hanya mengangguk kan kepalanya, keluar dari ruangan pasien di ikuti Kenzei dari belakang.

"Mentang-mentang udah sah, gak ngerti perasaan para jomblo." Cibir Dian.

______________

TERIMAKASIH TELAH MEMBACA CERITA INI:)

STAY TUNED 🌱

TUNGGU PART SELANJUTNYA 🍓

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Arutalaaa
apa cumn gue yg dri 2025🙃
balik lagi ^_^ kesini
Arutalaaa
mntul
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Kenzie hamil..
Qaisaa Nazarudin
PDKT nya terlalu lama dan bertele-tele menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
Bagus ancam aja Gavin biar dia sadar,Atau bilang aja KALO GAK SADAR KAMU AKAN CARI SUAMI BARU..😃😃
Qaisaa Nazarudin
Lha kok dua2 Masih SMA ?? Padahal dua2 pinter lho,Ku pikir 17 dengan 18 mereka? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya Jebol juga juga Kenzie..Tinggal nunggu Gavin junior launching..😃😃
Qaisaa Nazarudin
Astaga mending kasutnya di pandahin ke lantai aja,Dari pada di ganggu dengan suara derit ranjang..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Aku jadi kepo, Sebenarnya apaan sih yg berlaku?? kok gak jelas gini??
Qaisaa Nazarudin
Heran aku kenapa gak langsung pulang kerumah aja,Demen banget cari gara-gara..
Qaisaa Nazarudin
Selalu aja kalimat begitu di mana2 novel yg udah ku baca,Pada hal bisa aja kan langsung ceritanya sekarang,Kenapa setelah ada kesalah pahaman baru mau cerita??Heran deh aku..padahal menurut ku Sekarang lah waktu yg tepat utk ceritakan semuanya biar gak ada salah paham,Atau pasangan kita bisa lebih berhati-hati setelah ini..
Qaisaa Nazarudin
CKK KU PIKIR UDAH KAPOK,MALAH NONGOL BALIK..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Waah udah jadian nih Faninsama Angga?
Qaisaa Nazarudin
Ada apa dengan Dian?
Qaisaa Nazarudin
Gavin kayak otak beku aja,Padahal tanpa belajar juga udah juara umum,Ngapain mau ladenin tantangan nya Kenzie,Modus doang 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Gavin dtg tepat waktu, Gila si Rian,Rian ama Tiara cocok tuh..
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang keluarga udah tau sikap keluarga Tiara dan Tiara,Mending Gavin dan Kenzie suruh pundah ke rumah Kenzie aja,Untuk keselamatan Rumah tangga Gavin,JANGAN PERNAH MENYEPELE KAN DAN MENGANGGAP REMEH KENEKATAN KELUARGA TIARA, BERJAGA-JAGA LEBIH BAIK..
Qaisaa Nazarudin
Waah udah beneran Nikah nih mereka? Gimana dong ceritanya mereka bisa ketemu kembali? 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!